|
Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
https://sabda.org/https://sabda.org/publikasi/misi/2010/8 |
|
e-JEMMi edisi No. 8 Vol. 13/2010 (23-2-2010)
|
|
______________________________ e-JEMMi _____________________________
(Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI
EDITORIAL
PROFIL BANGSA: Orang Jepang
SUMBER MISI: Mission: JAPAN
KESAKSIAN MISI: Selamat dari Perbudakan
DOA BAGI MISI DUNIA: Haiti, Aljazair
DOA BAGI INDONESIA: Bencana Tanah Longsor
______________________________________________________________________
CHRISTIAN ARE THE LORD`S PROPERTY DEARLY BOUGHT LAWFULLY REQUIRED,
AND CAREFULLY PRESERVED
______________________________________________________________________
EDITORIAL
Shalom,
Jepang merupakan salah satu negara yang paling maju di Asia. Negara
ini juga dikenal memiliki sikap hidup yang dibentuk oleh tingkat
persaingan yang sangat tinggi, baik dalam hal pendidikan maupun
pekerjaan. Satu hal yang lebih penting untuk kita ketahui adalah
sebagian besar masyarakat Jepang belum menerima anugerah
keselamatan. Ini merupakan tantangan sekaligus kesempatan bagi
setiap orang percaya untuk melakukan sesuatu supaya masyarakat
Jepang juga bisa memperoleh anugerah keselamatan. Untuk mengenal
bangsa ini lebih dekat, kami mengajak Anda untuk menyimak artikel
yang telah kami persiapkan.
Tuhan Yesus memberkati.
Pimpinan Redaksi e-JEMMi,
Novita Yuniarti
http://misi.sabda.org/
http://fb.sabda.org/misi
______________________________________________________________________
PROFIL BANGSA
ORANG JEPANG
Jepang terdiri dari kumpulan besar pulau-pulau yang terletak di
antara Samudera Pasifik dan Laut Jepang. Jepang terdiri dari lima
pulau utama yaitu Honshu, Hokkaido, Kyushu, Shikoku, dan Okinawa.
Ibu kota negara ini, Tokyo, serta sebagian besar daerah
perindustriannya berada di pulau Honshu.
Pegunungan bebatuan terbentang memenuhi lebih dari 71% dataran
Jepang; sebagian di antaranya adalah gunung api yang masih aktif.
Daerah pedalamannya diselimuti hutan lebat yang meninggalkan
sedikit sisa tanah untuk bercocok tanam. Jepang kerap kali dilanda
gempa bumi, angin puyuh, dan angin musim.
Masyarakat Jepang merupakan salah satu grup masyarakat yang paling
homogen baik secara ras, kultur, dan etnisnya. Mereka
mengidentifikasi diri mereka berdasarkan warisan biologis, tanah
kelahiran, budaya bersama, dan bahasa sehari-hari (bahasa Jepang).
Satu kelompok, Burakumin (kelompok minoritas di Jepang), memunyai
dialek bahasa Jepang yang unik. Masyarakat Jepang menganggap mereka
orang-orang terbuang -- "tak terjamah".
SEPERTI APA KEHIDUPAN MEREKA?
Sebanyak 60% keluarga Jepang hidup membentuk keluarga inti,
sedangkan lebih dari 20% warganya terdiri dari keluarga besar, yang
disebut juga dengan Ie. Ie terdiri dari tiga generasi keluarga yaitu
kakek nenek, orang tua, dan anak-anak. Walaupun muda-mudi Jepang
bebas memilih pasangan mereka, namun masih banyak pernikahan yang
dijodohkan. Angka perceraian di Jepang juga cukup tinggi.
Ekonomi Jepang bergantung pada sistem pasar-kompetensi/usaha-swasta.
Akan tetapi, banyak keluarga yang berkebun sebagai pekerjaan
tambahan. Biasanya, para istri bercocok tanam dan para suami bekerja
dalam usaha bisnis maupun industri. Walaupun produksinya dijaga
ketat, beras tetaplah hasil panen utama mereka. Mata pencaharian
lainnya adalah peternak, nelayan, pembuat kapal, pedagang luar
negeri, peneliti ilmiah, dan peneliti perkembangan teknologi.
Biasanya, bangunan-bangunan di Jepang terbuat dari kayu dengan atap
menjulang untuk melindungi rumah dari angin musim. Sedangkan
rumah-rumah di pedalaman didirikan dengan kerangka konstruksi
"tiang pancang". Lantainya dirancang lebih tinggi dari tanah dan
fondasinya adalah bebatuan agar rumah itu dapat bergerak sesuai arah
gempa. Di perkotaan, sebagian besar penduduk hidup di apartemen atau
perumahan.
Banyak pria, wanita, maupun anak-anak suka mengenakan pakaian à la
Barat untuk aktivitas sehari-hari, sedangkan pakaian tradisional
dikenakan saat upacara agama dan festival. Wanita Jepang sering
memakai pakaian tradisional mereka -- kimono sutra.
Keunikan budaya Jepang tampak dari jenis-jenis seni mereka, termasuk
seni merangkai bunga (ikebana), upacara minum teh (cha-no-yu),
kaligrafi, dan seni pertunjukan boneka. Drama Noh dan Kabuki juga
tetap dilestarikan.
Jepang mengenal berbagai macam bentuk rekreasi termasuk bisbol,
sumo, gulat, judo, karate, ping-pong, memancing, bola voli, "shogi"
(sejenis catur) dan "igo" (permainan strategi papan). Menanam adalah
hobi yang paling populer di antara pria dan wanita Jepang.
APA KEPERCAYAAN MEREKA?
Shinto adalah agama asli Jepang yang berakar dari animisme
(kepercayaan bahwa benda mati memunyai roh). Dalam kepercayaan
mereka, dewa-dewa dan roh-roh dikenal dengan sebutan "kami". Buddha
masuk ke Jepang pada abad ke-6. Saat ini, sebagian besar penduduk
Jepang memeluk agama Shinto dan Buddha.
Tradisi Shintoisme, Buddhisme, Konfusianisme, dan Taoisme turut
memunyai andil dalam prinsip-prinsip agama Jepang: penyembahan
kepada nenek moyang, kepercayaan akan adanya warisan agama dalam
keluarga, kedekatan antara negara dan agama, serta tukar pikiran
antara sistem-sistem keagamaan dan praktik keagamaan yang
dititikberatkan pada meditasi, jimat, dan pemurnian diri.
APA KEBUTUHAN MEREKA?
Sebagian besar orang Jepang tidak peduli atau skeptis dengan agama
lain. Mereka tampaknya sudah hidup berkecukupan dan tidak banyak
memerlukan bantuan. Namun, banyak dari mereka yang terobsesi dengan
kesenangan materi, karir, dan kepemilikan. Sebenarnya, kebutuhan
terbesar mereka adalah pengenalan dengan Bapa melalui Anak-Nya,
Yesus.
POKOK-POKOK DOA
1. Mintalah kepada Tuhan agar Dia mengutus para pelayan-Nya ke
Jepang untuk mengenalkan Kristus kepada mereka.
2. Berdoalah agar para pebisnis Kristen membuka hati mereka untuk
mengabarkan Injil kepada pebisnis Jepang lainnya.
3. Mintalah kepada Roh Kudus untuk melembutkan hati mereka agar
mereka mau menerima orang-orang Kristen sehingga Injil dapat
didengar.
4. Doakanlah agar orang Kristen Jepang mendapat kesempatan
mengabarkan kasih Yesus dengan keluarga dan sahabat mereka.
5. Doakanlah agar siaran radio dan televisi Kristen menjadi sarana
yang efektif untuk menjangkau orang-orang Jepang.
6. Doakanlah agar ada pergantian otoritas atas bentuk pemerintahan
dan kekuasaan yang mengikat Jepang.
7. Berdoalah agar Allah membangkitkan kelompok doa untuk menjangkau
mereka.
8. Mintalah kepada Tuhan untuk membangun gereja lokal yang teguh
di antara mereka. (t/Uly)
Diterjemahkan dari:
Nama situs: Joshua Project
Penulis: Tidak dicantumkan
Alamat URL: http://www.joshuaproject.net/peopctry.php?rop3=104189&rog3=JA
______________________________________________________________________
SUMBER MISI
MISSION: JAPAN
==> http://www.missionjapan.com
Mission: Japan merupakan sebuah situs misi yang bertujuan untuk
menjangkau seluruh orang Jepang, bukan hanya yang berada di Jepang
saja, namun juga di seluruh dunia. Misi yang sudah dibentuk sejak
1998 ini memiliki pendoa-pendoa yang mendoakan dan juga
penginjil-penginjil yang melayani orang-orang Jepang. Anda juga
dapat ikut mendoakan pokok-pokok doa yang tersedia di situs
tersebut. Selain itu di situs tersebut tersedia forum untuk
berdiskusi dan halaman untuk menghubungi pengelola misi tersebut.
Mungkin yang paling menarik dari situs ini adalah pranala-pranala
dikumpulkan oleh situs tersebut yang berhubungan dengan kekristenan
di Jepang.
______________________________________________________________________
KESAKSIAN MISI
SELAMAT DARI PERBUDAKAN
Pertama mereka mendengar suara mesin motor di dekat rumah mereka.
Sementara S dan ibunya, MR, melihat orang yang bersepeda motor
tersebut memacu motornya menyeberangi lapangan. Itu adalah M. M
mendekati mereka dan turun dari sepeda motor. M menembakkan senjata
pistolnya ke udara dan mendorong MR hingga jatuh ke tanah. Ia
memukul S dan menyeretnya ke sepeda motor, memaksanya duduk di
depannya. "Jika kamu bersuara, aku akan menembakmu," katanya,
sambil mendorong ujung pistolnya di punggung S. MR berusaha
mencegahnya, tetapi tidak mampu karena M mencekiknya. M melepaskan
cekikannya dan memacu motornya. Ia membawa S ke rumahnya. Di dalam
rumah ini, ia menjebloskan gadis ini ke dalam sebuah kamar yang
hanya dilengkapi dengan sebuah tikar di lantai. Kamar ini akan
menjadi penjaranya dan ruang penyiksaan selama empat bulan setelah
hari itu.
Sejarah Penganiayaan
Orang-orang Kristen Pakistan seperti S diperlakukan lebih buruk
daripada warga negara kelas dua. Mereka disebut "chora," yang
artinya "tukang sapu kasta terendah." Mereka adalah orang-orang yang
menjalani pekerjaan yang tidak dikehendaki. Pengadilan, polisi, dan
pihak yang berwenang seringkali berprasangka buruk terhadap
orang-orang Kristen, yang berjumlah hanya 2 persen dari populasi
Pakistan. Hukum agama sedang diterapkan makin mendalam. Hukum ini
mengizinkan kekerasan terhadap orang-orang Kristen atau mereka yang
berkeyakinan lain. Hukum itu juga mengizinkan membunuh orang-orang
"agama lain" yang meninggalkan agamanya. Oleh karena itu, penculikan
dan penyerangan S pada bulan September 2007 bukanlah suatu hal yang
luar biasa.
Sekarang S berusia 20 tahun. Ia tumbuh di dalam keluarga Kristen dan
dibaptis pada tahun 2002. Ayahnya meninggal pada tahun 1990 dan
keluarganya -- ibu, saudari, dan kedua saudaranya berjuang untuk
hidup. Kakak laki-lakinya, R, bekerja di sebuah pabrik kapas untuk
menyokong pendidikan S. R memimpin saudara kembar dan ibunya berdoa
setiap malam. R membela orang-orang Kristen di komunitas mereka. Ia
terang-terangan menentang orang-orang "agama lain" yang menyiksa
gadis-gadis Kristen. Mereka mengancam untuk membunuhnya. Suatu kali
beberapa remaja dengan sebuah pistol menghentikan perjalanannya saat
ia melalui ladang tebu tetapi ia berhasil meloloskan diri.
Pada tanggal 3 Juli 2004, tiga orang pria "agama lain" yang
merupakan teman R datang untuk berbicara dengannya. Ia keluar dan
duduk bersama mereka di bawah pohon mangga. Mereka memberinya
minuman yang sudah dicampur dengan pil tidur, dan R tertidur. Salah
seorang dari mereka menembak kepala R, membunuhnya saat itu juga.
Ketiga pria lain membuang mayatnya di alang-alang di samping jalan
besar. Seseorang yang lewat menemukan mayatnya keesokan paginya.
Berseru Kepada Tuhan
Keluarga R saat itu hancur. Mereka telah kehilangan pemimpin
spiritual mereka dan yang menafkahi mereka. S marah. "Aku ingin
melihat para pembunuh itu di balik jeruji besi," katanya. Untuk
mencari keadilan S sudah pasti akan membayar harga yang mahal.
Orang-orang di Pakistan mendanai kejahatan penganiayaan terhadap
orang-orang Kristen. Pejabat yang korup meminta uang untuk melakukan
segala hal. Keluarga menjual rumah, ternak, dan tanah mereka demi
uang untuk membayar proses kasus peradilan pembunuhan R oleh tiga
orang pria tersebut. Setelah dua tahun, keluarga kehabisan uang.
Pihak pengadilan mengatakan kepada mereka bahwa kasus mereka akan
dihentikan jika mereka tidak dapat membayar.
Lalu datanglah si M. Pada awal perkenalan, M layaknya seorang
pahlawan. Walaupun ia "beragama lain", ia berjanji untuk menolong
keluarga ini melalui kasus ini. Ia mengatakan bahwa ia mengenal
pejabat negara yang akan menolong mereka. M memberikan S beberapa
dokumen seraya mengatakan kepadanya bahwa berkas dokumen tersebut
adalah untuk kasus pembunuhan kakaknya. Beberapa bulan kemudian, S
dan keluarganya mendengar rumor yang beredar di desanya bahwa ia dan
M telah menikah. Ternyata M menggunakan tanda tangan S untuk
memalsukan sertifikat nikah. Para pemimpin desa menekan M hingga ia
akhirnya menandatangani persetujuan perceraian. Tiga hari kemudian,
pada tanggal 25 September 2007, M mengendarai sepeda motornya dan
menculik S di bawah ancaman pistolnya.
"Pindah Agama atau Mati"
M menyekap S di lantai paling atas dari rumah bertingkat dua di
balik dua pintu yang terkunci. Setiap malam ia berkali-kali
melecehkan S. Terkadang ia juga datang pada siang hari untuk
melecehkannya. Setelah itu, ia memukuli S. Ia meninju S,
menamparnya, dan menghantamkan kepalanya ke tembok. Sementara M
menyiksanya, S terus berdoa, berseru kepada Tuhan untuk
menyelamatkannya. "Aku terus mengucapkan Mazmur 23, 120, dan 121 di
dalam hatiku. Ayat-ayat itu menguatkanku bahwa Tuhan adalah
benar-benar gembalaku, dan Ia akan membebaskanku segera. Oleh karena
itu akan mendapatkan kekuatan," katanya. M berkata kepadanya, "Jika
kamu berpindah agama, aku akan berhenti memukulimu." Tetapi S tetap
teguh, dengan berkata kepadanya, "Kristen adalah agamaku, bukan
`agama lain`. Aku adalah seorang Kristen, dan jika kamu mau
membunuhku maka bunuhlah aku, tetapi aku tidak akan masuk `agama
lain`."
"Setiap hari, aku memerhatikan pintu," kata S. Setelah empat bulan
dalam penyekapan, pada 11 Januari 2008, M lupa mengunci pintu. S
menyelinap keluar dan melarikan diri ke rumah keluarganya yang
meneteskan air mata sukacita atas kepulangannya.
Memercayai Keadilan Tuhan
Walaupun mereka kembali berkumpul, keluarga dalam keadaan yang
sulit. Mereka meminjam uang dalam jumlah besar, sekitar 2 juta
rupiah dari pemilik usaha pembuatan batu bata untuk mengajukan kasus
penyekapan oleh M kepada pihak yang berwajib. Untuk membayar hutang
itu, semua anggota keluarga bekerja sebagai budak (berdasarkan
perjanjian dengan majikan) di tempat pembuatan batu bata. Di
tempat-tempat inilah, banyak orang-orang Kristen Pakistan, seperti
S, diperbudak oleh hutang mereka kepada pengutang yang kaya. Mereka
bekerja membanting tulang di tempat ini, membuat batu bata dengan
tangan mereka. Semua 11 orang anggota keluarga S tinggal di kompleks
tempat pembuatan batu bata di sebuah rumah kecil tanah liat tanpa
ada dapur dan kamar mandi. Mereka bekerja 12 jam per hari. Untuk
setiap 1000 batu bata yang mereka buat, mereka mendapat upah Rp
30.000. Bahkan keponakan S yang masih kecil terpaksa ikut bekerja.
Iman dalam Tuhan menguatkan keluarga ini. "Setiap hari di waktu
malam kami mengadakan persekutuan doa di rumah dengan keluargaku.
Aku merasa kuat di dalam imanku ketika kami membaca firman Tuhan,"
kata S. Setiap Kamis mereka menghadiri persekutuan doa di Gereja
Apostolik Baru.
Alkitab membantu memulihkan pikiran S juga. Ia berkata pada
perwakilan kami, "Sebelumnya, ketika aku berusaha membawa para
pembunuh kakak saya dan orang yang memperkosa aku ke meja hijau, aku
sulit mengampuni mereka. Aku ingin membalas dendam. Lalu aku membaca
dan mendengar di dalam firman Allah bahwa kita harus mengampuni
mereka yang menganiaya kita. Itu adalah hal yang sulit bagiku --
untuk mengampuni mereka. Aku memerlukan waktu sekitar setahun untuk
melupakan dan memaafkan mereka. Sekarang, aku telah mengampuni
mereka yang menganiaya aku. Tuhan dapat melakukan apa pun. Ia akan
menegakkan keadilan bagiku."
Dibebaskan dari Perbudakan
Perwakilan kami di Pakistan mendengar kisah S dan mewawancarainya
pada bulan Juli 2008. Satu bulan kemudian perwakilan kami membayar
hutang keluarga tersebut sekitar Rp 2 juta kepada pemilik usaha
pembuatan batu bata. Perwakilan kami juga membelikan sebuah becak,
yang akan digunakan keluarga ini untuk memulai bisnis transportasi.
Adik laki-laki S, ML, akan mengantar penumpang dari desa ke halte
bis. Ia mengharapkan mendapat pemasukan sekitar Rp 500.000 per
bulan, yang akan cukup untuk membayar biaya makan dan kebutuhan
hidup keluarga. "Doa adalah segalanya bagi kami," kata S kepada
perwakilan kami. "Kakakku R selalu mendorong aku untuk berdoa. Ia
berkata kita harus berdoa kepada Allah di dalam setiap keadaan.
Keluargaku dan aku telah mengalami pengalaman yang luar biasa
melalui semua ini bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan
umat-Nya. Sungguh ini adalah jawaban dari doa." Perwakilan
kami dan keluarga S bersama-sama berdoa mengucap syukur.
S ingin melanjutkan pendidikannya dan ingin menjadi seorang dokter
suatu hari nanti. Perwakilan kami akan membayar biaya sekolahnya di
Sekolah Pemerintah Khusus Perempuan. "Kami merasa ini adalah suatu
kehormatan yang besar dan berkat dari Tuhan bahwa Ia memakai kami
untuk kemuliaan-Nya," tulis perwakilan kami di Pakistan setelah ia
bertemu dengan S. Ia juga baru saja menolong 11 keluarga Kristen
lainnya dari perbudakan pembuatan batu bata. Keluarga S sudah mulai
mengadakan persekutuan doa untuk teman-teman dan tetangga di rumah
mereka, dan S ingin memulai pelayanan sekolah minggu. "Adalah
keinginanku bahwa aku bisa berkhotbah dan mengajar tentang Yesus
Kristus di antara orang-orang dan anak-anak desa kami, sehingga
mereka juga dapat mengabarkan firman Tuhan dan hidup dengan iman
yang kuat seperti aku."
Perwakilan kami di Pakistan menerima sebuah surat terima kasih dari
S atas pertolongan yang diberikan. Ia menulis, "Aku bersyukur kepada
Tuhan yang memberikanku hidup baru. Ia menyelamatkan aku dari semua
masalah. Keluargaku dan aku sangat mengasihi Allah, dan kami rindu
semua orang di desaku berkumpul dan berdoa bersama. Kami akan
mengabarkan firman Tuhan di mana pun di bagian dunia ini." Mari
ingatlah S dan orang-orang yang hidup seperti mereka -- menderita
karena iman mereka di Pakistan. Marilah kita semua berseru memohon
pertolongan Tuhan untuk menjaga dan memberi kekuatan kepada mereka.
Diambil dari:
Judul buletin: Kasih Dalam Perbuatan, edisi Mei -- Juni 2009
Penulis: tidak dicantumkan
Penerbit: Yayasan Kasih Dalam Perbuatan, Surabaya
Halaman: 3 -- 5
______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA
H A I T I
Hampir dua juta anak Haiti menjadi yatim piatu yang dihantui rasa
takut setelah kejadian bencana alam yang lalu. Banyak juga yang
mencemaskan keamanan mereka karena para penjarah yang mulai
berkeliaran. Penjara runtuh, dan para napi membanjiri jalanan.
Anak-anak kecil menerima pelecehan dan serangan dari kekacauan yang
melanda Port-au-Prince. AL bersama Kids Alive mengatakan "Kids Alive
berharap dapat bekerja sama dengan organisasi lain dan menyelamatkan
anak-anak ini kemudian merawat mereka dalam waktu dekat ini dengan
memberikan mereka bimbingan konseling dan perhatian yang mereka
butuhkan setelah melalui kejadian yang mengerikan ini." Mereka
memastikan bahwa anak-anak yang mereka tolong tetap aman. Kemudian
mereka berusaha membantu lebih lagi. Anak-anak mendengarkan pesan
ini: "Kami akan merawat kalian sampai kalian beranjak remaja. Kami
akan mendidik kalian, dan kami akan mengasihi kalian, dan kami akan
mengajarkan kalian tentang Yesus Kristus. Kami ingin kalian menjadi
agen perubahan yang saleh untuk masa depan Haiti." Kids Alive
mengirimkan dana untuk memulai pertolongan tapi masih banyak
pertolongan yang dibutuhkan.(t/Uly)
Diterjemahkan dari: Mission News, January 2010
Kisah selengkapnya: http://mnnonline.org/article/13762
Pokok doa:
* Doakan tim Kids Alive yang saat ini sedang melayani anak-anak
korban gempa di Haiti agar mereka dimampukan mendidik dan
mengajarkan tentang Yesus Krisrus kepada anak-anak itu.
* Berdoa juga agar Tuhan memulihkan trauma yang diderita anak-anak
di Haiti akibat gempa, serta melindungi mereka dari
tindakan-tindakan yang tidak senonoh oleh orang-orang tertentu
yang memanfaatkan kondisi dan situasi di Haiti saat ini.
A L J A Z A I R
Walaupun ada larangan bagi orang lokal untuk masuk agama Kristen,
banyak dari mereka yang berpaling kepada Kristus saat Roh Kudus
melawat mereka dengan dahsyat di Aljazair Utara. Pendeta YJ bersama
Operation Mobilization melaporkan bahwa mereka mengalami pertumbuhan
secara fenomenal. "Kita memunyai gereja-gereja yang bertumbuh
sebanyak 820% dalam setahun. Banyak orang lokal yang bertobat,
walaupun mereka bukan berasal dari keluarga Kristen, atau berlatar
belakang Kristen; mereka juga tidak memunyai bahan rohani serta
pelatihan apa pun, namun mereka percaya pada Allah." YJ mengatakan
bahwa di wilayah K terdapat gereja di setiap desa dan kota. Satu
desa memunyai gereja yang lebih banyak dari tempat ibadah lain.
Dengan banyaknya orang yang bertobat menjadi Kristen, banyak
pelatihan dibutuhkan. YJ mengatakan bahwa mereka sangat membutuhkan
dana. "Jika kita gagal melatih, memuridkan, dan menguatkan gereja di
Aljazair sekarang, saya rasa ini akan menjadi satu kesalahan besar
dalam sejarah pelayanan Kristen di dunia." Doakanlah agar tersedia
dana untuk pelatihan dan agar Injil dapat didengar di seluruh Afrika
Utara dan Eropa. (t/Uly)
Diterjemahkan dari: Mission News, January 2010
Kisah selengkapnya: http://mnnonline.org/article/13606
Pokok doa:
* Berdoa bagi para petobat baru di Aljazair. Doakan agar Tuhan
memampukan mereka untuk dapat tetap setia mengikut-Nya, serta
mengenal Dia secara pribadi dan bertumbuh.
* Berdoa juga untuk program pemuridan para petobat baru di Aljazair,
agar Tuhan mencukupkan setiap keperluan yang mereka butuhkan.
______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA
BENCANA TANAH LONGSOR
Bencana tanah longsor yang terjadi di kawasan perkebunan dan pabrik
teh Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, hari
Selasa (23/2) pukul 08.00 WIB. Musibah tersebut mengakibatkan
kerugian materi dan korban jiwa. Upaya evakuasi telah dilakukan,
namun sedikit terhambat karena medan yang cukup berat dan kondisi
cuaca yang tidak bersahabat. Sampai hari Rabu (24/2), diperkirakan
ada warga yang masih tertimbun tanah longsor.
Pokok Doa:
1. Doakan agar proses evakuasi korban longsor dapat terus
dilakukan, sehingga para korban dapat segera mendapatkan
pertolongan dan pengobatan yang mereka perlukan.
2. Doakan juga agar Tuhan memberi ketabahan dan kekuatan kepada
keluarga para korban.
3. Berdoa agar Tuhan melindungi, memberi kekuatan, dan kesehatan
bagi mereka yang membantu proses evakuasi, sehingga mereka dapat
melaksanakan tugas evakuasi dengan optimal.
4. Doakan agar Tuhan menjaga hati orang-orang yang bertanggung
jawab dalam menyalurkan bantuan kepada para korban longsor
sehingga terhindar dari tindakan yang tidak terpuji.
5. Berdoa agar bantuan yang diberikan oleh pemerintah maupun para
donatur dapat segera sampai ke tangan mereka yang membutuhkan.
6. Doakan juga supaya Tuhan menjaga kesehatan para korban di tempat
pengungsian agar mereka terhindar dari sakit penyakit.
7. Berdoa agar Tuhan melindungi mereka yang bermukim di wilayah
rawan longsor, mengingat hujan lebat masih akan terjadi di
Indonesia.
8. Doakan agar Tuhan memampukan orang percaya yang menjadi korban
tanah longsor ini untuk menyampaikan Kabar Baik kepada mereka
yang belum percaya, dan semoga Tuhan menjamah hati mereka,
sehingga mau terbuka terhadap kebenaran.
9. Berdoa agar umat percaya dan gereja-gereja di Indonesia dapat
menggunakan peristiwa ini untuk berbagi Kabar Baik melalui
bantuan apa saja yang dapat mereka berikan.
10. Demikian juga untuk kondisi psikis para korban tanah longsor,
doakan agar Tuhan memulihkan, sehingga mereka tidak
dibayang-bayangi rasa takut yang berkepanjangan.
______________________________________________________________________
Anda diizinkan menyalin/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: tidak
untuk tujuan komersial dan harus mencantumkan SUMBER ASLI bahan
yang diambil dan nama e-JEMMi sebagai penerbit elektroniknya.
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Novita Yuniarti dan Yulia Oeniyati
Kontak Redaksi: < jemmi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan: < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti: < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan: < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi: http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi: http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Facebook MISI: http://fb.sabda.org/misi
______________________________________________________________________
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) e-JEMMi/e-MISI 2010 / YLSA -- http://www.ylsa.org
SABDA Katalog: http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
|
|
|
© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org |