Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2020/02/01

Sabtu, 1 Februari 2020 (Minggu ke-3 sesudah Epifania)

2 Samuel 6:1-23
Kesungguhan Menghormati Tuhan

Tuhan adalah Allah yang Mahakuasa dan Mahabesar. Dia layak disembah. Keagungan Tuhan nyata dalam karya-Nya (sejak penciptaan dunia dengan segala isinya), dan lewat karya-Nya menebus dan memelihara hidup umat-Nya.

Raja Daud adalah seorang yang ditunjuk dan ditetapkan Tuhan untuk menjadi raja Israel menggantikan Saul. Sebagai raja, Daud tunduk dan taat kepada Tuhan. Termasuk saat ia melihat tabut perjanjian-Nya hanya bertempat di rumah Abinadab di Baale-Yehuda, sebuah tempat pedesaan yang ada di sekitar kota Yerusalem.

Raja Daud mengumpulkan segenap orang pilihannya di antara orang Israel untuk mengangkut tabut perjanjian itu dan membawanya ke kota Yerusalem. Dalam perjalanan membawa tabut Tuhan tersebut, terjadi suatu "kecelakaan" yang menyebabkan kematian Uza. Lalu, tabut Tuhan disimpan dahulu di rumah Obed-Edom. Setelah tiga bulan, Daud kembali memindahkan tabut perjanjian itu ke kota Daud dengan penuh sukacita.

Dalam mengangkut tabut perjanjian Tuhan itu, Raja Daud beserta seluruh rakyat yang mengiringinya membawanya dengan sorak-sorai sambil diiringi bunyi sangkakala yang meriah. Raja Daud sendiri dengan berbaju efod dan kain lenan menari-nari sekuat tenaga di hadapan Tuhan untuk menghormati Tuhan. Mikhal menegurnya karena tak pantas bagi seorang raja menari di hadapan rakyatnya. Karena tarian hanya dilakukan oleh para budak, namun Daud melakukannya demi menghormati Tuhan. Di sinilah Daud menunjukkan teladan pemimpin yang memprioritaskan Tuhan.

Sikap Raja Daud yang demikian menunjukkan kesungguhan hatinya untuk menghormati Tuhan. Sikap ini pula yang perlu kita miliki dalam kehidupan kita. Hal itu mulai dari hati dan pikiran, terucap dalam kata-kata, dan terwujud dalam perbuatan kita. Maukah kita seperti Daud?

Doa: Ya Tuhan yang Maha Agung, inilah hamba-Mu yang hendak menguduskan hidup dan sungguh-sungguh memuliakan Tuhan dalam seluruh segi kehidupan kami. [SHD]


Baca Gali Alkitab 5

2 Samuel 7:1-17

Daud adalah orang yang hatinya berpaut pada Tuhan. Ia merupakan salah satu tokoh terbaik Alkitab dalam hal keteladanan iman. Ketika tinggal di tempat yang penuh kemewahan, ia merasa tidak pantas. Karena tabut Allah, yang merupakan simbol hadirat Allah, justru ada dalam tenda. Semua kemewahan indah yang dirasakan Daud seolah-olah sirna melihat tabut Allah ada di tempat sederhana.

Tetapi Allah tidak berkehendak Daud membangun Bait Suci untuk-Nya. Salomolah yang kelak akan membangunnya. Hal ini karena Allah melihat bahwa tangan Daud sudah terlalu banyak menumpahkan darah. Di atas semua itu, Daud sangat peduli terhadap pembangunan rumah Allah. Ia merasa tidak layak dengan keadaan yang ada. Daud sangat memperhitungkan Allah dalam segala kehidupannya.

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa yang dirasakan Daud saat membandingkan tempat tinggalnya dan tempat tabut Allah diletakkan (1-3)?
2. Apa yang dikatakan Allah berkenaan dengan rumah yang hendak dibuat Daud bagi Allah (4-7)?
3. Apa yang hendak Allah katakan dengan mengisahkan kembali siapa Daud dahulu dan apa yang telah Allah lakukan dalam hidupnya (8-11)?
4. Apa yang dijanjikan Allah bagi Daud berkenaan dengan keturunannya (12-17)?

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Apa respons kita saat merenungkan salib Kristus?
2. Mengapa Allah tidak mengizinkan Daud membangun rumah bagi-Nya?

Apa respons Anda?
1. Pernahkah Anda merasa tidak layak menikmati semua yang Anda nikmati hari ini?
2. Pernahkah Anda memberi yang terbaik bagi Allah?

Pokok Doa:
Berdoa kiranya Tuhan mengaruniakan hati yang mencintai-Nya seperti Daud.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org