Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2020/03/27

Jumat, 27 Maret 2020 (Minggu Pra Paskah 4)

Lukas 22:1-2
Hati-hati dengan Pikiranmu

Idealnya, pikiran selalu selaras dengan tindakan. Apabila memikirkan dosa, kemungkinan kita pun akan tergoda untuk melakukannya. Bahkan pada dasarnya, sejak memikirkan dosa, sebenarnya kita sudah berdosa di hadapan Allah.

Para imam kepala dan ahli-ahli Taurat sedang memikirkan sesuatu. Mereka sedang berpikir keras menemukan cara untuk membunuh Yesus. Namun, keinginan itu terhalang oleh ketakutan mereka terhadap massa. Pasalnya, banyak orang mengagumi Yesus. Ia terkenal karena ajaran-Nya selalu mendapat tempat di hati pendengar-Nya. Bahkan, para imam kepala, ahli Taurat, dan orang Saduki tidak bisa menyanggah pengajaran Yesus. Tidak hanya itu, Lukas mencatat banyak orang antusias mendengar pengajaran-Nya di Bait Allah (Luk. 21:38). Oleh karena itu, para imam kepala dan ahli Taurat takut kepada mereka. Mereka takut karena tidak ingin dicap buruk dan berdosa di mata banyak orang. Jadi, mereka memikirkan cara membunuh Yesus, tetapi tanpa dicap sebagai orang berdosa. Bukannya mempersiapkan Paskah, para imam kepala dan ahli Taurat malah memikirkan jalan untuk membunuh Yesus. Hari Raya Paskah seharusnya menjadi peringatan kudus atas perjanjian antara Allah dan umat-Nya. Namun, mereka menodai hari suci itu dengan akal bulus untuk membunuh Yesus. Tanpa mereka sadari, rencana jahat itu menjadi bagian dari penggenapan nubuatan para nabi bagi karya dan pelayanan Yesus.

Mungkin, kita tidak seperti para imam kepala dan ahli Taurat yang berpikir untuk membunuh Yesus. Namun, apakah kita menyadari bahwa kita sering kali menyakiti hati Tuhan? Kita kerap melukai-Nya dengan memikirkan apa yang tidak Ia kehendaki.

Jadi, kita mesti berhati-hati dengan apa yang kita pikirkan. Jangan sampai pikiran tersebut menjadi noda dosa di hadapan Allah. Sebaiknya, mari kita memikirkan hal yang baik dan berkenan di hadapan-Nya. Mari kita memikirkan cara hidup yang taat dalam melakukan kehendak-Nya dengan setia, dan memohon agar Tuhan menguasai hati dan pikiran kita agar menyenangkan-Nya. [MRLN]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org