Beranda | YLSA.org | Alkitab | Katalog | AI |
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > Edisi Selasa, 7 Juli 2026 (Minggu ke-6 sesudah Pentakosta)
  Tampilan cetak   edisi sebelum | 07/Edisi 2026 | edisi berikut
Selasa, 7 Juli 2026 (Minggu ke-6 sesudah Pentakosta)

1 Samuel 15
Totalitas Ketaatan

Ada kalanya manusia merasa ia sudah cukup taat, padahal sebenarnya belum. Kita mengira kita telah menaati Tuhan, tetapi kita masih memilih apa saja yang ingin kita taati. Itulah tragedi Saul dalam 1 Samuel 15, seorang raja yang kehilangan kerajaan karena ketaatan yang setengah hati.

TUHAN melalui Nabi Samuel memerintahkan Saul untuk menumpas bangsa Amalek sebagai bentuk penghakiman atas dosa mereka (2-3). Namun, Saul tidak melakukan sepenuhnya. Ia memang mengalahkan Amalek, tetapi menyisakan Raja Agag dan ternak-ternak terbaik (7-9).

Di mata manusia, tindakan itu tampak bijak. Saul mengira ia telah melaksanakan firman TUHAN dan mengurbankan yang terbaik kepada TUHAN (13, 15). Akan tetapi, di mata Allah, itu pemberontakan (18-19). Saul masih mengira ia mendengarkan suara TUHAN dan memiliki niat baik (20-21), sehingga Samuel menegurnya dengan tajam: "Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik daripada kurban sembelihan, mengindahkan lebih baik daripada lemak domba jantan" (22).

Tindakan Saul menunjukkan bahwa ia lebih mengutamakan penilaian manusia daripada ketaatan penuh pada kehendak Allah. Karena Saul menolak firman-Nya, TUHAN pun menolak Saul sebagai raja atas Israel (23, 26).

Ketidaktaatan tidak selalu tampak seperti pemberontakan besar, terkadang terselubung dalam bentuk kompromi yang rohani. Saul mengira ia menyenangkan Tuhan dengan persembahan, padahal yang Tuhan kehendaki adalah hati yang tunduk sepenuhnya. Taat bukan melakukan sebagian perintah Tuhan, melainkan seluruh kehendak-Nya tanpa tawar-menawar. Mendengarkan Tuhan berarti taat dengan totalitas penuh kepada-Nya.

Dalam hidup kita hari ini, ketaatan separuh bisa muncul dalam banyak kesempatan: saat kita melayani Tuhan, tetapi memiliki sikap sombong; saat kita memberi, tetapi menuntut pujian; saat kita mengampuni, tetapi masih menyimpan rasa benci. Tuhan mencari hati yang penuh totalitas mau taat, yang mau menundukkan penilaian dirinya sendiri di bawah kehendak Tuhan. [RGD]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

  e-SH Hari Ini
Edisi Kamis, 16 Juli 2026
1 Samuel 22:6-23
  Arsip
< Juli 2026 >
M S S R K J S
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31  
Cari di Arsip e-Santapan Harian  Cari di e-SH
  
Arsip  Arsip (10229 edisi)
Berlangganan  Berlangganan
Situs  Situs SH
Facebook  Aplikasi SH
  Grup Diskusi SH
Situs Renungan.co

Whatsapp Kontak Kami Tentang Kami
Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)

Follow Us:

IG sabda_ylsa FB Yayasan Lembaga SABDA TW sabda_ylsa Link Mores
unblocked 76 agar.io 76 agario 76 lesson guru games
YT SABDA Alkitab Spotify Google Podcast Podcast SABDA Slideshare Slideshare SABDA

CONTACT | GET INVOLVED! | DONASI

Copyright © 1997- Yayasan Lembaga SABDA (YLSA). All Rights Reserved.
Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati
WA: 0881-2979-100 | Email: ylsa@sabda.org | Situs: ylsa.org - sabda.org