Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2024/03/23

Sabtu, 23 Maret 2024 (Minggu Pra-Paskah ke-5)

Pengecut adalah kata lain dari penakut atau munafik. Itu berarti seorang pengecut adalah orang yang tidak memiliki keberanian. Pengecut adalah orang yang berpura-pura percaya atau setia, tetapi sebenarnya tidak.

Dalam kisah penangkapan Yesus, kita melihat dua sosok pengecut. Yudas bersama dengan serombongan orang suruhan datang dengan pedang dan pentung untuk menangkap Yesus (43). Kalau ada banyak orang membawa pedang dan pentung, yang ada dalam pikiran kita tentunya mereka hendak menghadapi sekelompok orang bersenjata atau menangani kerusuhan besar. Namun, saat itu mereka hanya akan menangkap Yesus seorang yang ditemani segelintir murid-Nya di tempat sepi pada malam gelap.

Mengapa mereka harus membawa pedang dan pentung? Sebegitu takutkah mereka kepada Yesus? Atau, apakah mereka sekadar memanfaatkan dan memamerkan kekuatan mereka supaya Yesus dan murid-murid-Nya tunduk? Sungguh pengecut!

Pengecut yang kedua adalah Yudas. Dia adalah salah satu dari kedua belas murid, tetapi dialah yang menyerahkan Yesus. Ia melakukannya dengan memberi ciuman kepada Yesus, bahkan ia pun masih menyapa-Nya sebagai Rabi (44-45). Ciuman dan sapaannya bisa dikira orang sebagai bentuk kesetiaan kepada Gurunya. Namun, ternyata, dia mengkhianati Yesus dengan gestur keramahannya. Lain di bibir, lain pula di hati; tampaknya setia, tetapi ternyata tidak. Dia telah menjadi seorang pengecut.

Sungguh tak terpuji tindakan pengecut. Jangan sampai kita menjadi seperti itu. Ketakutan yang berlebihan bisa mendorong kita untuk melakukan upaya dan tindakan yang berlebihan pula. Mari kita menata dan mengelola ketakutan kita, sehingga kita tidak menjadi pengecut.

Marilah kita juga menjaga supaya bibir kita selaras dengan hati dan pikiran kita. Jangan menjadi orang munafik yang berkata setia, tetapi hati dan pikiran mengkhianati. Jangan sampai kita tampak baik karena rajin beribadah dan memuji Tuhan, namun tindakan dan sikap hidup kita lebih banyak menodai nama Tuhan. [KRS]


Baca Gali Alkitab 4

Markus 14:43-52

Segerombolan orang datang ke Taman Getsemani untuk menangkap Yesus. Gerombolan ini diyakini terdiri dari tentara Romawi dan para penjaga Bait Suci. Mereka dipimpin oleh murid Yesus sendiri yang bernama Yudas Iskariot.

Aksi Yudas patut mendapat sorotan tajam, sebab tindakan kasih dan hormat yang dilakukannya ternyata memiliki maksud jahat di baliknya.

Apa saja yang Anda baca?
1. Siapa murid yang datang kepada Yesus dan bersama siapa dia datang? (43)
2. Apa tanda yang diberitahukan dan dilakukan oleh Yudas untuk mengarahkan rombongan itu kepada Yesus? (44-45)
3. Apa yang mereka lakukan dan apa respons salah seorang murid? (46-47)
4. Apa yang Yesus katakan sebagai respons terhadap tindakan penangkapan-Nya itu? (48-49)
5. Apa yang akhirnya dilakukan para murid? (50)
6. Apa yang terjadi pada seorang muda yang berpakaian sehelai kain linen? (51-52)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Apa ciri-ciri dari seorang pengecut yang munafik?
2. Apa yang harus Anda hindari agar tindakan kasih Anda bukan kepura-puraan yang membalut rencana jahat?

Apa respons Anda?
1. Pernahkah Anda berpura-pura baik atau mengasihi orang lain? Jika Anda menyadari perbuatan itu sebagai dosa, apa yang akan Anda lakukan sebagai bukti pertobatan Anda?
2. Bagaimana Anda akan mengingatkan pasangan, keluarga, atau teman Anda yang masih sering tersenyum ramah, tetapi suka menghina orang lain di belakang?

Pokok Doa:
Kiranya Tuhan menolong Anda untuk mengasihi dan berbuat baik kepada orang lain dengan tulus.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org