Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2021/12/03

Jumat, 3 Desember 2021 (Minggu Adven ke-1)

2 Tesalonika 3
Taat dengan Tetap Giat Bekerja

Pada umumnya, apabila orang berada dalam masa penantian, mereka cenderung akan berdiam diri atau menanti dengan pasif. Demikian juga warga jemaat di Tesalonika. Oleh karena sikap dan pengajaran orang-orang tertentu, sebagian jemaat tidak bekerja, dengan alasan bahwa kedatangan Kristus yang kedua kali akan segera tiba.

Menurut Rasul Paulus, sikap itu salah, bahkan menyesatkan. Ia menganjurkan warga jemaat Tesalonika untuk menghindari orang-orang seperti itu (6). Rasul Paulus sendiri memberi contoh dari dirinya sendiri. Sementara ia dengan tekun dan rajin memberitakan Injil Yesus Kristus, ia sendiri tetap bekerja keras sebagai pembuat tenda, agar hasilnya dapat dipakai untuk membiayai kehidupannya sehingga ia tidak membebani jemaat, walau sebenarnya ia layak menerimanya (7-9). Dengan demikian, ia menjadi teladan yang baik bagi orang lain.

Bahkan, Rasul Paulus kembali menegaskan pengajarannya dalam ayat 10: "... jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan". Paulus menasihati jemaat agar mereka tetap giat bekerja dan membiayai kehidupan mereka sendiri (12). Nasihat ini penting karena kedatangan Kristus tidak diketahui. Hal itu adalah hak Allah sepenuhnya. Maka dari itu, warga jemaat Tesalonika dipanggil untuk tetap bekerja sebagaimana biasanya, dibarengi dengan perbuatan baik, pemberitaan Injil, dan kasih bagi saudara seiman (13-15).

Dengan teladan diri dan nasihatnya, Paulus ingin mengajarkan bahwa umat Kristen tidak boleh menjadi umat yang malas dengan dalih apa pun, termasuk dalih rohani sekalipun. Jangan sampai kita memakai iman kita untuk membenarkan gaya hidup yang malas. Dalam masa Adven ini kita juga dipanggil untuk tetap bekerja dengan rajin dan tekun. Kita bekerja memang pertama-tama untuk mencari nafkah, tetapi lebih penting lagi untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa pengikut Kristus bukanlah orang-orang yang malas, melainkan orang-orang yang rajin bekerja.

Dalam kehidupan di dunia ini, kita perlu memperlihatkan kesungguhan dalam hidup beriman. Kita tunjukkan kepada dunia bahwa menaati Kristus sambil giat bekerja mempunyai dampak nyata dalam kehidupan manusia. [SRH]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org