Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2019/04/12

Jumat, 12 April 2019 (Minggu Pra-Paskah 5)

1 Korintus 4:6-21
Merendahkan Diri: Mungkinkah?

Berdasarkan prinsip dunia, sangat sulit bagi seseorang untuk merendahkan diri. Kita lebih tertarik mengejar kuasa dan berada di atas orang lain. Hampir tidak ada orang yang dengan sadar mau berada di bawah orang lain. Namun prinsip Kristen, merendahkan diri tidak hanya mungkin, tetapi sudah sewajarnya.

Kesombongan dan kebanggaan diri menggerogoti tubuh jemaat Korintus. Dalam perikop yang kita baca, Paulus tidak henti-hentinya menegur kesombongan mereka dalam pelayanan. Paulus melihat kesombongan itu terekspresi lewat mengutamakan diri sendiri dan menganggap diri penting (6-7). Begitu parahnya kesombongan mereka sampai Paulus mengulanginya lagi di ayat 18-19. Sikap arogansi ini mungkin dikarenakan kelimpahan talenta dan karunia rohani mereka.

Selain menegur mereka, Paulus juga menasihatkan mereka supaya belajar merendahkan diri. Dalam hal ini, Paulus meminta mereka mengikuti teladannya (16). Pasalnya, ia sendiri telah menuruti teladan Kristus (17). Pernyataan ini bukan isapan jempol belaka. Paulus bisa membuktikannya lewat contoh dan pengalamannya sendiri. Bahkan, Paulus menyimpulkan bahwa posisi rasul adalah tempat yang paling rendah (9-13).

Sebagai orang Kristen yang melayani Tuhan, merendahkan diri tidak hanya memungkinkan kita lakukan. Malahan, ini menjadi sebuah keharusan sebagai bagian dari meneladani Tuhan kita, Yesus Kristus. Jauh sebelumnya, Tuhan Yesus juga sudah menasihati dengan mengatakan bahwa jika ingin menjadi besar, kita harus menjadi hamba bagi semuanya (Mrk. 10:43-44). Bahkan, Ia telah mengambil tempat paling hina (Flp. 2:6-7). Kunci merendahkan diri adalah menanggalkan kesombongan, kebanggaan diri, dan status sosial yang kita sandang. Hanya dengan merendahkan diri kita dapat belajar meneladani Kristus.

Doa: Tuhan Yesus, ajar kami menuruti teladan-Mu. Engkaulah model sejati dalam merendahkan dan mengosongkan diri dari takhta yang Maha Tinggi. [AB]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org