Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/misi/2006/27

e-JEMMi edisi No. 27 Vol. 09/2006 (5-7-2006)

Komunikasi yang Efektif dalam Pelayanan

                                                Juli 2006, Vol.9 No.27
______________________________  e-JEMMi  _____________________________
                   (Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI

EDITORIAL
ARTIKEL MISI       : Komunikasi yang Efektif dalam Pelayanan
SUMBER MISI        : Assemblies of God World Missions, Mission
                     Frontiers
DOA BAGI MISI DUNIA: Iran, Internasional, Myanmar
DOA BAGI INDONESIA : Banjir di Sinjai, Sulawesi Selatan
SURAT ANDA         : Ucapan Terima Kasih
______________________________________________________________________

    "TACT IS THE ABILITY TO MAKE A POINT WITHOUT MAKING AN ENEMY"
______________________________________________________________________
EDITORIAL

  Salam kasih,

  Pemberitaan Kabar Baik kadang dapat berujung dengan kepahitan. Si
  pemberita jengkel karena si pendengar tidak memberikan respon yang
  baik. Sebaliknya, yang mendengarkan juga jengkel karena merasa
  disudutkan dan dipersalahkan. Apa yang salah? Mungkinkah cara
  penyampaiannya keliru? Pernahkah Anda merasakan hal demikian? Jika
  jawabannya adalah "ya", mungkin salah satu masalahnya adalah
  komunikasi. Sepenting apakah peranan komunikasi dalam pemberitaan
  Injil? Apakah kita masih perlu belajar bagaimana berkomunikasi yang
  baik saat membagikan iman kita kepada orang yang belum percaya?
  Sajian "Komunikasi yang Efektif dalam Pelayanan" kiranya dapat
  memberikan jawaban yang memuaskan bagi Anda. Silakan disimak!

  Redaksi e-JEMMi,
  Lisbet
______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI

                KOMUNIKASI YANG EFEKTIF DALAM PELAYANAN
                =======================================

  Apakah Anda pernah menjumpai seorang yang tidak bersedia mendengar
  ketika Anda memberitakan Injil? Pernahkah Anda merasa frustrasi
  dengan seorang yang tidak mau mengerti atau sulit mengerti sekalipun
  penyampaian Anda sudah jelas? Atau, apakah Anda pernah bahkan
  sekarang ini sedang kesal karena melihat orang yang Anda layani
  belum juga mengambil keputusan untuk berubah? Jika ya, berarti Anda
  sedang berurusan dengan masalah komunikasi.

  Komunikasi? Bukankah itu sesuatu yang tidak perlu dipersoalkan? Nah,
  justru di sinilah persoalannya, yakni ketika Anda merasa komunikasi
  tidak perlu dipersoalkan.

  Komunikasi sering dipahami sebagai sesuatu yang biasa saja, sama
  seperti sistem peredaran darah dalam tubuh dan sistem pernafasan.
  Tetapi ketika yang "biasa" itu mengalami gangguan, barulah orang
  sadar bahwa ia sedang berhadapan dengan sesuatu yang menentukan,
  mati atau hidup, sesuatu yang vital.

  Komunikasi merupakan bagian yang sangat vital dalam berhubungan
  dengan orang lain. Begitu banyak persoalan yang muncul di tengah
  kehidupan manusia gara-gara masalah komunikasi. Kesalahpahaman telah
  menimbulkan masalah-masalah sekunder seperti sakit hati, kecewa,
  marah, bahkan pembunuhan. Begitu juga dalam pelayanan gerejawi.
  Tidak jarang terjadi, hanya karena masalah komunikasi, gereja pecah,
  iman menjadi luntur, orang tidak mengerti, satu dengan lainnya
  menjadi tersinggung, dan sebagainya.

  Tetapi berapa banyak di antara kita yang telah sadar dan mulai
  membenahi komunikasi dan sistem komunikasi agar pelayanan kita bisa
  efektif, dan lebih dari itu, memuliakan nama Tuhan? Memang
  keberhasilan suatu pelayanan pekerjaan ditentukan oleh Allah sendiri
  melalui kuasa Roh Kudus. Namun demikian, kita juga diberi tanggung
  jawab dalam pelayanan oleh-Nya. Rasul Paulus adalah orang yang
  sangat bergantung kepada kuasa Roh Kudus dalam pelayanannya, namun
  sebagai hamba Tuhan yang bersungguh-sungguh ia "berusaha meyakinkan
  orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani" tentang Injil (Kisah Para
  Rasul 18:4).

  "Berusaha meyakinkan" Injil kepada orang lain merupakan usaha untuk
  mengomunikasikan firman Tuhan kepada orang lain. Allah sudah
  menyediakan Injil yang berkuasa mengubah hati orang. Kita tinggal
  mengomunikasikan Injil itu kepada orang lain. Kalau Injil itu
  sampai, hati orang akan berubah; bukan karena usaha kita, tetapi
  karena kuasa Firman itu.

  PENGERTIAN

  Kalau Si Andi dan Si Susi sedang bercakap-cakap, kita akan
  berkomentar bahwa mereka sedang berkomunikasi. Pengertian yang
  sederhana ini membuat kebanyakan orang beranggapan bahwa semua orang
  dapat berkomunikasi tanpa diajar dan tanpa belajar.

  Sebenarnya, istilah komunikasi dalam bahasa Latin (comunicare)
  berarti "kesamaan". Berkomunikasi berarti kedua pihak ikut terlibat
  di dalam usaha mencari kesamaan. Dengan demikian, komunikasi itu
  lebih dari sekadar berkhotbah, berceramah, berbicara, dan
  sebagainya.

  Kesamaan itu dapat berupa rasa kesamaan daerah atau suku, juga rasa
  sepenanggungan, seperasaan, sepikir, sehati, sejenis. Kesamaan
  tersebut akan membesar jika keduanya berusaha memahami latar
  belakang keluarga, budaya, dan pendidikan masing-masing. Semakin
  besar kesamaan di antara dua orang yang berkomunikasi, semakin
  memungkinkan keduanya untuk efektif dalam berkomunikasi. Dapat
  dikatakan bahwa kesamaan itu merupakan jembatan komunikasi.

  Kekeliruan kita di dalam berkomunikasi ialah mengabaikan partisipasi
  pihak lain. Kita sering merasa tidak perlu untuk memahami orang
  lain; yang penting bahwa "kabar baik" ini harus didengar. Benar,
  bahwa firman Tuhan itu harus didengar, tetapi bagaimana mereka
  mendengar jika pengomunikasiannya sudah salah, yakni tidak
  memperhitungkan pihak lain!

  Pengomunikasian Injil tanpa memperhitungkan pihak "pendengar`
  adalah suatu pemaksaan yang kadang-kadang berbentuk manipulasi.
  Yesus adalah komunikator yang agung. Ia memahami keadaan manusia
  (Yohanes 2:25). Ia, tahu setiap orang adalah berdosa dan membutuhkan
  Juruselamat (Lukas 5:30-32). Yesus berjalan bersama dengan orang-
  orang berdosa, berbicara dengan mereka, dan ikut merasakan apa yang
  mereka rasakan. Ia mendatangi orang-orang itu di pinggir jalan, di
  ladang, di pesta pernikahan. Ia betul-betul mengenal audience-Nya.

  AUDIENCE ORIENTED

  Dr. Charles H. Craft, mahaguru di bidang Antropologi dan Komunikasi
  Antarbudaya dari Fuller Theological Seminary, Amerika Serikat,
  mengemukakan bahwa Alkitab kita tidak hanya berisi berita yang baik
  dan menyelamatkan, tetapi juga berisi metode penyampaian berita itu.
  Allah tidak hanya memikirkan apa yang harus disampaikan tetapi juga
  metode untuk menyampaikannya.

  Kita sering terjebak ke dalam "message oriented". Kita mengutamakan
  berita itu dengan beranggapan bahwa firman Tuhan adalah seperti
  pedang yang bisa mengoyakkan hati orang ketika mendengarkannya.
  Memang keyakinan kita yang demikian tidaklah salah, namun kalau
  hanya memandang demikian, kita menjadi berat sebelah.

  Kedatangan Yesus ke dalam dunia merupakan metode Allah untuk
  berkomunikasi dengan manusia. Allah mempunyai berita, pesan, firman
  yang harus disampaikan kepada manusia. Tetapi Ia juga tidak
  mengabaikan metode penyampaiannya. Cara Tuhan menyampaikan firman
  kepada manusia pun beraneka ragam. Kepada Adam dan Hawa, Allah
  menyampaikan perintah-Nya dengan suara yang jelas. Kepada Raja Daud,
  Allah menegur melalui Nabi Natan dengan sindiran yang tegas dan
  keras. Kepada orang banyak, Yesus banyak menyampaikan perumpamaan-
  perumpamaan. Dan itu baru sebagian dari cara Tuhan kita
  berkomunikasi.

  Tetapi di balik semua metode yang kreatif itu, Yesus memulai dari
  pengenalan dan pemahaman mengenai manusia yang dihadapi-Nya. Berita
  yang disampaikan-Nya selalu berorientasi kepada kebutuhan audience-
  Nya. Perhatikanlah bagaimana Ia mendekati perempuan Samaria
  sebagaimana yang dikisahkan dalam kitab Injil Yohanes pasal 4. Yesus
  tidak mulai dengan "message" atau berita atau firman yang hidup itu.
  Memang Kabar Baik itulah yang menjadi kebutuhan utama wanita Samaria
  tersebut. Itu juga yang menjadi kebutuhan yang sebenarnya (real
  need) dari manusia. Tetapi dalam pendekatan-Nya, Yesus mulai dengan
  apa yang dirasakan (felt need) perempuan Samaria itu. "Berilah Aku
  minum" adalah kata-kata pembukaan Yesus ketika Ia mendekati
  perempuan Samaria itu pada waktu terik matahari di pinggir sumur
  Yakub. Kalimat itu tidak sekadar menyatakan bahwa Yesus membutuhkan
  air minum, tetapi kata-kata itu bisa juga berarti "Aku mau
  bersahabat denganmu". Ungkapan ini sungguh menggetarkan hati
  perempuan Samaria itu. Sebab baginya tidak mungkin seorang Yahudi
  mengungkapkan kata-kata seperti yang Yesus ucapkan kepada seorang
  Samaria.

  Pendekatan Yesus kepada perempuan Samaria langsung menyentuh
  kebutuhannya. Rupanya wanita Samaria itu merasa tertolak oleh kaum
  Yahudi yang, sebagaimana kebanyakan kita, tidak senang dengan sikap
  penolakan oleh orang lain. Manusia membutuhkan penerimaan dan
  pengakuan orang lain. Ia akan merasa tidak aman kalau ditolak. Nah,
  Yesus mengetahui keadaan ini. Karena itu, Ia mulai dengan suatu
  sikap bersahabat, "Berilah Aku minum."

  Komunikasi dikatakan sukses bila pihak lain (dalam hal ini pendengar
  atau audience, ada juga yang mengistilahkannya dengan komunikan),
  mengerti maksud kita sebagai pembawa pesan (komunikator) dan
  bertindak sesuai dengan keinginan kita terhadapnya. Namun untuk
  sampai kepada taraf itu, kita harus mulai memahami kebutuhan
  audience.

  Bahan diambil dan diedit dari sumber:
  Judul majalah: Sahabat Gembala, Juli 1992
  Judul artikel: Komunikasi yang Efektif Dalam Pelayanan
  Penulis      : Yopie F.M Buyung
  Penerbit     : Yayasan Kalam Hidup, Bandung
  Halaman      : 65 - 68

______________________________________________________________________
SUMBER MISI

ASSEMBLIES OF GOD WORLD MISSIONS
==>     http://worldmissions.ag.org/resources/resources.cfm        [1]
==>     http://worldmissions.ag.org/articles/articles_index.cfm    [2]
==>     http://worldmissions.ag.org/resources/videos_index.cfm     [3]
==>     http://worldmissions.ag.org/downloads/downloads.cfm        [4]
  Tim World Missions mengembangkan bahan-bahan bermutu untuk membantu
  Anda mengomunikasikan misi kepada orang-orang yang Anda layani. Di
  antara bahan-bahan yang tersaji, Anda dapat menemukan bahan-bahan
  misi bagi orang dewasa, anak muda, dan anak-anak. Di situs ini, Anda
  dapat menemukan apa apa saja yang Anda butuhkan untuk mengenalkan
  misi ke gereja Anda [1].

  Sejak 1914, Assemblies of God sudah berada di garis depan dalam
  memberitakan Injil dengan sangat luas kepada orang-orang di segenap
  penjuru dunia, dan orang percaya di Amerika sudah aktif terlibat
  dalam proses mengirimkan pekerja. Saat ini, tugas Assemblies of God
  adalah melanjutkan visi yang sama - menjangkau dunia yang terhilang
  dengan Kabar Baik tentang Kristus. Lewat situs ini, Assemblies of
  God berusaha menolong Anda memotivasi orang-orang percaya untuk
  berpartisipasi dalam dunia misi.

  Situs ini juga menyajikan artikel-artikel misi yang lama dan
  baru [2]. Bahkan Anda dapat berkunjung ke halaman yang menyajikan
  video-video misi berisi khotbah dan presentasi [3]. Anda juga
  diperkenankan untuk mengunduh (download) sumber-sumber yang tersaji
  dalam situs ini [4].

MISSION FRONTIERS
==>  http://www.missionfrontiers.org/
  Mission Frontiers, penggerak sekaligus sebagai sumber misi,
  menerbitkan sebuah majalah dua bulanan dengan nama yang sama. Situs
  misi ini didedikasikan untuk membantu pergerakan dunia dalam
  melakukan perintisan gereja di antara 10.000 suku terabaikan yang
  ada di dunia secepatnya.

  Dengan lebih dari 120.000 pendaftar di 150 negara, Mission Frontiers
  menjadi publikasi yang paling luas dibanding publikasi sejenisnya.
  Fokus mereka adalah menolong orang-orang yang percaya di seluruh
  dunia dalam memberitakan Injil Kristus kepada setiap orang dan
  seluruh bangsa, seperti yang tertulis dalam Wahyu 5:9 dan 7:9.

  Situs ini mengundang Anda untuk bergabung bersama mereka untuk
  memberitakan firman Tuhan di antara bangsa-bangsa. Tergerak untuk
  berkunjung?

______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA

I R A N
  Iran -- Harga minyak turun sampai 70 dolar per barel setelah
  presiden Iran menyambut proposal untuk menurunkan ketegangan krisis
  nuklir Teheran. Banyak orang Kristen menunjuk program 40 Hari Doa
  dan Puasa bagi Iran, yang saat ini masih berlangsung, sebagai
  penyebab perubahan ini. Evangelis Sammy Tippit ikut berpartisipasi
  dalam even ini. "Satu alasan, yakni saya yakin bahwa senjata
  terampuh yang kita miliki untuk dapat memengaruhi bangsa-bangsa dan
  membawa Injil perdamaian kepada dunia adalah doa. Ketika kita mulai
  datang ke hadirat-Nya dan berseru kepada Dia, sesuatu akan terjadi.
  Saya tidak tahu semua penjelasan teologis mengenai itu, saya hanya
  tahu bahwa sesuatu pasti terjadi." Dan sesuatu memang benar-benar
  terjadi, terutama lewat siaran televisi satelit Tippit. "Di Iran,
  kami mengetahui bahwa di beberapa tempat ada kelompok-kelompok
  masyarakat yang telah datang kepada Kristus lewat pelayanan kami,
  dan hasilnya mereka telah membentuk gereja-gereja rumah. Namun,
  bersamaan dengan itu hukuman terhadap mereka juga semakin intensif
  dilakukan." Tippit juga memimpin sebuah konferensi kepemimpinan
  untuk orang Kristen di Persia.
  [Sumber: Mission Network News, Juni 2006]
  Pokok Doa:
  ----------
  * Mari kita bersatu hati dalam doa, agar iman percaya saudara-
    saudara kita di Iran makin diteguhkan meskipun mereka berada dalam
    masa penganiayaan. Bantu juga orang-orang percaya baru agar mereka
    tetap berpegang pada iman mereka dalam doa.
  * Doakan agar Roh Allah terus bekerja di Iran, membukakan hati dan
    pikiran mereka untuk mencari kebenaran yang kekal. Mohonkan juga
    keberanian dari Allah sehingga mereka yang sudah percaya berani
    mendeklarasikan iman mereka.

I N T E R N A S I O N A L
  Internasional -- Perhatian jutaan penggemar olahraga di seluruh
  dunia saat ini sedang sama-sama ditujukan pada satu hal, Piala
  Dunia. Dengan merebaknya demam Piala Dunia di mana-mana, Chris
  Nogueira dari American Tracts Society mengatakan bahwa mereka sedang
  memproduksi sebuah traktat berjudul "Piala Dunia Sepak Bola 2006,
  Siapa yang akan Menang?" "Traktat ini pada dasarnya dicetak di tujuh
  negara di dunia - Meksiko, Brasil, Kolombia, Paraguay, Spanyol,
  Jerman, dan Italia. Dan kami telah membuat antisipasi dengan
  mencetak 270.000 traktat." Nogueira menambahkan bahwa pesan yang
  terkandung di traktat itu tidak hanya tentang Piala Dunia saja. "Di
  dalamnya sebenarnya ada pesan-pesan penginjilan. Ini tentang
  kemenangan; bukan hanya menang dalam pertandingan bola, namun menang
  dalam pertandingan kehidupan. Dalam sebuah pertandingan bola tidak
  ada yang menjamin orang bisa menang, namun Anda pasti akan menang
  dalam pertandingan kehidupan asal Anda percaya kepada Kristus."
  Traktat itu telah digunakan oleh banyak organisasi misi dan gereja
  untuk pelayanan outreach.
  [Sumber: Mission Network News, Juni 2006]
  Pokok Doa:
  ----------
  * Banyak anak-anak Tuhan di tujuh negara tadi memanfaatkan even
    Piala Dunia ini sebagai sarana penginjilan. Mari berdoa agar
    mereka diberikan hikmat kebijaksanaan dan penuh dengan kasih
    ketika membagikan Kabar Sukacita, khususnya para pekerja dari
    American Tract Society.
  * Doakan agar traktat-traktat yang dibagikan dapat menjawab
    pertanyaan-pertanyaan setiap orang yang selama ini mencari dan
    bertanya-tanya tentang tujuan dalam hidup mereka maupun setelah
    kematian, berdoa agar mereka dapat meraih kemenangan hidup
    bersama Tuhan Yesus.

M Y A N M A R
  Myanmar -- Berita terkini dari Myanmar. Pemerintah militer negara
  itu terus melakukan tekanan kepada golongan agama dan suku-suku
  minoritas. Banyak orang Kristen meninggalkan rumah mereka karena
  takut akan penganiayaan itu. Todd Nettleton dari Voice of the
  Martyrs mengatakan bahwa situasi itu nampak sangat menakutkan bagi
  gereja-gereja yang ada. "Kami datang kepada orang Kristen setempat
  untuk mendengarkan cerita-cerita mereka dan berbicara dengan mereka
  -- pada dasarnya untuk bertanya pada mereka, `bagaimana kami bisa
  membantu kalian, apa yang kalian butuhkan?` Diadakan juga seminar
  pelatihan untuk memperlengkapi para pendeta, pemimpin Kristen dan
  membuat mereka siap untuk menghadapi penganiayaan yang terjadi di
  sana." Secara spesifik, dukungan dari gereja Tuhan di seluruh dunia
  terus mengalir untuk mendorong mereka yang terlibat dalam pelayanan.
  "Saya rasa kita dapat berdoa, terutama untuk para pemimpin gereja
  yang harus menghadapi tantangan ini, menghadapi aniaya, juga untuk
  hikmat. Kita juga perlu mendoakan negara itu agar ada kebebasan
  beragama, juga supaya orang Kristen di sana dapat semakin kuat
  imannya, tak peduli bagaimanapun kebebasan yang mereka punya."
  [Sumber: Mission Network News, Juni 2006]
  Pokok Doa:
  ----------
  * Mari tundukkan hati dan berdoa bagi saudara-saudara kita di
    Myanmar yang mengalami penganiayaan, kita berdoa agar mereka tetap
    teguh bertahan dalam masa-masa penganiayaan dan bersandar pada
    Kristus, satu-satunya penyelamat hidup. Mohonkan juga agar ada
    kebebasan beragama dalam negara ini.
  * Bawalah dalam doa seminar-seminar yang diadakan untuk
    memperlengkapi para hamba Tuhan di sana. Berdoalah agar mereka
    kuat menghadapi penganiayaan dan beroleh hikmat dalam bertindak
    dan berbicara di luar keadaan sulit yang mereka hadapi.

______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA

                   BANJIR DI SINJAI, SULAWESI SELATAN
                   ==================================

  Jumlah korban tewas akibat banjir dan tanah longsor di empat
  kabupaten di Sulawesi Selatan sampai saat ini sudah lebih dari 200
  orang. Korban tewas terbanyak di Kabupaten Sinjai, lebih dari 120
  orang. Lalu Bulukumba dan Jeneponto. Sebagian lokasi bencana,
  terutama di Kabupaten Sinjai, masih terisolasi akibat jalan
  tertimbun material longsor. Sementara di Kabupaten Jeneponto masih
  ada puluhan orang yang belum diketahui nasibnya. Warga mengungsi ke
  tempat yang dinilai lebih aman, namun mereka tetap diliputi
  kecemasan. Di Jakarta, Mensos mengemukakan, dana taktis Depsos untuk
  penanganan bencana alam tahun 2006 hampir habis terpakai karena
  bencana datang susul-menyusul.
  Sumber: KOMPAS, Kamis, 22 Juni 2006

  Pokok Doa:
  ----------
  * Berdoa untuk para korban agar diberikan ketabahan dalam menghadapi
    bencana ini.

  * Doakan agar akses menuju ke lokasi dapat kembali lancar, agar
    material-material yang terbawa banjir dapat segera disingkirkan/
    dibersihkan. Berdoalah agar setiap orang yang mengerjakan
    pembersihan ini beroleh kekuatan dan kesehatan.

  * Doakan para warga korban banjir agar beroleh kesehatan selama
    berada di pengungsian. Doakan kebutuhan makanan mereka.

  * Doakan juga kebutuhan dana yang diperlukan oleh pemerintah untuk
    daerah-daerah yang terkena bencana alam, dalam hal ini Kabupaten
    Sinjai dan sekitarnya, agar tersedia alokasi yang cukup untuk
    membantu para korban. Doakan juga agar banyak yang hati terbuka
    untuk membantu para korban dan supaya tak ada kecurangan dalam
    pendistribusiannya.

______________________________________________________________________
SURAT ANDA

  >From: Werner & Else Jahnke <immanuel(at)xxxx>
  >Dear e-JEMMi,
  >Salam sejahtera dalam Nama TUHAN Yesus kita.
  >Kami mengucapkan banyak terima kasih atas kiriman e-JEMMi edisi 09-
  >,23, kami khusus berterima kasih atas penjelasan tentang gerakan
  >EthnÍ to EthnÍ dengan sasaran, bahwa semua suku terabaikan dalam
  >dunia ini akan diselamatkan. Dalam dalam web-site
  >http://www.ethne.net/
  >juga ada satu link bahasa Indonesia:
  >http://www.ethne.net/Resources/in
  >Semoga TUHAN memberkati seluruh pelayanan Yayasan Sabda.
  >Teriring salam dan doa kami
  >Werner dan Else Jahnke

  Redaksi:
  Puji Tuhan review situs yang kami tampilkan menjadi berkat bagi
  Bapak dan Ibu. Terima kasih juga untuk info situs EthnÍ to EthnÍ
  dalam bahasa Indonesia. Terima kasih untuk dukungannya, kiranya
  Tuhan memberkati pelayanan bapak dan ibu juga.

______________________________________________________________________
URLS Edisi Ini

Mission Network News              http://www.missionnetworknews.org/
New Mission Tribes                               http://www.ntm.org/
______________________________________________________________________

Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
   (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
    mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi
(sebagai penerbit bahan-bahan tersebut dalam bahasa Indonesia). Thanks
______________________________________________________________________
                   Staf Redaksi: Lisbet, Ary, Endah
  Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2006 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
  Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Staf e-MISI dan Staf Redaksi    :           < staf-misi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan              :   < subscribe-i-kan-misi(at)xc.org >
Untuk berhenti                  : < unsubscribe-i-kan-misi(at)xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan    :       < owner-i-kan-misi(at)xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi        :           http://www.sabda.org/misi/
Arsip e-JEMMi                   : http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA                      :           http://www.sabda.org/ylsa/
Situs SABDA Katalog             :            http://katalog.sabda.org/
______________________________________________________________________

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org