Beranda | YLSA.org | Alkitab | Katalog | AI |
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > Edisi Selasa, 21 Juli 2026 (Minggu ke-8 sesudah Pentakosta)
  Tampilan cetak   edisi sebelum | 07/Edisi 2026 | edisi berikut
Selasa, 21 Juli 2026 (Minggu ke-8 sesudah Pentakosta)

1 Samuel 27:1-28:2
Katakan Kebenaran kepada Diri Sendiri

Orang yang sangat beriman juga dapat melakukan tindakan yang tidak beriman. Mari kita lihat mengapa Daud bertindak seperti orang yang tidak beriman dalam nas hari ini.

Daud berkata dalam hatinya bahwa ia pasti akan dibunuh Saul jika ia tetap ada di Israel. Maka ia melarikan diri kepada Akhis, raja Filistin di Kota Gat, dan Saul berhenti mengejarnya. Ternyata Akhis senang kepada Daud, lalu memberikan Kota Ziklag untuk Daud dan orang-orangnya. Mereka tinggal di sana selama 16 bulan (27:1-7).

Kemudian, Daud dan orang-orangnya menaklukkan musuh-musuh Israel, tetapi ia berbohong kepada Akhis bahwa ia menyerbu daerah Yehuda. Untuk menutupi kebohongannya, Daud tidak membiarkan seorang pun hidup, termasuk perempuan, supaya tidak ada yang melaporkan apa yang telah ia lakukan. Akhis percaya kepada Daud, dan ia meminta Daud ikut berperang melawan Israel (27:8-28:2).

Mengapa Daud yang begitu beriman, bahkan berani masuk ke perkemahan Saul untuk mengambil tombak dan kendi airnya (lih. 1Sam. 26), sekarang menganggap Allah tidak dapat menolongnya dari tangan Saul dan memutuskan untuk berlindung pada raja Filistin? Ternyata, tindakan itu dilakukan Daud karena "Daud berkata dalam hatinya" bahwa ia pasti akan binasa jika ia tidak meninggalkan wilayah Israel (27:1). Kita harus berhati-hati dengan kebohongan yang kita katakan kepada diri kita sendiri, karena kita akan percaya kepada kebohongan tersebut.

Kita harus berhati-hati dengan apa yang kita katakan kepada diri kita sendiri dan berupaya untuk selalu mengatakan kebenaran. Tokoh iman sebesar Daud saja dapat menjadi kurang beriman ketika ia mengatakan kebohongan kepada dirinya sendiri.

Jangan biarkan pikiran liar kita yang salah terus berbicara kepada diri kita. Kita harus secara sadar mengatakan kebenaran yang kita dapatkan dari firman Allah dan memercayai Allah. Dengan demikian, iman kita akan dikuatkan, bukan dilemahkan. Benarlah firman Tuhan: "Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus" (lih. Rm. 10:17). [INT]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

  e-SH Hari Ini
Edisi Kamis, 16 Juli 2026
1 Samuel 22:6-23
  Arsip
< Juli 2026 >
M S S R K J S
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31  
Cari di Arsip e-Santapan Harian  Cari di e-SH
  
Arsip  Arsip (10229 edisi)
Berlangganan  Berlangganan
Situs  Situs SH
Facebook  Aplikasi SH
  Grup Diskusi SH
Situs Renungan.co

Whatsapp Kontak Kami Tentang Kami
Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)

Follow Us:

IG sabda_ylsa FB Yayasan Lembaga SABDA TW sabda_ylsa Link Mores
unblocked 76 agar.io 76 agario 76 lesson guru games
YT SABDA Alkitab Spotify Google Podcast Podcast SABDA Slideshare Slideshare SABDA

CONTACT | GET INVOLVED! | DONASI

Copyright © 1997- Yayasan Lembaga SABDA (YLSA). All Rights Reserved.
Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati
WA: 0881-2979-100 | Email: ylsa@sabda.org | Situs: ylsa.org - sabda.org