Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2019/01/26

Sabtu, 26 Januari 2019 (Minggu ke-2 sesudah Epifani)

Yosua 7
Konsekuensi

Sesudah peristiwa tembok Yerikho, bangsa Israel tampak semakin percaya diri untuk memasuki tanah perjanjian. Kali ini, mereka akan masuk ke kota Ai yang dihuni orang Amori. Setelah melakukan pengintaian, mereka memutuskan dua atau tiga ribu saja yang akan menggempur (2). Menurut laporan, penduduk di sana sangat sedikit (3). Jadi, cukup logis jika tidak seluruh bangsa datang untuk menyerang kota Ai.

Tiga ribu orang Israel berangkat untuk melaksanakan misi itu. Namun, apa yang terjadi? Mereka malah dipukul balik, bahkan melarikan diri (4). Dari pihak Israel jatuh tiga puluh enam korban (5). Rakyat kota Ai berhasil mempermalukan bangsa Israel. Bahkan, mereka dibuat lari tunggang-langgang.

Kenyataan ini membuat Yosua tawar hati. Dia mengoyak jubahnya sebagai tanda perkabungan yang mendalam (6). Dia sujud di hadapan tabut Tuhan untuk menunggu jawaban mengapa ini bisa terjadi.

Akhirnya, Tuhan pun membuka suara-Nya (10). Tuhan menunjukkan penyebab kekalahan telak itu adalah bangsa Israel telah berbuat dosa (11). Seseorang yang bernama Akhan telah mencuri barang-barang yang dikhususkan dan membuat Tuhan berpaling dari Israel. Akhan mengakui perbuatannya (20-21), lalu dia mati dirajam dan semua barang itu dibakar (22-25).

Peristiwa ini mengajarkan kita satu prinsip penting mengenai relasi individu dan komunal. Lewat Akhan, kita melihat bahwa keputusan individu ternyata memengaruhi kondisi komunal. Dosa Akhan, bahkan berdampak pada nasib sebuah bangsa. Artinya, setiap tindakan kita sebagai individu memiliki konsekuensi serius kepada orang banyak.

Pelajaran ini mengajak kita agar lebih hati-hati dalam bertindak. Setidaknya, ini membangun kesadaran supaya kita lebih matang sebelum memutuskan melakukan sesuatu. Kita harus mempertimbangkan dengan serius efek yang timbul. Dampaknya bisa saja merugikan keluarga atau kerabat terdekat kita.

Doa: Tuhan, beri kami kemampuan untuk berhati-hati dalam setiap tindakan dan keputusan. [RD]


Baca Gali Alkitab 4

Yosua 5:13-15

Masalah adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan. Setiap manusia pasti pernah merasakannya. Hidup tidak selamanya lurus dan bahagia. Terkadang, kita harus mengalami jalan berliku dengan ditemani derai air mata.

Bahkan, ada kala masalah yang terbentang bak tembok raksasa. Muncul perasaan bahwa kepalan tangan kita terlalu mungil untuk merubuhkan dinding itu. Alhasil, sikap pesimis datang menyapa. Kita bahkan mungkin meragukan pemeliharaan Tuhan itu ada.

Orang Israel mungkin merasakan hal sama ketika melihat ukuran raksasa tembok Yerikho. Nyali mereka mungkin menciut ketika menyadari kalau tembok itu tidak mungkin ditembus. Mereka bisa saja merasa kalau Tuhan sedang bercanda dengan janji-Nya.

Ternyata, Tuhan mengutus Panglima Balatentara TUHAN.

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa yang dilihat Yosua dekat Yerikho (13-14a)?
2. Setelah mengetahui sosok yang dilihatnya, apa dua respons yang ditunjukkan Yosua (14b)?
3. Bagaimana Yosua menanggapi perintah sosok yang dilihatnya itu (15)?

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Jika mengaitkan dengan Yosua 6, apa maksud kehadiran seorang laki-laki itu?
2. Apakah Tuhan selalu memelihara umat dalam menggenapi janji-Nya?

Apa respons Anda?
1. Pernahkah Anda menghadapi "tembok Yerikho" dalam kehidupan Anda? Anda melihat masalah seperti tembok raksasa. Apa yang Anda pikirkan saat itu? Apakah Anda merasa Tuhan sedang meninggalkan Anda?
2. Pernahkah Anda merasakan pemeliharan Tuhan yang mengagumkan? Layakkah hal itu untuk Anda syukuri?

Pokok Doa:
Kita berdoa agar setiap orang yang sedang mengalami masalah tetap berharap pada pemeliharaan Tuhan.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org