Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/761

e-BinaAnak edisi 761 (30-8-2017)

Mempersiapkan Anak Menghadapi Pergumulan Hidup (II)

e-BinaAnak -- Edisi 761/Agustus/II/2017
 
Mempersiapkan Anak Menghadapi Pergumulan Hidup (2)
e-BinaAnak -- Edisi 761/Agustus/II/2017
 

e-BinaAnak

Salam kasih,

Pada edisi yang lalu, kita belajar dari wawancara dengan Pastor John Piper tentang cara mempersiapkan anak dalam menghadapi penderitaan. Masih dengan tema e-BinaAnak bulan Agustus, pada edisi kali ini kami ingin menekankan bahwa kedekatan dengan sang Juru Selamat merupakan salah satu unsur yang tidak boleh dilupakan dalam mempersiapkan anak layan kita menghadapi pergumulan hidup. Disertai dengan bahan ajar yang berjudul "Tuhan melihat Hati", diharapkan dapat membantu Anda untuk mengajarkan anak layan kita supaya keputusan apa pun yang akan dibuat dalam menghadapi pergumulan hidup didasari dengan hati yang berkenan kepada Tuhan, bukan pada penilaian dunia. Kiranya edisi ini dapat menjadi berkat bagi Anda. Selamat melayani!

Tika

Pemimpin Redaksi e-BinaAnak,
Rostika

 

MUTIARA GURU

<a target='_blank' href='http://alkitab.mobi/?Mazmur+77:12'>Mazmur 77:12</a>

 

TIP Mengajar Anak-Anak untuk Lebih Mengenal Yesus

Ketika saya pertama kali memulai pekerjaan saya dalam pelayanan anak hampir dua dekade yang lalu, saya memiliki satu misi: mengatakan kepada anak-anak bahwa Yesus mengasihi mereka. Selama bertahun-tahun, saya telah mencoba yang terbaik untuk tetap setia pada misi orisinil itu, tetapi tujuan sekunder saya adalah membantu anak-anak saya untuk lebih mengenal Yesus. Anda tahu, pada akhirnya mereka perlu mengenal Allah dengan sendirinya dan tidak hanya melalui saya atau ibu atau ayah.

Gambar: Yesus dan anak

Mengenal Yesus datangnya melalui kedewasaan dalam Tuhan, tetapi kita juga dapat membantu anak-anak dengan mengajarkan kepada mereka cara-cara praktis, tetapi rohani, untuk mengenal Yesus.

Berikut ini adalah hal-hal yang direkomendasikan Alkitab.

Bayangkan Diri-Nya. "Aku hendak menyebut-nyebut segala pekerjaan-Mu, dan merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu." (Mazmur 77:12) Satu cara untuk mengenal Yesus lebih baik adalah dengan memikirkan tentang Dia. Saya suka membayangkan seperti apa aroma tubuh-Nya atau penampilan-Nya. Seperti apa detak jantung-Nya akan terdengar jika saya meletakkan kepala saya di dada-Nya. Memikirkan tentang hal-hal ini membantu saya lebih mengenal Dia.

Berbicaralah kepada-Nya. Saat Anda berbicara dengan Yesus setiap hari, Dia akan hadir lebih sering! Itu benar! Itu disebut berdoa, tetapi Anda bisa berbicara dengan Dia saat Anda berjalan, berdiri, atau saat mengemudikan mobil. Anda bisa berbicara dengan-Nya dengan mulut atau dengan pikiran Anda. Dia selalu ada, siap untuk mendengarkan.

Katakan kepada-Nya bahwa Anda mengasihi-Nya. Yesus sangat senang saat Anda mengatakan kepada-Nya bahwa Anda mengasihi-Nya dengan bersungguh-sungguh. Dia memiliki perasaan dan emosi yang dalam. Dia bisa merasakan kasih dengan cara yang sangat ampuh. Jangan hanya menyanyikan "Yesus sayang padaku", tetapi katakan kepada-Nya, "Aku mengasihi Engkau, Yesus!"

Bacalah tentang Diri-Nya. Luangkan waktu untuk membaca Alkitab jika Anda ingin mengenal Yesus. Kisah-kisah dalam Perjanjian Baru adalah kisah nyata, dan banyak di antaranya adalah mukjizat yang Yesus lakukan saat berada di bumi. Bacalah satu atau dua ayat setiap hari!

Carilah Dia. Matius 7:7 berkata, "Mintalah, dan hal itu akan diberikan kepadamu. Carilah, dan kamu akan mendapat. Ketuklah, dan hal itu akan dibukakan bagimu." Pada bagian mencari ini, Yesus berjanji bahwa jika Anda memutuskan untuk mencari-Nya, Anda akan menemukan Dia. Saat sedang mengemudikan mobil, lihatlah ke langit dan bertanyalah dalam hati, "Apakah Engkau di sana, Yesus?" Ketika Anda pergi tidur pada malam hari dan Anda merasa takut, bertanyalah dalam hati, "Apakah Engkau di sana, Yesus?" Ketika kita melakukannya, Dia berjanji untuk hadir. (t/N. Risanti)

Download Audio

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Ministry to Children
Alamat situs : http://ministry-to-children.com/teaching-kids-to-know-jesus-more/
Judul asli artikel : Teaching Kids to Know Jesus More
Penulis artikel : Mimi Bullock
Tanggal akses : 18 Juli 2017
 

BAHAN MENGAJAR Tuhan Melihat Hati

Pelajaran Alkitab untuk anak-anak ini berasal dari 1 Samuel 16:1-13 ketika Samuel mengurapi seorang anak gembala muda bernama Daud sebagai raja Israel berikutnya. Ini mengajarkan kebenaran bahwa Tuhan melihat hati manusia dan bukan pada penampilan luar mereka. Materi ini akan dapat digunakan sebagai pelajaran sekolah minggu atau di gereja anak-anak.

Gambar: Salib dan hati

Ayat: 1 Samuel 16:1-3; Mazmur 139

Waktu: 30 menit

Tujuan Pembelajaran: Setelah pelajaran ini ...

  • Anak-anak mengungkapkan pengetahuan mereka tentang orang-orang dan peristiwa-peristiwa penting dalam bagian ayat ini dengan menceritakan kembali ceritanya kepada anak-anak.
  • Anak-anak mengungkapkan apa yang mereka pahami tentang cara Tuhan memandang mereka.
  • Anak-anak mengungkapkan pemahaman mereka tentang rencana Tuhan bagi hidup mereka.

Target Umur Kurikulum: TK - kelas 5 SD

Bahan-Bahan yang Dibutuhkan:

  • Alkitab yang membuka 1 Samuel 16:1-3; Mazmur 139. Siapkan terlebih dahulu salinan dengan poin-poin penting yang disorot untuk memastikan akan memberikan penjelasan spesifik tentang hal-hal tersebut.
  • Alat Bantu Visual: Gambar Samuel, Isai, Daud (sebagai anak gembala), dan kakak-kakaknya (opsional). Sering kali, Alkitab cerita yang bagus berisi gambar-gambar yang layak.
  • Foto/gambar anak-anak yang memiliki tanda lahir, foto anak yang memiliki cacat/tanda khusus di tubuhnya sejak lahir atau karena suatu hal, down syndrome, dan cacat fisik lainnya. (Dapatkan gambar dari pencarian di Internet atau mintalah dari orang-orang di gereja Anda yang memiliki anak dengan kondisi tersebut.)

Rencana Mengajar:

Tetapkan pelajaran ini dengan menjelaskan secara singkat orang-orang penting dalam ceritanya dan dengan menampilkan gambar Samuel, Isai, dan Daud sebagai anak laki-laki. Jelaskan peranan mereka dalam cerita dan pastikan anak mengulangi nama setiap orang.

Sebelum membaca ceritanya, bagilah anak-anak menjadi dua kelompok dan mintalah salah satu kelompok untuk mendengarkan cara Samuel memilih orang yang akan menjadi raja berikutnya. Mintalah kelompok anak yang kedua untuk mendengarkan apa yang mereka pelajari tentang cara Tuhan memilih raja berikutnya.

Gambar: Samuel mengurapi Daud

Baca (dan simpulkan) 1 Samuel 16:1-13. Gunakan berbagai infleksi suara saat Anda membaca, dan berhentilah (sesekali) untuk melibatkan anak-anak dalam cerita. Perkuat pelajaran dengan mengajukan pertanyaan. Apakah Tuhan memperhatikan bahwa Samuel kesal? Ya. Apakah Tuhan mengizinkan Samuel tetap kesal? Tidak. Apakah Tuhan memberikan instruksi kepada Samuel? Ya. Berapa banyak anak laki-laki yang dimiliki Isai? Tujuh. Di manakah Daud? Menggembalakan domba. Katakan kepada anak-anak, "Jika kita jujur, sulit bagi kita untuk memutuskan apa yang kita pikirkan tentang seseorang dari penampilan mereka di hadapan kita."

Saat Anda selesai membaca ceritanya, gunakan gambar-gambar untuk mengulas orang-orang dan peristiwa-peristiwa penting dalam cerita.

Mintalah tanggapan dari anak-anak tentang tugas mereka untuk mendengarkan. Apa yang kamu pelajari tentang cara Samuel memilih raja berikutnya? Apa yang kamu pelajari tentang cara Tuhan memilih raja berikutnya?

Pilih seorang sukarelawan untuk membantu menunjukkan inti dari cerita ini perihal Tuhan yang tidak melihat penampilan orang. Tunjukkan berbagai gambar anak-anak yang memiliki berbagai kondisi cacat, lalu bicarakan mengenai fakta bahwa Tuhan menciptakan mereka dan bahwa Tuhan juga melihat hati mereka. Tekankan bahwa meskipun kita terlihat dapat diterima oleh dunia ini, tetapi jika hati kita dipenuhi dengan dosa dan kata-kata yang menyakitkan terhadap orang lain, Tuhan lebih memperhatikan hati kita daripada penampilan kita. Ulangi fakta bahwa Tuhan membentuk kita semua di dalam rahim ibu kita dengan membaca Mazmur 139. Mintalah anak-anak berbicara tentang bagaimana rasanya ketika seseorang mengucapkan kata-kata kasar kepada mereka tentang bagaimana penampilan, cara berbicara, atau cara mereka melakukan sesuatu secara berbeda.

Evaluasi Pelajaran:

Mintalah beberapa sukarelawan untuk menceritakan kembali ceritanya kepada anak-anak dalam kelas dengan bermain peran. Pilih anak-anak untuk berperan sebagai Samuel, Isai, Daud, dan ketujuh saudara laki-lakinya. Mintalah anak-anak yang tersisa untuk bergiliran mengisi sebagian dari cerita yang sulit diingat oleh para sukarelawan. Ingatlah untuk mendorong anak-anak dengan bertanya, "Apa yang terjadi selanjutnya?"

Mintalah seorang sukarelawan untuk menjelaskan pesan Tuhan tentang cara Dia melihat orang, yaitu Dia tidak melihat orang dari penampilan luar, tetapi dari dalam hati mereka.

Berikan daftar pelajaran yang sesuai dan mintalah anak-anak untuk berdiri jika hal tersebut berasal dari cerita.

  1. Samuel sedih karena Tuhan menolak Saul sebagai raja. Ya.
  2. Daud melindungi domba ayahnya dari seekor beruang dan singa. Benar, tetapi itu bukan yang dia lakukan dalam cerita ini.
  3. Saul sebagai raja Israel yang pertama. Ya, tetapi itu bukan penekanan dari cerita ini.
  4. Samuel mengira putra tertua Isai seharusnya menjadi raja berikutnya. Ya.
  5. Tuhan memilih putra bungsu Isai sebagai raja berikutnya. Ya.
  6. Tuhan lebih memperhatikan hati kita dibandingkan penampilan luar kita. Ya. (t/N. Risanti)
Diterjemahkan dari
Nama situs : Ministry to Children
Alamat situs : http://ministry-to-children.com/god-looks-at-the-heart-lesson/
Judul asli artikel : God Looks At the Heart (Children’s Bible Lesson)
Penulis artikel : Beckie Stewart
Tanggal akses : 19 Juli 2017
 
Stop Press! Mari, Mengenal Tokoh Reformasi Gereja Melalui Diskusi di FB Grup Bio-Kristi!

John Hus adalah salah satu tokoh awal pergerakan reformasi gereja dalam menentang kebobrokan sistem gereja-gereja di Ceko. Karena keberanian dan keteguhannya untuk memegang prinsip-prinsip kebenaran firman Tuhan, Hus didakwa sebagai bidah dan dihukum dengan dibakar di atas kayu sula. Kematiannya tidak sia-sia karena hampir tepat 100 tahun kemudian muncullah Martin Luther, yang memulai gelombang pergerakan reformasi secara meluas di seluruh dunia.

Dalam rangka memperingati 500 tahun Reformasi Gereja, mari kita bersama-sama belajar dan menelaah lebih dalam lagi mengenai pergerakan reformasi melalui tokoh reformasi John Hus dalam diskusi di FB Grup Bio-Kristi. Diskusi akan berlangsung pada 18 -- 30 September 2017 di FB Grup Bio-Kristi, dengan jumlah peserta minimal 20 orang.

Jika Anda tertarik, silakan mendaftarkan diri ke: biografi@sabda.org atau bergabung ke FB Grup Bio-Kristi

Oke, kami tunggu partisipasi Anda!

 
Anda terdaftar dengan alamat: $subst('Recip.EmailAddr').
Anda menerima publikasi ini karena Anda berlangganan publikasi e-BinaAnak.
binaanak@sabda.org
e-BinaAnak
@sabdabinaanak
Redaksi: Rostika, Davida, Amidya, dan Ariel
Berlangganan | Berhenti | Arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
©, 2017 -- Yayasan Lembaga SABDA
 

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org