|
Judul: Jangan bertindak keliru
Saat penggalian di kota Pompeii, ditemukan mayat seorang perempuan
yang sudah membatu. Tangannya penuh permata. Rupanya ketika
gunung Vesuvius meletus, ia bukan segera lari melainkan
menyempatkan diri untuk mengambil perhiasan-perhiasannya.
Begitulah nasib orang yang mengambil pilihan keliru pada saat
yang sangat genting.
Daud mendengar berita wafatnya Nahas, raja Bani Amon. Ia menunjukkan
persahabatannya dengan mengirimkan utusan kepada Hanun, putra
Nahas, untuk menyampaikan rasa berbelasungkawa (ayat 1-2). Namun
para pemuka Bani Amon memengaruhi Hanun supaya tidak mempercayai
maksud Daud begitu saja. Bani Amon kemudian bertindak keliru
dengan menangkap utusan Daud, dan mempermalukan mereka dengan
mencukur janggut serta memotong pakaian mereka. Ini merupakan
penghinaan! Di dalam budaya mereka pada saat itu, para pria
merasa lebih baik mati daripada dicukur janggutnya. Menurut
mereka, rahang dan dagu yang bersih adalah tanda status budak.
Itu berarti, tawaran persahabatan dari Daud telah dibalas dengan
penghinaan (ayat 4-5).
Walau terlambat, Hanun sadar bahwa tindakannya terhadap utusan Daud
dapat menimbulkan masalah besar. Sayang, ia masih saja bertindak
keliru. Ia meminta bantuan Raja Aram (ayat 6-7). Melihat hal ini,
Daud memerintahkan Yoab untuk menghadapi bani Amon. Dengan
pertolongan Tuhan, Yoab yang dibantu oleh Abisai, adiknya,
mengalahkan tentara Aram dan Bani Amon (ayat 8-18). Kekalahan itu
membuat orang Aram jera membantu Amon (ayat 19).
Pilihan atau tindakan keliru dapat terjadi bila kita mendengarkan
nasihat dari orang yang keliru. Maka carilah orang yang tepat,
yakni orang yang hidupnya benar dan takut akan Tuhan, untuk
dimintai nasihat.
Tindakan keliru bisa juga terjadi saat kita didorong oleh kecurigaan
yang tidak pada tempatnya. Akibatnya bisa fatal. Persahabatan
hancur dan orang lain pun jadi korban. Karena itu carilah hikmat
Tuhan sebelum bertindak.
|