Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/misi/2006/43

e-JEMMi edisi No. 43 Vol. 9/2006 (1-11-2006)

Orang Herero dan Mbalantu di Namibia

                                            November 2006, Vol.9 No.43
_____________________________  e-JEMMi  ______________________________
                   (Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI

EDITORIAL
PROFIL BANGSA      : Orang Herero dan Mbalantu di Namibia
SUMBER MISI        : Brigada, Henry Martyn Centre
DOA BAGI MISI DUNIA: Korea Utara, Afrika Selatan, Ghana
DOA BAGI INDONESIA : Guru-Guru Kristen
SURAT ANDA         : Tanya Info Penulis Kesaksian
______________________________________________________________________

               "THERE`S NO WRONG PLACE TO SHARE GOSPEL"
______________________________________________________________________
EDITORIAL

  Salam!

  Bukan tanpa tujuan bila Allah menciptakan keanekaragaman suku,
  bangsa, dan bahasa. Allah menciptakan keanekaragaman itu untuk
  kemuliaan-Nya. Keragaman menunjukkan kebesaran dan kemuliaan kuasa-
  Nya. Semakin banyak kita menjumpai keberagaman, maka semakin banyak
  pula pujian yang dapat dipersembahkan bagi kemuliaan Allah. Melalui
  edisi e-JEMMi minggu ini kita akan melihat bahwa kemuliaan Allah
  telah terpancar lewat suku Herero dan Mbalantu di Namibia. Ingin
  tahu lebih banyak tentang suku-suku ini? Silakan simak informasi
  yang kami tampilkan di kolom Profil Bangsa.

  Informasi lain untuk menambah wawasan Anda tentang sumber-sumber
  misi kami sajikan melalui Kolom Sumber Misi. Kami harap melalui dua
  ulasan situs yang kami sajikan ini Anda mendapatkan banyak informasi
  berguna. Nah, silakan menikmati sajian kami minggu ini. Teruslah
  berdoa!

  Redaksi e-JEMMi,
  Lisbet
______________________________________________________________________
PROFIL BANGSA

                  ORANG HERERO DAN MBALANTU DI NAMIBIA
                  ====================================

  ORANG HERERO

  Suku Herero (dengan populasi kira-kira 100.000) mendiami bagian
  tengah dan Timur Namibia, Afrika -- sebuah negara dengan mata
  pencaharian utama dari peternakan, terkenal dengan para wanitanya
  yang senang menggunakan hiasan kepala dengan bentuk tanduk sapi
  (mungkin seperti yang digunakan orang Minangkabau - red) dan gaun
  panjang bergaya Victoria yang diperkenalkan oleh seorang misionaris
  Jerman pada tahun 1800-an -- suku ini juga kuat memelihara tradisi.
  Saat ini mereka menggabungkan dogma Kristen dengan penyembahan
  kepada roh leluhur dan upacara mistis.

  Sejarah

  Suku Herero sudah berada di Namibia selama lebih dari 350 tahun.
  Pendirian bangsa Herero bersumber dari cerita tentang dua bersaudara
  yang berpisah di sebuah pohon penunjuk setelah meninggalkan "sebuah
  negara yang memiliki banyak gunung". Pada tahun 1800-an mereka
  bermigrasi ke Selatan, meninggalkan suku Himba dan Tjimba di
  belakangnya. Mereka menjadi salah satu bangsa yang ditakuti dan suka
  berperang. Nama mereka berasal dari Okuhera yang berarti `melempar
  sebuah "assengai" (senjata khas Afrika)`. Namun demikian, sejarah
  mencatat betapa budaya mereka telah ditindas dan tanah mereka
  dirampas. Ditambah dengan fakta bahwa jumlah mereka menurun sangat
  drastis pada awal 1900-an oleh kekejaman bala tentara Jerman yang
  membantai mereka. Perang ini memaksa mereka lari masuk ke bagian
  paling tidak ramah dari gurun pasir Kalahari, Namibia juga di negara
  Botswana di mana kebanyakan dari mereka tinggal sampai sekarang.

  Kehidupan Keseharian

  Sampai saat ini, beternak tetap merupakan mata pencaharian utama
  orang Herero -- pagar-pagar kandang kayu untuk ternak mereka masih
  tetap menjadi pusat kegiatan di tiap desa mereka. Para penutur
  bahasa Bantu ini hidup dari peternakan produsen daging dan susu.
  Harga diri dan status mereka diukur dari ukuran peternakan mereka.
  Sumber utama makanan mereka adalah omaere atau yoghurt. Setiap sore
  mereka memasukkan susu segar ke dalam sebuah wadah untuk disimpan.
  Kepala keluarga harus mencicipi rasa omaere pada keesokan paginya
  sebelum para wanita dan anak-anak dapat meminumnya. Hal yang unik
  dari kebudayaan wilayah Selatan Afrika ini adalah setiap identitas
  orang Herero dijabarkan secara terperinci melalui sistem kepercayaan
  dan kepemilikan baik dari garis keturunan ayah maupun ibu. Garis
  keturunan ayah akan menentukan tempat tinggal, agama, dan kekuasaan.
  Garis keturunan ibu menentukan status ekonomi dan warisan.

  Puisi, musik, cerita dan tarian tradisional tetap menjadi bagian
  yang penting dari budaya lisan mereka. Temanya sering kali diambil
  dari cerita kejayaan di masa yang lalu, ucapan syukur bagi desa,
  peternakan, atau nasihat-nasihat.

  Orang Herero terkenal dengan para wanitanya yang berpakaian gaya
  Victoria dan hiasan kepala yang unik. Gaun panjang istimewa mereka
  terdiri dari banyak bagian lapisan kain tenunan tebal. Tutup kepala
  mereka berupa kain tenun yang digulung sehingga datar, tutup kepala
  dengan bentuk tanduk sapi melambangkan pentingnya peternakan.
  Festival tahunan Maherero adalah ajang bagi para wanita untuk
  memamerkan pakaian indah mereka. Kerajinan tangan mereka meliputi
  produk dari kulit, keranjang anyaman, dan boneka warna-warni yang
  berpakaian gaya Victoria.

  Kepercayaan

  Orang Herero menunjukkan banyak pengaruh dari misionaris zaman dulu.
  Pada tahun 1800-an misionaris Jerman berhasil memperkenalkan pakaian
  bergaya Victoria setelah terkejut dengan orang Herero yang setengah
  telanjang. Saat ini mereka mengombinasikan dogma Kristen dengan
  penyembahan roh nenek moyang dan upacara mistis. Penyembahan kepada
  roh nenek moyang, seperti berkonsultasi dengan roh leluhur saat
  menghadapi masalah, lebih kuat daripada kekristenan. Kadang-kadang
  ada tempat khusus ditandai dengan batu, yang menuntut Anda untuk
  memberikan salam kepada roh yang mendiaminya sebelum lewat. Pada
  sore hari di sepanjang wilayah Okuruo, lewat api suci yang tidak
  pernah padam, kepala keluarga menghubungi roh leluhur lewat
  percakapan yang disampaikan keras-keras untuk mendapat nasihat,
  pertolongan atau untuk mengakui kesalahan atau kejahatan.

  Orang Herero percaya pada penguasa tertinggi yang disebut Omukuru,
  `yang mahabesar`. Dialah allah surgawi yang mereka tunjuk sebagai
  pencipta mahkluk hidup dan yang memberkati kehidupan. Ia hanya
  memberikan kebaikan tanpa tuntutan atau kekuatan secara moral. Ia
  dielu-elukan dan disyukuri tanpa rasa takut. Mereka berdoa kepadanya
  hanya ketika ada sesuatu yang berjalan tidak baik.

  Ringkasan

  Penginjilan bagi orang Herero diperlukan guna menyampaikan dengan
  jelas isi Injil yang sesungguhnya ke dalam bahasa hati mereka.
  Banyaknya ajaran dan dogma kekristenan yang digabungkan dengan
  tradisi dan upacara kuno memberikan sebuah tantangan bagi para hamba
  Tuhan. Mereka membutuhkan Allah, Sang Penuai untuk mengirimkan para
  pekerja. Tidak ada gereja injili di antara mereka sedangkan pengaruh
  penginjilan pun sangat sedikit. Mereka adalah orang-orang yang
  terabaikan. Apakah Anda mau menolong mereka untuk mengenal Yesus?

  Pokok Doa

  1. Doakan agar Allah membangkitkan gereja-gereja dan pribadi-pribadi
     untuk merangkul orang Herero. Dan terutama, doakan pula para
     misionaris yang sedang bekerja bagi orang Herero.
  2. Doakan agar para misionaris yang sedang mengunjungi gereja-gereja
     di Amerika Serikat dan di bagian Selatan Afrika dapat dipakai
     Allah bagi orang Herero dan "bangsa terlupakan" lainnya.
  3. Berdoalah agar Allah memanggil seseorang atau keluarga misionaris
     untuk tinggal di antara orang Herero.
  4. Berdoalah bagi orang Herero agar mereka terbebas dari penyembahan
     roh nenek moyang.
  5. Doakan pula agar orang Herero memiliki keterbukaan pada Injil dan
     agar mereka dapat didoakan oleh orang-orang percaya dan
     mendapatkan pengajaran Injil dari mereka.
  6. Doakan agar pemerintah Namibia mengizinkan para misionaris untuk
     melakukan pelayanan jangka panjang di negara mereka. Berdoalah
     agar mereka dapat melihat keuntungan-keuntungan bagi negara dan
     penduduk mereka.


  ORANG MBALANTU

  Orang Mbalantu (dengan populasi kira-kira 40.000) yang menetap di
  bagian Utara -- Tengah Namibia, Afrika -- salah satu dari tujuh suku
  bangsa Owambo (Ovombo) -- adalah masyarakat peternak dan petani,
  kebanyakan hidup terisolir. Sayang sekali mereka tidak terisolir
  dari kecanduan alkohol, HIV/AIDS, dan keputusasaan. Upacara adat
  penyembahan kepada roh nenek moyang, ramalan, dan ritual upacara
  gaib masih dipraktikkan. Kekristenan yang kosong dan dogmatis
  hanyalah sebuah penanda pekerjaan para misionaris zaman dulu. Ada
  banyak kebingungan dan penolakan kuat terhadap Injil di sini.

  Sejarah

  Masyarakat Owambo (Ovambo) bermigrasi dari bagian tengah Afrika
  Timur, menetap di Utara Namibia dan Selatan Anggola pada pertengahan
  abad ke-16. Suku bangsa Owambo (Ovambo) terdiri dari beberapa suku.
  Saat ini, beberapa suku masih tetap ada, namun secara umum semuanya
  dapat dikategorikan menjadi tujuh suku, yaitu Kwanyama, Ndonga,
  Kwambi, Ngandjera, Mbalanhu (Mbalantu), Kwaluudhi, dan
  Eunda/Nkolonkadhi. Masyarakat Owambo ini mewakili kira-kira setengah
  dari jumlah populasi yang ada di Namibia. Mereka berperan aktif
  dalam politik. Menderita di bawah pemerintahan kolonial dan politik
  apartheid, pada tahun 1960-an mereka adalah salah satu yang berperan
  dalam pendirian SWAPO (South West Africa People’s Organization)
  sebagai kelompok pendukung anti kekerasan. Setelah pergumulan selama
  satu dekade, pada tahun 1990, Namibia mendapatkan kemerdekaannya dan
  memilih Sam Nujoma, seorang Owambo sebagai presiden pertama mereka.

  Kehidupan Keseharian

  Kebanyakan orang Mbalantu tinggal jauh dari jalur transportasi utama
  di Owamboland. Owamboland sendiri merupakan tanah yang datar,
  berpasir, dan terbelah dua oleh aliran air. Daerah bagian utara
  menerima lebih banyak hujan dan menjadi pendukung daerah dengan
  tanaman subtropis. Gandum, jagung, dan sorgum (sejenis gandum)
  merupakan bagian terbesar hasil bumi mereka. Mereka menambah hasil
  dari pertanian dan peternakan dengan memancing, berburu, dan
  mengumpulkan bahan makanan. Kolam dangkal (oshanas), yang merupakan
  ciri khas dari wilayah ini, merupakan tempat ideal untuk memancing.
  Kerajinan tangan tradisional termasuk di antaranya anyaman tembikar,
  alat tenun kayu, kayu dan tombak besi, pisau belati hias, boneka
  kesuburan, dan ekipa (kancing dari gading, simbol status seorang
  wanita atau keluarga kaya). Dengan warung-warung kecil dan pasar
  penjual bahan makanan yang banyak tersebar, mereka kemudian makin
  dikenal sebagai pedagang.

  Suku Mbalantu memiliki logat (dialek) tersendiri yang tidak
  tertulis, tetapi sangat berhubungan dengan dialek lain yang sudah
  ditulis. Garis keturunan diambil dari pihak ibu. Hal ini menentukan
  warisan dan hak. Seorang pemimpin memegang kepemimpinan suku secara
  turun-temurun, meski pengambilan keputusan juga berdasarkan
  pertimbangan dewan atau orang-orang tua. Pentingnya peran komunitas
  dan tradisi terlihat dari pengaturan rumah-rumah mereka yang seperti
  labirin dengan lorong-lorong jalanan yang berpusat pada balai
  pertemuan dan api suci. Kebanyakan hidup mereka dihabiskan dan
  dibaktikan kepada komunitas. Anda dapat menemukan orang-orang makan
  dan minum dari tempat yang sama. Tari-tarian, upacara, berburu,
  memancing, dan lain-lain merupakan unsur-unsur dalam kehidupan
  mereka. Anak-anak dididik dan dibimbing oleh orang tua atau orang
  dewasa.

  Agama

  Orang Mbalantu percaya sifat manusia adalah tetap (konstan), karena
  itu pemeliharaan budaya tradisional dan praktik keagamaan sangat
  penting. Kalunga adalah dewa tertinggi mereka. Ia dipandang tidak
  banyak terlibat dalam kehidupan sehari-hari sehingga yang lebih
  dianggap penting adalah roh para leluhur dan takhyul. Kalunga
  dipercayai berwujud seorang laki-laki dan mengembara secara tak
  kelihatan di desa-desa. Beberapa cerita takhyul mereka berpusat pada
  kepercayaan ini. Onganga adalah suku bangsa peramal yang berhubungan
  dengan roh-roh dan juga ahli membuat obat-obatan dari tumbuh-
  tumbuhan. Sama seperti kebanyakan suku yang ada di Afrika, orang
  Mbalantu juga memelihara api suci (omulilo gwoshilongo) yang dibakar
  di tengah-tengah permukiman desa mereka.

  Ringkasan

  Lebih dari seabad yang lalu orang Mbalantu telah membuka diri kepada
  kekristenan. Akan tetapi, mereka tetap mempraktikkan penyembahan
  kepada roh leluhur, ramalan, dan upacara magis. Saat ini belum ada
  gereja di antara mereka dan pengaruh penginjilan pun sangat sedikit.
  Mereka adalah salah satu suku terabaikan. Maukah Anda membantu
  mereka mengenal Yesus?

  Suara Anda mungkin adalah satu-satunya suara yang Allah dengar atas
  nama orang Mbalantu.

  Melalui Alkitab kita mengetahui bahwa doa sangat efektif. Kita
  percaya dan tahu bahwa doa adalah langkah pertama dan yang
  terpenting dalam penaburan benih Injil. Kita berada di dalam rencana
  Allah yang luar biasa. Apa yang kita lakukan bukan untuk kerajaan
  kita, melainkan untuk kerajaan Allah. Doa Anda sangatlah penting.
  Karena kita adalah saluran kekuatan dan kasih Allah.

  Mari bergabung dengan pekerjaan ini melalui doa!

  "Tetapi demi Kristus, Tuhan kita, dan demi kasih Roh, aku
  menasihatkan kamu, saudara-saudara, untuk bergumul bersama-sama
  dengan aku dalam doa kepada Allah untuk aku, supaya aku terpelihara
  dari orang-orang yang tidak taat di Yudea, dan supaya pelayananku
  untuk Yerusalem disambut dengan baik oleh orang-orang kudus di sana,
  agar aku yang dengan sukacita datang kepadamu oleh kehendak Allah,
  beroleh kesegaran bersama-sama dengan kamu." (Roma 15:30-32)

  Pokok Doa Bagi Orang Mbalantu

  1. Berdoalah agar kiranya Allah membangkitkan gereja-gereja dan
     pribadi-pribadi untuk menerima orang Mbalantu. Doakan para
     misionaris yang bekerja dan berdoa untuk orang Mbalantu.
  2. Doakan para misionaris yang sedang mengunjungi gereja-gereja
     di wilayah Selatan Afrika, agar mereka dapat dipakai Allah untuk
     berdoa dan menolong mereka serta orang-orang terabaikan lainnya.
  3. Doakan agar Allah memanggil seseorang atau keluarga misionaris
     untuk tinggal di antara mereka.
  4. Doakan agar mereka dapat melihat kebenaran Injil dan memahami
     kesia-siaan dari penyembahan roh leluhur.
  5. Doakan agar pemerintah Namibia mengizinkan para misionaris untuk
     melayani di negara ini dalam waktu yang lama. Berdoalah agar
     mereka dapat melihat kebaikan yang akan didapatkan oleh negara
     serta rakyat mereka.(t/lis&ary)

  Sumber diambil dan diterjemahkan dari:
  Judul asli     : Herero of Namibia
  Penulis artikel: tidak dicantumkan
  Alamat situs   : http://www.forgottenpeoples.info/herero/her_o.htm

  Judul asli     : Mbalantu of Namibia
  Penulis artikel: tidak dicantumkan
  Alamat situs   : http://www.forgottenpeoples.info/mbalantu/mbtu_o.htm

______________________________________________________________________
SUMBER MISI

BRIGADA
==>     http://www.brigada.org/                                    [1]
==>     http://www.brigada.org/pgc.html                            [2]
==>     http://www.brigada.org/pgcra/index.html                    [3]
==>     http://www.brigada.org/today/bt_index.html                 [4]
==>     http://www.brigada.org/brigconf.html                       [5]
==>     http://www.fields.org/links.htm                            [6]
  Brigada mengusung slogan sebagai pintu masuk menuju jaringan misi
  ("Your Gateway to Missions Networking"). Situs ini difokuskan bagi
  orang-orang dan kota yang tidak terjangkau di jendela 10/40[1].
  Ketika mengunjungi situs ini, Anda dapat menggunakan beberapa
  fasilitas antara lain People Group Consultant[2], yaitu mesin
  pencari untuk mempelajari kelompok orang yang tidak terjangkau,
  profil pendoa, dan kota-kota yang tidak terjamah oleh Injil dengan
  berfokus pada Jendela 10/40; People Group Consultant Research
  Assistant, sebuah panduan untuk penelitian yang efektif melalui
  internet[3]; Brigada Today, berupa buletin mingguan berisi berita
  dan informasi mengenai "keluarga" jaringan misi Brigada yang
  didistribusikan ke lebih dari 4.000 partisipan setiap Jumat pagi[4];
  Brigada E-Mail Conferences, yaitu sistem konferensi dan forum yang
  memungkinkan Anda teribat dalam jaringan bersama orang lain yang
  saling membagikan kasih Tuhan kepada kota dan orang-orang yang tidak
  terjangkau di seluruh dunia[5]; dan akhirnya Fields International,
  yang berisi daftar panjang mengenai alamat web agen misi[6].

HENRY MARTYN CENTRE
==>     http://www.martynmission.cam.ac.uk/
  Jika Anda ingin mempelajari misi dan dunia kekristenan, situs ini
  adalah salah satu situs yang layak masuk dalam daftar referensi
  Anda. Silakan kunjungi Henry Martyn Centre untuk belajar tentang
  misi dan dunia kekristenan. Situs ini juga dilengkapi dengan
  fasilitas perpustakaan yang berisi katalog dari 4.500 buku-buku
  misi.

______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA

K O R E A  U T A R A
  Seiring akan dijatuhkannya sanksi terhadap Korea Utara, Jacob Kramer
  dari Christian Reformed World Relief Committee menyatakan kalau
  situasi semakin buruk bagi bantuan kemanusiaan. "Mekanisme yang ada
  telah berkurang. Melalui itu, usaha kami untuk memasok makanan, yang
  biasanya senilai 4 juta (dolar Kanada per tahun) dan dilakukan
  dengan cara pengapalan, tidak bisa kami lakukan saat ini. Kami tidak
  memiliki cara untuk membagikannya saat ini." Jika bantuan
  kemanusiaan tak kunjung tiba, ribuan orang akan menderita kelaparan.
  Ini merupakan keadaan yang terburuk bagi gereja yang tersisa. Kramer
  memerlukan dukungan doa, "Jika Roh Kudus memimpin dan memberi
  keberanian bagi gereja-gereja dan orang-orang di Eropa Timur, dan
  dengan cara itu pengaruh mereka dapat menembus ke dalam sehingga
  tidak ada kelompok tertentu yang menjadi penguasa negara tersebut,
  maka Roh Kudus juga akan melakukan hal yang sama di Korea Utara."
  [Sumber: Mission Network News, Oktober 2006]
  Pokok Doa:
  ----------
  * Ketika merasa tiada lagi pengharapan, tiada lagi bantuan
    kemanusiaan bagi orang-orang di Korut berdoalah agar ada
    orang-orang yang tergerak hatinya untuk mencukupi kebutuhan
    jasmani saudara-saudara kita di sana.
  * Mari memohon pada Roh Kudus agar memimpin, memberikan hikmat, dan
    keberanian bagi gereja-gereja dan orang-orang di Korea Utara untuk
    bersuara guna memperoleh keadilan.

A F R I K A  S E L A T A N
  "Buku apa yang benar-benar dibutuhkan anak-anak untuk membentuk
  nilai-nilai kekristenan di dalam diri mereka?" Dale Dieleman, wakil
  dari Worldwide Christian Schools, menyatakan bahwa pertanyaan itulah
  yang menyulut api pelayanan di hati organisasi-organisasi pelayanan,
  dan yang melatarbelakangi munculnya program My Own Bible untuk
  Afrika Selatan. Murid-murid menjalankan program tersebut berdasarkan
  kurikulum pendidikan yang alkitabiah dan belajar bagaimana
  menggunakan Alkitab. Setelah lulus, mereka bisa memiliki Alkitabnya
  sendiri. "Sering kali, hanya itulah satu-satunya Alkitab yang ada di
  rumah. Dan akan menjadi pelayanan bagus yang lain juga bila setelah
  anak-anak membawa Alkitab ini ke rumahnya, seluruh keluarganya ikut
  membukanya." Dieleman mengatakan bahwa sekolah minggu, gereja-
  gereja, dan sekolah-sekolah dasar menggalang dana lewat proyek-
  proyek khusus. "Peran kami secara keseluruhan adalah menggalang
  dana, untuk mendapatkan 5 dolar untuk tiap Alkitab, yang juga
  meliputi materi studi yang digunakan anak-anak dalam pelajarannya.
  Ini adalah jenis buku tugas yang mudah dikonsumsi, mereka dapat
  menggunakan dan mencari jawabnya dalam Alkitab lalu mengisi
  informasi yang diperlukan."
  [Sumber: Mission Network News, Oktober 2006]
  Pokok Doa:
  ----------
  * Puji syukur kita naikkan kepada Allah yang telah menggerakkan WCS
    untuk terlibat dalam pelayanan pendidikan bagi anak-anak di Afsel.
    Kita juga perlu bersyukur atas kurikulum yang disusun berdasarkan
    Alkitab.
  * Berdoalah agar anak-anak maupun orang tua mereka bisa semakin
    kenal Kristus lewat Alkitab yang mereka baca. Mohonkan juga
    kecukupan dana bagi WCS untuk menjalankan pelayanan ini.

G H A N A
  Art Speck dari Oasis International menyatakan bahwa kelas
  kepemimpinan mereka mulai meruntuhkan dinding penghalang dan
  membangun kesatuan. Hal ini menarik karena, sebagaimana dikatakan
  Speck, "Apa yang kita lihat di Oasis Training Center ialah bahwa
  gereja Anglikan, gereja Methodist, gereja Presbytarian, dan gereja
  Baptis adalah empat denominasi utama yang menghadiri kelas
  kepemimpinan ini. Mereka meninggalkan kelas sembari berkata, `Kami
  perlu mengajarkan ini pada pemimpin-pemimpin kami`." Kelas
  kepemimpinan mereka berkembang pesat. Ketika ada yang menanyakan
  kurikulum yang digunakan untuk mencapai kesuksesan seperti itu,
  Speck menjawab, "Kami tidak mengatakan bahwa ini adalah doktrin
  gereja, atau mengajarkan doktrin gereja. Para pemimpin dari
  denominasi ini tidak merasa terusik karena bagaimana kita bisa
  terusik oleh firman Tuhan? Jika kita mengasihi Tuhan dan menyukai
  firman-Nya, hal ini menjadi mudah. Jadi, mereka datang dan menerima
  firman Tuhan lalu membawanya kembali ke gereja mereka."
  [Sumber: Mission Network News, Oktober 2006]
  Pokok Doa:
  ----------
  * Mari mengucap syukur untuk kelas kepemimpinan yang telah berjalan
    dan diikuti oleh empat denominasi utama gereja.
  * Doakan agar apa yang mereka terima pada kelas yang mereka ikuti
    juga dapat mereka sampaikan kepada pemimpin-pemimpin mereka dan
    menggerakkan pemimpin-pemimpin tersebut untuk ikut dalam kegiatan
    serupa yang berguna untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam
    kepemimpinan.

______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA

                           GURU-GURU KRISTEN
                           =================

  * Walaupun jumlah guru Kristen tidak bisa dibilang banyak, tapi kita
    patut mengucap syukur kepada Allah Bapa karena mereka tersebar di
    hampir setiap sekolah dan kota di Indonesia.

  * Seorang guru bukan hanya bertugas mengajar, melainkan mendidik
    generasi yang akan datang. Berdoalah agar mereka menjadi pendidik
    yang takut akan Tuhan sehingga generasi yang akan datang juga
    menjadi generasi yang takut akan Tuhan.

  * Doakan guru-guru Kristen yang sedang bertugas di luar lembaga
    Kristen agar diberikan hikmat dan keberanian untuk memperkenalkan
    kebenaran Kristus.

  * Doakan setiap mereka yang bertugas di pedalaman, di daerah yang
    belum mengenal Injil agar dapat memperkenalkan firman Tuhan kepada
    masyarakat di mana mereka bertugas.

  * Berdoa untuk kebutuhan hidup mereka, karena pada umumnya mereka
    mendapat gaji yang sangat minim. Kiranya Allah yang mahakasih
    mencukupkan setiap kebutuhan yang diperlukan.

______________________________________________________________________
SURAT ANDA

  >From: Edwin <et_bali(at)xxxx>
  >Dear Owner/Moderator,
  >Nama saya Edwin dan berdomisili di Denpasar. Sekarang saya sedang
  >bekerja dalam sebuah Organisasi Non Profit Internasional. Mohon
  >bantuannya kalau boleh saya mengetahui informasi (nama, email yg
  >bisa dihubungi, dsb) mengenai penulis kesaksian di bawah ini.
  >Karena saya sedang bergumul untuk "MENANGGAPI PANGGILAN" seperti yg
  >tercantum dalam Kesaksian Misi edisi ini.
  >Mohon agar informasinya dapat dikirim via japri.
  >Atas perhatian dan bantuan Bapak/Ibu, kami ucapkan banyak terima
  >kasih.
  >Kind regards,
  >Edwin Timotius

  Redaksi:
  Syalom Pak Edwin, mohon maaf karena kami tidak bisa memberikan
  alamat e-mail penulis kepada bapak karena kami tidak punya wewenang
  untuk memberikan alamat e-mail beliau. Tapi e-mail Bapak sudah kami
  teruskan ke penulis kesaksian tersebut. Semoga mendapat tanggapan.
  Selamat berdoa dan bergumul.

______________________________________________________________________
URLS Edisi Ini

* Mission Network News              http://www.missionnetworknews.org/
______________________________________________________________________

Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
   (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
    mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi
(sebagai penerbit bahan-bahan tersebut dalam bahasa Indonesia). Thanks
______________________________________________________________________
                   Staf Redaksi: Lisbet, Ary, Lanny
  Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2006 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
  Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Staf e-MISI dan Staf Redaksi    :           < staf-misi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan              :   < subscribe-i-kan-misi(at)xc.org >
Untuk berhenti                  : < unsubscribe-i-kan-misi(at)xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan    :       < owner-i-kan-misi(at)xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi        :               http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi                   : http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA                      :           http://www.sabda.org/ylsa/
Situs SABDA Katalog             :            http://katalog.sabda.org/
______________________________________________________________________ 

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org