|
Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
https://sabda.org/publikasi/misi/2010/46 |
|
e-JEMMi edisi No. 46 Vol. 13/2010 (16-11-2010)
|
|
______________________________ e-JEMMi _____________________________
(Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI
EDITORIAL
ARTIKEL MISI: Pelatihan Untuk Para Pekerja 2
SUMBER MISI: Christian Outreach International (COI)
DOA BAGI MISI DUNIA: Pakistan, Suriah
DOA BAGI INDONESIA: Bencana Banjir
______________________________________________________________________
GOD DOESN`T COMFORT US JUST TO MAKE US COMFORTABLE,
BUT TO MAKE US COMFORTERS.
______________________________________________________________________
EDITORIAL
Shalom,
Pembekalan diri adalah sangat penting bagi setiap orang agar ia
dapat menjalankan tugasnya dengan lebih profesional dan bertanggung
jawab. Demikian juga dengan para pelayan Tuhan yang akan terjun di
ladang pelayanan, baik sebagai penginjil maupun pelayan gereja.
Semua memerlukan pendidikan dan pelatihan yang cukup, sehingga ia
dapat lebih siap dalam menjalankan tugasnya.
Sajian artikel edisi e-JEMMI minggu ini adalah kelanjutan dari
edisi sebelumnya (no. 45), yang mengupas tentang bagaimana
memberikan pembekalan yang cukup bagi setiap pelayan Tuhan. Kiranya
artikel ini bermanfaat, khususnya bagi para pelayan Tuhan dan juga
gereja, agar pelayanan Tuhan bisa berjalan dengan baik dan
memberikan buah yang berkenan bagi kemuliaan Tuhan.
Selamat membaca Tuhan Yesus memberkati.
Redaksi Tamu e-JEMMi,
Yonathan Sigit
http://www.sabda.org/publikasi/misi/
http://misi.sabda.org/
______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI
PELATIHAN UNTUK PARA PEKERJA
MEMBEKALI PERLENGKAPAN KEPADA PELAYAN
Masalah yang kita hadapi adalah mencari cara untuk memadukan segala
sesuatu untuk membuat pelatihan yang utuh. Pertama-tama, kita
memerlukan pengajaran menyeluruh dan mendalam seperti pengajaran
dari Sekolah Alkitab. Pengajaran yang cocok dalam nuansa jemaat
yang berfungsi penuh seperti jemaat Perjanjian Baru. Pengajaran
tersebut akan menyediakan lahan pelayanan yang memadai. Yang kedua,
mereka yang dipanggil untuk merintis gereja perlu mendapatkan
kesempatan untuk mendapatkan pengalaman tambahan dalam membangun
jemaat.
Jemaat yang belajar dan bersekutu dalam gereja ini mengambil bagian
aktif dalam kehidupan dan pelayanan gereja. Mereka tentu saja tidak
diberikan posisi istimewa. Mereka sejajar dengan jemaat lainnya.
Mereka ikut berpartisipasi dalam berbagai macam aktivitas gereja,
bukan karena status mereka sebagai pelajar, tetapi karena mereka
adalah anggota gereja dan memunyai karunia Roh Kudus. Mereka tidak
dianggap sebagai pelajar, tetapi anggota gereja yang dipanggil
dalam berbagai bidang pelayanan seperti halnya jemaat lain.
Kelas pedalaman Alkitab adalah bagian normal dari pelayanan jemaat.
Seluruh jemaat didorong untuk berpartisipasi. Jemaat diajarkan
bahwa mereka semua dipanggil Allah untuk berpartisipasi dalam
pelayanan-pelayanan jemaat sesuai dengan karunia Roh yang mereka
miliki. Oleh karena itu, semua jemaat membutuhkan pengetahuan akan
firman Allah.
Pendidikan Alkitab tidak hanya diperlukan untuk mempersiapkan para
penginjil saja, namun untuk memperlengkapi setiap anggota gereja
dengan pengetahuan akan firman Allah untuk pelayanan yang mungkin
memanggil mereka: pendeta, guru, diakon, penatua, evangelis atau
yang lainnya.
Jika ada pemuda yang memberitahu kami bahwa dia dipanggil untuk
melayani, kami akan mengatakan kepadanya: "Mungkin". Jika ya, Allah
akan memberikan jawaban-Nya. Paulus dipanggil bertahun-tahun
sebelum dia melayani. Akan tetapi, jika Allah menghendaki pemuda
itu pergi melayani, dia akan dibimbing oleh Roh Kudus. Jadi
ceritakanlah panggilan Anda kepada penatua gereja Anda. Gereja akan
menanti jawaban Allah melalui doa mereka. Jika Dia memanggil Anda
menjadi seorang evangelis, Dia akan memberikan jawaban-Nya kepada
gereja tepat pada waktu-Nya. Sementara ini, pergilah melayani
dengan keahlian yang dianugerahkan-Nya kepada Anda, pelajarilah
firman-Nya, dan pahamilah aturan dan fungsi jemaat lokal, sehingga
Anda siap saat Dia memanggil Anda.
Pembelajaran Alkitab dan pengalaman dalam jemaat merupakan bekal
yang cukup dalam pelayanan. Namun demikian, misionaris generasi
mendatang harus mempelajari firman Allah terlebih dahulu dan
memahami struktur dan pekerjaan gereja lokal yang mendasari
pelayanannya.
Oleh karena itu, kita mempelajari prinsip bahwa semua orang
membutuhkan persiapan yang sama. Seraya belajar, kita dan para murid
mencari tahu panggilan setiap orang. Panggilan kita akan tampak dari
karunia Roh yang kita miliki. Kita tidak perlu terburu-buru dalam
memutuskan panggilan seseorang karena penampilan awal bisa menipu.
Dalam pelayanan apa pun, karunia Roh cepat atau lambat akan
bermanifestasi dan kita dapat melatih karunia-karunia tersebut.
BEBERAPA CONTOH
Ketika seseorang pemuda mendapat panggilan untuk merintis gereja,
kami mengundangnya ke kelompok kami, seperti saat Paulus mengajak
Timotius. Berikut adalah beberapa contoh prosedurnya.
1. Seorang pebisnis muda langsung menghadiri kelas pedalaman
Alkitab. Dia aktif dalam pelayanan jemaat, baik yang di dalam
gereja maupun persekutuan di luar gereja. Lalu dia dengan yakin
mengatakan kepada kami bahwa Allah memanggilnya untuk bergabung
dengan kelompok misionaris. Kami menasihatinya untuk menceritakan
panggilan tersebut terlebih dahulu kepada para penatua gereja.
Lalu dia memberitahukan mereka.
Setelah gereja mendoakan panggilannya beberapa kali, mereka
mengatakan apa yang mereka rasakan saat berdoa: dia mungkin
dipanggil untuk melayani, tetapi mereka belum bisa memastikan
kapan waktu yang tepat sesuai dengan waktu Allah. Dia dengan
tekun menantikan jawaban Allah. Sementara itu, kami menyaksikan
perkembangan rohani dan pertumbuhan karunianya. Dia mengambil
bagian dalam pelayanan persekutuan para orang percaya baru di
kota-kota sekitar yang memberinya pengalaman yang lebih luas.
Kira-kira satu tahun kemudian, gereja menjadi yakin bahwa Allah
telah memberikan jawaban-Nya dalam doa bahwa, dia dipanggil
menjadi seorang penginjil. Kami juga yakin bahwa panggilannya
berasal dari Tuhan. Oleh karena itu, setelah para penatua dan
penginjil menumpang tangan mereka, dia berangkat oleh karena
disuruh Roh Kudus". [Kisah 13:4]
2. Seorang pemuda dikirimkan kepada kami untuk mempersiapkan diri.
Badan misi yang mengutusnya percaya bahwa dia dipanggil untuk
merintis gereja dan ternyata benar. Dia adalah orang yang
berpendidikan, tapi dia baru saja menjadi percaya dan hanya
memunyai sedikit pengetahuan tentang Alkitab. Kerohaniannya juga
masih kurang dan pemahamannya tentang struktur dan pelayanan
dalam jemaat juga masih remang-remang. Oleh karena itu, dia tekun
belajar dan juga berpartisipasi dalam pelayanan jemaat. Dengan
iman, dia datang mencari Tuhan untuk memenuhi kebutuhannya agar
dia bisa mencurahkan sebagian besar waktunya untuk pendidikan dan
pelayanan. Ia memasak sendiri dan mencuci sendiri, padahal
sebelumnya ia tidak terbiasa melakukannya.
Sejak awal dia sudah menunjukkan karunia yang diperlukan oleh
misionaris. Walaupun belum terbentuk secara sempurna, namun
karunianya terus berkembang. Suatu waktu ketika kami yakin akan
panggilannya, kami mengajaknya bekerja sama dalam berbagai
kegiatan penginjilan. Dia mengambil bagian dalam pelayanan
menolong jemaat yang sedang kesusahan selama beberapa bulan.
Selain itu, dia giat menolong dalam bidang pengajaran. Kami
berdoa untuk beberapa hal dan mencari kehendak Allah
bersama-sama.
Allah memakainya dan ia mendapatkan banyak pengalaman, walaupun
dia harus menghadapi masalah-masalah berat yang tak terduga.
Dengan berbekal pengalaman itu, dia kembali mendalami Alkitab.
Kemudian dia mengadakan perjalanan, mengunjungi beberapa gereja
yang memunyai beragam masalah. Setelah kembali, dia tinggal
bersama kami sebentar saja untuk mengulas ulang pelajaran yang
diperolehnya dalam perjalanannya. Setelah itu, dia kembali ke
badan misi yang mengutusnya untuk bergabung dalam pelayanan
mereka.
Sepanjang perjalanannya yang mencapai ratusan kilometer, ia hanya
membawa bekal yang secukupnya untuk dia sampai ke tujuan
selanjutnya. Dan ia mendapati bahwa Allah tidak pernah gagal
mencukupi kebutuhannya.
3. Seorang wanita muda dari gereja lain datang untuk melayani dalam
bidang pengajaran. Dia terpanggil untuk berkhotbah sekaligus
mengajar, terutama di rumah-rumah jemaat di antara wanita serta
anak-anak. Dia bekerja paruh hari, sedangkan sisanya diisi dengan
kursus pedalaman Alkitab. Kemudian, dia juga terpanggil untuk
memimpin persekutuan wanita seorang diri.
Walaupun demikian, ada juga hasil yang mengecewakan. Sepasang suami
istri datang dengan perasaan antusias yang tinggi, namun selang
beberapa bulan kemudian terbukti hanya merupakan sesuatu yang
emosional, bukan spiritual. Hati mereka mengincar posisi, keamanan
finansial, dan kepuasan material. Ketika mereka menyadari harga yang
harus dibayar saat mengikuti Tuhan dalam pelayanan-Nya, mereka
tersinggung kemudian mundur. Kami merasa sedih, mereka gagal meraih
kemenangan, tetapi kami lega karena kelemahan mereka dapat
diketahui.
Seorang pemuda datang dan berkata bahwa dia dipanggil Tuhan.
Kerjanya payah tahun pertama pelayanannya. Kami berkata padanya jika
tidak ada perubahan, maka dia tidak boleh kembali. Dia menuliskan
kerinduannya untuk kembali. Jemaat mendoakannya selama beberapa
minggu. Akhirnya, semua yang mendoakannya merasa bahwa Allah
menginginkan dia kembali [melayani di tempat kami]. Jawaban doa kami
terbukti benar dan dia menjadi sosok yang sangat rohani.
Tuhan Yesus meluangkan waktu bersama dengan murid-murid-Nya selama
tiga tahun. Semua penginjil dalam kitab Perjanjian Baru melewati
beberapa tahun masa persiapan sebelum akhirnya diutus oleh Roh
Kudus. Dari contoh tersebut ditambah dengan pengalaman kami dalam
hal ini, kami menimbang bahwa waktu pelatihan sebaiknya tidak kurang
dari 3 tahun. Walaupun demikian, kita tidak boleh memaksakan suatu
batasan waktu. Tidak ada yang dapat dianggap siap untuk diutus
kecuali Roh Kuduslah yang memberikan konfirmasi dan ketika Roh Kudus
telah memberikan konfirmasi, tidak boleh ada yang menunda-nunda.
Beberapa orang yang datang [ke tempat kami] mendalami Alkitab, hidup
dengan iman kepada Allah yang mencukupi kebutuhan material mereka,
sementara mereka mencurahkan seluruh waktu untuk mendalami Alkitab
dan melayani. Saat mereka dipanggil menjadi penginjil, kami merasa
pengalaman mereka hidup dalam iman akan banyak berkontribusi dalam
persiapan mereka.
Beberapa yang lain bekerja paruh hari. Mereka meluangkan waktu malam
hari untuk belajar dan melayani.
PENGALAMAN ROHANI
Kita juga perlu mengadakan pertemuan doa secara rutin. Pokok doa
diutarakan dalam beberapa menit pertama. Kemudian semua anggota
dipimpin untuk turut ambil bagian dalam doa. Seusai berdoa, ajukan
beberapa pertanyaan mengenai bimbingan apa yang mereka terima saat
berdoa -- jawaban dan beban doa apa yang Dia berikan kepada kita.
Setiap orang bebas menyatakan apa yang dirasanya merupakan kata-kata
Tuhan. Setiap orang harus mencari kehendak Allah tentang
pelayanannya serta mencari konfirmasi dari anggota persekutuan doa
yang lain. Kemudian, bersama-sama mereka menyerahkan masalah
pelayanan mereka kepada Tuhan. Setiap detail dan rencana pekerjaan
bergantung dengan jawaban doa. Tanpa bimbingan Roh Kudus dan doa
semua bidang pelayanan hanyalah kapal tanpa tenaga dan tujuan.
Dalam pengajaran, kita perlu memberi penekanan dalam memperlengkapi
pengalaman spiritual pribadi yang dibutuhkan dalam pelayanan rohani.
Doa dan juga pengajaran Alkitab menyucikan dan mempererat hubungan
mereka dengan Kristus. Mereka akan mengerti kekuatan kehadiran-Nya,
sungguh-sungguh dipenuhi dengan Roh Kudus, dan memosisikan diri
mereka sebagai pelayan-pelayan Allah.
Tujuan utama kami adalah membekali para murid adalah mengajak mereka
menyangkal diri mereka dan memikul salib bersama-Nya. Dengan
pengajaran yang sabar dan disertai dengan doa, Dia meraih
tujuan-Nya: memimpin para murid menemukan iman sejati dan berserah
diri. Dia mengutus mereka ketika Dia berhasil membuat mereka
berserah diri dan beriman.
Inilah yang harus menjadi tujuan dan perhatian utama kita saat
mempersiapkan orang-orang akan merintis gereja. Siswa yang
berprestasi dan pembicara yang arif sekalipun akan lemah tanpanya.
Namun dengan tujuan utama, orang biasa seperti para murid Tuhan
Yesus menemukan hikmat dan kekuatan sejati.
Dalam persekutuan kami, ada beberapa pekerja yang dilatih dengan
cara ini dan hasilnya lebih superior daripada mereka yang dilatih
dengan cara lama. Mereka telah tahu bagaimana dipimpin oleh Roh
Kudus, bagaimana memenangkan doa, bagaimana melayani firman Tuhan,
dan bagaimana mendirikan jemaat seperti jemaat Perjanjian Baru.
Mereka tidak membanggakan diri. Mereka tidak takut melangkah dalam
iman dan bergantung kepada Tuhan untuk memenuhi segala kebutuhan
mereka. Mereka tidak mau menetap dengan posisi yang nyaman, tetapi
mereka rindu mengabarkan injil dan mendirikan gereja-gereja.
Tentu saja hasilnya sangat memuaskan. Kita tidak bisa menghasilkan
jumlah pekerja banyak dengan cara seperti ini, namun gereja
mula-mula tidak pernah melakukan hal ini, Yesus pun tidak. Saat ini
sama seperti zaman dahulu, Kristus menginginkan orang-orang yang
akan memperluas gereja-Nya adalah orang-orang yang Ia panggil dan
dilatih Roh Kudus; orang-orang yang akan berkata dengan Paulus,
"Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan
untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah
aku, jika aku tidak memberitakan Injil." Atas orang-orang ini, Dia
akan memberikan kuasa-Nya yang bekerja lewat mereka secara luar
biasa untuk membangun gereja-Nya.
Tetapi janganlah lupa, walaupun metode untuk melatih para pekerja
sangatlah penting, metode itu sendiri tidak menghasilkan buah
kerohanian. Kuasa yang menghasilkan buah kerohanian itu bukan
terletak pada metode pelatihannya, tetapi pada Roh Kudus. Di balik
seluruh pelayanan pengajaran kita terdapat doa yang terus-menerus
didoakan oleh para guru. Setiap murid adalah satu pokok doa. Kita
telah berdiri di hadapan Allah dalam iman dan doa agar setiap
pekerja bergantung penuh pada-Nya dan agar semua mengerti tujuan-Nya
dalam kehidupan mereka. Kita telah menyaksikan perubahan-perubahan
besar terjadi. Setiap kesuksesan adalah sebuah kemenangan doa yang
dijawab. (tUly)
Diterjemahkan dari:
Judul buku: The New Testament Order for Church and Missionary
Judul artikel: The Training of The Worker
Penulis: Alex Rattray Hay
Penerbit: The New Testament Missionary Union Canada
Halaman: 488 -- 496
______________________________________________________________________
SUMBER MISI
CHRISTIAN OUTREACH INTERNATIONAL (COI)
==> http://www.coiusa.com
Terinspirasi oleh pengalaman perubahan hidup putrinya, Mary Alice
dalam Misi Jangka Pendek ke Amerika Tengah pada 1979, maka pada
tahun 1984 Jack Isleib dan istrinya Rosa mendirikan Christian
Outreach International (COI). COI yang bermarkas di Vero Beach,
Florida memfokuskan pelayanan mereka untuk memberitakan Injil ke
seluruh dunia, menjalin kerjasama dengan gereja lokal, dan
organisasi dalam rangka perjalanan misi luar negeri dan Amerika
Utara. Selain itu, COI juga menyediakan pelatihan misi dan
menggerakkan orang-orang percaya dan para sukarelawan dalam
pelayanan mereka. Beberapa kegiatan yang dilakukan oleh COI dalam
membagikan kasih Kristus adalah dengan memberikan bantuan
kemanusiaan, pelayanan kepada anak yatim piatu, pelayanan kepada
para narapidana, pelayanan kepada lansia, klinik rehabilitasi dan
kunjungan ke rumah sakit, dll. Untuk mengetahui informasi lengkap
mengenai pelayanan COI, silakan Anda mengunjungi alamat situs
mereka di atas. (DIY)
______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA
P A K I S T A N
Ada satu lagi kapal pengangkut penyedia bahan pangan yang diserang
di Pakistan beberapa waktu yang lalu. Hal ini menambah kekuatiran
iring-iringan yang membawa persediaan makanan untuk para tentara
dan bantuan kemanusiaan bagi korban-korban banjir di sana. Serangan
terhadap kapal tersebut merupakan serangan kedua dalam beberapa
hari belakangan ini. Beberapa hari sebelumnya, pihak Taliban
menyatakan bertanggung jawab atas serangan yang setidaknya telah
menewaskan 3 orang dan menghancurkan 30 kendaraan.
Serangan ini nampaknya ditujukan pada kendaraan-kendaraan penyedia
bahan pangan sehingga dikuatirkan oleh para pekerja sukarela di
Provinsi Punjab, Pakistan bantuan kepada para korban banjir akan
terganggu.
"Lebih dari 15 sampai 20 juta orang di wilayah seukuran negara
Italia terkena dampaknya," demikian ungkap PH, salah seorang
relawan Food for the Hungry, salah satu organisasi Kristen
yang bergerak di bidang kemanusian Internasional. "Jadi kami
terdesak pada dua pilihan, menghabiskan waktu kami memikirkan
bahayanya atau kami harus menggunakan waktu yang ada untuk
membantu orang-orang yang benar-benar memerlukan bantuan
kami," tambahnya.
Polisi setempat juga telah memberikan perlindungan untuk pengamanan
penyediaan bahan-bahan bantuan ini. "Food For the Hungry telah
berhasil menyediakan tempat penampungan sementara, peralatan dapur,
peralatan kebersihan, dan air bersih untuk kira-kira 20.000 -
25.000 orang, dan pekerjaan itu berlangsung sepanjang hari," kata
PH.
Dia menjelaskan bahwa mereka telah banyak menerima ancaman dan
peringatan bahaya. Salah satu staf, seorang Pakistan, mengatakan
kepada PH, "Saya berdoa bagi Anda, dan saya berdoa untuk kita semua
setiap hari karena ada orang-orang jahat di luar sana yang tidak
menyukai kehadiran orang-orang asing seperti Anda di sini. "Saya
tidak bisa menjamin keamanan Anda, namun saya akan berusaha
semaksimal mungkin untuk melindungi Anda," ungkapnya memberi
harapan.
Bukan lagi sebuah rahasia bahwa Food For the Hungry merupakan
pelayanan Kristen. "Saat kami bekerja di Pakistan, saya menemukan
banyak kesempatan untuk meruntuhkan tembok pemisah antara orang
Kristen dan orang-orang beragama tetangga. Kami banyak berdiskusi
tentang iman dan menunjukkan bahwa orang-orang Kristen benar-benar
peduli."
Kebutuhan di Pakistan sangatlah mendesak. Hanya segelintir orang
yang menanggapi kebutuhan tersebut. "Banjir di Pakistan telah
menjadi masalah politik," kata PH, "Dan orang-orang berpikir bahwa
ini adalah masalah `kami` lawan `mereka`, dan bertanya `mengapa
kami harus membantu orang-orang Pakistan, yang sebagian adalah
anggota Taliban?`" Menurut saya, inilah yang membuat orang-orang
menjadi lebih sulit memberikan bantuan.
Jika gereja -- yaitu kita -- bertindak pada saat krisis di
Pakistan, kita mempunyai kesempatan yang sangat luar biasa untuk
menunjukkan siapakah Allah itu dan siapakah Kristus itu dan Injil
tentang kabar damai yang diberikan-Nya kepada kita. (tUly)
Sumber: Mission News, Oktober 2010
[Selengkapnya: http://www.mnnonline.org/article/14808]
Pokok doa:
* Berdoa bagi para utusan Injil dan yayasan Kristen yang membawa
bantuan misi kemanusiaan di Pakistan, supaya Tuhan melindungi
dan bantuan dapat disalurkan dengan baik. Berdoa juga supaya lebih
banyak orang tergerak membantu saudara-saudara kita yang terkena
musibah banjir di Pakistan.
* Berdoa untuk PH dan pelayanannya, kiranya melalui PH banyak orang
diberkati dan banyak jiwa dimenangkan bagi kemuliaan nama Tuhan.
S U R I A H
Menurut International Christian Concern (ICC), pemerintah Suriah
memerintahkan agar sejumlah besar gereja rumah ditutup karena
pemerintah menganggap tempat-tempat tersebut tidak pantas dipakai
sebagai tempat ibadah. Banyak jemaat-jemaat di Suriah tidak mampu
membeli sebidang tanah dan membangun gereja, jadi mereka membeli
apartemen dan mengubahnya menjadi tempat ibadah.
Beberapa bulan terakhir ini, pemerintah menegakkan hukum yang
menyatakan bahwa jemaat hanya boleh berkumpul di bangunan yang
menyerupai gereja.
"Pemerintah akan menertibkan semua kegiatan keagamaan yang dianggap
ekstrim, baik dari ekstrimis Muslim maupun Kristen." demikian kata
seorang warga Suriah kepada ICC.
Seorang Kristen asal Arab menjelaskan, "Saudara-saudara kita dan
gereja-gereja di Suriah membutuhkan doa. Pemerintah menutup sekitar
delapan gereja injili (di Suriah Utara) dalam dua minggu terakhir
ini. Gereja-gereja di Damsyik dan Aleppo tahu bahwa giliran
mereka akan tiba. Hal ini tampak jelas dari persetujuan perwakilan
Penasihat Tinggi di Suriah." (tUly)
Nama buletin: Body Life, Edisi Oktober 2010, Volume 28, No. 10
Nama kolom: World Christian Report
Judul asli artikel: Syria: Eight House Churches Shut Down
Penerbit: 120 Fellowship Adult Class at Lake Avenue Church, Pasadena
Halaman: 1
Pokok Doa:
* Berdoa agar Tuhan membuka jalan bagi pemerintah Suria untuk
menyediakan tempat ibadah yang layak bagi orang-orang percaya di
Suriah.
* Doakan agar umat percaya di Suriah tetap tekun mendoakan
pemerintah dan negara mereka. Doakan juga untuk kesatuan hati umat
percaya dan gereja Tuhan di Suriah.
______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA
BENCANA BANJIR
Cuaca ekstrem yang ditandai hujan deras, petir, dan angin kencang
masih akan mengancam kota Semarang hingga Maret 2011. Cuaca ekstrem
akan berdampak lebih parah akibat kondisi sebagian sungai di kota
Semarang yang kemampuannya menurun akibat perubahan tata guna lahan
di daerah aliran sungai.
Sumber: Kompas, 11 November 2010, Halaman C
POKOK DOA:
1. Doakan agar masyarakat Indonesia, terkhusus yang bermukim di
Semarang bersikap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang
terjadi beberapa waktu belakangan ini.
2. Berdoa agar masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan dan
tidak membuang sampah di sembarang tempat, sehingga ketika hujan
datang, air bisa mengalir dengan baik.
3. Berdoa juga agar masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan
pola hidup, guna mencegah timbulnya penyakit yang biasa
disebabkan oleh perubahan cuaca.
4. Doakan agar pemerintah kota agar diberi hikmat untuk segera
menyusun rencana guna mengantisipasi dampak dari perubahan cuaca
yang cukup ekstrem.
______________________________________________________________________
Anda diizinkan menyalin/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: tidak
untuk tujuan komersial dan harus mencantumkan SUMBER ASLI bahan
yang diambil dan nama e-JEMMi sebagai penerbit elektroniknya.
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Novita Yuniarti dan Yulia Oeniyati
Kontak Redaksi: < jemmi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan: < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti: < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan: < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi: http://misi.sabda.org
Arsip e-JEMMi: http://www.sabda.org/publikasi/misi
Facebook MISI: http://fb.sabda.org/misi
______________________________________________________________________
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) e-JEMMi/e-MISI 2010 / YLSA -- http://www.ylsa.org
SABDA Katalog: http://katalog.sabda.org
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
|
|
|
© 1997- Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org |