Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2021/05/27

Kamis, 27 Mei 2021 (Minggu ke-1 sesudah Pentakosta)

Mazmur 150
Bebas Berekspresi Memuji Tuhan

Ketika kita membaca Mazmur ini, kita dapat membayangkan betapa meriah dan megahnya pesta pujian yang diselenggarakan di dalam tempat ibadah. Pesta yang penuh semarak, sukacita, dan kegembiraan! Pesta yang menyuarakan kesyahduan dalam memuji Tuhan yang kudus dan kebesaran karya-Nya.

Dinamika yang indah dalam puji-pujian tersebut bisa kita lihat dari berjenis-jenis alat musik yang digunakan. Ada tiupan sangkakala, gambus, dan kecapi; ada juga rebana, tari-tarian, permainan kecapi dan seruling. Ada ceracap yang berdenting dan berdentang (3-5). Di sana terdengar pujian yang penuh sukacita dan kesyahduan.

Sang pemimpin ibadah dengan lantang dan penuh semangat terus mengajak umat untuk memuji Tuhan. Ia terus berseru, "Pujilah Allah ... Pujilah Dia ..." (1-5). Umat pun menanggapinya dengan penuh sukacita, menyanyikan pujian bagi Tuhan dengan iringan berbagai alat musik dan tarian.

Melalui Mazmur ini kita belajar bahwa aksi memuji Tuhan dapat kita nyatakan secara bebas melalui berbagai cara. Adanya berbagai alat musik tersebut menandakan bagaimana setiap orang dapat mengekspresikan luapan hatinya. Baik sukacita maupun kesyahduan menjadi dinamika ibadah yang bisa dihayati dan diekspresikan oleh umat. Kesempatan berekspresi ini sesuai dengan gerak yang ada di dalam hati setiap orang. Tidak ada yang membatasi. Dari situ kita sungguh-sungguh bisa merasakan betapa dahsyatnya kuasa pujian dalam nama Tuhan.

Kalau pada zaman dahulu pemazmur saja diberi kebebasan dalam memuji Tuhan, apalagi pada zaman sekarang di mana tuntutan kebebasan makin kuat! Lagu pujian, karya seni, cerita kesaksian, atau bahkan perbuatan menolong sesama, semuanya menyatakan pujian penuh sukacita bagi Allah.

Apa yang disampaikan oleh pemazmur itu sesuai dengan status kita sebagai anak Allah. Oleh karya Kristus, status tersebut kita peroleh. Status itu mestinya menjadikan kita tidak perlu malu atau canggung di hadapan Tuhan. Biarlah semua yang bernapas bebas memuji Tuhan. [MTH]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org