Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-wanita/174

e-Wanita edisi 174 (15-3-2018)

Paskah

e-Wanita -- Edisi 174/Maret 2018
 
Paskah
e-Wanita -- Edisi 174/Maret 2018
 
e-Wanita

Salam dalam kasih Kristus,

Waktu berlalu begitu cepat dan tanpa terasa, kita kembali menghadapi momen Paskah. Setelah sekian lama menjadi pengikut Kristus, kiranya karya kematian dan kebangkitan Kristus sungguh-sungguh telah kita alami dalam diri dan kehidupan yang kita jalani. Kasih-Nya lebih besar dari hidup dan kuasa kebangkitan-Nya sungguh memberi pengharapan yang abadi bagi iman percaya kita. Adalah suatu anugerah yang besar jika sekarang kita telah menerima keselamatan menjadi pengikut Kristus, Tuhan dan Juru Selamat kita.

Dalam menyambut Paskah tahun ini, publikasi e-Wanita menampilkan tampilan yang berbeda dari biasanya. Selain kolom Renungan Paskah, kami juga menampilkan dua artikel dalam kolom Dunia Wanita dan Wawasan Wanita yang terambil dari situs Wanita Kristen dan situs Paskah. Dalam tema besar Paskah, kami rindu untuk membagikan artikel-artikel yang akan menginspirasi Anda untuk semakin hidup dan berkarya bagi Kristus, baik dalam keluarga, pelayanan, pekerjaan, maupun dalam masyarakat. Kristus sudah mati bagi kita, mari sekarang kita hidup bagi Dia.

N. Risanti

Pemimpin Redaksi e-Wanita,
N. Risanti

 

RENUNGAN WANITA Apakah Anda Memercayai Paskah?

Edith Burns adalah seorang wanita Kristen yang luar biasa; dia tinggal di San Antonio. Edith Burns memiliki kebiasaan untuk memperkenalkan dirinya sendiri kepada semua orang dengan cara: "Halo, nama saya Edith Burns. Apakah Anda memercayai Paskah?" Kemudian, dia akan menjelaskan arti Paskah kepada orang yang ditemuinya, dan melalui dia, banyak orang diselamatkan.

Salib

Suatu ketika, laporan lab mengatakan bahwa Edith terkena kanker dan tidak akan bertahan hidup lebih lama. Namun, semua orang di tempat dia dirawat kagum dengan Edith, kecuali Phyllis Cross, kepala perawat. Suatu pagi, dua perawat yang seharusnya menjaga Edith sakit sehingga Phyllis Cross terpaksa menggantikan mereka. Ketika dia masuk kamar Edith, Edith memberikan senyum lebar dan berkata, "Phyllis, Tuhan mengasihimu, dan aku telah berdoa bagimu." Phyllis menjawab, "Silakan hentikan doamu karena tidak ada gunanya bagiku." Edith menjawab, "Baiklah, aku akan berdoa meminta agar Tuhan tidak memanggilku sebelum kamu datang kepada Tuhan." Phyllis Cross memotong, "Baiklah, kamu tidak akan pernah mati karena hal itu tidak akan terjadi!" Lalu, dia meninggalkan ruangan.

Sesudah peristiwa itu, setiap kali Phyllis Cross melintasi ruangannya, Edith selalu berkata, "Tuhan mengasihimu Phyllis, dan saya mengasihimu; saya berdoa bagimu." Suatu hari, Phyllis Cross seperti ditarik magnet masuk ke ruangan Edith. "Saya sangat senang kamu mau datang, sebab Tuhan berkata padaku bahwa ini merupakan hari khususmu," kata Edith. "Ya, Edith, kamu bertanya kepada setiap orang di sini, 'Apakah Anda memercayai Paskah?' Akan tetapi, kamu tidak pernah menanyakannya kepadaku." Edith menjawab, "Phyllis, sebenarnya saya ingin, tetapi Tuhan berkata kepadaku untuk menunggu sampai kamu meminta, dan sekarang kamu telah meminta." Edith Burns lalu mengambil Alkitabnya dan berbagi dengan Phyllis Cross mengenai Paskah mulai dari kematian sampai kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Edith bertanya, "Phyllis, apakah kamu memercayai Paskah? Percayakah kamu bahwa Tuhan Yesus hidup dan Dia ingin tinggal di dalam hatimu?" Phyllis Cross berkata, "Saya percaya dengan segenap hati saya, dan saya menginginkan Yesus tinggal dalam hidup saya." Kemudian, Phyllis Cross berdoa dan mengundang Yesus Kristus masuk ke dalam hatinya.

Pada hari minggu Paskah, Phyllis Cross datang ke rumah sakit. Dia ingin mengunjungi Edith, memberikan bunga lili serta mengucapkan selamat Paskah. Namun, terlambat, Edith telah terbaring tanpa nyawa. Alkitab hitam ada di pangkuannya. Tangan kirinya ada di atas Yohanes 14:2, "Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada." Tangan kanannya ada di atas Wahyu 21:4, "Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu." Ada senyum manis pada wajahnya. Phyllis Cross menatap tubuh Edith dan mengangkat wajahnya ke atas, dan air matanya mengalir di pipinya, dan dia berkata "Selamat Paskah, Edith!"

Phyllis Cross meninggalkan Edith dan berjalan keluar. Saat bertemu dengan dua siswa perawat, ia berkata, "Halo, nama saya Phyllis Cross. Apakah kamu memercayai Paskah?"

Download Audio
Diterjemahkan dari:
Nama situs : Situs Paskah Indonesia
Alamat situs : http://paskah.sabda.org/apakah_anda_memercayai_paskah_1
Judul asli artikel : Apakah Anda Memercayai Paskah?
Penulis artikel : Tidak dicantumkan
Tanggal akses : 17 Januari 2017
 

DUNIA WANITA Semua Misteri Ini

Banyak orang sulit memahami bagaimana pengorbanan Yesus dapat menjadi efektif atau memadai. Untuk meredakan kegalauan intelektual manusia, ada yang berusaha membuat salib lebih dapat dipahami oleh akal budi. Namun, Paulus berkata benar ketika ia menulis:

Yesus disalib

"tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan, tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah. Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia." (1 Korintus 1:23-25)

Perdebatan yang paling seru mencapai puncaknya pada pertanyaan menyangkut penebusan dosa: Bagaimana Allah memuaskan tuntutan sifat kudus-Nya sendiri, sementara Ia masih memperlihatkan kedalaman kasih-Nya bagi umat manusia? Banyak pemikir merasa tidak menyukai gagasan bahwa Allah membuat Yesus menanggung kesalahan dan hukuman akibat dosa kita. Mereka berulang kali mengemukakan teori-teori dengan tujuan untuk menghindari kesimpulan yang buruk ini.

Selengkapnya »

 

WAWASAN WANITA Menjelaskan Kebangkitan Yesus kepada Anak-Anak

Kebangkitan Yesus

Setiap tahun saat Paskah tiba, tibalah saatnya untuk membicarakan kebangkitan kepada anak-anak Anda. Menjelaskan kebangkitan Yesus berarti Anda juga perlu menjelaskan mengenai penyaliban yang mungkin menantang, khususnya bila Anda memiliki anak-anak yang masih kecil. Langkah-langkah berikut ini akan memberi Anda beberapa ide tentang bagaimana menceritakan cerita Paskah kepada anak-anak sehingga mereka mengerti pentingnya Paskah.

Selengkapnya »

 
Stop Press! Situs e-Misi, Mengabarkan Injil ke Seluruh Indonesia dan Dunia!

Situs Misi

Berita Injil adalah berita yang diperlukan oleh segenap umat manusia yang telah jatuh ke dalam dosa untuk mengalami anugerah keselamatan yang telah Allah sediakan melalui Anak-Nya yang Tunggal, Tuhan Yesus Kristus. Sudahkan Anda membawa Kabar Baik itu kepada mereka yang belum dijangkau?

Yayasan Lembaga SABDA mempersembahkan Situs e-Misi untuk memberikan informasi-informasi seputar pekerjaan-pekerjaan MISI, termasuk tokoh, artikel, kesaksian, renungan, dsb., baik di Indonesia maupun di dunia. Situs ini juga hadir untuk mendorong kita terjun dan ikut ambil bagian dalam pekerjaan MISI di mana pun kita berada.

Berkunjunglah ke situs e-Misi dan mari kita melihat kuasa Allah yang begitu luar biasa itu bekerja memulihkan pribadi-pribadi yang dikasihi-Nya. Tuhan Yesus memberkati!

 
Anda terdaftar dengan alamat: $subst('Recip.EmailAddr').
Anda menerima publikasi ini karena Anda berlangganan publikasi e-Wanita.
wanita@sabda.org
e-Wanita
@sabdawanita
Redaksi: N. Risanti, Amidya, dan Margaretha I.
Berlangganan | Berhenti | Arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
©, 2018 -- Yayasan Lembaga SABDA
 

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org