Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/misi/2006/31

e-JEMMi edisi No. 31 Vol. 09/2006 (3-8-2006)

Pola Pemuridan Yesus


                                             Agustus 2006, Vol.9 No.31
_____________________________  e-JEMMi  ______________________________
                   (Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI

EDITORIAL
TOKOH MISI         : Pola Pemuridan Pemilihan Pelatihan Yesus
SUMBER MISI        : Kasih Kekal, Effective Evangelism
DOA BAGI MISI DUNIA: Bolivia, Lebanon, Indonesia
DOA BAGI INDONESIA : Pancaroba
STOP PRESS         : Situs Terbaru YLSA: SABDAspace
SURAT ANDA         : Autobiografi Yoseph Kam
______________________________________________________________________

                 ARE YOU FOLLOWING THE RIGHT LEADER?
______________________________________________________________________
EDITORIAL

  Salam dalam kasih Kristus.

  Menjadikan semua bangsa sebagai murid Yesus merupakan perintah yang
  dinyatakan Yesus dalam Amanat Agung-Nya sebelum Dia naik ke surga.
  Oleh karena itu, setiap orang yang menerima Kristus dipanggil untuk
  memuridkan orang lain yang belum mengenal Dia. Itulah sebabnya,
  dalam masa pelayanan-Nya di dunia, Tuhan Yesus sendiri telah melatih
  murid-murid-Nya agar mereka dapat melanjutkan pelayanan-Nya dan
  memberitakan Injil sampai ke ujung bumi. Teladan Yesus itulah yang
  menjadi pola bagi program pemuridan yang ada sampai saat ini.
  Bagaimanakah pola pemuridan ala Yesus tersebut? Silakan simak lewat
  artikel yang kami sajikan ke hadapan Anda minggu ini.

  Seperti biasanya, selain artikel misi kami juga menghadirkan pokok-
  pokok doa misi untuk menjadi bahan doa syafaat Anda. Kami yakin
  bahwa doa-doa yang kita naikkan tidak akan sia-sia, namun didengar
  dan dijawab Tuhan. Dengan demikian segenap suku bangsa akan
  memuliakan nama-Nya.

  Soli Deo Gloria!

  Redaksi e-JEMMi,
  Lisbet
______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI

                POLA PEMURIDAN PEMILIHAN PELATIHAN YESUS
                ========================================

  Sejak zaman lahirnya gereja mula-mula, kualitas pemuridan selalu
  menjadi bahan sorotan yang sangat tajam dalam pertumbuhan gereja.
  Barnabas dan Paulus -- Paulus hasil dari pemuridan Barnabas --
  misalnya, merupakan cermin kesuksesan pemuridan. Ketika mereka
  memberitakan Injil di Listra, mereka berdua dipanggil dengan nama
  dewa-dewa.

  Kini di zaman teknologi informasi, pemuridan tetap menjadi suatu
  permasalahan para pelayan Kristus, terutama untuk para penginjil
  yang sedang merintis gereja. Sebab penginjilan merupakan tulang
  punggung berdirinya sebuah gereja.

  Tak heran bila program pemuridan seharusnya wajib menjadi jadwal
  kerja utama dalam sebuah gereja. Tetapi, banyak juga gereja yang
  mengabaikan, bahkan menganggap hal tersebut tidak perlu. Karenanya,
  gereja itu tidak mempunyai penginjil dan pelatihan pemuridan.

  Timbul masalah: benarkah pemuridan itu tidak perlu? Sejauh manakah
  hubungan pemuridan dengan gereja? Bagaimana kualitas pemuridan
  tersebut?

  PRINSIP-PRINSIP PEMILIHAN

  Yesus Kristus adalah teladan kekal yang bisa kita tiru dalam konsep-
  konsep pemuridan. Teladan saat Yesus memilih dua belas murid-Nya
  (dalam keempat kitab Injil) misalnya, menjadi prinsip-prinsip
  pemilihan yang ideal. Keidealan itu juga menjadi kesadaran kita
  dalam menerapkan pemilihan pemuridan di masa kini. Ada relevansi
  yang kekal.

  Apa yang dapat kita ambil dari teladan Yesus Kristus dalam
  pemilihan? William Macdonald menegaskan ada tujuh syarat menjadi
  murid Yesus, yaitu (1) kasih yang sebulat-bulatnya kepada Yesus
  Kristus; (2) menyangkali diri sendiri; (3) memikul salib dengan
  sepenuh hati; (4) suatu penyerahan hidup sepenuhnya untuk mengikuti
  Kristus; (5) kasih yang mendalam terhadap semua milik Kristus
  (6) berpegang teguh kepada perkataan; (7) meninggalkan segala
  sesuatu karena mengikut Dia.

  Sementara itu, Oswald mengatakan bahwa teladan Yesus Kristus dalam
  pemilihan itu: (1) berkenaan dengan kasih yang menguasai hatinya --
  kasih yang utuh; (2) berkenaan dengan peri kehidupan -- memikul
  salib tanpa berkeputusan; (3) berkenaan dengan milik pribadi --
  penyangkalan diri yang tidak bersyarat.

  Konsep William Macdonald dan Oswald sangat menarik. Tetapi apa yang
  ditawarkan oleh Bruce juga tidak kalah pentingnya. Dasar pemikiran
  Bruce dapat dikembangkan sebagai berikut.

  Pertama, pendekatan pribadi Yesus terhadap para murid. Untuk
  mengambil seorang murid, Dia tidak melalui perantara. Dia langsung
  mengajak calon murid itu untuk mengikuti-Nya. Kita lihat Yesus
  mengajak Filipus, "Ikutlah Aku!" (Yohanes 1:43) dan Filipus pun
  menjadi murid Yesus. Begitu pula Filipus bertemu dengan Natanael, ia
  mengajak Natanael mengikuti Yesus (ay. 47). Yesus juga mengatakan,
  "Mari ikutlah. Aku!" kepada Simon dan Andreas (Matius 4:19), dan
  Yakobus dan Yohanes (Matius 4: 22). Dalam Matius 4:19, Yesus
  berkata, "Aku akan menjadikan kamu penjala manusia!"

  Kedua, Yesus tidak asal mengambil murid. Apakah begitu melihat
  seseorang Ia langsung menawarinya untuk mengikuti-Nya? Tidak! Yesus
  sangat selektif. Karena Yesus Mahakuasa, Dia sudah tahu siapa orang
  yang berkualitas yang akan menjadi murid-Nya. Yesus menjadikan
  murid-murid-Nya sebagai bangsa pilihan. Ini terlihat ketika calon
  murid-Nya memuji Dia dan mengetahui bahwa Yesus adalah Anak Domba
  Allah atau Mesias sehingga Yesus menerima calon murid tersebut
  sebagai murid-Nya.

  Contoh dari hal tersebut bisa dilihat di dalam Yohanes 1. Andreas
  memuji kemuliaan Yesus Kristus. Karena Yohanes Pembaptis memuji
  Yesus, "Dialah Anak Domba Allah!", Andreas pun mengikut Yesus (ay.
  38), lalu Andreas membawa Simon kepada Yesus. Yesus mau menerima
  Simon karena Simon tahu bahwa Yesus adalah Mesias (ay. 42).

  Ketiga, Yesus memilih murid-murid-Nya dari berbagai kepribadian. Ada
  Simon orang Zelot yang membenci orang Romawi yang menguasai
  Palestina. Juga ada Matius pemungut cukai yang bekerja bagi kepala
  orang Romawi. Ada penjala ikan. Dan berbagai kepribadian lainnya.

  Keempat, ada sebuah proses seleksi. Meskipun calon murid itu sudah
  diajak mengikuti Yesus -- "Marilah ikut Aku!" -- tetapi Yesus tidak
  langsung memberitahu bahwa mereka adalah murid-murid-Nya. Calon
  murid dibiarkan mengenal diri-Nya. Mereka dibiarkan untuk memasuki
  proses pendewasaan iman. Karena itu, Yesus tidak berkata kepada
  calon-calon murid-Nya, "Marilah menjadi murid-Ku!"

  Kelima, ada proses pergumulan. Apa yang sedang digumulkan diri
  Yesus? Yesus berdoa sepanjang malam untuk itu (Lukas 6:12,13). Semua
  perkara yang dialami Ia serahkan kepada Bapa di surga yang mengurus
  dan merestui apa yang dilakukan Yesus. Jadi, Yesus tidak mau asal
  mengambil orang sebagai murid-Nya. Ada kesepakatan antara Yesus
  dengan Bapa-Nya di surga. Ada dialog antara Ayah dengan Anak.

  Keenam, dasar pemilihan adalah ulet, kerja keras, dan wataknya bisa
  dibentuk. Yesus memilih mereka -- orang-orang kasar dan orang-orang
  desa dari Galilea. Mereka adalah orang-orang yang dianggap agak
  kedesa-desaan. Tetapi mereka adalah pekerja keras. Dan kita tahu
  bahwa orang-orang tipe inilah yang bisa bertahan dalam pelayanan
  bersama Yesus -- berjalan sepanjang hidup, tidak ada fasilitas
  kemewahan, serta banyak cacian atau makian orang. Dan sifat yang
  tidak kalah pentingnya dari mereka ialah karena mereka mau menerima
  Yesus. Mereka menerima ajaran-ajaran Yesus dengan ketulusan,
  kepolosan, dan kesungguhan.

  PELATIHAN KEDUA BELAS RASUL

  Ada beberapa cara melatih pemimpin. LeRoy Eims menawarkan hal-hal
  berikut.

  (1) Mengembangkan kehidupan rohani yang mendalam.
  (2) Menemukan pekerjaan dan karunia-karunianya.
  (3) Mengembangkan kekuatannya.
  (4) Melatih dia dalam kepemimpinan.
  (5) Mengambil langkah-langkah untuk penambahan imannya.
  (6) Menghaluskan kemampuan pelayanannya.
  (7) Mengarahkan dia agar menjadi bijaksana.
  (8) Mengajarkan kemahiran berkomunikasi.
  (9) Menanamkan dasar atas kepercayaan yang kuat.

  Bruce melihat masalah pelatihan kedua belas rasul adalah proses
  kelanjutan setelah pemilihan murid. Proses pelatihan tersebut
  mencakup, pertama, mendengar dan melihat -- menjadi saksi mata dan
  pelayan Firman (Lukas 1:1-4). Orang banyak datang untuk mendengar
  Dia; karena ucapan-ucapan Yesus (Lukas 6:17-49). Ucapan Yesus adalah
  ucapan-ucapan bahagia dan peringatan (perumpamaan) -- berbahagialah
  mata yang melihat dan telinga yang mendengar karena banyak nabi dan
  orang benar yang ingin melihat, tetapi tidak melihatnya dan ingin
  mendengar, tapi tidak mendengarnya (Lukas 6:29-49; Matius 5-7, 13:1-
  52). Mereka memang mempunyai telinga dan mereka mendengar. Tetapi,
  mereka tidak tahu apa artinya (Lukas 10:23,24; Matius 13:16-17). Dan
  hanya kepada murid-murid-Nya sajalah Yesus mengutarakan artinya
  (Markus 4:33,34).

  Kedua, berdoa. Kita berdoa kepada Bapa di surga. Doa tersebut tidak
  bertele-tele. Kita tidak usah mengenakan pakaian yang mencolok. Kita
  tidak berdoa di tempat-tempat yang mencolok. Kita harus berdoa
  dengan tidak jemu-jemu (Matius 6:5-13; Lukas 11:1-3,18:1-5). Dengan
  demikian, doa kita pasti akan dikabulkan. Firman Allah berkata,
  "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan
  mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap
  orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat
  dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan (Matius 7:7-
  8)."

  Ketiga adalah pengutusan pemberitaan Injil (Markus 3:14). Matius
  28:19-20 berbunyi: "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa
  murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh
  Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah
  Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu
  senantiasa sampai kepada akhir zaman."

  Bahan diambil dari sumber:
  Judul majalah: Sahabat Gembala, Agustus/September 1993
  Judul artikel: Pola Pemuridan Pemilihan Pelatihan Yesus
  Penulis      : Harianto Gede Panembahan
  Penerbit     : Yayasan Kalam Hidup, Bandung
  Halaman      : 33 - 36

______________________________________________________________________
SUMBER MISI

KASIH KEKAL
==>     http://www.kasihkekal.org/
  Situs Kasih Kekal menyediakan beragam bahan rohani mengenai
  pertumbuhan iman Kristen. Situs ini mempunyai lima bagian isi,
  yaitu "Artikel dan Buku", "Hening", "Jurnal", "Khotbah",
  "Kesaksian", dan "Lahir Baru". Khusus bagian "Lahir Baru" sangat
  cocok dibaca oleh orang yang ingin mengenalkan Kristus kepada
  sesama. Di bagian tersebut Anda dapat menemukan berbagai tulisan
  seputar keselamatan di dalam Kristus. Pelajari isinya untuk
  dibagikan kepada orang lain. Untuk lebih jelasnya, klik alamat situs
  di atas.

EFFECTIVE EVANGELISM
==>     http://www.effectiveevangelism.com/
  Di Situs Effective Evangelism, Anda akan menemukan berbagai sumber
  bahan yang dapat memperlengkapi Anda dalam membagikan kasih Kristus
  kepada sesama atau melakukan penginjilan dengan lebih efektif.
  Berbagai bahan tersebut dikelompokkan dalam empat kategori, yaitu
  "What They are Thinking?", "How to Respond When They Say?", "Ways to
  Share", dan "How to Help People Grow in Christ?". Di setiap
  kategori tersebut, disediakan pula daftar judul dari beberapa
  artikel selain judul artikel terbaru yang telah dipublikasikan di
  Situs Effective Evangelism.

______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA

B O L I V I A
  PROSES PENGAJARAN BERDURASI SATU MINGGU
  Minggu ini akan menjadi minggu yang sibuk bagi misionaris Cam Hurst
  dan Jim Wilhelmson serta temannya Feliciano. Mereka akan mengajarkan
  Alkitab selama enam atau tujuh jam per hari selama enam hari kepada
  25 pemimpin gereja Quecha yang datang dari daerah pegunungan yang
  terisolasi di Bolivia.

  "Kami telah meminta seseorang untuk merekam pengajaran tersebut,"
  tulis Mary Hurst, "dan kami berharap untuk menyuntingnya menjadi
  pengajaran yang nantinya akan diproduksi ulang dalam bentuk DVD atau
  video dan didistribusikan ke gereja-gereja lain.

  Cam dan Mary berdoa, "Kiranya Tuhan membuka hati dan pikiran jemaat
  Quecha di saat-saat seperti ini, agar mereka dapat mengerti dan
  menerima pengajaran yang diberikan."

  Hari Jumat dan Sabtu sebelumnya, keluarga Hurst menjamu tujuh orang
  dewasa dan dua anak-anak di rumahnya, mereka itu penduduk Quecha
  yang ingin memuridkan orang lain dan datang untuk belajar mengenai
  cara mengajar Alkitab secara kronologis.

  Karena salah seorang dari mereka tidak bisa berbahasa Quecha,
  sebagian besar sesi disampaikan dalam bahasa Spanyol. Untuk tujuan
  pengajaran, Cam memberikan serangkaian pelajaran di Quecha. Mary
  mencoba menerjemahkannya dalam bahasa Spanyol, tapi dia menemukan
  bahwa "Jauh lebih mudah bagi saya untuk menerjemahkan dari bahasa
  Quecha ke bahasa Inggris daripada ke bahasa Spanyol. Saya khawatir
  orang ini hanya mengerti inti dari sesi ini."

  Penduduk Quecha sangat ingin belajar, tapi "Setiap berakhirnya hari,
  Anda bisa bilang bahwa otak mereka penuh," tulis Mary.
  [Sumber: New Tribes Mission, Juli 2006]
  Pokok Doa:
  ----------
  * Berdoalah agar penduduk Quecha dapat mempraktikkan hal-hal yang
    telah mereka peroleh.
  * Mohonkanlah kebijaksanaan dan kekuatan dari Allah untuk Cam, Jim,
    dan Feliciano selama mereka mengajar, agar para pemimpin Quecha
    mendapat banyak manfaat dari sesi-sesi tersebut.

L E B A N O N
  Lebanon -- Serangan Israel terhadap Lebanon makin meningkat,
  meskipun ada seruan untuk diplomasi. David Harder dari SAT7
  mengatakan dari Siprus, bahwa 60% staf mereka tetap masuk kantor.
  Ketakutan menjadi penghalang utama bagi tim mereka, yang
  mencerminkan perasaan banyak orang lain di Lebanon. "Mereka merasa
  bahwa mimpi dan harapan akan Beirut di masa depan segera akan
  berakhir, dan mereka khawatir kondisi akan semakin buruk. Banyak
  orang, termasuk anggota staf kami, mencemaskan masa depan bangsa
  mereka, keluarga mereka, dan juga apa yang akan mereka lakukan dalam
  pelayanan," ujar David. Sementara staf mempersembahkan diri untuk
  membagikan harapan akan Kristus, masalah dalam hal logistik
  menghadang. "Karena kesulitan secara logistik, kami tidak terlalu
  yakin dapat membawa program kami keluar Lebanon. Biasanya kami
  mengirimkannya ke jaringan kami di Siprus, dan sekarang mereka
  sedang mencari alternatif lain mengingat pengiriman barang melalui
  pos udara, melalui kapal, juga melalui darat tidak bisa dilakukan,
  sehingga melalui teknologi, diharapkan kami dapat mengirimkannya
  melalui satelit."
  [Sumber: Mission Network News, Juli 2006]
  Pokok Doa:
  ----------
  * Doakan keselamatan para staf SAT7 dan keluarga mereka. Mohonkanlah
    Roh Kudus yang akan memelihara mereka beserta pelayanan yang
    mereka lakukan. Berdoalah juga agar mereka tidak hidup dalam
    kekhawatiran.
  * Berdoalah agar ditengah-tengah konflik yang terjadi, pelayanan
    SAT7 dapat terus berjalan. Mintalah agar Tuhan memberkati semua
    alat yang mereka gunakan dalam pelayanan mereka.

I N D O N E S I A
  Beberapa misionaris pergi menjenguk misionaris A dan B, serta orang-
  orang Kristen baru di Pulau C. Untuk mencapai pulau tersebut, mereka
  harus menaiki kapal, mobil, dan berjalan kaki.

  Jika saja mereka bisa melakukan perjalanan dengan pesawat terbang,
  waktu yang ditempuh tentunya hanya beberapa jam, bukan beberapa
  hari. Sayangnya, masih belum ada layanan penerbangan ke daerah itu.

  Misionaris D dan E tiba di desa pertama di Pulau C pada hari Minggu
  dan akan memeriksa bagian-bagian terjemahan Alkitab dengan
  mengadakan tanya jawab dengan beberapa orang Kristen di pulau
  tersebut tentang kejelasan Alkitab tersebut. Mereka juga akan
  mengerjakan beberapa proyek pengembangan masyarakat bagi warga desa.

  Setelah itu, mereka akan mengadakan perjalanan ke desa lain dengan
  tujuan yang sama. Pada akhirnya, mereka akan berjalan kaki selama
  beberapa hari untuk mengunjungi warga yang menetap di bagian lain
  pulau itu.

  D, E, dan F bekerja sama untuk menerjemahkan Alkitab dalam bahasa
  daerah C serta menyiapkan pelajaran Alkitab dari rumah-rumah mereka
  yang jaraknya 350 mil dari tempat pengerjaan proyek C. Ketika sebuah
  pesawat telah tersedia untuk mengangkut mereka dan beberapa bahan
  bantuan, mereka berencana akan pindah ke wilayah itu. Hal tersebut
  tentunya akan mempercepat proses penerjemahan dan pengajaran Alkitab
  mengingat mereka akan dapat bertatap muka dengan warga Pulau C tiap
  hari.
  [Sumber: New Tribes Mission, Juli 2006]
  Pokok Doa:
  ----------
  * Doakan para misionaris, D dan E, serta orang-orang Kristen di
    Pulau C dalam kerja sama mereka menerjemahkan Alkitab.
  * Doakan juga untuk pengadaan pesawat terbang yang bisa mendukung
    keperluan para misionaris ini selama di Indonesia.

______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA

                              PANCAROBA
                              =========

  Kekeringan melanda hampir di seluruh bagian wilayah Indonesia. Di
  Alor, untuk mengurangi beban penduduk dalam menghadapi kekeringan,
  pemerintah mendatangkan alat dari luar negeri untuk menyaring air
  laut menjadi air tawar. Di daerah Gunung Kidul, penduduk harus
  berjalan berkilo-kilometer untuk mendapatkan sumber mata air yang
  ada di puncak gunung. Sebagian besar kekeringan ini timbul karena
  hutan yang gundul akibat penebangan liar. Mari satukan hati kita
  untuk berdoa untuk masalah ini.

  Pokok Doa:
  ----------
  * Mengucap syukur atas alat-alat yang dapat dibeli oleh pemerintah
    kita untuk membantu saudara-saudara di Alor. Kita berdoa dan
    berharap melalui alat ini kebutuhan akan air dapat terpenuhi.
    Doakan agar penduduk setempat dapat memanfaatkan alat tersebut
    dengan baik.
  * Masih ada beberapa tempat yang sampai saat ini selalu berkutat
    dengan masalah pengadaan sarana air bersih. Mari berdoa agar
    pemerintah dan lembaga nonpemerintah dapat bekerja bahu-membahu
    dalam membantu menyediakan kebutuhan rakyat yang sangat vital ini.
  * Doakan juga agar ditemukan solusi yang tepat guna mencukupi
    kebutuhan air di tempat-tempat yang selama ini sering dilanda
    masalah kekurangan sumber air bersih.
  * Doakan agar anak-anak Tuhan yang mungkin saat ini berada di
    daerah-daerah tersebut dapat berperan serta membantu masyarakat di
    daerah tersebut dalam pengadaan sumber air bersih.
  * Doakan agar ada cukup air untuk kebutuhan sehari-hari di setiap
    tempat.
  * Doakan agar gereja mampu menjadi corong bagi masyarakat dalam
    menggalakkan pelestarian lingkungan.
  * Doakan agar melalui masalah kekeringan yang sering dialami ini
    penduduk dan pihak-pihak lain yang melakukan penebangan makin
    sadar untuk menjaga kelestarian hutan, tidak menebang pohon
    sembarangan, tapi menghargainya sebagai milik Allah yang harus
    dipelihara.

______________________________________________________________________
STOP PRESS

                    Situs Terbaru YLSA: SABDAspace
                    ==============================

  Kabar gembira bagi para penulis blog Kristen (Christian bloggers)!
  Bulan Juli 2006 ini, Yayasan Lembaga SABDA telah meluncurkan Situs
  SABDAspace sebagai wadah untuk orang-orang Kristen menuangkan
  pemikiran, ide, dan aspirasi yang dapat menggugah kebangunan di
  Indonesia; baik itu kebangunan dalam hal moral, etika, estetika,
  pengetahuan dan terutama kerohanian di Indonesia. Melalui situs ini
  selain bisa membuat blog pribadi, Anda juga bisa menulis/
  mengomentari artikel sesuai dengan topik-topik yang tersedia, yaitu
  Bahasa/Sastra, Kaum Muda, Kesaksian, Pengajaran/Guru, Penginjilan,
  Pribadi, dan Puisi. Mulailah menulis dan kirimkan karya Anda ke
  situs penyedia blog gratis, SABDAspace!

  ==>  http://www.sabdaspace.org/

______________________________________________________________________
SURAT ANDA

  From: John Andrew Tuhumena <ww.johnt(at)xxxxx>
  >Syaloom.
  >Saran saya kalau bisa di tampilkan autobiografi dari Yoseph Kam,
  >dan semua kegiatan yang dilakukan oleh Kam dalam melaksanakan
  >penginjilan di Maluku (Semua desa yang di misikan oleh Kam di
  >Maluku)

  Redaksi:
  Kisah hidup dan pelayanan Joseph Kam pernah kami muat di e-JEMMi
  Edisi No. 04 Vol. 8/2005. Silakan arahkan penjelajah (browser) Anda
  ke arsip kami di:

  http://www.sabda.org/publikasi/misi/2005/04/

______________________________________________________________________
URLS Edisi Ini

Mission Network News                http://www.missionnetworknews.org/
New Tribes Mission                                 http://www.ntm.org/
______________________________________________________________________

Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
   (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
    mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi
(sebagai penerbit bahan-bahan tersebut dalam bahasa Indonesia). Thanks
______________________________________________________________________                   
                Staf Redaksi: Lisbet, Ary, Endah, Lanny                   
  Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2006 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
  Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Staf e-MISI dan Staf Redaksi    :           < staf-misi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan              :   < subscribe-i-kan-misi(at)xc.org >
Untuk berhenti                  : < unsubscribe-i-kan-misi(at)xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan    :       < owner-i-kan-misi(at)xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi        :           http://www.sabda.org/misi/
Arsip e-JEMMi                   : http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA                      :           http://www.sabda.org/ylsa/
Situs SABDA Katalog             :            http://katalog.sabda.org/
______________________________________________________________________

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org