Beranda | YLSA.org | Alkitab | Katalog | AI |
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > Edisi Rabu, 22 Juli 2026 (Minggu ke-8 sesudah Pentakosta)
  Tampilan cetak   edisi sebelum | 07/Edisi 2026 | edisi berikut
Rabu, 22 Juli 2026 (Minggu ke-8 sesudah Pentakosta)

1 Samuel 28:3-25
Tindakan Bodoh ketika Terdesak

Ketika kita terdesak, pikiran kita mudah menjadi kacau dan kita bisa melakukan tindakan bodoh. Nas kita hari ini memberi peringatan bagi kita untuk tidak berlaku seperti itu.

Saat orang Filistin berkemah di Gilboa, Saul menjadi takut dan meminta petunjuk TUHAN, tetapi TUHAN tidak menjawab dia, baik melalui mimpi, Urim, maupun para nabi (4-6). Maka, Saul mencari seorang perempuan pemanggil arwah, kemudian memintanya untuk memanggil Samuel (7-11).

Samuel muncul, tetapi bukannya memberi tahu Saul akan apa yang harus dilakukan (15), ia justru memberikan nubuat penghakiman kepada Saul. TUHAN tidak lagi berbicara kepada Saul karena Saul tidak mau mendengarkan firman-Nya. Karena itu juga, TUHAN akan menyerahkan orang Israel ke tangan orang Filistin, bahkan Saul dan anak-anaknya akan mati (19).

Ketika terdesak, Saul yang tadinya menyingkirkan para pemanggil arwah (3), sekarang memakai seorang pemanggil arwah untuk memanggil Roh Samuel. Roh ini sepertinya benar-benar roh Samuel karena penulis kitab berkali-kali menyebutnya Samuel (12, 14-20), dan karena kita percaya bahwa tulisan yang diinspirasikan oleh Allah pasti benar. Di sini Saul tidak setia kepada TUHAN dan telah meminta petunjuk kepada arwah, akibatnya, ia menerima kematian (lih. 1Taw. 10:13-14).

Allah memang bisa saja mengizinkan kita melakukan apa yang Ia larang. Dalam keadaan terdesak, kita sering melakukan apa yang jelas kita tahu sebagai sesuatu yang salah. Karena itu, ketika kita berada dalam kesulitan, kita harus semakin berhati-hati dengan apa yang kita putuskan karena keterdesakan kita bisa membuat kita tidak peduli terhadap perintah Allah.

Keadaan seperti ini juga menjadi ujian apakah kita benar-benar percaya dan taat kepada Allah. Karena itu, apabila dalam kesulitan kita bertindak bodoh dan melanggar perintah Allah, ini adalah kesempatan untuk kita lebih mengenal kerapuhan diri kita, kemudian bertobat, dan mengerti betapa kita membutuhkan kuasa Roh Kudus untuk melakukan apa yang benar. [INT]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

  e-SH Hari Ini
Edisi Kamis, 16 Juli 2026
1 Samuel 22:6-23
  Arsip
< Juli 2026 >
M S S R K J S
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31  
Cari di Arsip e-Santapan Harian  Cari di e-SH
  
Arsip  Arsip (10229 edisi)
Berlangganan  Berlangganan
Situs  Situs SH
Facebook  Aplikasi SH
  Grup Diskusi SH
Situs Renungan.co

Whatsapp Kontak Kami Tentang Kami
Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)

Follow Us:

IG sabda_ylsa FB Yayasan Lembaga SABDA TW sabda_ylsa <