Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/misi/2006/19

e-JEMMi edisi No. 19 Vol. 09/2006 (10-5-2006)

Marianna Slocum


                                                 Mei 2006, Vol.9 No.19
******************************  e-JEMMi  *****************************
                   (Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
**********************************************************************
** SEKILAS ISI **

 <*> EDITORIAL
 <*> TOKOH MISI         : Marianna Slocum
 <*> SUMBER MISI        : Misi One (Overseas National Evangelism),
                          10/40 Window
 <*> DOA BAGI MISI DUNIA: Ghana, Korea Utara, Papua Nugini
 <*> DOA BAGI INDONESIA : Keluarga Kristen
 <*> SURAT ANDA         : Ucapan Terima Kasih
______________________________________________________________________

             "CHANGE MATTERS OF CARE TO MATTERS OF PRAYER"
______________________________________________________________________
** EDITORIAL **

  Salam kasih,

  "Tidak akan ada keberhasilan tanpa penderitaan", demikian kata
  pepatah. Demikian pun juga Kristus memberikan perintah untuk memikul
  salib sebagai syarat untuk menjadi murid-Nya. e-JEMMi kali ini
  sengaja mengangkat kesaksian seorang figur misionaris wanita yang
  hidupnya banyak diwarnai dengan berbagai perjuangan dan tantangan
  karena mengabarkan Injil bagi Kristus. Dia adalah Marianna Slocum.
  Meski kisah ini telah terjadi sekitar lima puluh tahun yang lalu,
  namun pengalaman Marianna dan pergumulan yang harus ia hadapi di
  antara masyarakat suku di wilayah Meksiko ini tetap layak untuk kita
  refleksikan dalam memaknai panggilan kita untuk melaksanakan Amanat
  Agung-Nya.

  Tak lupa lewat sajian Doa Misi, kami terus mengajak Anda untuk
  selalu bergiat dalam doa bagi pekerjaan misi yang sedang terjadi di
  berbagai belahan bumi. Cermati pula informasi-informasi tentang
  dunia misi lewat kolom Sumber Misi yang tetap setia kami sajikan di
  publikasi ini. Selamat menikmati!

  Staf Redaksi e-JEMMi,
  Ary
______________________________________________________________________
** TOKOH MISI **

                            MARIANNA SLOCUM
                            ===============

  Marianna dibesarkan di Philadelphia, di mana ia menyelesaikan
  kuliahnya untuk kemudian mengambil kursus di Sekolah Alkitab
  Philadelphia. Ayahnya adalah seorang profesor dan penulis yang
  produktif. Meski demikian, kecintaan Marianna pada bahasa dan
  menulis tampaknya memang muncul secara alamiah. Ketika baru mulai
  menjadi mahasiswi, ia merasa bahwa Tuhan menuntunnya untuk terlibat
  dalam pelayanan penerjemahan bahasa suku. Ketika lulus, ia mengikuti
  Camp Wycliffe dan bergabung dengan pelayanan Wycliffe Bible
  Translation pada musim panas tahun 1940. Tugas pertamanya adalah
  menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa suku Chol yang tinggal di
  ujung selatan wilayah Chiapas di Meksiko. Jarak wilayah tersebut
  hanya satu hari mendaki ke wilayah suku Tzeltal tempat Bill Bentley,
  seorang pemuda yang pernah dikenal Marianna di Camp Wycliffe,
  mengerjakan proyek terjemahan juga.

  Pada bulan Pebruari 1941, Bill dan Marianna bertunangan dan pada
  musim panas berikutnya mereka kembali ke Amerika Serikat untuk
  merencanakan sebuah upacara pernikahan sederhana. Sejauh ini kisah
  asmara mereka memang seperti sebuah dongeng. Namun, semuanya
  berakhir dengan tragis pada 23 Agustus, enam hari sebelum hari
  pernikahan mereka. Bill meninggal dunia ketika tidur, diperkirakan
  akibat serangan penyakit jantung yang tak pernah ia ketahui selama
  bertahun-tahun. Setelah pemakamannya di Topeka, Kansas, Marianna
  pergi ke Camp Wycliffe dan berniat untuk mengambil alih kelanjutan
  proyek penerjemahan bahasa Tzelta yang ditinggalkan Bill.

  Marianna berangkat ke Mexico sendirian. Namun, tak lama kemudian ia
  disusul oleh seorang penerjemah wanita dan mereka tinggal bersama
  dalam satu kamar di sebuah rumah perkebunan kopi milik seorang warga
  Jerman yang dulu juga pernah ditempati Bill saat masih bekerja
  bersama kelompok suku Tzelta. Tahun-tahun awal pelayanannya menjadi
  masa yang cukup berat bagi Marianna. Mereka terutama berurusan
  dengan orang-orang Indian yang masih mempunyai kebiasaan bermabuk-
  mabukan, berkelahi, dan secara terang-terangan menunjukkan
  ketidaksukaannya atas kehadiran dua wanita Amerika itu. Setelah
  beberapa saat, rekan pertama Marianna pergi dan digantikan oleh
  rekan-rekan sementara yang datang dan pergi sampai pada tahun 1947,
  ketika Florence Gerdel, seorang perawat, datang membantu untuk
  sementara waktu. Namun akhirnya, ia malah menetap di wilayah itu
  lebih dari dua puluh tahun.

  Bagi Marianna dan Florence, tugas-tugas mereka terlihat tak mungkin
  diatasi. Setiap hari Marianna berjuang keras mengatasi kesulitan
  berbahasa, sementara Florence berjuang menghadapi alkohol,
  ketidakkudusan hidup, takhyul, dan kuasa roh jahat dari dukun-dukun
  setempat. Dari semua usaha yang mereka lakukan, hanya ada sedikit
  tanda yang menunjukkan kesuksesan. Hampir tujuh tahun berlalu
  sebelum seorang Indian suku Tzeltal -- anak seorang dukun --
  menyatakan iman pertobatannya kepada umum. Kesaksiannya tersebut
  diuji juga dengan adanya penganiayaan yang diikuti oleh pertobatan
  warga yang lain hingga hampir mencapai 100 orang di Desa Corralito.
  Kebaktian Minggu mulai diadakan dan segera diikuti oleh ratusan
  orang Indian dari berbagai penjuru wilayah. Tidak ada yang bisa
  menghalangai kerinduan mereka untuk beribadah meskipun ada hujan
  deras yang mengakibatkan jalan berlumpur dan arus deras yang
  mempersulit perjalanan.

  Tanggal 6 Agustus 1956 menjadi hari yang paling menggembirakan bagi
  Marianna dan lebih dari 1000 orang Kristen suku Tzeltal. Sebuah
  pesawat kuning milik MAF (Mission Aviation Fellowship) mendarat
  dengan membawa kiriman pertamanya yang sangat berharga, yaitu edisi
  pertama kitab Perjanjian Baru dalam bahasa Oxchuc, bahasa suku
  Tzeltal. Kebaktian ucapan syukur segera diadakan. Lalu para orang
  Indian berbaris untuk mendapatkan salinan firman Tuhan dalam bahasa
  mereka. Hari itu adalah puncak pelayanan dari lima belas tahun
  kesepian dan kesulitan yang selama ini dialami Marianna yang tentu
  saja menjadi hari yang terindah dalam hidup Marianna.

  Setelah menyelesaikan penerjemahan kitab Perjanjian Baru dan
  Perjanjian Lama, Marianna tahu bahwa pelayanannya dengan orang
  Tzeltal sudah selesai. Gereja telah berdiri di bawah kepemimpinan
  lokal dan Florence mulai mengubah arahnya ke pelayanan kesehatan
  bagi orang-orang Indian yang ia latih. Tersebutlah sebuah kelompok
  suku Tzeltal lainnya, orang Bachajon yang tinggal di tengah hutan,
  yang belum mengenal bahasa tulisan. Pada April 1957, setelah sebuah
  penerbangan singkat bersama MAF dan 6 jam mendaki, sekali lagi
  Marianna dan Florence mendapati diri mereka di tengah budaya yang
  sangat berbeda dan asing. Mereka pun seperti kembali ke awal lagi.

  Pengalaman menerjemahkan yang telah dimiliki Marianna mempercepat
  proses penerjemahan yang kedua ini. Pada tahun 1965, hanya delapan
  tahun setelah kedatangan mereka, sekali lagi mereka membagikan kitab
  Perjanjian Baru bahasa Bachajon sebagai batu peringatan dalam
  pelayanan mereka. Penerjemahan itu bukan satu-satunya yang mereka
  kerjakan. Florence mengadakan pelayanan kesehatan dan melatih
  asisten-asisten medis dari penduduk setempat. Kemajuan pesat juga
  terjadi dalam hal penginjilan. Ketika salinan terjemahan Perjanjian
  Baru itu tiba, orang-orang Kristen yang berasal dari empat puluh
  kongregasi lebih -- beberapa di antaranya berasal dari wilayah yang
  sangat jauh -- datang untuk menjumpai pilot MAF. Tangisan bahagia
  mewarnai kedatangan salinan kitab Perjanjian Baru tersebut dan
  banyak orang antri untuk mendapatkannya.

  "Berapa harga sebuah kitab itu?" Inilah pertanyaan yang berulang
  kali muncul dari orang-orang Indian yang sedang antri. Harga 17,5
  peso tentu adalah jawaban atas pertanyaan mereka, namun harga yang
  sebenarnya tidak dapat diukur dengan uang. Kesepian, kesakitan,
  ketidakramahan, kehidupan yang primitif, pengorbanan hidup
  pernikahan, dan keluarga adalah harga yang harus dibayar selama
  proses penerjemahan kitab Perjanjian Baru bahasa Bachajon itu. Harga
  yang sungguh mahal, namun telah dibayar Marianna dengan sukacita.
  Dan ketika pekerjaannya dengan orang Bachajon selesai, sekali lagi
  ia dan Florence memulai hal yang sama di wilayah Pegunungan Andes
  Selatan, Columbia. (t/Ary)

  Bahan diterjemahkan dan diringkas dari sumber:
  Judul Buku         : From Jerusalem To Irian Jaya
  Judul Artikel Asli : Marianna Slocum
  Penulis            : Ruth A. Tucker
  Penerbit           : Zondervan, Amerika, 1983
  Halaman            : 360 - 363

______________________________________________________________________
** SUMBER MISI **

 MISI ONE (OVERSEAS NATIONAL EVANGELISM)
==>     http://www.mission1.org/
  Misi ONE berdedikasi untuk menggerakkan gereja-gereja dalam
  kerjasamanya dengan misionaris nasional. Fokusnya adalah kelompok
  bangsa yang belum terjangkau, termasuk melayani orang yang miskin
  dan tertindas. Di dalam situsnya, Anda bisa membaca seminar
  Operation World View yang telah diadakan dan pelayanan wanita ONE
  (menolong wanita di seluruh dunia untuk melihat kehidupan mereka
  dalam Tuhan). Selain itu, Anda juga dapat men-download pelajaran
  Alkitab, artikel misi, dan sumber-sumber lain untuk menghubungkan
  gereja lokal Anda dengan misionaris di seluruh dunia.

 10/40 WINDOW
==>     http://home.snu.edu/~hculbert/1040.htm                     [1]
==>     http://www.gmi.org/products/1040_g.pdf                     [2]
==>     http://home.snu.edu/~hculbert/access.htm                   [3]
==>     http://home.snu.edu/~hculbert/reach.htm                    [4]

  Kebanyakan kelompok masyarakat yang masih belum dijangkau oleh Injil
  tinggal di wilayah yang membentang dari Afrika ke Asia[1]. Luis
  Bush, seorang ahli strategi misi Kristen adalah orang pertama yang
  mulai menamai daerah berbentuk bujur sangkar ini dengan istilah
  "Jendela 10/40". Ia memakai nama yang mudah diingat itu untuk
  mendeskripsikan wilayah yang membentang sepanjang Afrika sampai Asia
  di garis 10 derajat lintang utara dekat khatulistiwa sampai dengan
  40 derajat lintang utara khatulistiwa[2].

  Kebanyakan orang yang belum dijangkau di wilayah itu tidak akan
  pernah mendengarkan Injil jika tidak segera diadakan perubahan.
  Bryant Myers dari World Vision memerkirakan bahwa sejauh ini baru
  1,25% dari organisasi-organisasi misi Kristen saja yang melakukan
  pekerjaan misinya di Jendela 10/40. Metode penginjilan secara
  terbuka memang sulit dan bahkan mustahil untuk dilakukan di banyak
  negara Jendela 10/40[3].

  Baca juga apa yang dikatakan Phil Bogosian tentang 66.000 orang yang
  kini bisa mati setiap hari tanpa pernah mengetahui Kristus sama
  sekali[4].

______________________________________________________________________
** DOA BAGI MISI DUNIA **

* G H A N A
  Setelah delapan tahun menjalani penderitaan hidup sebagai budak di
  tempat pemujaan berhala trokosi di Ghana, Afrika Barat, seorang
  wanita muda bernama Esther akhirnya terlepas dari ikatannya.
  Melalui pelayanan Every Child Ministries, Tuhan telah memberikan
  pemulihan dan transformasi. Belakangan, Lorella Rouster, seorang
  anggota ECM mengatakan bahwa mantan budak ini telah mengakibatkan
  perubahan dalam hidup orang lain. "Saat orang-orang melihatnya,
  mereka segera mengetahui bahwa dulunya dia adalah seorang budak di
  tempat pemujaan. Namun, mereka juga akan mengetahui bahwa sekarang
  dia telah menerima Kristus. Jadi, hal ini membawa dampak yang cukup
  besar."  Every Child membantu Esther untuk meneruskan pendidikannya
  di sekolah menengah akhir dan mendapatkan pelatihan pengajaran
  Alkitab nonformal. Rouster mengatakan bahwa ia mempraktikkan
  pelajaran Alkitab yang ia dapat dengan cara yang baik. "Sekarang ia
  menjadi seorang diaken di gereja lokalnya dan mengajar sekolah
  Minggu. Selain itu, ia juga membawa orang tuanya yang dulunya
  penyembah berhala kepada Kristus. Saat ini ia juga telah menjadi
  staf Every Child Ministries dan melayani sebagai konselor dan
  pengajar Alkitab bagi budak-budak lainnya."
  [Sumber: Mission Network News, April 2006]
  Pokok Doa:
  ----------
  * Mengucap syukur untuk pelayanan yang dilakukan oleh Every Child
    Ministries di Ghana. Kiranya Roh Kudus selalu menyertai pelayanan
    mereka sehingga makin banyak orang yang datang untuk mengenal
    Kristus melalui pelayanan mereka.
  * Doakan supaya melalui pelayanan yang dilakukan oleh ECM gereja-
    gereja lokal di Ghana lebih memerhatikan kebutuhan rohani anak-
    anak Ghana dan budak-budak yang belum percaya karena mereka
    berharga di mata Tuhan.

* K O R E A  U T A R A
  Open Doors World Watch List 2006 sekali lagi menempatkan Korea Utara
  di peringkat teratas negara-negara yang paling banyak menganiaya
  orang Kristen. Untuk menanggapi track record atas HAM yang buruk
  itu, Open Doors meluncurkan kampanye doa North Korea Freedom Week
  yang sekarang telah menginjak hari kedua. Momen ini juga bertepatan
  dengan kunjungan tim dari Cina ke Amerika Serikat. Carl Moeller
  mengatakan bahwa Cina dapat menekan Korea Utara untuk melakukan
  reformasi. "Orang Kristen di Korea Utara menghadapi situasi sulit
  sebab jika mereka ingin beribadah sesuai keyakinannya, mereka harus
  melakukannya dengan sembunyi-sembunyi karena jika tertangkap bukan
  hanya mereka yang akan dikirim ke kamp pekerja namun tiga generasi
  keluarganya juga bisa bernasib serupa." Moeller mengatakan bahwa
  kampanye keprihatinan itu dimaksud untuk mendorong gereja-gereja
  untuk membantu dengan berdoa bagi Korea Utara. "Pemerintah Korea
  Utara, dalam arti kata sebenarnya, adalah pemerintah yang kejam,
  sehingga pantas untuk menjadi fokus doa bagi semua komunitas Kristen
  dan terutama untuk berdoa bagi para saudara seiman kita disana yang
  harus menderita karena iman mereka kepada Kristus."
  [Sumber: Mission Network News, April 2006]
  Pokok Doa:
  ----------
  * Umat percaya di Korea Utara mengalami penderitaan yang luar biasa.
    Oleh karena itu, mari kita terus mendoakan saudara-saudara kita di
    sana agar tetap kuat dan bersabar di tengah-tengah penganiayaan
    yang mereka alami serta tetap teguh dalam iman percaya mereka.
  * Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya! Mari berdoa agar
    suatu hari kelak pintu penginjilan di negara ini terbuka. Doakan
    juga agar Roh Kudus bekerja di hati para pemerintah; menerangi dan
    membuka hati mereka pada Kebenaran yang sesungguhnya.

* P A P U A  N U G I N I
  Hoskins, Papua Nugini: Kesulitan hidup yang dialami selama sebelas
  tahun berada di antara orang Maleu tidak dapat dibandingkan dengan
  sukacita yang didapat saat mendengarkan orang-orang percaya di Maleu
  memuji Tuhan untuk kasih dan pengampunan-Nya pada mereka. Misionaris
  Matt dan Angie Hall sampai berlinang air mata ketika mendengarkan
  semuanya itu di acara penghormatan dan perpisahan mereka. Pasangan
  Hall itu meninggalkan ladang pelayanannya tidak dengan tangan
  kosong. Pada bulan Maret, lima orang -- Keituku, Kewaka, Kaluvia,
  Narol, dan Poipoi -- secara resmi telah ditunjuk untuk memimpin
  gereja yang sedang berkembang. Orang-orang tersebut telah dengan
  setia terlibat dalam kepemimpinan gereja selama beberapa tahun.
  "Kami sangat bersyukur bahwa Tuhan telah membangkitkan para orang
  Kristen yang Injili, yang mampu berjalan bersama Dia, dan tidak lagi
  bergantung pada kami," tulis pasangan itu. Matt masih melanjutkan
  pekerjaannya menerjemahkan Alkitab dalam bahasa Maleu. Galatia,
  Efesus, dan Kolose akan segera sampai di tangan orang-orang itu.
  Pengecekan penerjemahan kitab-kitab itu dijadwalkan akan dilakukan
  pada pertengahan Mei dan pasangan Hall ingin melihat versi cetak
  kitab-kitab tersebut sebelum mereka pergi untuk melanjutkan tugas
  rumah mereka. Minggu ini, Matt akan menemani beberapa misionaris
  yang baru saja datang untuk mengunjungi suku Akolet. Mereka ingin
  melihat kemungkinan diadakannya pelayanan di antara masyarakat ini.
  Ketika kembali ke Papua Nugini, mereka berencana untuk tinggal di
  Hoskins dan melanjutkan penerjemahan Alkitab serta menyiapkan lebih
  banyak lagi pengajaran Alkitab bagi bangsa Maleu.
  [Sumber: New Tribes Mission, April 2006]
  Pokok Doa:
  ----------
  * Doakan agar pemimpin-pemimpin yang telah ditunjuk tersebut tetap
    teguh dalam imannya, juga agar gereja Maleu dapat bertumbuh di
    bawah kepemimpinan mereka.
  * Doakan rencana dan persiapan pasangan tim NTM ini untuk
    melanjutkan penerjemahan Alkitab serta menyiapkan lebih banyak
    lagi pengajaran Alkitab bagi bangsa Maleu. Berdoa agar segala
    sesuatu yang mereka perlukan untuk melaksanakan rancana ini dapat
    terpenuhi dan tercukupi.

______________________________________________________________________
** DOA BAGI INDONESIA **

                            KELUARGA KRISTEN
                            ================

  Pada kesempatan ini, kami ingin mengajak Anda semua berdoa bagi
  keluarga-keluarga Kristen yang ada di sekitar kita, termasuk
  keluarga kita masing-masing.

  Pokok Doa:
  ----------
  * Berdoa supaya keluarga-keluarga Kristen senantiasa menempatkan
    Allah sebagai kepala keluarga mereka.
  * Berdoalah agar setiap anggota keluarga bisa saling mengasihi dan
    mendukung dalam menyelesaikan setiap pergumulan yang dihadapi.
  * Doakan supaya kasih Kristus yang melingkupi keluarga-keluarga
    ini bisa terpancar keluar dan bisa dirasakan oleh lingkungan
    sekitarnya melalui kesaksian yang efektif dalam hidup mereka
    sehari-hari.
  * Berdoa juga bagi keluarga-keluarga Kristen yang saat ini tinggal
    di wilayah non-Kristen. Doakan agar Allah terus menguatkan iman
    mereka dan menjadikan mereka tetap taat dan setia kepada-Nya di
    tengah perbedaan dan mungkin kesulitan yang mereka hadapi.
  * Doakan keluarga-keluarga Kristen dengan orang tua tunggal supaya
    Allah memberikan hikmat dan bijaksana karena mereka berperan ganda
    sebagai ayah atau juga ibu dalam keluarga. Berdoa agar kiranya
    mereka diberi kekuatan untuk membina dan mengarahkan anak-anak
    mereka, kiranya Allah juga memberikan penghiburan dan pemulihan
    terhadap perasaan kehilangan yang dialami keluarga ini.

______________________________________________________________________
** SURAT ANDA **

  >From: Loh Kuan Theng <lohkt(at)>
  >Saya orang Malaysia, dan sangat menghargai usaha kamu dalam
  >menyelidik and mengebarkan utusan Injil kepada masyarakat Nusa
  >Tenggara dalam bahasa Melayu atau bahasa daerah lain.
  >Semoga kamu diberkati Tuhan.

  Redaksi:
  Kami perlu memperbaiki sedikit informasi dalam surat yang Anda
  kirimkan ke kami di atas. Yayasan Lembaga SABDA adalah yayasan yang
  secara khusus melakukan pelayanan dalam bidang literatur, yaitu
  menyediakan bahan-bahan kekristenan melalui media internet, namun
  kami tidak terjun ke lapangan untuk melakukan pelayanan misi.

  Namun demikian, kami sangat bersyukur melalui pelayanan kami dan
  informasi yang kami bagikan, banyak orang boleh tergerak berdoa bagi
  pekerjaan misi. Seperti yang Anda lakukan, kami sangat bersyukur
  banyak orang terdorong untuk berdoa bagi pekerjaan Injil. Harapan
  kami Anda juga akan membagikan informasi tentang keberadaan situs
  e-MISI kepada saudara-saudara yang berada di Malaysia. Kami juga
  rindu berdoa bagi pelayanan di Malaysia, karena itu silakan kirimkan
  pokok-pokok doa kepada kami, agar saudara kita seiman yang lain
  mendukungnya dalam doa. Kami tunggu kabar dari Anda.

______________________________________________________________________
** URLS Edisi Ini **

* Mission Network News              http://www.missionnetworknews.org/
* New Tribes Mission                               http://www.ntm.org/
______________________________________________________________________

Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
   (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
    mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi
(sebagai penerbit bahan-bahan tersebut dalam bahasa Indonesia). Thanks
______________________________________________________________________
                   Staf Redaksi: Lisbet, Ary, Endah
  Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2006 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
  Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Staf e-MISI dan Staf Redaksi    :           < staf-misi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan              :   < subscribe-i-kan-misi(at)xc.org >
Untuk berhenti                  : < unsubscribe-i-kan-misi(at)xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan    :       < owner-i-kan-misi(at)xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi        :           http://www.sabda.org/misi/
Arsip e-JEMMi                   : http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA                      :           http://www.sabda.org/ylsa/
Situs SABDA Katalog             :            http://katalog.sabda.org/
**********************************************************************

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org