Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2021/04/24

Sabtu, 24 April 2021 (Minggu ke-3 sesudah Paskah)

Mazmur 119:161-176
The Power of God's Word

Banyak dari kita memiliki hobi membaca, entah itu buku, artikel, koran, dan sebagainya. Namun, apakah kita juga senang membaca Alkitab?

Dalam bacaan kita hari ini, pemazmur berulang kali mengungkapkan betapa dia kagum dan mencintai Taurat Tuhan. Dengan mencintai Taurat Tuhan, pemazmur menunjukkan bagaimana ia menjalani hidupnya. Pertama, gentar terhadap firman Tuhan. Bahkan, kegentaran ini melebihi kegentarannya terhadap pembesar-pembesar yang tidak suka kepadanya dan mengejarnya tanpa alasan (161). Kedua, bergembira dan mencintai Taurat Tuhan (162). Ketiga, penuh dengan puji-pujian kepada-Nya (171). Hal ini tentu didasari oleh janji dan ketetapan Tuhan yang pemazmur peroleh dari Taurat Tuhan. Keempat, menjauhi yang jahat dan melakukan perintah-Nya. Kelima, hidup penuh dengan pengharapan.

Sekalipun pemazmur berada dalam kesukaran dan dikejar-kejar oleh para pembesar, ia tetap berharap dan menantikan pertolongan Tuhan. Kita dapat melihat buah dari cinta akan Taurat Tuhan. Pertama, kita akan memperoleh ketenteraman besar, sekalipun diimpit oleh banyak masalah. Kedua, tidak ada yang membuat kita tersandung. Sebab, Taurat Tuhan tentu mengajar kita untuk selalu melakukan hal-hal yang benar. Itulah kekuatan firman Tuhan jika kita mau menghidupi dan melakukannya.

Namun, kita sendirilah yang menyusahkan hidup kita dengan bersandar pada pengertian kita sendiri. Kemudian, kita cemas, khawatir, dan hilang harapan. Kita tidak tahu ke mana mencari pertolongan karena kita jarang, bahkan tidak pernah membaca firman Tuhan; atau kita mungkin membacanya, tetapi lupa akan firman-Nya sebab tidak berakar.

Oleh sebab itu, marilah kita tekun membaca serta merenungkan firman Tuhan. Biarlah kita menjadi cinta akan firman sehingga kita tahu kebenaran dan janji-janji Tuhan, yang menuntun serta memberi ketenteraman, sukacita, dan pengharapan. Janji-janji Tuhan yang bisa menghidupkan jiwa kita kembali ketika kita menjadi takut dan khawatir dalam menghadapi persoalan hidup. [SDL]


Baca Gali Alkitab 8

Mazmur 120

Fitnah adalah perkataan yang memutarbalikkan kebenaran dan mendustai kebenaran. Perbuatan ini jelas sangat jahat. Dampaknya tidak hanya merusak hidup seseorang, tetapi juga menghancurkan kehidupan masyarakat. Bagi pelaku fitnah sudah ada hukuman yang menantinya di kemudian hari, tetapi bagaimana dengan orang yang difitnah? Di mana dia bisa mencari pembelaan dan perlindungan?

Siapakah yang dapat menolongnya untuk mengungkapkan kebenaran?

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa yang dirasakan dan yang terjadi atas diri pemazmur? (1, 3)
2. Dari apa pemazmur meminta untuk dilepaskan? (2)
3. Kepada siapa pemazmur meminta pertolongan? (1-2)
4. Apa yang dimiliki para pemfitnah sehingga membuat pemazmur merasakan kesesakan? (3-4)
5. Mengapa pemazmur menganggap dirinya celaka? (5-6)
6. Bagaimana karakteristik pemazmur dan bagaimana pula karakteristik pemfitnah? (7)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Jika mengalami fitnah, kepada siapa Anda akan datang meminta kebenaran dan pertolongan?
2. Karakter apa yang seharusnya Anda miliki sebagai orang percaya di tengah-tengah dunia?

Apa respons Anda?
1. Apa yang akan Anda lakukan jika difitnah?
2. Jika tidak boleh membalas, apa yang akan Anda lakukan terhadap pemfitnah?
3. Gaya hidup seperti apa yang Anda harus hidupi agar terhindar dari fitnah?

Pokok Doa:
Agar Tuhan menolong dalam menghadapi fitnah dari orang-orang yang bermaksud jahat.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org