Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2020/11/22

Minggu, 22 November 2020 (Minggu ke-25 sesudah Pentakosta)

Yesaya 31:1-9
Jalan yang Salah

Dalam kehidupan ini, masalah sering datang silih berganti. Ada orang yang bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Ada juga yang memerlukan bantuan orang lain. Sering kali saat membutuhkan bantuan, dengan segera kita meminta bantuan orang terdekat. Entah itu keluarga, pasangan, sahabat, atau tetangga. Sebenarnya, tak ada yang salah jika kita melakukan hal itu. Namun, yang menjadi salah adalah jika kita menganggap bahwa mereka adalah satu-satunya penolong.

Israel pergi ke Mesir untuk meminta pertolongan. Mereka mengira pasukan Mesir mampu menolong dalam perang menghadapi kerajaan Asyur. Israel melihat bahwa Mesir memiliki banyak pasukan berkuda yang handal (1). Oleh karena itulah, mereka langsung datang meminta pertolongan meski harus menempuh perjalanan jauh. Keputusan ini keliru karena mereka tidak datang kepada Allah.

Dan apa yang terjadi? Mesir dikalahkan Asyur. Allah memakai Asyur untuk menyadarkan bangsa Israel bahwa orang Mesir adalah manusia biasa (3). Mereka dan kuda-kudanya adalah makhluk yang lemah, bukan roh yang berkuasa. Seandainya Allah mau, bangsa Israel pun bisa ikut hancur bersama Mesir. Namun, kasih Allah masih tetap ada untuk umat pilihan-Nya. Oleh sebab itu, Dia memperingatkan bangsa Israel untuk mendekat kepada-Nya.

Seperti halnya Allah menolong bangsa Israel, Dia juga sanggup menolong kita yang percaya kepada-Nya. "Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN" (Yer. 17:7). Dia adalah Allah yang sama dari dahulu hingga sekarang. Pribadi-Nya tidak berubah, begitu juga dengan kuasa dan kasih-Nya. Dia selalu dapat kita andalkan dalam semua aspek kehidupan.

Kita harus mengakui bahwa tidak mudah untuk mengandalkan Allah. Kita lebih mudah tergoda untuk berpaling kepada pertolongan lain. Dalam hal inilah, iman kita sesungguhnya sedang diuji. Oleh karena itu, marilah melatih diri untuk datang terlebih dahulu kepada Allah, mengharapkan pertolongan-Nya. [SMR]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org