Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/misi/2006/3

e-JEMMi edisi No. 03 Vol. 9/2006 (17-1-2006)

Menjadi Mobilisator Misi (II)

                                             Januari 2006, Vol.9 No.03
******************************  e-JEMMi  *****************************
                   (Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
**********************************************************************
** SEKILAS ISI **

 <*> EDITORIAL
 <*> ARTIKEL MISI       : Mobilisator Misi (II)
 <*> SUMBER MISI        : TastyFaith, Women of the Kairos
 <*> DOA BAGI MISI DUNIA: Indonesia, Rusia, Amerika
 <*> DOA BAGI INDONESIA : Mobilisator Misi dan Kegiatan-kegiatannya
 <*> SURAT ANDA         : Informasi tentang Suku-suku di Indonesia

______________________________________________________________________

                      "CHRISTIAN WORTH THEIR SALT
              MAKE OTHERS THIRSTY FOR THE WATER OF LIFE"
______________________________________________________________________
** EDITORIAL **

  Salam Kasih dalam Kristus Yesus,

  Menurut Anda, hal apa yang menarik dari dunia misi? uang? fasilitas?
  nama tenar? Yang pasti tidak satu pun dari hal itu yang membuat
  orang berlomba-lomba untuk terjun di ladang misi. Kerinduan untuk
  menceritakan tentang kasih Yesus yang telah mereka miliki adalah
  pendorong utama untuk terlibat secara aktif dalam pelayanan misi.

  Pada acara puncak konferensi misi MIM (Mahasiswa Indonesia Menuai)
  di Yogyakarta pada Agustus 2005 yang dihadiri oleh ratusan
  mahasiswa, pembicara yang merupakan utusan dari salah satu
  organisasi misi memberikan tantangan kepada peserta untuk
  menyerahkan `buah sulung` mereka dan memberikan waktu terbaik mereka
  untuk Tuhan dengan cara terjun ke ladang misi. Kesuksesan konferensi
  itu mungkin bisa dilihat dari banyaknya orang muda yang menyerahkan
  diri untuk melayani Tuhan pada saat itu. Namun bagaimana membuat
  orang-orang muda tersebut dapat digerakkan tentunya tidak terlepas
  dari pekerjaan Roh Kudus melalui orang-orang yang dipakai Tuhan
  untuk menjadi mobilisator misi.

  Artikel yang kami sajikan ini merupakan artikel lanjutan dari edisi
  e-JEMMi minggu lalu. Kami sangat berharap artikel ini dapat
  memperkaya pengetahuan Anda tentang bagaimana menjadi mobilisator
  misi sehingga Kristus bisa dikenal dan dimuliakan di berbagai
  penjuru dunia. Karena Dialah pusat kehidupan. HALLELUYA!

  Redaksi e-JEMMi,
  (Lisbet)

  "Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku;
       Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada
  orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk
     memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada
   orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara," (Yesaya 61:1)
           < http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Yesaya+61:1 >

______________________________________________________________________
** ARTIKEL MISI **

                         MOBILISATOR MISI (II)
                         =====================

  MENGEMBANGKAN PENGETAHUAN YANG LEBIH LUAS TENTANG DUNIA MISI

  Pengembangan pengetahuan tentang misi masih erat hubungannya dengan
  menumbuhkan rasa memiliki dalam pekerjaan misi. Kita dapat
  mengembangkan pengetahuan ini dengan membaca buku, menonton video,
  membaca bahan-bahan dari internet dan mendengarkan kaset. Setelah
  semua pengetahuan itu terserap, kita bisa mulai menggunakannya dalam
  menolong orang lain untuk mendapatkannya. Saya percaya jika kita
  perlu untuk meningkatkan jumlah informasi tentang dunia misi sepuluh
  kali lipat dari yang sekarang ada serta memungkinkan penggunaan
  semua jenis metode komunikasi jika kita ingin mencapai target yang
  telah ditentukan. Kita perlu memungkinkan semua orang, baik yang ada
  di seberang jalan atau di seluruh dunia, untuk mengalami pengalaman
  dengan dunia misi. Kita perlu untuk melihat bahwa bertindak secara
  lokal dapat memunculkan dampak yang global.

  Secara khusus kita juga perlu membuka pintu selebar-lebarnya bagi
  para pekerja baru untuk mendapatkan informasi yang ada tersebut. Ada
  begitu banyak informasi tentang hal ini, namun tidak semua orang
  bisa mendapatkannya. Saya mengajurkan supaya setiap organisasi misi
  juga menjalin hubungan dengan banyak organisasi misi lainnya,
  bertukar informasi dan menjalin hubungan lewat korespondensi,
  hubungan telepon, fax dan email. Jika kita menyadari betapa
  banyaknya metode komunikasi yang ada sekarang ini, maka tidak ada
  alasan lagi untuk bersikap pasif. Dapatkah Anda bayangkan Rasul
  Paulus menenteng ponsel atau menggunakan komputer? Tuhan telah
  memberikan semua sarana ini bagi kita. Tidak seharusnya kita takut
  dengan perkembangan teknologi. Hal itu memang dapat disalahgunakan
  tapi seharusnya hal itu malah membuat kita semakin hati-hati supaya
  dapat menggunakannya dengan benar. Saat pintu-pintu informasi telah
  terbuka, saya percaya ketika itu pulalah orang-orang awam dan
  potensi-potensi yang ada di luar akan menanggapinya dengan baik.
  Namun langkah pertama untuk itu adalah tersedianya akses untuk
  mendapatkan informasi tersebut.

  Kita hendaknya menyadari pentingnya menjalin hubungan dengan
  sebanyak mungkin orang atau kelompok, yang seringkali lebih dapat
  dilakukan dengan teknologi modern, untuk mendapatkan informasi
  terkini dan permohonan doa untuk orang-orang yang belum dijangkau di
  dunia ini. Keuntungan lain yang bisa didapat dari hubungan
  komunikasi yang erat ini adalah untuk menghindari ketidakpedulian
  yang sepertinya banyak terdapat dalam dunia misi. Beberapa artikel
  atau statistik yang saya lihat tidak didasari data yang valid. Kita
  dapat melihat betapa menakjubkannya apa yang tersaji di internet.
  Terutama seperti yang terjadi di sebuah konferensi besar, mengenai
  jumlah "orang Kristen" di Afrika, yang dihitung secara gampang-
  gampangan saja sehingga membuat semua orang seakan telah "lahir
  baru", hanya karena kesalahan satu orang. Orang seringkali tidak
  melakukan riset yang memadai sebelum mengumumkannya pada publik.
  Bahkan beberapa kisah menakjubkan tentang kejadian-kejadian luar
  biasa dalam dunia penginjilan, jika diadakan riset menyeluruh, dapat
  dibuktikan sebagai hal yang tak pernah terjadi. Hal ini dapat
  menyebabkan ketidakpercayaan umum, kekurangpercayaan pada gerakan
  misi dan akan menjadi salah satu alat yang akan digunakan iblis di
  masa mendatang. Kita harus mengingat pengajaran Alkitab di Amsal 18
  bahwa kita harus yakin pada informasi yang akan kita sampaikan
  sebelum membuka mulut dan bicara.

  Namun, tidak berarti kita harus merasa terintimidasi oleh hal itu,
  sehingga membuat kita lantas tidak berusaha apa-apa. Kita tetap
  dapat menyebarkan informasi asalkan kita dapat secara hati-hati
  memilih kata yang benar-benar tepat, memeriksa fakta-faktanya,
  berani mengaku jika kita memang tidak yakin dan mengutamakan
  realita, kerendahan hati, dan kesediaan untuk diajar. Hal penting
  tentang ini seperti terdapat di Filipi 2:3, yang mengajarkan supaya
  kita menganggap orang lain lebih utama dari diri kita sendiri,
  adalah penting dalam kasus ini. Saat kita berhubungan dengan
  kelompok misi lainnya, kita pun hendaknya memberi penghargaan yang
  tinggi dan menaruh perhatian pada apa yang sedang mereka lakukan.
  Janganlah kita terpaku pada beberapa berita buruk atau hal lain yang
  kita baca tentang mereka sehingga membuat kita gagal melihat rencana
  besar Tuhan, bagaimana Tuhan memakai berbagai jenis gereja,
  organisasi, dan pergerakan di luar kegagalan, kelemahan dan dosa
  mereka.

  Kita tidak dapat bekerja bersama dalam hal praktik namun kita tetap
  dapat memiliki sikap yang baik terhadap organisasi lain dalam Tubuh
  Kristus. Ada banyak tekanan dalam pekerjaan misi, namun hendaknya
  kita dapat menerima paradoks bahwa kesatuan kita hendaknya
  ditempatkan di tengah-tengah perbedaan.

  MEMBUAT PERALATAN YANG TERSEDIA BERGUNA

  Ada begitu banyak peralatan yang tersedia untuk melakukan tugas
  mobilisasi seperti video, kaset, buku, selebaran, dsb. Saya sering
  menulis tentang kebutuhan akan ratusan juta literatur di seluruh
  dunia. Namun sebenarnya, jumlah itu tidaklah sedemikian besar,
  sebagian besar dari jumlah itu telah diproduksi oleh lembaga-lembaga
  misi di seluruh dunia. Dan bila kita mau menggandakan apa yang telah
  tersedia itu, taruhlah 10 kali lipat saja, maka saya percaya akan
  timbul mobilisasi misi terbesar yang pernah ada.

  Sebuah perdebatan tanpa akhir akan terjadi jika kita membicarakan
  tentang angka dan waktu. Namun pada dasarnya kita semua berteriak
  dalam hati agar tugas ini dapat dilakukan secepatnya, ini karena
  kita berurusan dengan kenyataan bahwa masih banyak manusia yang akan
  pergi kepada kekekalan tanpa sama sekali mempunyai pengenalan akan
  Kristus secara pribadi. Kenapa kita tidak memakai sedikit uang kita
  untuk mendapatkan beberapa materi misi yang dapat kita bawa kemana-
  mana dan dapat digunakan jika kita memperoleh kesempatan. Anda dapat
  mempergunakan itu untuk diri Anda sendiri, tapi bagikan juga pada
  orang lain sehingga mereka pun dapat menggunakannya. Akan ada dampak
  yang begitu besar yang dapat ditimbulkan jika setiap orang Kristen
  menyadari untuk mau terlibat dalam misi dengan cara yang pasti akan
  berdampak luas bagi jutaan orang di seluruh dunia.

  Setelah banyak orang mulai menaruh minat dalam dunia misi, adalah
  tepat jika selanjutnya kita dapat mendorong mereka untuk menghadiri
  sejenis acara misi. Acara seperti ini hampir pasti ada di setiap
  negara dan tentunya juga di setiap gereja dan organisasi. Kita dapat
  membuat orang-orang tertarik dengan acara itu. Jangan menganggapnya
  jelek karena kita tidak suka musiknya (meski sangatlah menyedihkan
  jika sesama Tubuh Kristus masih mempermasalahkan jenis musik karena
  sejarah sendiri telah membuktikan bahwa Roh Kudus telah memakai
  berbagai jenis musik untuk membuat orang semakin dekat dengan
  Tuhan). Informasi tentang acara ini harus disebarluaskan kepada
  siapa saja, bahkan kepada yang terkecil pun. Untuk kita yang
  memimpin atau terlibat dalam kegiatan ini sendiri, perlu
  dikembangkan kepekaan berkenaan dengan begitu banyak jenis orang
  yang kita hadapi. Jangan suka menjadi pribadi yang kontroversial.
  Kadangkala, pribadi yang kontroversial bisa jadi adalah cerminan
  dari ego yang besar. Kadang itu dilakukan untuk mendapatkan
  perhatian dari orang lain, dan hal ini tidaklah sehat.

  Kita perlu untuk mendengarkan mereka yang "tidak setuju" dengan
  kita, dan yang menganggap kita terlalu ekstrim dan memberikan target
  terlalu muluk, sehingga kita bisa membangun persatuan. Pendidikan
  formal adalah alat ampuh bagi mobilisasi misi. Kebanyakan sekolah
  Alkitab memiliki komitmen yang baik terhadap misi, dan kebanyakan
  organisasi misi memiliki hubungan baik dengan mereka. Jika Anda
  merasa sebagai mobilisator misi, jalinlah hubungan dengan mereka,
  pastikan untuk selalu mendapat informasi terbaru mengenai apa yang
  sedang mereka kerjakan.

  Pertimbangkan juga untuk bersekolah selama satu atau dua tahun di
  situ, mungkin dengan mengambil jurusan yang ada hubungannya dengan
  dunia misi selain tentunya terus mempelajari firman. Namun, jangan
  menganggap bahwa satu-satunya yang dibutuhkan dalam misi adalah ahli
  teologi dan ahli pertumbuhan gereja modern yang fasih bicara dalam
  berbagai bahasa. Namun, kita pun membutuhkan orang-orang di belakang
  layar seperti para mekanik, sekretaris, pemegang pembukuan, dan
  programmer komputer. Kita juga sangat membutuhkan staf yang bekerja
  di kantor pusat di negara mereka sendiri. Sangat menyedihkan jika
  ada orang yang tidak peduli dengan berbagai jenis pekerjaan yang
  dibutuhkan tersebut.

  Masalah lain yang sangat sering muncul selanjutnya adalah, "Dari
  mana kami mendapatkan uang untuk semua itu?" Jawaban dari pertanyaan
  ini terletak pada komitmen dalam doa-doa syafaat untuk membebaskan
  masalah keuangan dalam pelayanan misi dunia, dan komitmen akan
  penggalangan dunia yang Alkitabiah. Kita harus belajar dari sejarah
  dan dari kisah persembahan seorang janda. Tuhan dapat memakai semua
  orang, pria dan wanita di lapangan yang mendapatkan hartanya dari
  kerja keras dan air mata mereka untuk kemudian mereka bagikan pada
  organisasi-organisasi misi dan gereja demi penginjilan dunia. Di
  luar dari semua itu, hendaknya kita juga berhati-hati ketika kita
  mulai menuding satu organisasi atau kelompok lain menggunakan cara-
  cara yang tidak rohani dalam mencari dana. Dalam hal ini, semua dari
  kita adalah orang berdosa, jadi siapa pun yang merasa dirinya tidak
  berdosa, bolehlah ia yang melempar batu pertama. Kesatuan dalam
  Tuhan memang hendaknya muncul di tengah berbagai perbedaan itu dan
  untuk itulah hendaknya kita bersama merancang sebuah strategi dalam
  hal penggalangan dana ini.

  KETERLIBATAN GEREJA LOKAL

  Setiap mobilisator misi harus terlibat juga dalam pelayanan gereja
  lokal. Banyak orang, dengan berbagai cara merasakan panggilannya
  sebagai mobilisator misi saat mereka berada di gereja lokal,
  tanggapan dari gereja mereka pun beragam. Tanpa bermaksud
  menyamaratakan, menghakimi atau menilai ekstrim setiap gereja lokal.
  Beberapa masalah biasanya akan muncul saat seseorang menerima
  panggilannya untuk menjadi mobilisator misi di luar gerejanya,
  (misalnya di sebuah program pekerjaan misi jangka pendek) dan
  kemudian ingin membawa visinya itu ke gerejanya.

  Banyak anak muda yang berencana untuk bekerja di ladang misi
  kemudian diragukan kemampuannya, ditanggapi secara negatif atau
  dianggap macam-macam sehingga semangatnya yang begitu berkobar
  sepulang dari program misi jangka pendek yang dijalaninya, perlahan
  meredup. Akan tetapi, hal itu tidak akan terjadi jika kita memegang
  kenyataan yang ada di 1Korintus 13 mengenai praktik hukum kasih
  Kristen bagi sesama kita. Sementara bagi mobilisator muda, fokus
  kegiatan mereka biasanya dimulai dari kampus. Pergerakan pemuda ini,
  seperti halnya kegiatan KKR anak muda dan lainnya adalah pihak yang
  memberikan kontribusi terbanyak bagi perkembangan misi dunia saat
  ini.

  MEMBUAT ORANG LAIN TERLIBAT DALAM PENGINJILAN DAN PELAYANAN

  Satu cara ampuh untuk membuat orang lain dapat menjadi mobilisator
  misi adalah dengan melibatkan mereka dari tempat mereka berada. Kita
  tidak boleh menganggap bahwa penginjilan dari rumah berlawanan
  dengan penginjilan yang dilakukan sampai ke luar negeri. Kita tahu
  bahwa ternyata di sekitar kita masih banyak orang yang belum
  dijangkau. Memang, ada nilai tersendiri untuk mereka yang mau
  meninggalkan tempat mereka untuk mengabarkan Injil ke daerah lain.
  Namun itu memerlukan panggilan tersendiri, sementara membicarakan
  mengenai Injil kepada tetangga Anda bukanlah sesuatu yang memerlukan
  panggilan khusus karena itu sudah merupakan kewajiban kita sebagai
  anak Tuhan. Memang, dalam menginjili orang lain, kita akan sering
  mendapati kegagalan dan kekecewaan, namun harus diingat pula bahwa
  kekecewaan dalam penginjilan seringkali berarti petunjuk dari Tuhan
  untuk mengajar kita lebih baik lagi. Iman yang alkitabiah dan yang
  mampu memindahkan gunung tidak akan didapat tanpa melalui keraguan,
  perjuangan atau ketidakpercayaan dan bahkan dosa. Iman itu tumbuh di
  tengah-tengah berbagai pengalaman buruk tersebut. Tetaplah sadar dan
  waspada supaya Anda tidak sampai terjatuh ke dalam cara penginjilan
  yang tidak alkitabiah. Sadarilah bahwa Tuhan sekarang sedang
  melakukan banyak hal besar di dunia ini. Dia akan bekerja melalui
  gereja-gereja lama, baru, serta organisasi-organisasi lama atau yang
  baru dengan cara-Nya yang ajaib. (t/Ary)

  Bahan diterjemahkan dan ringkas dari sumber:
  Judul Buku        : Out of The Comfort Zone and Into Missions
  Judul Artikel Asli: Developing a Greater Knowledge of World Missions
  Penulis           : George Verwer
  Penerbit          : OMF Literature Inc., Philippines, 2000
  Halaman           : 72 - 85
______________________________________________________________________
** SUMBER MISI **

 TASTYFAITH
==>     http://www.tastyfaith.com/  [1]
  Bagi mereka yang tertarik dengan pelayanan dan pengarahan anak muda,
  kini hadir sebuah situs baru yakni TastyFaith.com[1], dengan
  "sumber-sumber segar tentang pelayanan anak muda kota." Temukan
  contoh-contoh gratis dan artikel-artikel menarik, serta produk-
  produk lain dari TastyFaith yang berhubungan dengan dunia remaja,
  termasuk di dalamnya "Panduan Kekristenan" untuk remaja, "ditulis
  dengan gaya bahasa yang segar untuk menghindari bahasa gerejawi."

 WOMEN OF THE KAIROS
==>     http://www.womenofthekairos.com/
  Situs Women of the Kairos adalah situs yang melayani wanita Kristen
  dan mereka yang terlibat dalam pelayanan wanita. Situs ini
  menampilkan program 12 bulan bimbingan dan pengajaran dengan beragam
  materi rohani dan kebaktian. Anda juga dapat mendownload bahan-bahan
  pelajaran gratis untuk pribadi atau kelompok.
______________________________________________________________________
** DOA BAGI MISI DUNIA **

* I N D O N E S I A
  Dalam kegelapan di suatu pagi buta, Piyado berdiri beberapa jauh
  dari misionaris Andy (bukan nama sebenarnya), jemarinya yang
  menggenggam busur dan anak panah, bergetar akibat kecamuk perasaan
  antara sedih, marah dan takut. Andy tahu bahwa bahaya yang ia hadapi
  benar-benar nyata. Piyado telah membunuh istri pertamanya dan baru
  saja mencincang istri ketiganya setelah seseorang menuduh wanita itu
  memantra-mantrai putranya. "Andy menceritakan bahwa pemandangan yang
  ia lihat saat itu benar-benar mengerikan. Tidak hanya mayat bayi,
  Damiyodi, namun juga mayat korban pembunuhan tergeletak begitu saja
  di halaman," tulis Linda (bukan nama sebenarnya), istri Andy. Mimpi
  buruk itu dimulai dari hari sebelumnya. Andy dan Linda telah
  membangun hubungan yang baik dengan Piyado dan Baigoa, istri
  keduanya. "Mereka adalah teman yang paling akrab dengan kami di
  dusun tempat kami melayani. Kami pun selalu merasa cocok dengan
  mereka," tulis Linda.

  "Mereka tinggal di dekat dusun kami, dan selalu menghadiri kegiatan
  pengajaran Alkitab dengan setia," tambahnya. Jadi ketika Damiyodi,
  putra mereka yang baru berusia 1,5 tahun terkena sakit perut,
  muntaber dan diare, mereka pun membawa anak itu kepada keluarga
  Andy. Setelah kondisi anak tersebut sudah terlihat agak membaik,
  pasangan itu membawanya pulang. Jam menunjukkan hampir pukul 2 pagi
  ketika rekan sekerja dari pasangan Andy mengabarkan bahwa Damiyodi
  telah meninggal dunia. Andy dan rekan misi sekerjanya segera
  mengunjungi rumah Piyado dan menyadari bahwa diri mereka semua
  sedang berada di dalam bahaya.

  "Di satu sisi, Andy ingin menghibur dia dari kesedihannya," tulis
  Linda. "Namun, Piyado juga dalam keadaan baru saja membunuh
  istrinya." Usaha untuk menenangkannya pun dilakukan semalam-malam
  itu. Hari berikutnya, Andy pergi untuk mengurusi jenazah Wisideo,
  istri ketiga Piyado. "Mereka membungkus tubuhnya dengan sebuah
  tikar," tulis Linda. "Saat sampai di pinggiran sungai, Piyado lalu
  melemparkan jenazah itu ke sebuah air terjun kecil. Tanpa upacara,
  tanpa melihat kembali, tanpa penyesalan." Piyado, Wisideo dan
  Baigoa, telah menjadi anggota inti dari kelompok 9 orang dewasa yang
  mengikuti pelajaran Alkitab setiap Senin pagi. "Sekali lagi kami
  diingatkan bahwa kami sedang dalam peperangan untuk jiwa. Apa yang
  kami saksikan semalam telah berlangsung selama ratusan tahun di
  antara suku yang kami layani saat ini."
  [Sumber: Mission Network News, January 2006]
  Pokok Doa:
  ----------
  * Mengucap syukur untuk pelajaran Alkitab yang sedang dilaksanakan
    di dusun tempat pasangan Andy melayani. Berdoa agar Roh Allah
    membimbing mereka yang mengikuti sekolah Alkitab sehingga mereka
    mendapat pemahaman kasih dan kehendak Allah yang benar.
  * Doakan misionaris NTM yang sedang melayani khususnya dalam
    menghadapi peperangan jiwa yang terjadi di tempat mereka. Doakan
    pula untuk kesatuan di antara tim ini, supaya dapat memancarkan
    kasih Kristus dalam waktu krisis ini."

* R U S I A
  Sehubungan dengan pemerintah Rusia yang melanjutkan kontrol terhadap
  kebebasan beragama di Rusia, Moscow Evangelical Christian Seminary
  mulai memikirkan tentang pelayanannya di Rusia. Seminari ini
  didukung oleh organisasi OMS International di Amerika Serikat.
  Mantan presiden OMS JB Crouse mengatakan bahwa visa bagi dua
  pasangan misionaris telah dibatalkan dan ada juga rumor lain. "Sudah
  sering dibicarakan -- `tidak boleh ada lagi kiriman uang untuk siswa
  sponsor` dan kabar-kabar sejenisnya. Dengan kondisi ekonomi di
  Rusia, akan sulit bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan
  teologi. Jadi, kami pun sangat memperhatikan masalah itu dan kami
  sendiri masih belum yakin bagaimana penerapannya." Salah satu
  pengurus sekolah seminari tersebut, Sasha Tsutserov mengatakan jika
  bantuan dana dari luar negeri dihapuskan, hal itu akan menimbulkan
  hambatan dalam memberikan pendidikan teologi untuk para siswa.
  "Jumlah siswa yang kami miliki secara tak langsung juga ditentukan
  oleh dana yang kami miliki. Pendapatan rata-rata di Rusia (di
  beberapa propinsi) adalah sekitar 00 pertahun dan jumlah tersebut
  tak akan mencukupi untuk biaya sekolah."
  [Sumber: Mission Network News, January 10th 2006]
  Pokok Doa:
  ----------
  * Mengucap syukur untuk kesiapan OMS dalam mengantisipasi peraturan
    baru di Rusia. Berdoa agar pembatasan apa pun yang dilakukan oleh
    pemerintah tidak mematahkan pelayanan OMS di negara ini.
  * Berdoa agar kondisi ekonomi di Rusia dapat segera membaik. Berdoa
    juga supaya sekolah seminari Moscow menemukan cara yang tepat
    untuk mengatasi masalah pendanaan bagi para siswa.

* A M E R I K A
  En-Gedi Resource Center mengadakan program pelajaran Alkitab dengan
  cara mempelajari daerah dan budaya di Alkitab. Direktur eksekutif
  En-Gedi, Bruce Okkema mengatakan En-Gedi diambil dari nama oasis di
  padang pasir sebelah selatan Israel. "Di sana, air muncul dari tanah
  dan memberi kehidupan. Kami ingin hal itu menjadi gambaran pelayanan
  kami dalam hal menunjukkan kepada orang-orang tentang kekayaan yang
  dimiliki Alkitab, yang bisa memberikan kehidupan. Alkitab bisa
  menjadi air hidup bagi kehidupan pribadi mereka." Hampir 2000 orang
  di 35 negara mendapatkan pelajaran Alkitab lewat email. Okkema
  mengatakan mereka baru mulai melakukan penjangkauan dengan cara yang
  lebih praktis dengan membangun saluran penyaringan air di Afrika
  lewat Water Missions International. "Organisasi ini sedang mencari
  kerja sama dalam melakukan pelayanan sehingga peralatan mereka dapat
  dipasang dalam nama Yesus dan dipakai tidak hanya sebagai bentuk
  bantuan kemanusiaan, tapi juga kesempatan untuk membagikan kasih
  Tuhan kepada orang-orang yang belum mengenal-Nya."
  [Sumber: Mission Network News, January 10th 2006]
  Pokok Doa:
  ---------
  * Doakan program PA En-Gedi Resource Center agar dapat menunjukkan
    kekayaan yang dimiliki Alkitab kepada banyak orang. Bersyukur atas
    2000 orang di 35 negara yang telah mendapatkan pelajaran Alkitab
    via email dan berdoa agar pelajaran tersebut membuat mereka
    semakin rajin menggali isi Alkitab.
  * Berdoa untuk Water Missions International yang memasang saluran
    penyaringan air di berbagai wilayah. Dukung kerinduan organisasi
    ini untuk membagikan kasih Yesus melalui pekerjaan yang
    dilakukannya sehingga bisa mengenalkan Yesus kepada setiap orang
    yang belum mengenal-Nya.
______________________________________________________________________
** DOA BAGI INDONESIA **

              MOBILISATOR MISI DAN KEGIATAN-KEGIATANNYA
              -----------------------------------------

  OM Indonesia, Tim WEC, dan Kartidaya adalah sebagian dari organisasi
  misi yang salah satu tujuan pelayanannya adalah menggerakkan banyak
  orang percaya untuk menjadi mobilisator misi di berbagai tempat.

  Pokok Doa:
  ----------
  * Doakan OM Indonesia, Tim WEC, Kartidaya, serta organisasi/
    lembaga misi yang giat berperan sebagai mobilisator misi. Doakan
    pelatihan-pelatihan yang mereka adakan, sarana dan prasarana
    pendukung yang mereka perlukan.

  * Doakan seminar-seminar yang akan dilaksanakan sebagai wadah bagi
    para mobilisator untuk menggerakkan para mahasiswa terjun dalam
    misi.

  * Doakan folow-up dari seminar-seminar yang sudah dilaksanakan
    supaya dapat menghasilkan orang-orang terbeban yang berkualitas
    dalam hati, rohani, mental dan intelektual.

  * Berdoa agar para mobilisator misi lebih diperlengkapi untuk dapat
    menggerakkan hati anak muda kita terjun dalam misi. Berdoa untuk
    hikmat serta kesabaran dalam membimbing orang-orang yang punya
    beban namun belum paham benar tentang misi.

  * Doakan persekutuan-persekutuan doa misi supaya lewat wadah ini
    mobilisasi misi dapat dengan maksimal dimanfaatkan.
______________________________________________________________________
** SURAT ANDA **

  From: ahmad syukur <arss-03(at)>
  >Shallom,
  >Saya seorang Komisi Doa di Unit Kegiatan Mahasiswa Kebaktian
  >Mahasiswa Kristen Unit Pelayanan Fakultas Kedokteran Universitas
  >Sumatera Utara alasan. Saya rindu memasukkan topik doa mengenai
  >suku-suku di Indonesia ke dalam Buletin Doa kami.

  Redaksi:
  Untuk mendapatkan informasi tentang suku-suku di Indonesia dan pokok
  doanya, silakan berkunjung ke Situs e-MISI (Mengabarkan Injil ke
  Seluruh Indonesia). Anda bisa mengakses bagian Doa Bagi Suku di
  alamat:
  ==>   http://www.sabda.org/misi/suku.php
______________________________________________________________________
** URLS Edisi Ini **

* Mission Network News              http://www.missionnetworknews.org/
* New Mission Tribes                               http://www.ntm.org/
______________________________________________________________________

Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
   (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
    mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi
(sebagai penerbit bahan-bahan tersebut dalam bahasa Indonesia). Thanks
______________________________________________________________________
                   Staf Redaksi: Lisbet, Ary, Endah
  Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2006 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
  Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Staf e-MISI dan Staf Redaksi    :              < staf-misi(at)xc.org >
Untuk berlangganan              :   < subscribe-i-kan-misi(at)xc.org >
Untuk berhenti                  : < unsubscribe-i-kan-misi(at)xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan    : < owner-i-kan-misi-JEMMi(at)xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi        :           http://www.sabda.org/misi/
Arsip e-JEMMi                   : http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA                      :           http://www.sabda.org/ylsa/
Situs SABDA Katalog             :            http://katalog.sabda.org/
**********************************************************************

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org