Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2022/03/27

Minggu, 27 Maret 2022 (Minggu Pra-Paskah 4)

Mazmur 20
Hilang Rasa

Menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah. Kinerja dan setiap tindakan yang dilakukan akan jadi sorotan. Ia harus tahan menerima kritikan. Banyak pemimpin yang terjerumus dalam korupsi, kolusi, dan nepotisme. Hal ini membuat banyak orang menjadi bersikap bodo amat, tidak peduli lagi dengan apa yang terjadi pada bangsa ini. Kita hilang rasa karena merasa tidak ada harapan untuk memperbaiki sistem birokrasi yang ada.

Dalam mazmur yang ditulisnya ini, Daud memohon kepada Tuhan untuk membantunya berperang melawan musuh. Ia tidak semata-mata mengandalkan pasukannya atau strategi perang yang telah ia siapkan karena ia tahu Tuhanlah Sang Pemberi kemenangan. Daud belajar dari pengalaman hidupnya bahwa Tuhan adalah satu-satunya tempat perlindungan.

Tuhan yang telah mengurapi dan memilih Daud lewat Nabi Samuel, yang telah mengangkat dia menjadi raja. Tuhan pula yang telah membuatnya menang melawan orang Filistin dan menyelamatkannya dari Saul yang ingin membunuhnya. Karena itu, Daud menyadari bahwa tanpa campur tangan Tuhan, dirinya bukanlah siapa-siapa.

Teladan Daud diikuti oleh rakyatnya. Mereka juga berdoa agar Tuhan memberikan kemenangan kepada raja (10). Mereka tidak hilang rasa karena tahu bahwa peperangan yang sedang terjadi bukan hanya tugas seorang raja. Mereka juga percaya, Tuhan itu mahabesar. Mereka turut andil mendukung raja lewat doa-doa yang mereka panjatkan.

Bagaimana sikap kita sebagai orang percaya? Teladan apa yang kita tunjukan bagi sesama? Apakah kita hanya bisa merongrong saja tanpa berbuat sesuatu, atau kita mendukung semampu kita?

Sebagai orang percaya, doa sudah harus melekat dalam kehidupan kita hari lepas hari. Doa merupakan napas kehidupan kita. Sama seperti tubuh jasmani kita yang akan mati bila berhenti bernapas, demikian pula rohani kita akan mati tanpa adanya doa. Salah satu hal yang harus kita doakan adalah para pemimpin di negara kita agar mereka bisa menjadi pemimpin yang benar. [SLM]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org