|
Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
https://sabda.org/https://sabda.org/publikasi/misi/2010/44 |
|
e-JEMMi edisi No. 44 Vol. 13/2010 (2-11-2010)
|
|
______________________________ e-JEMMi _____________________________
(Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI
EDITORIAL
ARTIKEL MISI: Pribadi Macam Apakah yang Dipakai Tuhan
SUMBER MISI: In Touch Mission International
DOA BAGI MISI DUNIA: India, Pakistan
DOA BAGI INDONESIA: Gunung Merapi Meletus
______________________________________________________________________
GOD GRADUATES SAME RARE SCHOLARS FROM THE SCHOOL OF LONELINESS
______________________________________________________________________
EDITORIAL
Shalom,
Setiap kita diciptakan Tuhan untuk suatu misi khusus. Dan untuk
melaksanakan misi ini, Tuhan telah menyiapkan hidup dan kepribadian
kita untuk dibentuk sesuai dengan maksud dan rencana Tuhan itu.
Masalahnya adalah apakah kita mau dibentuk oleh Tuhan?. Sering
terjadi, secara kasat mata kita mengalami banyak kendala untuk
maju melayani Tuhan. Tetapi jika kita tekun maka kita akan melihat
bahwa sebenarnya tangan Tuhanlah yang sedang membentuk kita.
Karena itu, mari tetaplah berfokus pada Tuhan, maka Ia akan
menunjukkan jalan yang Ia ingin Anda tempuh -- entah itu melalui
bacaan rohani, mengikuti seminar, dll. Artikel yang kami siapkan
minggu ini, kami harap dapat menolong Anda untuk belajar tentang
bagaimana Tuhan membentuk kita agar kita dapat dipakai sesuai
dengan maksud dan rencana-Nya. Teruslah bangun hubungan Anda dengan
Tuhan.
Pimpinan Redaksi e-JEMMi,
Novita Yuniarti
< novita(at)in-christ.net >
http://www.sabda.org/publikasi/misi
http://misi.sabda.org/
______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI
PRIBADI MACAM APAKAH YANG DIPAKAI OLEH TUHAN?
Jikalau kita menilai tokoh-tokoh Alkitab, jelaslah Tuhan memanggil
orang-orang yang beraneka macam kepribadiannya. Abraham adalah
orang yang berbeda dengan Lot. Yakub adalah orang berbeda dengan
Ishak, bapanya. Raja Saul adalah orang yang berbeda dengan Raja
Daud. Rut adalah orang yang berbeda dengan Orpa. Dalam Perjanjian
Baru Tomas adalah orang yang berbeda dengan Yohanes atau Petrus.
Marta adalah wanita yang berbeda dengan Maria. Allah menciptakan
kita dengan suatu keistimewaan yang lain dari yang dimiliki orang
lain. Dengan kata lain, Allah sangat menghargai individu,
kepribadian, dan potensi yang ada pada setiap pribadi.
Di dalam pribadi setiap orang tersembunyi potensi-potensi untuk
dikembangkan dan digunakan dalam hidupnya. Pribadi adalah hadiah
Tuhan yang paling indah. Manusia berkewajiban untuk mengenal,
menguasai, dan mengembangkan bagian yang dipandang perlu,
unsur-unsur yang tersembunyi dalam tiap-tiap pribadi, dan
memadukannya hingga menjadi kesatuan yang kompak dan serasi. Pribadi
adalah penjumlahan sifat-sifat yang dimiliki seseorang. Setiap
individu memunyai potensi untuk mencapai sukses. Tidak ada pribadi
yang tidak memunyai potensi untuk mencapai sukses! Namun, sering
kali potensi ini tidak dapat direalisasikan karena adanya
hambatan-hambatan dalam hidupnya. Yang diperlukan adalah supaya kita
dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungan, menghargai semua jenis
pekerjaan, belajar mengenali diri sendiri, dan menjadi individu di
mana yang satu menghargai individu yang lain.
Kita perlu belajar bertanggung jawab dalam suatu pelayanan atau
pekerjaan. Bagaimana kita dapat membina persahabatan yang baik?
Mulailah dengan menghargai setiap individu, memahami perasaannya,
menerima dia apa adanya, mengembangkan kebijaksanaan, kehangatan,
dan kepercayaan terhadap sesama. Ada orang yang takut mengembangkan
pergaulan bersama. Memang ada risikonya karena tidak semua orang
dapat dipercayai 100%. Kembangkanlah sifat terbuka, tetapi
janganlah semua rahasia hidup dikeluarkan. Ujilah dahulu sebelum
mengeluarkan rahasia yang terlalu dalam. Bagaimanakah kita dapat
mengatasi konflik dalam pergaulan? Kesempatan yang terbanyak dalam
mengembangkan kepribadian adalah melalui kehidupan dan pelayanan
yang dijalankan bersama-sama. Kita sendiri yang membina
persahabatan yang baik atau mengabaikannya. Keuntungan bagi kita
ialah bahwa dalam membina persahabatan, kita semakin mengerti dan
mengenali diri kita sendiri. Dan kita beroleh perkembangan yang
baik jikalau kita mengambil risiko dalam persahabatan yang terbuka
terhadap sesama kita.
Hal yang inti sebagai orang Kristen adalah segi Ilahi dalam
perubahan dan perbaikan pribadi. Pertama-tama perubahan Ilahi
dimulai, apabila kita sendiri terlebih dahulu "dengan segenap hati
mencari Tuhan" (Mazmur 119:10). Allah mengenal kesungguhan atau
kepura-puraan seseorang. Ia hanya melayani orang yang mencari Dia
dengan segenap hati dan Allah hanya menerima orang yang menghadapi
Dia dengan "rendah hati" (Mazmur 25:9). Dalam Mazmur 25:12
dikatakan bahwa, "Tuhan menunjukkan jalan yang harus dipilihnya
kepada orang yang takut akan Dia". Siapakah yang mau dipimpin pada
jalan yang benar, pada jalan yang sangat cocok bagi dia? Siapakah
orang yang bahagia? Siapakah mereka yang menemui jalan yang Allah
pilih baginya? Ialah orang yang takut akan Tuhan.
Hal yang kedua adalah orang yang dilayani oleh Tuhan. Mereka adalah
orang yang bersedia untuk bertobat yang berarti meminta ampun, baik
kepada Tuhan maupun kepada sesamanya terhadap
pelanggaran-pelanggarannya. Ada orang yang tidak berani mengakui
kesalahannya. Bagi orang semacam itu tidak ada harapan untuk beroleh
kelepasan dari dosa-dosanya. Ingatlah bahwa Raja Daud juga bertobat
(Mazmur 51). Zakheus dapat bertemu dengan Yesus adalah sebab Yesus
mengetahui bahwa dia mau sungguh-sungguh bertobat. Dan sebagai tanda
pertobatannya ia mengembalikan barang-barang kepada mereka yang
sudah dirugikan olehnya. Itulah tanda pertobatan yang sejati.
Hal ketiga ialah kita bersedia menerima pembaruan dalam pribadi
kita. Surat-surat Rasul Paulus kaya dengan ungkapan-ungkapan
mengenai pembaruan dalam Kristus Yesus dan bagaimana hal itu
terlaksana dalam kehidupan kita. Roma 12:2 membicarakan "pembaruan
budimu". Namun, hal itu tidak mungkin terjadi jikalau kita belum
"mempersembahkan (seluruh tubuh kita) sebagai persembahan yang
kudus dan yang berkenan kepada Allah". Korban persembahan menuntut
adanya kematian. Dalam hal ini ialah kematian terhadap hidup yang
lama, kemudian persembahan itu dikuduskan oleh darah Kristus. Di
situlah kita dibarui dengan budi yang baru. Dalam Efesus 4:22-24
Paulus membicarakan hal "menanggalkan manusia lama dan mengenakan
manusia baru". Hal ini dinamakan suatu ciptaan baru yang Tuhan
hendak ciptakan menurut kehendak-Nya bagi kita. Dalam Kolose 3:9-10
Paulus menambahkan suatu konsep lain lagi ialah bahwa, "hal
menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru" seharusnya
dijalankan terus-menerus, dari hari ke hari, sampai kita mencapai
pembaruan "menurut gambar sang Pencipta kita".
2 Korintus 4:10,16 dan pasal 5:17 juga membicarakan pembaruan ini
dengan jelas sekali. Hal ini terjadi jikalau oleh iman kita memberi
"Kristus diam di dalam hati" kita (Efesus 3:17) yang berarti bahwa
pembaruan itu dikerjakan oleh Kristus sendiri yang diam dalam hati
kita, asal kita menyerahkan urusan itu ke dalam tangan-Nya. Hanyalah
dalam dimensi Ilahi ini terdapat perubahan dan pembaruan yang terjamin.
Dan inilah rencana Tuhan dari semula waktu Ia merencanakan jalan
keselamatan bagi kita. Tuhan tidak bermaksud untuk melepaskan jiwa
kita dari neraka saja. Tuhan hendak mengaruniakan kepada kita suatu
kehidupan yang baru, yang sekarang ini dapat mencerminkan kasih
karunia-Nya. Inilah maksud Tuhan yang indah sekali bagi anak-anak-Nya.
Satu contoh dalam Alkitab adalah dalam pribadi Petrus. Mengapa saya
memilih Petrus? Karena selain nama Yesus, nama Petrus disebut lebih
banyak dalam keempat Injil daripada semua rasul yang lain. Tidak ada
rasul yang berbicara kepada Yesus sesering dan sebanyak seperti Petrus.
Yesus sendiri lebih sering menghadapi Petrus daripada rasul-rasul
yang lain, kadang-kadang dengan teguran, kadang-kadang dengan pujian.
Dari peristiwa-peristiwa itu kita mendapat banyak petunjuk yang jelas
terhadap jalan Tuhan bagi kita sekarang.
Petrus suka turut campur tangan, mengganggu bicara Yesus, dan
melemparkan godaan kepada Yesus (Matius 16:22). Waktu Yesus
mengatakan bahwa Ia akan dibunuh oleh imam-imam kepada dan ahli
Taurat, Petrus melawan ucapan Yesus. Yesus menegur dia kata-Nya,
"Enyahlah Iblis. Engkau, suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau
bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah." Kadang-kadang Yesus
mengajar Petrus dengan sabar, tetapi kadang-kadang dengan perkataan
keras. Dalam Matius 16:13-25, Petrus yang lebih dulu mengakui Yesus
sebagai "Mesias, Anak Allah yang Hidup". Inilah suatu kenyataan yang
istimewa daripada Bapa di surga kepada Petrus (ayat 17). Mengapa hal
ini dinyatakan kepada Petrus? Karena Petrus selalu mencari Tuhan,
rindu akan Tuhan, kasihnya meluap-luap akan Tuhan. Petrus selalu
ingin dekat kepada Tuhan. Ia sering bersalah, tetapi waktu ia
disadarkan, ia cepat bertobat. Kesetiaannya dan penyerahannya
dibuktikan dalam Lukas 5:8, di mana Petrus mengatakan, "Kami ini
telah meninggalkan segala kepunyaan kami dan mengikut Engkau. Jadi
apakah yang akan kami peroleh?" Mungkin ia ragu-ragu akan masa
depannya tetapi Tuhan setia kepada anak-anak-Nya.
Kita kagum dengan reaksi Petrus waktu murid-murid melihat Yesus
berjalan di atas air sebab Petrus berkata, "Suruhlah aku datang
kepada-Mu berjalan di atas air.". Tetapi sebentar kemudian waktu ia
mulai tenggelam ia berseru, "Tuhan, tolonglah aku!". Sebentar ia
memunyai iman ajaib, tetapi sebentar kemudian ia takut sekali. Pada
waktu seorang perempuan menjamah jubah Yesus sehingga menjadi
sembuh, Yesus berkata, "Siapa yang menjamah Aku?". Lalu Petrus
dengan berani seolah-olah menentang maksud Yesus, ia berkata,
"Guru, orang banyak mengerumuni dan mendesak Engkau (Lukas 8:45)
dan Engkau berkata, "Siapa menjamah Aku?". Sebaliknya, dalam
Yohanes 6:68-69 pada waktu banyak orang meninggalkan Yesus dan
Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya, "Apakah kamu tidak mau pergi
juga?". Lalu Petrus berkata, "Tuhan, kepada siapakah kami akan
pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal dan kami
telah percaya bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.". Waktu
Petrus melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya di atas gunung, sekali
lagi dengan kekeliruan Petrus berkata (Markus 9:5), "Rabi, betapa
bahagianya kami berada di tempat ini! Baiklah kami dirikan tiga
kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia!".
Tentang mengampuni sesamanya Petrus bertanya kepada Yesus, "Tuhan
sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat
dosa terhadapku, sampai tujuh kali?". Kekeliruannya dalam hal ini
ialah menentukan batas terhadap mereka yang harus diampuninya yang
berarti bahwa Petrus sudah tidak mau mengampuni orang itu bukan?
(Matius 18:21). Kita juga ingat bagaimana dengan berani Petrus
berjanji (Lukas 22:33), "Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati
bersama-sama dengan Engkau.". Padahal sebentar kemudian ia berani
menyangkali Yesus sampai tiga kali, bahkan menyangkali-Nya dengan
sumpah (Matius 26:74). Waktu Yesus menyucikan kaki murid-murid-Nya
Petrus dengan tegas berkata, "Engkau tidak akan membasuh kakiku
sampai selama-lamanya.". Tetapi, setelah Yesus menjelaskan
maksud-Nya Petrus berkata, "Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi
juga tangan dan kepalaku." (Yohanes 13:8-9). Memang pribadi Petrus
adalah pribadi yang kompleks sekali.
Satu kali lagi, -- dan sekarang dari tempat ketinggian-Nya di Surga
Yesus menghadapi Petrus karena ada semacam pelayanan yang terlalu
luar biasa daripada apa yang pernah dilakukan Petrus (Kisah Para
Rasul 10:13-16). Yesus berkata, "Bangunlah hai Petrus, sembelihlah
dan makanlah!". Tetapi Petrus melawan Tuhan, katanya, "Tidak Tuhan,
tidak. Sebab aku belum pernah makan sesuatu yang haram!".
Demikianlah terjadi tiga kali. Apa sebabnya? Karena Petrus harus
bertindak melintasi budaya dan adatnya, bahkan ia harus menentang
ajaran firman Tuhan. Kornelius, seorang perwira Roma, bersedia
menerima berita Injil, tetapi orang Roma sampai sekarang belum
pernah di injili! Kita mengetahui bahwa Petrus pergi dan kemudian ia
mendukung perbuatannya di hadapan orang Yahudi (Kisah Para Rasul
11:17), katanya, "Jika Allah membicarakan karunia kepada mereka sama
seperti kepada kita, ... bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia?
Demikianlah sikap Petrus, -- sikap yang terlalu kompleks. Ia terlalu
cepat berbicara, terburu-buru bertindak, sering salah bertindak,
tetapi ia selalu siap untuk bertobat. Ia gampang masuk air yang
terlalu dalam baginya lalu ia harus berseru-seru kepada Tuhan agar
ia dilepaskan dari bahaya. Setelah Petrus menyangkal Yesus tiga
kali, ia keluar dan menangis tersedu-sedu.
Dalam Yohanes 21 dijelaskan bagaimana Yesus mengembalikan Petrus
sebagai hamba-Nya yang terpilih. Kita ketahui bahwa Petrus menjadi
rasul yang terkemuka dalam pembentukan jemaat semula, seperti
terdapat dalam Kisah Para Rasul 2,3,4 dan 5. Sikap Petrus yang
selalu penuh semangat dipakai oleh Tuhan untuk mengembangkan
kerajaan-Nya dan jemaat-jemaat-Nya yang mula-mula itu. Mengapa
Petrus dalam Injil-Injil sangat lain daripada Petrus dalam Kisah
Para Rasul? Menurut saya, jawabnya terdapat dalam Yohanes 21, di
mana Yesus menghadapi Petrus dengan pertanyaan yang khusus. Yesus
bertanya sebanyak tiga kali, "Apakah engkau mengasihi Aku?". Hati
Petrus sedih, suatu tanda yang membuktikan penyesalan dan
pertobatannya. Pada saat itu ia berjanji menjadi seorang gembala
bagi domba-domba Allah. Kemudian, di mana Petrus bersama-sama dengan
rasul-rasul dan orang lain sebanyak 120 orang berdoa dengan tekun di
ruang atas sampai mereka dipenuhi dengan Roh Kudus. Inilah
perlengkapan yang memungkinkan semangat Petrus dipakai untuk
memuliakan Tuhan. Setelah ia dikuatkan oleh Roh Kudus, Petrus dengan
berani berkhotbah dan bekerja bagi Tuhan. Di situlah jelas bahwa
Petrus berani menderita dan berani mati karena Tuhan.
Diambil dari:
Judul majalah: Sahabat Gembala, Edisi Agustus/September 1991, Tahun
XIII
Judul artikel: Pribadi Macam Apakah yang Dipakai oleh Tuhan?
Penulis: Tidak dicantumkan
Penerbit: Yayasan Kalam Hidup -- Gereja Kemah Injil Indonesia,
Bandung
Halaman: 72 -- 78
______________________________________________________________________
SUMBER MISI
IN TOUCH MISSION INTERNATIONAL
==> intouchmission.org
In Touch Mission International (ITMI) memfokuskan diri untuk
memperlengkapi misionaris nasional bagi usaha penjangkauan di
negerinya. ITMI menyadari betul betapa efektifnya seorang dari
negeri asal mendapat tanggung jawab melakukan pekerjaan misi
setempat. Untuk itulah mereka perlu dilayani dan diberdayakan.
Pelayanan ITMI meliputi penyediaan Alkitab, pendidikan, membantu
perintisan jemaat, dan melayani penyediaan fasilitas lain. Saat ini
mereka sedang melakukan beberapa proyek di Rumania, Polandia,
Afrika Selatan, Sudan, Uganda serta Zambia. Di situs ini kita bisa
melihat profil-profil negara yang sedang dilayani ITMI, ini menjadi
bentuk laporan dan pertanggungjawaban serta kredibilitas lembaga
ini. Dapatkan pula buletin dan topik-topik serta target doa yang
disediakan secara berkala oleh ITMI. (NV)
______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA
I N D I A
Audio Scripture Ministries sedang merayakan rekaman bersejarah
mereka di India. Melalui pekerjaan mitra mereka, World Cassette
Outreach of India (WCOI), tim ini baru saja menyelesaikan rekaman
Perjanjian Baru dalam bahasa Zeme Naga.
Bahasa tersebut dipakai oleh orang Zeliangrong Naga yang hidup di
bagian timur laut India. Ini adalah rekaman pertama dalam bahasa
ini. 160.000 orang berbicara dalam bahasa ini dan persentase orang
Kristennya sangat sedikit.
ASM berkata bahwa proyek ini memunyai tantangan. Proyek merekam ini
membutuhkan ketelatenan karena naskah yang digunakan oleh penerjemah
berasal dari bahasa Inggris. Alhasil, penerjemah perlu
mengkomunikasikan kepada si pembaca naskah apa yang tertulis dan
pembaca tersebut perlu membacakannya kembali dengan ejaan yang
benar.
Alkitab dalam bahasa ini sangat dibutuhkan, karena itu para pembaca
sangat gembira melihat proyek ini hampir selesai. Peluncuran resmi
dijadwalkan berlangsung November ini. Doakan bahasa Zeme yang
sekarang memiliki firman Allah dalam bahasa mereka. Staf dari WCOI
juga berencana merekam ulang bahasa Telugu dan bahasa India
Malayalam.
Sumber: Mission News, Oktober 2010
[Selengkapnya: http://www.mnnonline.org/article/14807]
Pokok doa:
* Mengucap syukur atas keberhasilan tim WCOI dalam merekam
Alkitab Perjanjian Baru dalam bahasa Zeme Naga. Doakan agar
melalui rekaman ini pemberitaan kebenaran firman Tuhan dapat
semakin diluaskan.
* Doakan juga rencana merekam ulang Alkitab Perjanjian Baru dalam
bahasa Telugu dan India, agar Tuhan memampukan setiap staf yang
terlibat untuk mengerjakannya dengan sebaik mungkin.
P A K I S T A N
Pada tanggal 23 September, massa dari agama lain mengamuk di daerah
Gujarat, provinsi Punjab, Pakistan. Target mereka: puluhan orang
Kristen. Voice of the Martyrs (VoM) Kanada menegaskan bahwa ada
massa sejumlah 40 orang militan yang menembaki rumah-rumah dan
orang-orang di jalanan. Mereka juga memukuli beberapa orang Kristen
dengan kejam hingga mereka hampir meninggal.
Menurut laporan dari Compass Direct News (CDN), sebanyak sepuluh
keluarga menjadi sasaran serangan tersebut. Menurut rumor, tiga
politisi yang memiliki kekuasaan besar menghasut massa ini, tetapi
hal itu masih harus dibuktikan.
Akan tetapi, laporan CDN juga menyatakan bahwa serangan massa itu
mirip dengan serangan di Gojra pada tahun 2009. Massa penganut
agama lain -- yang dipanas-panasi oleh pemimpin-pemimpin agama
lokal mereka, menanggapi desas-desus palsu tentang pelecehan kitab
suci mereka -- menyerang perkumpulan Kristen di tempat itu pada
tanggal 1 Agustus 2009. Mereka membakar setidaknya 7 orang Kristen
sampai mati, melukai 19 orang lainnya, menjarah lebih dari 100
rumah, dan membakar 50 rumah dari 100 rumah itu.
Ada lebih banyak lagi ancaman-ancaman pembunuhan setelah terjadi
penyerangan pada TG, seorang pria yang dibebaskan dari tuduhan
melecehkan kitab suci agama lain pada bulan September 2009. Orang
tua TG juga diserang dan dipermalukan. Beberapa orang-orang Kristen
yang luka parah sedang berada dalam proses penyembuhan di rumah
sakit.
Sumber: Mission News, Oktober 2010
[Selengkapnya: http://www.mnnonline.org/article/14800]
Pokok doa:
* Doakan agar pihak berwenang bertindak dengan integritas dan
keadilan dalam kasus ini.
* Doakan agar orang-orang Kristen di Pakistan mendapatkan kelegaan
dalam janji Allah bahwa mereka yang menderita bersama Kristus
akan dimuliakan bersama-Nya.
______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA
GUNUNG MERAPI MELETUS
Selasa, 26 Oktober 2010, sekitar pukul 18.00 WIB, Yogyakarta
dikejutkan dengan meletusnya Gunung Merapi. Hingga Kamis, 28 Oktober
2010 terindentifikasi 32 korban tewas akibat terkena awan panas dan
ratusan orang dilaporkan hilang. Sebagian korban yang tewas adalah
masyarakat yang tinggal di dalam radius yang berdekatan dengan
Gunung Merapi. Minggu 31 Oktober 2010 Gunung Merapi kembali berulah.
Erupsi eksplosif terjadi sebanyak tiga kali, yakni pada pukul 14.28,
15.16, dan 15.23 WIB, menyebabkan daerah bahaya akibat letusan
semakin meluas sampai radius 10 kilometer dari puncak Merapi. Senin,
1 November 2010, erupsi Gunung Merapi kembali terjadi secara
eksplosif untuk keempat kalinya pada pukul 10.03 WIB. Skala letusan
semakin kecil dibandingkan tiga letusan terdahulu. Materi vulkanik
yang berupa debu, pasir, dan asap solfatara menyebar ke berbagai
daerah, mengakibatkan penduduk di beberapa kabupaten kembali panik
menyelamatkan diri. Warga yang selamat dari letusan Gunung Merapi
telah diungsikan ke beberapa posko pengungsian.
Sumber: Kompas, 27 Oktober 2010, hal. 1 dan 22
Kompas, 28 Oktober 2010, hal. 1
Kompas, 1 November 2010, hal. 1
Kompas, 2 November 2010, hal. 1
POKOK DOA:
1. Doakan pemerintah pusat maupun pemerintah setempat untuk
dapat bertindak dengan efektif dan bijaksana dalam menolong
korban bencana.
2. Doakan untuk kebutuhan air bersih, pangan, obat-obatan,
selimut, dll., agar Tuhan memampukan mereka yang bertugas
menyalurkan kebutuhan tersebut, sehingga dapat sampai ke
tangan yang tepat dan digunakan sebaik mungkin.
3. Mengucap syukur untuk masyarakat sekitar dan para relawan yang
membantu proses evakuasi. Doakan agar Tuhan melindungi dan
memberi kekuatan kepada mereka.
4. Doakan agar Tuhan memberikan cuaca yang baik, sehingga proses
evakuasi bisa segera diselesaikan, dan yang belum ditemukan
bisa segera ditemukan.
5. Mengucap syukur untuk petugas medis yang telah menolong para
korban yang terluka pada saat Merapi meletus dan yang telah
mengidentifikasi korban yang meninggal. Doakan agar Tuhan memberi
ketrampilan kepada mereka dalam merawat korban yang masih harus
menjalani perawatan medis.
6. Doakan masyarakat yang selamat dari bencana Merapi, agar bisa
segera pulih dari luka fisik dan trauma psikis yang dialami.
Doakan juga mereka yang kehilangan anggota keluarga, agar Tuhan
memberi ketabahan.
7. Doakan kebutuhan dana agar pemerintah bersama masyarakat setempat
dapat mengelolanya dengan baik sehingga semua pengungsi bisa
mendapat perhatian yang selayaknya.
8. Berdoa juga agar para pengungsi yang tinggal di tenda-tenda
sementara dapat saling menghibur supaya terhindar dari
kebosanan dan keputusasaan.
______________________________________________________________________
Anda diizinkan menyalin/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: tidak
untuk tujuan komersial dan harus mencantumkan SUMBER ASLI bahan
yang diambil dan nama e-JEMMi sebagai penerbit elektroniknya.
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Novita Yuniarti dan Yulia Oeniyati
Kontak Redaksi: < jemmi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan: < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti: < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan: < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi: http://misi.sabda.org
Arsip e-JEMMi: http://www.sabda.org/publikasi/misi
Facebook MISI: http://fb.sabda.org/misi
______________________________________________________________________
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) e-JEMMi/e-MISI 2010 / YLSA -- http://www.ylsa.org
SABDA Katalog: http://katalog.sabda.org
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
|
|
|
© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org |