Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2021/04/20

Selasa, 20 April 2021 (Minggu ke-3 sesudah Paskah)

Mazmur 119:97-112
Firman-Nya Sumber Kebijaksanaan

Dari mana datangnya hikmat serta kebijaksanaan untuk menjalani kehidupan ini? Sebagian orang mengasosiasikan kebijaksanaan dengan kecerdasan intelektual, sementara sebagian lagi mengaitkannya dengan kekayaan pengalaman hidup.

Namun, menurut pemazmur, kebijaksanaan dan hikmat datang dari kecintaan untuk mempelajari, menghayati, serta melakukan firman. Kecintaan itu jugalah yang menghadirkan damai sejahtera dalam hidup manusia. Pemazmur menggambarkan kecintaan-Nya pada firman lewat kalimat ini: "Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari" (97).

Konsistensi dalam merenungkan firman itulah yang membuat ia memperoleh kebijaksanaan. Secara metaforis ia menjelaskan bahwa kebijaksanaan yang diperolehnya melebihi para pengajarnya serta orang-orang tua (99-10). Dalam sistem masyarakat Israel kuno, dua pihak yang disebutkan pemazmur tersebut memiliki posisi sebagai sumber pengetahuan dan didikan.

Secara spesifik, hikmat dan kebijaksanaan yang diperolehnya dari pengenalan akan firman bertujuan untuk membantu pemazmur dalam menghindarkan diri dari kejahatan yang merintangi hidupnya. Maka, tidaklah heran bila pemazmur menggambarkan firman Tuhan laksana pelita bagi langkah kaki dan terang untuk menerangi jalannya (105). Kalau perjalanan hidup digambarkan laksana melangkah di sebuah jalan, maka satu-satunya cara untuk mengusir kegelapan atau kejahatan yang merintangi perjalanan tersebut adalah dengan menghadirkan terang, yaitu firman Tuhan itu sendiri.

Di zaman modern ini, moralitas seolah-olah menjadi makin ambigu. Sulit untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Sebagai orang percaya hendaknya kita menjalani kehidupan dengan penuh hikmat dan kebijaksanaan yang berasal dari firman Tuhan. Komitmen terhadap firman itulah yang menjadikan kita teguh dalam menjalani hidup serta tidak berkompromi terhadap ketidakbenaran dan kejahatan. [WDN]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org