|
|
|
|
Juli 2026
Rabu, 1 Juli 2026 Kuba Orang-orang Kristen di Kuba mengalami penindasan yang semakin meningkat. Para pendeta diperiksa, mata-mata menyusup ke dalam ibadah, dan gereja-gereja ditutup. Pendeta Luis meminta dukungan doa dengan berkata, "Kami merasa khawatir dan tertekan, tetapi kami berusaha tetap beristirahat di dalam Tuhan dan memohon kekuatan dari-Nya." |
Kamis, 2 Juli 2026 Tiongkok Suami Jinyi, Zhang, dipenjara setelah gereja rumah mereka digerebek. "Tolong doakan kami," pinta Jinyi. "Suami saya masih berada di penjara, dan persekutuan kaum muda kami harus tetap dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Saya sangat bersyukur atas dukungan dan semangat yang kalian berikan karena semua itu membuat saya merasa tidak lagi sendirian dan takut." |
Jumat, 3 Juli 2026 Eritrea Tiga belas orang Kristen ditangkap di sebuah lokasi yang tidak diungkapkan. Salah seorang dari mereka baru dibebaskan dari penjara tahun lalu setelah menjalani hukuman selama 15 tahun. Berdoalah agar mereka segera dibebaskan dan tetap dikuatkan oleh penyertaan Tuhan. |
Sabtu, 4 Juli 2026 Korea Utara Meskipun pemerintah menyatakan bahwa gereja-gereja bawah tanah di negara itu hampir punah, seorang pengungsi Kristen asal Korea Utara meyakinkan kami bahwa orang-orang percaya masih tetap berkumpul secara diam-diam. Dia berkata, "Doa-doa Anda sedang menolong gereja bawah tanah di Korea Utara untuk terus bertumbuh." Berdoalah agar mereka senantiasa dilindungi dan dikuatkan. |
Minggu, 5 Juli 2026 Kolombia Suami Eva dibunuh karena menolak mengikuti tuntutan sebuah kelompok bersenjata. "Tolong doakan agar Tuhan menguatkan dan menolong saya untuk terus melangkah, serta tidak terus berkubang dalam duka yang saya rasakan," pintanya. |
Senin, 6 Juli 2026 Honduras Honduras sedang menjalani masa transisi yang rapuh setelah pemilu kontroversial tahun lalu. Berdoalah agar orang-orang percaya di sana terus menjadi terang dan garam bagi negeri ini. |
Selasa, 7 Juli 2026 Republik Demokratik Kongo Serangan di wilayah timur Republik Demokratik Kongo terus meningkat. Orang-orang Kristen termasuk di antara mereka yang tewas maupun mengungsi akibat serangan tersebut. "Berdoalah bagi iman orang-orang Kristen," pinta seorang pemimpin gereja setempat. "Sungguh, marilah kita berdoa agar iman kita tetap teguh." |
Rabu, 8 Juli 2026 Venezuela Setelah Presiden Nicolás Maduro ditangkap oleh Amerika Serikat, Venezuela mengalami ketidakpastian. Dua gempa besar yang terjadi kemudian semakin menambah penderitaan bangsa ini. Berdoalah untuk pemulihan penduduk negeri ini, dan kiranya orang-orang percaya tetap teguh sekalipun harus melewati masa-masa sulit seperti sekarang. |
Kamis, 9 Juli 2026 Sudan Setelah bantuan disalurkan kepada 1.300 keluarga yang terdampak perang saudara, seorang mitra pelayanan berkata, "Kemurahan hati Anda bukan hanya memenuhi kebutuhan praktis, tetapi juga menguatkan iman, memulihkan pengharapan, dan mengingatkan banyak orang percaya bahwa mereka tidak sendirian." Bersyukurlah kepada Tuhan atas dampak yang luar biasa ini. |
Jumat, 10 Juli 2026 Indonesia Doakan Dedi, seorang konten kreator Kristiani yang ditangkap dengan tuduhan penistaan agama melalui salah satu kontennya. Dia telah menjalani beberapa sidang dan dijadwalkan mengikuti sidang putusan hukuman pada minggu ini. Kiranya Tuhan menjadi Pembela yang agung dalam kasus yang sedang dihadapinya. |
Sabtu, 11 Juli 2026 Meksiko "Saat kami mengalami penganiayaan, saya tidak tahu bahwa gereja global sedang mendoakan kami," kata Silvia dari Oaxaca. "Doa-doa itu menguatkan kami pada saat-saat paling gelap dalam hidup kami." Berdoalah agar Tuhan menyinari mereka yang sedang menghadapi permusuhan dengan wajah-Nya dan mengaruniakan damai sejahtera kepada mereka (Bilangan 6:25-26). |
Minggu, 12 Juli 2026 Kuba Rakyat Kuba sedang menghadapi krisis kemanusiaan yang semakin memburuk akibat kelangkaan bahan bakar. Persediaan makanan semakin menipis, listrik sering padam, obat-obatan terbatas, dan pasokan air tidak menentu. Berdoalah agar Tuhan menyediakan makanan serta kebutuhan lain yang diperlukan, dan agar Dia mengakhiri krisis ini. |
Senin, 13 Juli 2026 Nigeria Bersyukurlah kepada Tuhan karena 386 orang telah dibawa ke pengadilan atas tindak pidana yang berkaitan dengan terorisme. Berdoalah agar hal ini menjadi preseden bagi penanganan kasus-kasus lainnya dan dapat mencegah terjadinya kekerasan lebih lanjut. |
Selasa, 14 Juli 2026 Uganda Sebuah rancangan undang-undang telah diajukan. Dalam keadaan tertentu, rancangan ini akan memberlakukan hukum Islam terhadap orang-orang Kristen dan nonmuslim dalam perkara yang berkaitan dengan pernikahan, perceraian, hak asuh anak, dan warisan. Jika disahkan, undang-undang ini akan berdampak terutama pada perempuan, anak-anak, dan orang-orang yang berpindah keyakinan menjadi Kristen. Berdoalah agar rancangan undang-undang ini tidak disahkan. |
Rabu, 15 Juli 2026 Niger "Karena rasa takut, banyak orang tidak lagi tidur di rumah mereka," kata seorang pemimpin gereja setelah terjadi serangan terhadap sebuah desa yang mayoritas penduduknya adalah orang Kristen. "Berdoalah agar keluarga-keluarga kami dan gereja mengalami damai sejahtera dan ketenteraman." |
Kamis, 16 Juli 2026 Tanduk Afrika Netsebraq melayani orang-orang Kristen yang mengalami penganiayaan melalui pendampingan pemulihan trauma. "Selalu ada harapan untuk terus melangkah maju, dan itulah yang sungguh memberi mereka keberanian," katanya. Berdoalah agar Netsebraq dan para konselor lainnya terus dikuatkan dan disegarkan oleh Tuhan saat mereka menguatkan orang lain. |
Jumat, 17 Juli 2026 Korea Utara Berdoalah bagi warga Korea Utara yang saat ini tinggal di rumah-rumah aman di luar negeri, agar mereka datang kepada iman dalam Kristus. Berdoalah juga bagi mereka yang kembali ke Korea Utara untuk membangun gereja-gereja bawah tanah, agar Tuhan melindungi setiap langkah mereka dan memberkati pekerjaan yang mereka lakukan. |
Sabtu, 18 Juli 2026 Yaman Berdoalah bagi para ibu Kristen di Yaman dan di seluruh dunia yang mengambil risiko besar untuk membesarkan anak-anak mereka agar mengenal Yesus dan mengikut Dia, khususnya di negara-negara tempat menjadi Kristen merupakan tantangan besar. |
Minggu, 19 Juli 2026 Mozambik Saudari kita, Josephina, sedang berduka atas kehilangan suaminya, sementara keempat anaknya belum ditemukan setelah serangan kelompok ekstremis di Mozambik. Saat ini, dia dan ratusan orang lainnya hidup sebagai pengungsi. Berdoalah agar Tuhan menghibur, memulihkan, dan menguatkan mereka. |
Senin, 20 Juli 2026 Rwanda Berdoalah bersama kami bagi lima orang percaya di Rwanda yang dijatuhi hukuman penjara karena "menolak untuk berhenti bersaksi tentang iman mereka." Berdoalah agar Tuhan dekat dengan mereka dan keluarga mereka (Mazmur 34:18). |
Selasa, 21 Juli 2026 Irak Di Irak, keputusan untuk mengikut Yesus dapat berarti kehilangan pekerjaan dan menghadapi pengangguran dalam waktu yang lama. Berdoalah bagi saudara-saudari kita yang sedang bergumul. Kiranya Tuhan membuka pintu bagi mereka untuk memperoleh pekerjaan di tempat yang aman. |
Rabu, 22 Juli 2026 Iran Ziba, seorang Kristen asal Iran, berkata, "Kami ingin membawa kebenaran dan pengharapan bagi bangsa kami. Tolong doakan agar Tuhan menunjukkan kepada kami cara mengasihi rakyat kami dengan membawa pengharapan yang ada di dalam Yesus." Berdoalah bersama keluarga rohani kita di Iran. |
Kamis, 23 Juli 2026 Laos Berdoalah bagi keluarga Houang yang rumahnya dihancurkan oleh warga desa karena mereka memutuskan untuk beribadah di sebuah gereja di desa tetangga. |
Jumat, 24 Juli 2026 Asia Tengah Berdoalah agar Ayaz, seorang ayah berusia 40 tahun yang memiliki dua putri remaja, tetap teguh dalam iman. Dia adalah seorang percaya baru, dan kehilangan istrinya baru-baru ini menjadi pukulan yang sangat berat baginya. Berdoalah agar Tuhan memberikan hikmat dan ketekunan kepadanya. |
Sabtu, 25 Juli 2026 Bangladesh Di wilayah utara Bangladesh, penganiayaan terhadap orang Kristen meningkat tajam, terutama terhadap mereka yang menjadi pengikut Kristus dari latar belakang agama lain. Berdoalah agar Tuhan menyediakan kebutuhan mereka dan melindungi keluarga-keluarga yang terpaksa bersembunyi. |
Minggu, 26 Juli 2026 Mali Serangan terbaru dari kelompok jihadis semakin memperburuk situasi di Mali dan menimbulkan kekhawatiran akan penerapan syariah atau hukum Islam. Berdoalah agar hal itu tidak terjadi. Seorang pemimpin gereja juga meminta, "Berdoalah agar gereja memancarkan terang Kristus dan mengandalkan Roh Kudus sebagai sumber kekuatan dan penghiburan." |
Senin, 27 Juli 2026 Iran Berdoalah bagi mereka yang melayani orang-orang Kristen di Iran. Mereka turut menanggung beban dari berbagai kisah yang mereka dengar dan dampingi. Berdoalah agar Tuhan melindungi mereka serta memberikan kepekaan rohani dan hikmat untuk menguatkan para pemimpin gereja. |
Selasa, 28 Juli 2026 Sri Lanka Berdoalah bersama saudari kita, Sunisha. Dia menyaksikan Alkitabnya dibakar oleh kakaknya sendiri dan mengalami pemukulan. "Tuhan tidak akan memberikan pencobaan yang melebihi kekuatan saya," katanya. Kiranya kekuatan Tuhan terus menopangnya. |
Rabu, 29 Juli 2026 Kolombia Berdoalah bersama 13 keluarga yang terpaksa meninggalkan komunitas mereka di Nariño, Kolombia, karena memilih percaya kepada Yesus. Berdoalah agar keluarga-keluarga ini tetap bersatu dan saling menguatkan. |
Kamis, 30 Juli 2026 Laos Pendeta Khoun, seorang pemimpin gereja rumah berusia 59 tahun di Laos, telah kehilangan rumahnya yang dihancurkan. Kini, dia dan keluarganya hidup sebagai pengungsi. Namun, dia tetap teguh dalam imannya. "Alkitab mengajarkan bahwa tidak ada yang dapat mencelakakan saya. Saya tetap berdiri teguh dalam iman, dan saya tahu hidup saya aman di dalam Yesus." |
Jumat, 31 Juli 2026 Kazakhstan Berdoalah bagi Amil dan jemaatnya di Kazakhstan setelah polisi menyita literatur Kristen mereka. Berdoalah agar Tuhan melindungi mereka, memberi mereka kebebasan untuk terus membagikan Alkitab, dan menguatkan mereka agar tetap tekun di tengah meningkatnya penganiayaan dalam beberapa bulan terakhir. Kiranya iman mereka tetap teguh. |
Catatan: Semua nama dalam pokok doa ini adalah nama samaran.
|
|
NARWASTU
"SAYA TIDAK AKAN BERKOMPROMI"
"Saya tidak akan mengorbankan iman yang telah saya pegang selama 27 tahun, bahkan untuk 27 detik sekalipun, meski saya harus mati karenanya," demikian kesaksian Anish, seorang pengikut Kristus berlatar belakang SALAM dari wilayah barat daya Bangladesh.

Pada pagi hari, 30 April 2026, sekitar pukul 06.00 setelah salat Subuh, sekelompok pemimpin Islam yang terdiri dari 10--15 orang mendatangi rumah Anish. Mereka menggedor pintu, memaksa Anish keluar, dan mengancam akan membunuhnya. Menyadari bahaya yang mengancam, Anish segera menghubungi seorang polisi yang dikenalnya. Polisi itu pun datang dan berhasil mengamankan situasi. Setelah diketahui bahwa kelompok tersebut membawa pisau dan tongkat sebagai senjata, enam orang langsung ditangkap, sementara yang lainnya melarikan diri. Demi keselamatannya, Anish juga dibawa ke kantor polisi.
Kasus ini kemudian ditangani langsung oleh Komisaris Distrik. Ketika ditanya apakah dia ingin menuntut para pelaku, Anish menjawab, "Kekristenan mengajarkan kami untuk mengampuni musuh. Saya tidak ingin mengajukan tuntutan. Sebagai penegak hukum, silakan jalankan tugas sesuai hukum yang berlaku." Setelah insiden tersebut, kepolisian meningkatkan pengamanan terhadap organisasi-organisasi Kristen di wilayah itu.
Anish telah mengikut Kristus selama 27 tahun bersama istri dan ketiga anaknya. Dia bekerja sebagai pengemudi becak dan selama bertahun-tahun terus menghadapi berbagai bentuk tekanan karena imannya. Gelombang penganiayaan bermula ketika kelompok Islam garis keras mempertanyakan identitasnya. Meski namanya umum digunakan oleh muslim di Bangladesh, Anish dengan tegas menyatakan bahwa dirinya adalah seorang Kristen. Dia tidak akan menyembunyikan ataupun mengubah imannya.
Sekitar tiga minggu sebelum penyerangan itu, Anish dipaksa mengikuti diskusi dengan para pemimpin Islam setempat. Di hadapan mereka, dia dengan berani bersaksi bahwa Yesus adalah satu-satunya Jalan Keselamatan dan Alkitab adalah kebenaran yang dipegangnya. Meski terus ditekan dan didebat, dia tetap teguh dalam iman.
Tekanan kemudian meluas kepada keluarganya. Putra sulungnya menjadi sasaran perundungan dan fitnah di universitas karena mengakui dirinya sebagai orang Kristen. Anak keduanya, yang masih berusia 13 tahun, berhenti bersekolah karena takut, sementara putra sulungnya terpaksa mengungsi ke rumah kerabat demi keselamatan. Anish sendiri tidak dapat lagi bekerja dan kini tinggal bersembunyi bersama istrinya, putra bungsunya yang masih berusia 20 hari, serta anak mereka yang lain.
"Penganiayaan membuat iman saya semakin kuat, tetapi anak-anak saya masih muda. Tolong doakan agar Tuhan melindungi mereka, terutama ketika mereka harus keluar rumah," pinta Anish. Doakan agar Anish dan keluarganya tetap teguh berdiri dalam iman di tengah ancaman yang terus berlanjut.
|
|
Misi Kita 2026
|
Pelatihan wanita SALAM.
|
Alkitab kontekstual.
|
Bantuan modal SALAM.
|

"Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati." (Wahyu 3:2a).
Jika Anda ingin mendukung pelayanan kami dalam melayani Tubuh Kristus yang teraniaya dan perlu dibantu, silakan gunakan kode QRis yang tersedia atau ke nomor rekening kami: BRI 019-301-000-968-308 a.n. Yayasan Satu Lentera Indonesia
Terima kasih atas kontribusi Anda. Tuhan Yesus memberkati.
|
|
|
|