Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2020/01/12

Minggu, 12 Januari 2020 (Minggu ke-1 sesudah Epifania)

Yohanes 6:67-71
Kamu Tidak Pergi Juga?

Injil tidak menyembunyikan fakta bahwa ada yang menolak dan mengkhianati Yesus (70-71). Sama seperti Allah telah memilih kedua belas suku Israel, demikian pula Yesus memilih kedua belas murid-Nya.

Injil Yohanes tidak berusaha mempermudah atau melupakan kisah pengkhianatan ini. Yudas Iskariot ternyata mengkhianati Yesus. Tak ada cara mudah untuk menelan kenyataan ini. Apakah Yesus salah pilih? Apakah Yesus tak pandai mengajar? Bagaimana mungkin Iblis dapat bekerja sedemikian rupa untuk merusak salah seorang yang tadinya sahabat Tuhan sendiri?

Yesus kemudian memberikan tantangan pertanyaan untuk para murid: “Apakah kamu tidak mau pergi juga?” (67). Mengakui Yesus sebagai yang Kudus dari Allah (69) tidak bisa hanya dilakukan dengan ucapan di bibir belaka. Seluruh hidup akan mencerminkan komitmen dan kesetiaan kita.

Ayat berikutnya dari bagian ini justru mengingatkan orang-orang Yahudi yang mencoba membunuh Yesus di Yudea. Mengikut Yesus tampaknya bukan hal yang terlalu menguntungkan, bahkan mengundang bahaya.

Tentu tidak berarti orang Kristen yang mengalami kesulitan disebabkan oleh kesetiaan dan komitmennya terhadap Yesus dan ajaran-Nya. Bisa saja kesulitan hidup itu datang karena kelalaian atau dosanya sendiri. Namun, kesungguhan mengikut Tuhan memang dapat mengakibatkan penolakan dan kesulitan karena Yesus sendiri pun tahu rasanya ditolak dan dikhianati.

“Apakah kamu tidak mau pergi juga?” Pertanyaan Yesus ini juga ditanyakan kepada kita setiap hari, baik kita sadari, atau pun tidak, sebagai tantangan kemurnian iman. Walau kita sering mengatakan kepada diri sendiri bahwa kita sungguh mengikut Tuhan, pada kenyataannya, kita sering tidak sadar akan banyak hal yang mengendalikan motivasi dan pikiran kita. Ketika kita sungguh-sungguh memilih Tuhan, itu karena kasih karunia Allah yang menopang hidup kita yang memiliki banyak kelemahan.

Doa: Tuhan kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah hidup yang kekal. [IMT]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org