Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-leadership/195

e-Leadership edisi 195 (20-12-2016)

Pemimpin dan Saat Teduh (II)

Pemimpin dan Saat Teduh (II) -- Edisi 195/Desember 2016
 
Pemimpin dan Saat Teduh (II)
Edisi 195, 20 Desember 2016
 
e-Leadership

Salam kasih,

Intensitas serta komitmen seorang pemimpin menjadi salah satu hal yang dibutuhkan agar tujuan bersama dalam suatu komunitas pelayanan dapat tercapai. Pemimpin yang memiliki intensitas tinggi akan berfungsi sebagai api pengobar semangat pengikutnya untuk terus berjuang dalam mencapai tujuan dan visi misi bersama. Mengutamakan doa, seperti telah disinggung dalam edisi sebelumnya, menjadi syarat mutlak seorang pemimpin untuk dapat secara efektif melakukan tugas dan peranannya. Oleh karena itu, intensitas untuk mengembangkan kehidupan doa sebagai dasar kepemimpinan serta pelayanan juga menjadi hal yang sungguh-sungguh perlu dilakukan oleh para pemimpin. Lalu, kehidupan doa seperti apa yang perlu dikembangkan oleh para pemimpin? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, publikasi e-Leadership kali ini akan menyajikan kolom tip mengenai pola doa yang dikembangkan oleh Nehemia, yang membantunya untuk mengalami kuasa dari Allah. Kiranya melalui sajian kami, para pemimpin dan penatalayan kristiani akan semakin diperlengkapi untuk mengembangkan kehidupan doa serta saat teduh yang berkualitas setiap hari bersama Tuhan.

Berkenaan dengan hari Natal yang akan segera menjelang, seluruh staf redaksi publikasi e-Leadership mengucapkan selamat Natal 2016 bagi seluruh pembaca e-Leadership di mana pun Anda berada. Kasih dan karya Kristus kiranya akan terus menjadi inspirasi Anda dalam berkarya dan melayani. Maranatha!

FOTO

Redaksi Tamu e-Leadership,
N. Risanti

 
"Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!" -Yesaya 55:6
 

RENUNGAN Sudahkah Anda Berjumpa dengan Kristus?

Jika Anda harus kembali bekerja setelah Natal, apakah yang akan Anda bawa bersama Anda dari masa Natal tersebut? Beberapa hadiah dan beberapa kenangan liburan yang indah, atau sesuatu yang lain?

Saya sangat menyukai cara J.B. Phillips menerjemahkan Lukas 2:20, "Para gembala tersebut kembali bekerja, memuji, dan memuliakan Allah untuk segala sesuatu yang telah mereka dengar dan lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka."

Setelah mendengar kabar dari malaikat mengenai kelahiran Mesias, setelah mengunjungi Betlehem dan menemukan sang bayi yang terbaring di atas palungan, dan setelah memberi tahu orang-orang mengenai hal-hal ajaib yang telah mereka dengar tentang anak itu -- setelah mengalami semua hal tersebut, para gembala kembali ke padang, kawanan domba, dan rutinitas harian mereka.

Namun, setelah Natal pertama tersebut, mereka kembali bekerja dengan membawa sesuatu yang baru -- hati yang penuh dengan pujian atas segala sesuatu yang telah mereka alami. Keadaan mereka tetaplah sama, tetapi diri mereka sendirilah yang kini berbeda -- mereka telah berjumpa dengan Kristus Tuhan.

Apakah Anda telah berjumpa dengan Kristus pada Natal ini, mungkin melalui firman-Nya atau kekaguman yang baru akan kedatangan-Nya? Ketika seseorang bertanya, "Bagaimana liburan Anda?" apakah yang akan Anda katakan? Bersama Yesus yang tinggal dalam hati, Anda dapat kembali bekerja dengan sukacita dan berita kesaksian kepada orang lain -- memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang telah Anda dengar dan lihat.

Diambil dari:
Judul asli buku : Christmas Edition -- The Perfect Gift
Judul buku terjemahan : Hadiah Terindah
Judul asli renungan : Kembali Bekerja -- Hari 4
Penulis : David C. McCasland
Penerjemah : Joseph
Penerbit : RBC Ministries, 2007
 

TIP Pemimpin Kristen dengan Kehidupan Doanya

Alkitab penuh dengan nama-nama pemimpin, baik pemimpin yang hidupnya sesuai dengan kehendak Tuhan maupun pemimpin yang menyakiti hati Allah. Tentu, kita tidak ingin menjadi sama dengan pemimpin yang menyimpang dari kehendak Allah.

Pemimpin yang mengikuti kehendak Allah sangat dipengaruhi oleh kehidupan doanya. Dari doa yang dipanjatkan oleh seorang pemimpin, kita dapat mengetahui sejauh mana kedalaman relasinya dengan Allah. Nehemia adalah salah satu pemimpin yang telah mengisi hidupnya dengan relasi yang intim dengan Allah melalui doanya. Nehemia memberi kita sebuah model doa yang berhasil. Nehemia telah berhasil dalam menjalankan kepemimpinannya karena dia memiliki pola doa yang luar biasa. Nehemia adalah manusia biasa dan pemimpin biasa. Akan tetapi, doanya telah membantunya untuk mengalami kuasa dari tempat mahatinggi.

Bagaimana pola doa yang telah dikembangkan oleh Nehemia dalam upaya melaksanakan tanggung jawab kepemimpinannya? Berikut penjelasannya.

1. Berdoa sesuai karakter Allah.

Karakter Allah selalu mendengar dan menjawab doa yang dinaikkan oleh hamba-hamba-Nya. Dia Allah yang setia. Dia Allah yang dahsyat. Dia Allah yang pengasih. Dia Allah mahabesar. Dia Allah mahakuasa. Dia Allah yang hebat. Dia Allah yang sanggup mengatasi masalah yang dihadapi oleh pemimpin pilihan-Nya.

Nehemia menghampiri Allah dalam karakter-Nya yang agung dan sempurna. Dalam Nehemia 1:5, "... Ya TUHAN, Allah semesta langit, Allah yang mahabesar dan dahsyat, yang berpegang pada perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan tetap mengikuti perintah-perintah-Nya". Ada tiga hal yang dikemukakan oleh Nehemia tentang karakter Allah, yaitu pertama, Engkau mahabesar -- ini menunjuk kepada kedudukan Allah; kedua, Engkau dahsyat -- menunjuk kepada kuasa Allah; ketiga, Engkau berpegang kepada janji-janji -- menunjuk kepada Allah yang pasti menepati janji-Nya.

2. Berdoa mengakui dosa.

Nehemia menempatkan Allah pada posisi yang benar dan dia mengakui dosa-dosanya di hadapan Allah. Ia berkata, "Kami telah berdosa." Berulang-ulang, Nehemia dalam doa pengakuan dosa menyebut dirinya dan kaum keluarga ditandai dengan frase "aku" dan "kami".

Sebenarnya, bukan salah Nehemia ketika bangsa Israel dibuang dan menjadi budak di negeri Babel. Karena ia belum lahir, dapat dikatakan bahwa Nehemia lahir pada waktu bangsanya sudah menjadi tawanan di Babel. Kendati demikian, Nehemia menggolongkan diri dalam masalah bangsanya.

Doa pengakuan dosa Nehemia ini, baik menunjuk kepada dosa pribadi maupun dosa kolektif, merupakan sesuatu yang asing. Akan tetapi, Nehemia telah melakukannya dan meninggalkan teladan bagi kita. Sebagai pemimpin, jangan kita malu mengakui dosa kita karena inilah caranya pemimpin menjalankan kepemimpinannya dan menjadi berkat bagi orang-orang yang dipimpin.

3. Berdoa klaim janji Allah.

Nehemia berdoa kepada Allah dan berkata, "Aku ingin Engkau mengingat apa yang telah Kau katakan kepada hamba-Mu Musa." Nehemia sebagai pemimpin rohani, mengingatkan Allah akan apa yang sudah dijanjikan-Nya pada masa lampau.

Pada masa lalu, Allah memang telah mengikat janji dengan hamba-hamba-Nya seperti Musa. Nehemia sebagai generasi penerus kepemimpinan Musa tentu mengetahui akan janji-janji Allah yang sudah diikrarkan-Nya kepada Musa.

Apakah Allah perlu diingatkan akan janji-Nya? Tentu tidak. Apakah Allah lupa terhadap janji-Nya? Sama sekali tidak. Lalu, mengapa kita harus berdoa mengklaim janji-Nya? Karena dengan berdoa demikian, akan membantu kita untuk mengingat bahwa Allah telah berjanji dan pastinya Ia akan menepatinya.

4. Berdoa secara spesifik.

Nehemia tidak ragu-ragu untuk berdoa secara spesifik kepada Allah. Nehemia berdoa supaya Allah membuat dia berhasil dalam kepemimpinannya. Tidak ada salahnya, kita berdoa supaya berhasil jika yang kita lakukan adalah demi kemuliaan Allah.

Sebagai pemimpin, berdoalah dengan berani. Berdoalah supaya Allah akan membuat kita berhasil dalam hidup ini demi kemuliaan Allah. Itulah yang dilakukan oleh Nehemia. Ini doa yang sah.

Diambil dari:
Nama situs : Pemimpin Kristen
URL : https://budayapemimpin.blogspot.co.id/2013/07/pemimpin-kristen-dengan-kehidupan-doanya.html
Judul artikel : Pemimpin Kristen dengan Kehidupan Doanya
Penulis artikel : Yohanes Ratu Eda
Tanggal akses : 21 November 2016
 

KUTIPAN

"Berikanlah waktu terbaik Anda untuk bertemu dengan Allah."
 

JELAJAH SITUS Christian Leaders Institute

Ada begitu banyak pemimpin Kristen, terutama yang hidup di daerah rural dan terpencil yang membutuhkan akses untuk mendapat pelatihan demi meningkatkan potensi kepemimpinan mereka. Namun, keterbatasan akomodasi, biaya, serta transportasi sering kali menjadi penghambat bagi perkembangan kemajuan mereka. Untuk menyiasati kendala tersebut, terdapat beberapa situs yang dapat menjadi bahan referensi bagi kita untuk melakukan pelayanan bagi mereka yang membutuhkannya.

Christian Leaders Institute adalah situs organisasi pelayanan bagi para pemimpin Kristen di Amerika Serikat, yang bersifat nonprofit, yang bertujuan untuk melatih ribuan pemimpin Kristen. Organisasi ini menawarkan kesempatan bagi para pemimpin lokal kristiani yang terpanggil untuk melayani tanpa harus memikirkan dana yang mereka miliki. Meskipun berkantor di tiga kota di Amerika Serikat (Michigan, Florida, Illinois), para pemimpin Kristen lokal bisa mendapatkan pelatihan dalam wilayah domisili mereka dengan sponsor/mentor lokal pilihan mereka. Pelatihan yang diadakan bersifat bebas biaya dan setelah para peserta mengikuti pelatihan dasar mereka memiliki kesempatan untuk mengikuti pelatihan lanjutan.

Keuntungan dari pembelajaran daring adalah hal tersebut dapat memperlengkapi orang untuk melayani segera di lingkup pengaruh mereka, sehingga membuat apa yang mereka pelajari menjadi praktis, relevan, dan bermanfaat. Selain itu, pelayanan yang dilakukan dengan basis media daring ini membuat pelatihan dapat diikuti oleh banyak orang tanpa terhambat batasan wilayah, geografis, maupun kesibukan masing-masing. Penasaran? Silakan kunjungi situs Christian Leaders Institute untuk mencari tahu lebih banyak mengenai program pelayanan yang mereka lakukan. (N. Risanti)

Tanggal akses : 8 April 2016
 
Stop Press! APLIKASI RENUNGAN E-SANTAPAN HARIAN

Aplikasi Renungan e-SH/Santapan Harian

Dapatkan renungan e-Santapan Harian (e-SH) setiap hari melalui aplikasi e-SH untuk menjalani hari-hari Anda bersama dengan firman Tuhan. Aplikasi ini menyediakan 6000+ bahan saat teduh e-SH yang telah disusun berdasarkan kitab-kitab dalam Alkitab (Kejadian -- Wahyu). Keistimewaan renungan e-SH adalah pada kesetiaannya membahas teks Alkitab secara eksposisi sehingga pengguna dapat belajar firman Tuhan secara lebih mendalam. Renungan e-SH dibuat dan diterbitkan oleh Scripture Union Indonesia (SUI) dan didistribusikan secara elektronik oleh Yayasan Lembaga SABDA (YLSA).

Nah, tunggu apa lagi? Unduh aplikasinya sekarang juga melalui Play Store!

Renungan e-SH

Informasi lebih lengkap di http://android.sabda.org

 
Anda terdaftar dengan alamat: $subst('Recip.EmailAddr').
Anda menerima publikasi ini karena Anda berlangganan publikasi e-Leadership.
leadership@sabda.org
e-Leadership
@sabdaleadership
Redaksi: Santi T., Aji, dan Ariel
Berlangganan | Berhenti | Arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
©, 2016 -- Yayasan Lembaga SABDA
 

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org