Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/misi/2006/41

e-JEMMi edisi No. 41 Vol. 9/2006 (11-10-2006)

Mendoakan Misionaris

                                             Oktober 2006, Vol.9 No.41
_____________________________  e-JEMMi  ______________________________
                   (Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI

EDITORIAL
ARTIKEL MISI       : Bagaimana Mendoakan Para Misionaris
SUMBER MISI        : Multi-Lingualtracts, Roland Muller
DOA BAGI MISI DUNIA: Brazil, Kazakhstan, Rusia
DOA BAGI INDONESIA : Para Advokat Kristen
SURAT ANDA         : Sumber-Sumber Pelayanan

______________________________________________________________________

       HIDUP INI HANYALAH BAGIAN MASA KECIL DALAM KEHIDUPAN KEKAL
______________________________________________________________________
EDITORIAL

  Shalom Pembaca,

  Misionaris tentu adalah orang-orang yang telah dipanggil Tuhan untuk
  hidup di tengah masyarakat lain untuk mengabarkan kabar keselamatan.
  Ini adalah tugas istimewa karena melalui para misionaris inilah
  masyarakat tersebut boleh mendengar kabar kasih Kristus. Pada edisi
  kali ini, para pelanggan e-JEMMi diajak untuk berdoa bagi para
  misionaris dan pelayanan mereka, karena bagaimanapun juga mereka
  tetaplah manusia biasa yang rentan mengalami kelelahan fisik maupun
  rohani, berbagai godaan, dan masalah-masalah lain. Berdoa bagi
  mereka merupakan suatu kebutuhan yang sangat mendesak, dan sangat
  penting bagi kelangsungan pekerjaan pekabaran Injil.

  Untuk lebih jelas lagi, silakan menyimak sajian artikel kami yang
  berjudul "Bagaimana Mendoakan Misionaris". Melalui artikel ini kami
  berharap Anda mendapat gambaran yang lebih gamblang tentang
  kebutuhan para misionaris dan hal-hal apa yang penting untuk kita
  doakan bagi mereka. Silakan menyimak dan selamat berdoa.

  Redaksi e-JEMMi,
  Ary
______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI

                    BAGAIMANA MENDOAKAN PARA MISIONARIS
                    ===================================

  Jemaat-jemaat setempat yang ingin menaati kehendak Allah tidak
  boleh hanya memikirkan diri sendiri, melainkan harus bersedia untuk
  terlibat dalam misi sedunia. Itulah sebabnya mereka diminta untuk
  mendoakan para tenaga yang bersedia diutus.

  Tuhan Yesus memberi perintah kepada murid-murid-Nya dalam Matius
  9:37-38, "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu
  mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan
  pekerja-pekerja untuk tuaian itu." Dengan kata lain, Tuhan Yesus
  tidak mengatakan, "Lihatlah ladang misi sudah siap. Sekarang, paling
  tidak, kalian yang sudah mengenal Saya, bekerja keraslah supaya
  tuaian tidak busuk." Sebaliknya, Dia menasihati para murid-Nya
  dengan perkataan yang sama sekali lain, "Karena itu mintalah kepada
  tuan yang empunya tuaian, supaya ia mengirimkan pekerja-pekerja
  untuk tuaian itu." Kekurangan pekerja perlu menjadi pokok doa.
  Karena Allah adalah penuai, Dialah yang harus mengirimkan para
  pekerja tersebut.

  Kata kerja yang dipakai dalam bahasa Yunani adalah "ekballo" yang
  berarti `dibuang keluar`. Tiap orang yang melayani di ladang misi
  harus "dipanggil oleh Allah sendiri" dan "dibuang keluar" oleh
  Allah. Allah tahu bahwa pergi keluar tidak gampang bagi anak-anak-
  Nya. Itu sebabnya dengan kekuatan Allah, Dialah yang ingin membuang
  mereka keluar. Jika pekerja-pekerja tidak "dibuang keluar" oleh
  Allah, mereka tidak akan bisa bertahan di ladang pelayanan yang
  begitu sulit. Kekurangan tenaga misionaris pada masa kini tidak bisa
  diatasi hanya dengan menantang jemaat saja, melainkan harus dimulai
  dengan doa jemaat-jemaat setempat di seluruh Indonesia.

  Oleh sebab itu, marilah kita berdoa supaya Tuhan memanggil
  misionaris untuk hal-hal berikut.
  a. Keluar Indonesia
     Indonesia tidak lagi hanya merupakan sebuah ladang misi yang
     menerima misionaris berkulit putih, melainkan harus mengambil
     bagian aktif dalam pekabaran Injil di seluruh dunia. Sekarang
     sudah ada misionaris asli Indonesia yang melayani dengan OM
     (Yayasan Obor Menyuluh) dan YPPII (Yayasan Persekutuan Pekabaran
     Injil Indonesia), WEC International, OMF, dan BMI (Badan Misi
     Injili) di benua Asia, Afrika, Amerika, Amerika Selatan, bahkan
     Eropa.
  b. Keluar dari jemaat
     Biasanya jemaat-jemaat tidak ingin berdoa agar dari antara mereka
     ada yang dipanggil untuk melayani Tuhan di ladang misi. Karena
     menurut hemat mereka gereja mereka sendiri juga memerlukan
     tenaga.
  c. Dari kelompok pemuda-pemudi
     Adalah satu hak istimewa kalau Tuhan memanggil pekerja dari
     persekutuan pemuda-pemudi. Allah itu tidak kikir, Dia akan
     menggantikan "kerugian" ini dengan berkat rohani yang luar biasa.
  d. Dari keluarga
     Paling sulit bagi orang Kristen untuk berdoa supaya Tuhan
     memanggil tenaga misi sedunia dari keluarga mereka sendiri.
     Pernah ada seorang ibu yang rohani sekali dan banyak mengikuti
     persekutuan doa, tetapi tidak pernah berdoa supaya Tuhan
     mengirimkan pekerja dari keluarganya. Pada waktu ditanya mengapa
     dia berbuat demikian, dia menjawab, "Saya takut Tuhan mengabulkan
     doa saya sebab saya tidak siap untuk memberi korban ini." Ibu ini
     bukanlah suatu perkecualian; dia mewakili banyak anggota jemaat
     dan keluarga.
  e. "Saya siap"
     Mari kita berdoa, supaya diri kita siap untuk diutus. Dan kita
     bisa bersaksi seperti Yesaya (Yes. 6:8c), "lni aku, utuslah aku!"
     Memang benar bahwa doa bagi misi membangkitkan beban untuk
     melibatkan diri dalam misi sedunia.

  Jikalau sudah ada utusan misi yang dipanggil dan melayani di ladang
  misi, jemaat mereka biasanya mendoakan mereka seperti ini, "Tuhan,
  berkatilah keluarga X di Bangladesh, berilah kesabaran dan kemampuan
  dalam belajar bahasa kepada mereka. Berikanlah sebuah mobil kepada
  mereka, dan sebagainya." Ini merupakan pokok doa yang penting, akan
  tetapi masih ada pokok doa yang lebih penting yang hampir selalu
  dilupakan.

  Kalau kita belajar dari cara Rasul Paulus mendoakan jemaat dan teman
  sepelayanannya, kita akan mengetahui bagaimana berdoa, supaya tidak
  hanya kebutuhan sehari-hari mereka saja yang didoakan, melainkan
  juga untuk pelayanan mereka di ladang misi agar sungguh-sungguh
  efektif di mata Tuhan dan kuasa iblis dikalahkan.

  Rasul Paulus berdoa, supaya jemaat yang berada di Efesus bisa hidup
  sebagai orang-orang yang telah dipanggil dan mereka dapat berpadanan
  dengan panggilan itu. Mereka harus bersifat rendah hati, lemah
  lembut, dan sabar (band. Ef. 4:1-2). Dia menasihati mereka supaya
  mereka memelihara kesatuan roh oleh ikatan damai sejahtera. Paulus
  tahu bahwa kalau jemaat bersatu, orang kafir bisa bertobat. Sebab
  teladan orang Kristen amat sangat mengesankan mereka, "Aku telah
  mengasihi kamu, demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan
  demikian, semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku,
  yaitu jikalau kamu saling mengasihi." (Yoh. 13:34-35). Melalui kasih
  Allah, jemaat bisa saling menghormati dan mengutamakan yang lain.
  Orang Kristen tidak menjadi pahit kalau hati mereka disakiti sebab,
  oleh kasih Tuhan, mereka bisa saling mengampuni dan kelemahan orang
  lain. Oleh karena itu, Rasul Paulus meminta agar jemaat dikuatkan
  menurut kekayaan dan kemuliaan Tuhan (band. Ef. 3:16), supaya mereka
  diteguhkan dalam batin mereka.

  Kita juga harus berdoa sebagaimana Paulus mendoakan jemaat di Efesus
  dan Kolose. Kita harus berdoa supaya mereka kuat di dalam Tuhan dan
  di dalam kekuatan kuasa-Nya, Kristus harus bertakhta di hati mereka
  (Ef. 3:16-17); agar mereka sehati, sepikir, satu Roh dan bisa
  melayani Tuhan. Biasanya, para misionaris mengalami banyak
  pergumulan dalam bekerja sama dengan misionaris yang lain. Hal ini
  lebih sulit daripada mempelajari budaya baru. Tidak pernah terpikir,
  bahwa kerja sama dengan saudara seiman merupakan pergumulan yang
  terberat bagi mereka. Itu sebabnya kita harus mendoakan dan
  mendukung mereka dalam hal ini, agar iblis tidak bisa menggunakan
  kesempatan untuk memisahkan mereka, melainkan agar mereka dapat
  melayani bersama-sama dengan baik. Ini cara bagaimana kasih Kristus
  bisa dipahami (ban. Mar. 13). Mata rohani para hamba Tuhan harus
  tetap terbuka untuk melihat betapa lebar, panjang, tinggi dan
  dalamnya kasih Kristus (Ef. 3:1) yang melampaui segala pengetahuan.

  Sama seperti Rasul Paulus, kita harus memohon hikmat dan pengertian
  yang benar untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna. Utusan-
  utusan misi perlu kekuatan dan kesabaran supaya mereka bisa hidup
  layak dengan panggilan mereka (bandingkan Kol. 1:9).

  SIL (Summer Institute of Linguistics) memberikan saran-saran dalam
  mendoakan seorang misionaris secara lebih baik dan efektif, sebagai
  berikut.
  1. Jangan berdoa supaya Tuhan menunjukkan sebuah jalan yang gampang
     kepada saya. Tetapi berdoalah agar Dia memberi anugerah, supaya
     saya bisa mengatasi semua kesulitan dan pergumulan secara rohani
     (Rm. 12:9).
  2. Jangan berdoa supaya Tuhan selalu mengabulkan doa-doa saya,
     tetapi berdoalah supaya Dia membebaskan saya dari sikap membela
     diri "tidak ada waktu untuk berdoa".
  3. Berdoalah supaya Tuhan mengambil gangguan-gangguan atau supaya
     Dia memberi semangat dan kekuatan luar biasa untuk meneruskan
     jalan walaupun diganggu.
  4. Berdoalah agar Tuhan mengevaluasi kehidupan dan pelayanan saya,
     supaya saya bisa hidup dalam ketaatan terhadap Allah (Mzm. 139:
     23-24) "Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah
     aku dan kenalilah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku
     serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!", 5. Tolong jangan mendoakan saya sebagai orang yang hidup di tingkat
     rohani yang lebih tinggi daripada Anda. Saya tidak sempurna,
     walaupun saya melayani sebagai utusan misi. Saya juga digoda.
     Iblis bertekad bulat untuk menggagalkan pelayanan saya,
     mengambil vitalitas, semangat, dan kesaksian saya, agar saya
     tidak berguna. Tolong berdoa supaya Tuhan memberi anugerah dan
     kekuatan sehingga saya selalu bisa bertahan terhadap godaan.
  6. Jangan lupa, saya masih seorang manusia yang merasa sepi, kecil
     hati, gelisah, bingung, dan kurang sabar. Banyak pekerjaan di
     ladang misi yang bisa dikerjakan dengan hati yang tidak penuh
     dengan semangat bagi Tuhan. Oleh sebab itu, saya minta didoakan
     supaya Tuhan mengisi hati saya dengan kasih bagi semua orang yang
     masih tersesat dan saya bisa mengerjakan semuanya dengan baik.

  Selain itu, penting sekali bagi kita untuk mendoakan keluarga
  misionaris. Iblis sangat aktif untuk menghancurkan keluarga, supaya
  mereka tidak bisa menjadi teladan di tengah-tengah orang yang belum
  percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Kita mendoakan:

  SUAMI:
  a. agar dia bijaksana mengatur waktu sehingga waktu untuk keluarga
     tetap ada;
  b. agar dia bisa memimpin rumah tangga dengan baik.

  ISTRI:
  a. agar dia tidak merasa kesepian karena sering ditinggalkan suami;
  b. agar dia bisa seimbang dalam pelayanan, baik sebagai seorang ibu
     rumah tangga maupun sebagai seorang misionaris;
  c. agar dia pandai dalam mendidik anak;
  d. agar dia bisa menjadi teladan baik sebagai istri maupun sebagai
     ibu bagi orang yang baru percaya.

  ANAK:
  a. agar di tempat baru mereka tetap dapat merasa berada dalam budaya
     sendiri, tetapi tetap beridentitas sebagai orang Indonesia;
  b. bagi pendidikan mereka;
  c. agar mereka mempunyai teman untuk bermain.

  LAJANG:
  Di masa kini banyak lajang yang terlibat di ladang misi (kebanyakan
  wanita). Ini satu kesempatan luar biasa bagi mereka, tetapi
  mempunyai banyak tantangan. Sering kali orang tidak mengerti mengapa
  mereka tidak atau belum menikah, kenapa mereka tidak dilengkapi
  dengan seorang teman hidup atau sahabat tertentu. Mereka sangat
  membutuhkan doa-doa kita. Adapun pokok-pokok doa bagi mereka:
  a. agar mereka tidak merasa kesepian;
  b. agar mereka tetap fleksibel dan bersedia untuk berkomunikasi dan
     tinggal dengan siapa saja;
  c. agar mereka mempunyai seorang teman doa yang tetap.

  Mari kita berdoa supaya persekutuan misionaris, baik yang sudah
  berkeluarga ataupun yang belum berkeluarga bisa tetap terjalin
  dengan manis dan tidak terganggu oleh perasaan cemburu atau iri.
  Ingatlah bahwa iblis terus-menerus ingin merusak hubungan orang
  Kristen.

  Memberitakan firman Tuhan merupakan serangan atas kerajaan
  kegelapan. Itu sebabnya jemaat-jemaat harus mendukung pelayanan-
  pelayanan para misionaris, seperti yang dijelaskan Paulus dalam
  Kolose 4:3 "Berdoa jugalah untuk kami, supaya Allah membuka pintu
  untuk pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang
  rahasia Kristus."

  Selain pokok-pokok doa yang tadi sudah dijelaskan oleh seorang
  misionaris WEC, kita juga perlu mendoakan pelayanan misionaris
  sekonkret mungkin. Berdoalah:
  1. supaya mereka menyesuaikan diri dengan baik di negara di mana
     mereka melayani, 2. supaya mereka bisa berbahasa dengan baik, 3. supaya banyak orang dicapai dengan Injil, 4. pelayanan-pelayanan tertentu, misalnya Kebaktian Kebangunan
     Rohani (KKR), seminar, dan sebagainya.

  Selain para hamba Tuhan, kita juga harus mendoakan daerah-daerah dan
  bagian-bagian masyarakat yang belum diinjili. Bagi Tuhan, tidak ada
  negara yang tertutup. Tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Itu sebabnya
  kita perlu memberanikan diri, datang ke hadirat-Nya, dan mendoakan
  negara-negara tertentu. Tuhan akan mengabulkan doa-doa kita.

  Mari kita mengingat bahwa misionaris-misionaris itu melayani di
  daerah-daerah di mana iblis, penguasa dunia ini, secara terang-
  terangan menguasai kehidupan jutaan orang. Dia menahan mereka dalam
  kerajaan kegelapannya, walaupun dia telah dikalahkan di Kalvari
  lebih dari dua ribu tahun yang lalu, yakni saat Tuhan Yesus Kristus
  menang atas dia di atas kayu salib (Kol. 2:15). Sekarang Allah telah
  memberi tanggung jawab untuk "melakukan hukuman" yang telah
  dijatuhkan atas pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa iblis
  kepada umat-Nya (Mzm. 149:9). Kita boleh memiliki sukacita dengan
  melihat Kerajaan Allah datang di dunia ini, sementara kita berperang
  melawan "penghulu-penghulu dunia yang gelap" (Ef. 6:12). Apakah kita
  siap melibatkan diri dalam peperangan ini?

  Bahan diambil dari sumber:
  Judul buku   : Doa dan Misi
  Judul artikel: Bagaiman Mendoakan Para Misionaris
  Penulis      : Dr. Veronika J. Elbers
  Penerbit     : Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang 2001
  Halaman      : 28--39

______________________________________________________________________
SUMBER MISI

MULTI-LINGUALTRACTS
==>     http://web.mac.com/kerbyrials1
  Apakah Anda rindu untuk melayani "saudara sepupu"? Silakan
  berkunjung ke situs ini untuk memperoleh traktat bagi pelayanan
  kepada "saudara sepupu" kita secara gratis! Traktat ini tersedia
  dalam berbagai bahasa sehingga Anda dapat memilih berdasarkan
  kebutuhan Anda. Sebagian besar traktat tersedia dalam format PDF dan
  Microsoft Word. Misionaris Kerby yang terlibat dalam pelayanan ini
  menawarkan siapa saja yang berminat untuk turut menerjemahkan bahan
  traktat ke bahasa lain, selain yang sudah tersedia di situs ini.
  Keterangan lebih lanjut dapat dilihat di situs ini.

ROLAND MULLER
==>     http://www.rmuller.com./
  "Alasan mengapa Dia dihujat dan dipermalukan adalah karena
  penghinaan kita ditimpakan pada-Nya. Jika saja semangat kita untuk
  memberitakan Injil sebesar semangat kita untuk membela hak-hak kita,
  dunia ini akan jauh berbeda! Tuhan Yesus menghormati Bapa-Nya
  melalui ketaatan-Nya sampai mati. Dia telah mengangkat rasa hina dan
  rasa bersalah kita. Mari kita hidup dengan cara di mana kita
  menghormati Tuhan dengan kata-kata dan perbuatan kita."

  Roland Muller adalah penulis dari beberapa buku misi. Dua bukunya:
  "Honor and Shame: Unlocking the Door", dan "The Messenger, The
  Message and the Community" yang isinya menjajaki lebih jauh topik
  mengenai kebudayaan berdasarkan rasa hina. Untuk informasi lebih
  lanjut mengenai hal ini, kunjungi situsnya.

______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA

B R A Z I L
  "Percayakah kamu bahwa burung hering sudah ada di surga bersama
  Tuhan sebelum dunia tercipta?" tanya misionaris Reuben Schuring.
  Umat percaya bangsa Ka`apor menjawab, "Kami tidak tahu."

  Reuben sadar bahwa penganut kepercayaan di Ka`apor tidak menerapkan
  firman Tuhan dalam aspek-aspek budaya mereka yang berkaitan dengan
  dunia roh dan binatang. Jadi, ia mulai memberikan pengajaran tentang
  penciptaan kepada mereka.

  Seperti yang ia ajarkan, firman Tuhan mulai menerangi kepercayaan
  tradisional. Kui, salah satu penganut kepercayaan berkata, "Aku
  bingung. Apakah maksud Anda cerita (tentang raja burung hering) yang
  selama ini kami percayai itu tidaklah benar? Kalau begitu, mulai
  saat ini aku tidak akan menceritakannya lagi ke anak-anakku."

  Sese mengatakan, "Ini pengajaran yang baru. Mengapa Anda tidak
  pernah mengajarkan ini sebelumnya?"

  Sebenarnya, pengajaran ini sudah pernah disampaikan sebelumnya.
  Namun, baru sekarang ini Sese merasa siap untuk menerapkan firman
  Tuhan di dalam hidupnya. Dia mengingat pengajaran itu dan bergumul
  dalam firman Tuhan. Dia menyadari bahwa ketika kepercayaan Ka`apor
  dibandingkan dengan Kitab Injil, kepercayaan itu menjadi sebuah
  kebohongan dan menyimpang dari kebenaran.

  Lalu Sese berdoa, "Tuhan, hal-hal ini sulit untuk kami pahami.
  Tolong kami agar bisa menjalankannya."
  [Sumber: New Tribes Mission, September 2006]
  Pokok Doa:
  ----------
  * Berdoalah untuk para penganut kepercayaan Ka`apor agar menyadari
    bahwa banyak kepercayaan tradisional mereka yang tidak sesuai
    dengan kebenaran Tuhan.
  * Berdoalah juga untuk Reuben Schuring yang menyampaikan pengajaran
    mengenai penciptaan.

K A Z A K H S T A N
  Kazakhstan adalah sebuah negara yang didominasi oleh umat non-
  Kristen dan sedang menghadapi beberapa masalah dalam kebebasan
  beragama. Meskipun ada banyak tantangan, pihak World Evangelical
  Alliance (WEA) mengatakan bahwa Tuhan sedang bergerak. Geoff
  Tunnicliffe dari WEA menyatakan bahwa penyebaran kekristenan perlu
  diperhatikan. "Saya ingat kunjungan saya ke Kazakhstan pada awal
  tahun 90-an, dan hanya ada sedikit orang percaya di antara
  penduduknya. Tapi Tuhan bekerja dengan luar biasa selama 10-15 tahun
  terakhir ini sehingga saya bisa berbicara di depan persekutuan orang
  Kristen Kazakh terbesar dalam sejarah." Tunnicliffe menambahkan
  bahwa empat ribu orang percaya berkumpul di Almaty untuk ibadah
  penyembahan dan pengajaran. Dia menyatakan, sebagian besar orang
  yang baru percaya berusia 40 tahun atau lebih muda dari itu.
  "Kebanyakan orang-orang ini berlatar belakang agama non-Kristen dan
  pernah mengalami tekanan hebat sejak mereka mengikuti Yesus. Namun,
  gereja terus bertumbuh dan mereka berkembang dengan visi yang
  misioner." Doa sangat diperlukan agar ada semangat, perlindungan,
  keberanian, dan dukungan selama mereka bergerak maju dengan rencana
  "outreach" yang dimiliki.
  [Sumber: Mission Network News, September 2006]
  Pokok Doa:
  ----------
  * Jumlah orang percaya Kazakh terus bertambah dari waktu ke waktu.
    Untuk itu, mari kita naikkan syukur untuk jiwa-jiwa yang telah
    datang kepada Kristus.
  * Latar belakang sebagian besar orang percaya di Kazakhstan adalah
    non-Kristen. Mereka kerap menerima penganiayaan dalam banyak hal.
    Oleh karena itu, mari bersatu hati dan berdoa agar iman mereka
    terus dikuatkan dengan pengenalan yang benar akan Kristus.
  * Mohonkan juga perlindungan dan keberanian dari Bapa agar mereka
    terus memegang teguh apa yang mereka imani di dalam Yesus.

R U S I A
  Rusia--Hanya ada sedikit pembicaraan mengenai rancangan amandemen
  untuk hukum keberagamaan di Rusia. Namun, bagi mereka yang terlibat
  dalam pelayanan di negeri itu, hal itu terus mereka perhatikan. Liz
  Loeffler dari Greater Europe Mission menyatakan, "Sepertinya, ini
  sedang menuju ke arah penutupan pelayanan, atau untuk memberikan hak
  lebih besar dalam mengontrol dan mengendalikan pelayanan. Saya pikir
  semua orang memikirkan hal yang sama tentang ini." Loeffler
  menambahkan bahwa perubahan perlahan dalam hal pola pikir yang
  mendorong perubahan-perubahan ini, telah menimbulkan tantangan bagi
  tim mereka. "Saya sudah melihat makin banyaknya penekanan pada
  beberapa hukum yang sebelumnya tidak dijalankan, yang berkaitan
  dengan pendaftaran visa untuk para pekerja misi." Loeffler tidak
  ingin buru-buru bereaksi dan menyarankan untuk lebih giat berdoa
  sembari menunggu apa yang akan terjadi. "Ada yang menyarankan,
  mungkin kita perlu melakukan `pelayanan membuat kemah` di Rusia,
  yaitu di mana sambil bekerja untuk organisasi sekuler mereka
  melakukan pelayanan. Saya tahu banyak orang sudah memikirkan tentang
  hal ini."
  [Sumber: Mission Network News, September 2006]
  Pokok Doa:
  ----------
  * Mari doakan saudara-saudara kita di Rusia agar terus dikuatkan
    dari waktu ke waktu, agar iman mereka tetap teguh walaupun
    pemerintah tidak bersikap adil terhadap mereka.
  * Berdoa bagi pekerja-pekerja-Nya yang melayani di sana agar diberi
    hikmat dalam melakukan pelayanan.

______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA

                          PARA ADVOKAT KRISTEN
                          ====================

  * Mari bersyukur untuk kehadiran anak-anak Tuhan yang berprofesi
    sebagai advokat di negara kita. Mintalah agar ada lebih banyak
    lagi anak Tuhan yang menjadi advokat yang benar-benar
    berintegritas untuk menegakkan hukum di negeri ini.

  * Doakan agar mereka dapat menjadi advokat-advokat yang jujur untuk
    setiap kasus yang mereka tangani, yang tidak terpengaruh dan tidak
    menggunakan tekanan dan intimidasi, tapi menjalankan tugasnya
    sesuai dengan hukum yang berlaku dan bergantung pada Tuhan.

  * Doakan agar mereka tidak hanya memberikan yang terbaik bagi klien
    mereka, tapi di atas segalanya, agar mereka juga memberikan yang
    terbaik bagi keadilan dan kemuliaan Tuhan.

  * Berdoalah agar melalui cara kerja mereka yang bersih, yang jauh
    dari kecurangan, mereka bisa menjadi saksi tentang siapa Yesus
    Kristus dan pengaruh yang dilakukan-Nya kepada setiap pribadi
    yang mereka layani.

______________________________________________________________________
SURAT ANDA

  >From: Johanna Hutauruk <yoans_jo(at)xxxx>
  >Shalom.................
  >Perkenalkan, saya biasa di panggil dengan sebutan "Jo", saya
  >tinggal di batam (KEPRI), waktu tahun 2003 s/d awal 2006 saya
  >pernah terlibat dalam bidang pelayanan mencari jiwa2 baru, namun
  >belakangan ini kegiatan tersebut tidak pernah lagi saya lakukan
  >dikarenakan terlalu sibuk dengan pekerjaan & diri sendiri, namun
  >belakangan hari ini saya ingin kembali melakukan pelayanan
  >tersebut, selama ini saya pelayanan dengan pengetahuan sendiri dan
  >dengan kesaksian2 saya sendiri yang saya berikan kepada orang lain,
  >namun saat ini saya ingin mempunyai suatu pengetahuan mengenai
  >"bagaimana cara menjadi pelayan Tuhan", yang menjadi pertanyaan
  >adalah "Bagaimana saya bisa mempunyai sumber2 berupa informasi
  >mengenai pelayanan" ?, thank`s. God Bless Us.

  Redaksi:
  Saudari Johanna, ada banyak bahan tentang bagaimana menjadi pelayan
  Tuhan dan juga tentang penginjilan yang pernah disajikan dalam
  e-JEMMi. Untuk itu silakan berkunjung ke situs e-MISI dan masukkan
  kata-kata kunci ke mesin pencari (search), misal dengan menggunakan
  kata kunci `pelayanan` atau `penginjilan`, ke alamat di bawah ini:
  ==> http://www.sabda.org/publikasi/misi/cari/

  Ada juga buku-buku yang dapat Anda baca secara tersambung (online)
  di situs kami yang dapat memperkaya pengetahuan Anda tentang PI
  dan pelayanan pribadi. Silakan buka di:
  ==>  http://misi.sabda.org/book_isi.php?id=17
  ==>  http://misi.sabda.org/book_isi.php?id=25

  Anda juga bisa mengunduh (download) atau membaca langsung bahan-
  bahan kursus PESTA (Pendidikan Elektronik Studi Teologia Awam) untuk
  memperkaya pengetahuan Anda tentang firman Tuhan.
  ==>  http://www.pesta.org/

  Selamat belajar dan melayani.

______________________________________________________________________
URLS Edisi Ini

Mission Network News                http://www.missionnetworknews.org/
New Mission Tribes                                 http://www.ntm.org/
______________________________________________________________________

Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
   (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
    mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi
(sebagai penerbit bahan-bahan tersebut dalam bahasa Indonesia). Thanks
______________________________________________________________________
                   Staf Redaksi: Lisbet, Ary, Lanny
  Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2006 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
  Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Staf e-MISI dan Staf Redaksi    :           < staf-misi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan              :   < subscribe-i-kan-misi(at)xc.org >
Untuk berhenti                  : < unsubscribe-i-kan-misi(at)xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan    :       < owner-i-kan-misi(at)xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi        :               http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi                   : http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA                      :           http://www.sabda.org/ylsa/
Situs SABDA Katalog             :            http://katalog.sabda.org/
______________________________________________________________________ 

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org