Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/misi/2006/44

e-JEMMi edisi No. 44 Vol. 9/2006 (8-11-2006)

IDOP

                                            November 2006, Vol.9 No.44
_____________________________  e-JEMMi  ______________________________
                   (Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI

EDITORIAL
ARTIKEL MISI       : International Day of Prayer (IDOP)
SUMBER MISI        : Release International, Persecuted Church
DOA BAGI MISI DUNIA: Mongolia, Timur Tengah, Internasional
DOA BAGI INDONESIA : Pekerja Kristen yang Berada di Penjara
SURAT ANDA         : Mohon Dukungan Doa

______________________________________________________________________

 "INGATLAH AKAN ORANG-ORANG HUKUMAN, KARENA KAMU SENDIRI JUGA ADALAH
 ORANG-ORANG HUKUMAN. DAN INGATLAH AKAN ORANG-ORANG YANG DIPERLAKUKAN
 SEWENANG-WENANG, KARENA KAMU SENDIRI JUGA MASIH HIDUP DI DUNIA INI."
                                                          -Ibrani 13:3
______________________________________________________________________
EDITORIAL

  Salam damai,

  Ibarat bayangan yang tidak terpisahkan dari diri seseorang,
  demikianlah penderitaan dan penganiayaan menjadi bagian yang tidak
  terpisahkan dari kehidupan orang Kristen. Perusakan tempat ibadah,
  bahkan kemungkinan dikejar dan diteror bahkan kehilangan nyawa
  terkadang tidak dapat dihindari.

  Sebagai anak-anak Tuhan, kita tidak perlu cemas, gentar, apalagi
  tawar hati. Semua penderitaan dan penganiayaan yang kita alami
  berada di bawah kendali dan kuasa Allah. Oleh karena itu, kita harus
  tetap menjalankan tanggung jawab kita untuk bersaksi bagi Kristus.
  Sebab, di tengah penganiayaan itulah penghiburan dan penyertaan
  Yesus justru menjadi semakin nyata.

  Redaksi e-JEMMi,
  Lisbet
______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI

                   INTERNATIONAL DAY OF PRAYER (IDOP)
                   ==================================

  TINJAUAN UMUM

  Secara umum tinjauan IDOP 2006 tentang penganiayaan berfokus pada
  masalah-masalah keterbukaan dan kebebasan beragama yang sedang
  menjadi tren dunia. Namun, karena keterbatasan tempat, hanya kasus
  yang paling kritis dan strategis saja yang akan dibahas di sini.
  Secara garis besar, penganiayaan orang Kristen di berbagai negara
  rata-rata situasinya mirip dengan deskripsi berikut.

  KETERBUKAAN DAN KEBEBASAN BERAGAMA

  Kebebasan beragama telah membuat gereja-gereja bawah tanah muncul
  sebagai saluran berkat bagi komunitas mereka, termasuk bagi
  perluasan kerajaan Allah. Ideologi dan politik yang menentang
  kebebasan beragama adalah pekerjaan setan dalam melawan perluasan
  kerajaan Allah sekaligus penyebab utama penganiayaan terhadap
  gereja.

  Dalam sistem politik dan agama yang diktator, penindasan - penolakan
  terhadap kebebasan - adalah poros kekuasaannya. Para diktator agama
  dan politik mengesampingkan hak-hak asasi manusia demi
  mempertahankan kerajaan mereka. Dengan sistematis mereka menolak
  kebebasan beragama untuk melindungi diri mereka dari berbagai
  pandangan kritis, juga agar tidak kehilangan pengikut.

  Mereka yang menolak kebebasan akan berusaha menekan keterbukaan
  dalam rangka menghapus pilihan-pilihan. Tapi saat ini, derasnya
  informasi makin susah dibendung. Sekali ada kesempatan untuk
  keterbukaan, orang-orang akan dengan segera ingin menyuarakan
  pendapatnya dan memberi tanggapan berdasar informasi yang mereka
  terima dengan bebas.

  Dunia sedang bergerak menuju keterbukaan. Globalisasi dan
  perkembangan teknologi tinggi, terutama teknologi informasi dan
  komunikasi seperti internet, radio, satelit, dan telepon genggam
  telah membuat transisi ke era serba terbuka ini tak bisa dihindari.
  Perlawanan terhadap tren ini menyebabkan jumlah penganiayaan
  meningkat.

  Banyak orang maupun bangsa yang mulai melihat bahwa keterbukaan dan
  kebebasan amat penting bagi modernisasi, kerja sama ekonomi global,
  dan kemakmuran. Di beberapa negara terdapat masyarakat yang
  menginginkannya namun pemerintahnya menentang. Sementara itu, di
  negara lain, pemerintahnya mendukung tapi rakyatnya menentang hal
  itu.

  Tren dunia yang serba terbuka mendapat reaksi keras dari pihak yang
  terancam. Tapi arus informasi yang makin deras lewat teknologi
  informasi dan komunikasi kian memicu keberanian dalam mengungkapkan
  pendapat yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada dekade
  mendatang.

  Tahun-tahun ini adalah masa-masa penting bagi gereja untuk waspada
  dan berdoa bagi bangsa-bangsa dan gereja-gereja yang teraniaya.
  Mereka harus menyikapi peranannya sebagai saluran berkat bagi dunia
  dengan serius.

  Di Bhutan, pemerintah yang telah tercerahkan akan berusaha dengan
  tekun untuk menciptakan kemajuan, kemakmuran, dan kebebasan bagi
  rakyatnya. Pemerintah dari negara yang mayoritas penduduknya
  beragama non-Kristen ini telah memperkenalkan konstitusi yang baru
  dan positif untuk negara yang dulunya tertutup ini. Bahkan, Raja
  Bhutan telah mengubah bentuk pemerintahan dari monarki absolut ke
  demokrasi konstitusi. Namun, tentu saja pengikut agama non-Kristen
  yang nasionalis akan menentang perubahan ini. Tidak ada transisi
  yang tanpa perlawanan.

  Sementara itu, masyarakat Nepal yang mayoritas penduduknya beragama
  non-Kristen, yang juga merindukan kedamaian, keterbukaan, persamaan,
  dan kebebasan telah melengserkan raja yang diktator dan mengubah
  bentuk pemerintahan menjadi negara bebas. Kaum nasionalis Nepal dan
  India menyulut konflik dan berusaha membangkitkan partai politik
  non-Kristen. Rakyat Nepal dan pemerintahnya yang baru jelas tidak
  akan melalui jalan yang mulus untuk mencapai kedamaian, keadilan,
  kesamaan, keterbukaan, dan kebebasan beragama tanpa sebuah
  perjuangan.

  Adapun pemerintah liberal Maroko, negara yang mayoritas penduduknya
  bukan orang percaya, sedang berusaha membawa bangsanya pada
  keterbukaan dan persamaan. Perlindungan terhadap agama dan hak asasi
  telah meningkat atau paling tidak kebebasan beragama telah tercipta.
  Namun, beberapa kelompok orang yang belum percaya memandang
  perubahan ini sebagai sesuatu yang berlawanan dengan kepercayaannya.
  Oleh karena itu, perubahan yang perlu terjadi di sana bukanlah
  perubahan tanpa suatu perjuangan.

  Hal yang serupa terjadi di India yang mayoritas penduduknya beragama
  non-Kristen. Pemerintah federal India sekarang telah mendukung
  keterbukaan dan menjunjung tinggi kebebasan beragama sebagai sesuatu
  yang penting dan secara hukum merupakan hak asasi. Tapi kelompok
  nasionalis non-Kristen menentang hal ini. India yang dipimpin oleh
  kaum nasionalis non-Kristen menekan orang Kristen meski tanpa
  hukuman. Mereka berusaha memengaruhi situasi politik secara luas
  untuk meraih suara dalam pemilu 2009. Jika pemerintah nasionalis
  non-Kristen kembali memegang kekuasaan, India akan kembali menjadi
  negara non-Kristen. Keterbukaan dan kebebasan beragama pun akan
  terancam oleh kekuatan nasionalis non-Kristen. India sedang berada
  pada masa kritis.

  Di negara-negara Barat, di mana kekristenan diperjuangkan sepanjang
  sejarah, kebebasan beragama dinodai oleh pertikaian antara kelompok
  pro-agama dan kontra-agama. Mereka yang ingin memanfaatkan atau
  menghapuskan kebebasan Barat menghadapi pertentangan dari masyarakat
  yang berkeinginan menghancurkan pendirian sistem masyarakat liberal.
  Dengan dihapusnya fondasi liberalisme Barat, akar kebebasan beragama
  tidak dapat menancap kuat. Hasutan-hasutan dari gerakan anti
  liberalisme akan menghancurkan para pendukungnya. Keterbukaan dan
  kebebasan beragama di Barat mengalami ancaman yang lebih dari yang
  dikira masyarakat Barat - bukan karena kekuatan lain akan mencuri
  hak itu, tapi karena bangsa Barat menyerah pada mereka.

  Di negara Cina yang diperintah Partai Komunis Cina (PKC), jumlah
  elemen masyarakat yang terdidik semakin banyak dan semakin terbuka
  pada dunia luar. Mereka ini menuntut keterbukaan dan kebebasan yang
  lebih luas. Sementara itu, pihak pemerintah berusaha untuk
  menyeimbangkan sektor ekonomi, sosial, keagamaan, dan politik agar
  kekuasaan PKC tetap kuat dalam mengatur perekonomian. Kini PKC
  merasa terancam oleh berkembangnya tuntutan untuk pembaruan. Kaum
  Maois sekarang menjadi minoritas. Bahkan mantan tokoh aliran Maois
  penting juga menyerukan keterbukaan dan kebebasan demi kemakmuran
  ekonomi. PKC mengontrol kekuatan-kekuatan dan pergerakan sosial
  dengan menekan para intelektual dan keterbukaan serta kebebasan
  politik dan agama. Usaha untuk menentangnya sedang dilakukan dan
  tekanan dari kaum Komunis sedang terancam!

  Sementara itu, makin banyak mahasiswa dan perempuan di Iran yang
  mempertaruhkan nyawanya untuk menyerukan pembaruan dalam kesetaraan,
  keterbukaan, dan kebebasan. Aksi protes yang berani mereka lakukan
  harus berbenturan dengan kekuatan Pasukan Revolusioner dan milisi-
  milisi bersenjata. Keputusasaan menyebabkan bunuh diri dan
  meningkatnya pembuatan roket udara. Kejayaan budaya Persia yang kaya
  dengan kreasi seni dan kemajuan intelektual telah ditekan oleh
  kekuatan aliran garis keras sejak revolusi tahun 1979. Perjuangan
  untuk keterbukaan dan kebebasan sangat diperlukan. Ini ibarat
  perjuangan Daud melawan Goliat, yang akan berhasil jika Tuhan ikut
  campur tangan dalamnya.

  Di Korea Utara, lewat pemerintahan junta Stalinis, mereka yang
  mengusulkan keterbukaan dan kebebasan telah dihantam dan dicuci
  otak. Namun, setelah lebih dari separuh abad mengisolasi diri, ada
  celah yang muncul untuk melihat dunia luar. Kesulitan terbesar
  terletak pada manusia-manusia yang telah kebal akibat kebohongan dan
  propaganda selama lima puluh tahun. Namun, Tuhan menciptakan manusia
  untuk berhubungan dengan-Nya dan dengan kerinduan untuk kebenaran
  rohani. Usaha perlawanan untuk keterbukaan dan kebebasan sangat
  dibutuhkan.

  Saat bangsa-bangsa di dunia terbuka, mau tidak mau, masalah utama di
  antara berbagai hasutan dan konflik adalah kebebasan beragama. Tiap
  orang harus mempunyai hak untuk memilih Kristus, menyembah dan
  mempelajari Alkitab, berdoa bersama orang percaya yang lain, dan
  melayani Tuhan melalui misi dan pelayanan sesuai dengan talenta dan
  panggilannya. Yesus memanggil, "Datang dan terimalah dengan
  cuma-cuma." Gereja berdiri di garis depan dalam pertempuran jasmani
  dan rohani untuk kebebasan ini!

  Orang Kristen harus memiliki kebiasaan melihat dan membaca berita
  dengan pertanyaan di benak mereka, "Bagaimana hal ini memengaruhi
  gereja?", sambil berdoa dalam hati, "Tuhan bagaimana perasaan-Mu
  tentang semua ini?" Hal ini akan membantu kita dalam membaca
  perubahan zaman (Lukas 12:54-56) agar doa kita cerdas, penuh
  strategi, dan bernilai. Tidak ada yang lebih buruk daripada gereja
  yang tidak mau ikut dalam peperangan rohani hanya karena mereka
  tidak tahu di manakah garis depan itu! (t/dian&ary)

  Sumber diterjemahkan dan disunting dari:
  Judul asli     : International Day of Prayer (IDOP)
  Penulis artikel: tidak dicantumkan
  Alamat situs   : http://www.idop.org/overview.html

______________________________________________________________________
SUMBER MISI

RELEASE INTERNATIONAL
==>     http://www.releaseinternational.org/pages/take-action/idop.php
  Situs Release International menyediakan bahan-bahan baru untuk IDOP
  2006. Anda bisa mengunduhnya secara gratis saat mengunjungi situs
  ini. Keberadaan Release International adalah untuk melayani
  gereja-gereja teraniaya di seluruh dunia melalui lima cara.
  1. Menunjukkan belas kasih Allah dengan menyediakan segala
     kebutuhan dari keluarga para martir dan mereka yang dipenjara
     karena mempertahankan iman mereka.
  2. Melayani gereja Tuhan dengan cara memampukan gereja-gereja ketika
     menghadapi penganiayaan dan dampak yang diakibatkan oleh
     penganiayaan tersebut.
  3. Membagikan kasih Allah dengan membantu gereja-gereja teraniaya
     dalam memenangkan banyak jiwa yang belum mengenal Injil.
  4. Memberitakan Injil dengan menyediakan Alkitab dan literatur untuk
     membantu pertumbuhan rohani dan penginjilan.
  5. Menjadi pembela iman dengan menjadi suara martir dari mereka yang
     tertindas. Situs ini juga menyediakan kesaksian-kesaksian dari
     mereka yang teraniaya dan bagaimana mereka bertahan dalam
     mengatasi penganiayaan tersebut.

PERSECUTED CHURCH
==>     http://www.persecutedchurch.org/
  Apakah IDOP (International Day of Prayer for the Persecuted Church)
  itu? Bila Anda ingin tahu apakah IDOP itu dan apa saja yang mereka
  lakukan, maka tidak salah bila Anda berkunjung ke situs ini. Gunakan
  tautan-tautan (link) yang tersedia di dalamnya untuk memperoleh
  informasi lebih banyak tentang organisasi-organisasi yang melibatkan
  diri dalam pelayanan kepada gereja-gereja yang teraniaya. Mereka
  adalah kunci untuk keterlibatan aktif Anda dengan gereja-gereja
  teraniaya. Selamat melayani.

______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA

M O N G O L I A
  Tuhan sedang bekerja dengan luar biasa dalam kehidupan Bujing,
  seorang umat percaya berkebangsaan Mongolia.

  Bujing merasa enggan untuk mengajar orang lain karena merasa tidak
  mampu untuk mengajar. Begitulah yang ditulis Jeremy dan Roxy
  Thiessen dari New Tribes Mission, yang telah bekerja bersama
  dengannya. Namun, hari Minggu ini ia mengajar satu kelas sendirian.

  "Ia mengajar dengan penuh kesungguhan hati di Kelas Alkitab khusus
  wanita yang diadakan setiap minggu dan membagikan firman Tuhan
  dengan penuh semangat dan mudah dipahami," tulis Thiessens.

  Berdoalah untuk Bujing agar Tuhan terus bekerja dalam kehidupannya.
  Thiessens juga meminta dukungan doa untuk orang-orang di desa tempat
  tinggal mereka.

  "Selain menghadiri suatu konferensi kepemimpinan, kami juga akan
  berdoa (di desa ini) selama musim dingin," demikian tulis mereka.
  Dahaga rohani dari orang-orang ini semakin jelas terlihat dan beban
  pasangan tersebut juga mulai meningkat.

  "Tanggung jawab kami ini cukup berat," tulis mereka.
  [Sumber: New Tribes Mission, November 2006]
  Pokok Doa:
  ----------
  * Berdoalah untuk Bujing agar Tuhan terus bekerja dalam
    kehidupannya. Berdoalah agar orang-orang di desa tersebut bukan
    hanya datang dan diselamatkan oleh pengenalan akan Yesus, tapi
    juga bertumbuh dan melayani-Nya dengan senang hati seperti Bujing.
  * Doakan tim NTM yang melayani orang-orang Mongolia. Berdoalah agar
    mereka beroleh ketabahan, kesabaran dan kekuatan dari Bapa di
    surga dalam memberitakan Kabar Keselamatan.

T I M U R  T E N G A H
  Timur Tengah -- Israel mengambil kebijakan untuk memperkuat
  pertahanan terhadap teroris Palestina di perbatasan Gaza. Aksi
  militer ini membuat perhatian terarah ke area yang sudah dipenuhi
  peperangan itu. Sehubungan dengan ancaman kekerasan ini, Tom Doyle
  dari E3 Partners bertolak ke Gaza untuk memberi dukungan kepada
  gereja di sana. "Kami bekerja sama dengan gereja yang hebat di Jalur
  Gaza. Mereka membawa orang-orang yang belum percaya kepada Kristus
  dan membuka kelas pelajaran Alkitab untuk mereka yang baru percaya.
  Jadi, kami berdoa agar keadaan menjadi tenang sehingga banyak
  pekerjaan yang bisa kami selesaikan." Doyle menjelaskan bahwa doa
  itu sama pentingnya dengan penginjilan secara fisik. "Hal yang
  paling menyemangati orang-orang percaya adalah kalau mereka tahu
  bahwa ada orang yang mendoakan mereka di Amerika. Hari-hari yang
  sukar sudah menghadang di depan dan itu bukan lagi kejutan untuk
  mereka karena mereka sudah pernah mengalaminya. Mereka bekerja dan
  memenangkan jiwa untuk Kristus, serta membuka gereja-gereja baru.
  Sehingga kami merasa diberkati bisa memberikan sumber daya dan
  membantu mereka saat kami di sana."
  [Sumber: Mission Network News, November 2006]
  Pokok Doa:
  ----------
  * Berdoalah agar keadaan di jalur Gaza lebih tenang, agar pekerjaan
    yang dilakukan oleh pekerja-pekerja-Nya bisa diselesaikan.
    Kalaupun sampai saat ini belum ada ketenangan di sana, berdoalah
    agar Tuhan memberikan hikmat untuk bekerja dalam segala keadaan
    termasuk keadaan yang tidak tenang ini.
  * Doa begitu berarti bagi anak-anak Tuhan yang saat ini sedang
    melayani di sana. Mari berdoa bagi pelayanan mereka dan memohon
    agar Roh Kudus selalu memberikan penghiburan bagi mereka kala
    suasana hati mereka sedang tidak menentu.

I N T E R N A S I O N A L
  Internasional -- Johan Candalin dari World Evangelical Alliance
  menyatakan bahwa ada 200 juta orang Kristen di lebih dari enam puluh
  negara yang menderita karena iman mereka. Mereka akan memperingati
  Hari Doa Internasional bagi Gereja yang Teraniaya (International Day
  of Prayer for the Persecuted Church) pada hari Minggu, 12 November
  2006 mendatang. Candalin berkata bahwa IDOP adalah waktu untuk
  memberi dukungan karena banyak orang Kristen menderita. "Mereka
  merasa ditinggalkan sendirian. Mereka juga merasa tidak ada orang
  Kristen lain yang peduli pada mereka. Itulah yang terburuk. Jadi,
  yang harus disampaikan adalah `kami ada bersamamu dalam doa dan kami
  mendukungmu.`" Candalin juga mengajukan pokok doa lainnya. "Kita
  tidak hanya berdoa untuk keselamatan mereka yang dianiaya,
  dipenjara, dan disiksa," ujarnya, "tapi juga agar mereka
  mencerminkan kasih Yesus Kristus kepada mereka yang menganiaya.
  Dengan demikian, orang-orang yang dipenuhi kebencian tersebut dapat
  bertemu dengan Tuhan." Candalin juga akan menjadi tamu dalam Siaran
  Radio IDOP di MNN.
  [Sumber: Mission Network News, November 2006]
  Pokok Doa:
  ----------
  * Berdoalah agar orang-orang Kristen yang teraniaya tidak merasa
    ditelantarkan oleh orang Kristen lainnya. Marilah mengingat mereka
    dalam doa-doa kita.
  * Tuhan Yesus datang untuk menyelamatkan setiap orang tanpa pandang
    bulu termasuk juga para penganiaya. Doakanlah saudara-saudara
    kita yang teraniaya agar dapat merefleksikan kasih Yesus kepada
    mereka yang menganiaya sehingga mereka juga mendapat kasih Tuhan.

______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA

                PEKERJA KRISTEN YANG BERADA DI PENJARA
                ======================================

  * Berdoalah bagi saudara-saudara seiman kita di Indonesia yang
    saat ini sedang dipenjarakan karena mempertahankan iman mereka.
    Berdoalah agar Allah senantiasa memberikan perlindungan dan
    kekuatan bagi mereka untuk terus bertahan.

  * Berdoalah agar penderitaan yang dialami oleh saudara-saudara kita
    itu bisa menjadi kesaksian bagi orang-orang di sekitar mereka, dan
    mengubah penjara menjadi ladang misi penginjilan.

  * Keluarga dari saudara-saudara kita yang dipenjara ini tentunya
    juga menghadapi tekanan yang berat dari lingkungannya. Ingatlah
    senantiasa keluarga mereka dalam doa kita, agar kiranya Allah
    memberikan kesabaran dan ketabahan kepada mereka.

  * Berdoalah bagi seluruh umat Kristen di Indonesia agar mereka terus
    mendoakan negara kita sehingga dapat memiliki pemerintahan yang
    berhikmat dan bijaksana serta takut akan Tuhan.

  * Naikkanlah syukur kepada Allah karena Ia tetap memerhatikan
    anak-anak-Nya yang dipenjara lewat organisasi Kristen dalam dan
    luar negeri yang membantu dalam penyediaan pengacara, juga lewat
    perhatian dari umat Kristen di seluruh dunia lewat doa, juga lewat
    kartu/surat yang menyemangati mereka.

______________________________________________________________________
SURAT ANDA

  >From: Setiyono <tino_aug(at)xxxx>
  >Shallom,
  >Saya dilahirkan di Jawa Tengah, dan pernah merantau di Malaysia
  >selama _+ 5 th. dan sekarang telah berkhawin dengan orang Malaysia
  >(seorang hamba Tuhan) dan puji Tuhan kami sekarang bersama-sama
  >melayani di Gereja --cut--
  >Tolong doakan pelayanan kami. TQ, GBU.

  Redaksi:
  Dengan penuh sukacita kami dan pembaca e-JEMMi akan mendukung
  pelayanan Anda lewat doa. Kiranya Roh Kudus memberikan hikmat dan
  perlindungan kala Anda memberitakan firman-Nya.

  Kami juga senang jika Anda bersedia mengirimkan pokok-pokok doa Anda
  kepada kami atau bahkan kesaksian tentang pelayanan Anda di negeri
  jiran. Kami tunggu kiriman Anda.

______________________________________________________________________
URLS Edisi Ini

Mission Network News                http://www.missionnetworknews.org/
New Tribes Mission                                 http://www.ntm.org/
______________________________________________________________________

Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
   (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
    mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi
(sebagai penerbit bahan-bahan tersebut dalam bahasa Indonesia). Thanks
______________________________________________________________________
                   Staf Redaksi: Lisbet, Ary, Lanny
  Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2006 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
  Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Staf e-MISI dan Staf Redaksi    :           < staf-misi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan              :   < subscribe-i-kan-misi(at)xc.org >
Untuk berhenti                  : < unsubscribe-i-kan-misi(at)xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan    :       < owner-i-kan-misi(at)xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi        :               http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi                   : http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA                      :           http://www.sabda.org/ylsa/
Situs SABDA Katalog             :            http://katalog.sabda.org/
______________________________________________________________________

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org