Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2019/01/19

Sabtu, 19 Januari 2019 (Minggu ke-1 sesudah Epifani)

Yosua 1:1-18
Janji Allah dan Tindakan Manusia

Ada dua petani yang sedang menantikan hujan. Sambil menunggu, seorang petani terus tekun menggarap lahan, membersihkan, dan menggemburkannya. Sementara, petani yang lain tidak berbuat apa-apa. Dia hanya menanti di rumahnya kalau hujan datang. Petani manakah yang paling siap untuk menanam jika hujan telah datang?

Allah menunjuk Yosua untuk memimpin orang Israel memasuki tanah Kanaan (2). Allah berjanji akan memberikan tanah itu sebagai milik pusaka mereka. Kepada Yosua, Allah berjanji untuk menyertainya. Sama seperti Dia menyertai Musa, sehingga tiada yang dapat mengalahkannya (5). Janji itu bukan berarti Yosua dan segenap bangsa itu hanya berpangku tangan. Allah menuntut respons mereka dalam sebuah tindakan nyata.

Allah meminta Yosua untuk meyakini penyertaan-Nya dan dengan berani memimpin bangsa itu (6). Bagi Allah, ini adalah bagian yang sangat penting. Pasalnya, Allah mengulangi perintah ini sebanyak dua kali (7, 9). Berikutnya adalah agar Yosua sebagai pemimpin memelihara hukum Taurat. Mereka harus membacakannya kepada umat Tuhan dan menerapkan dalam segala tindakan (7-8). Dia juga harus menggerakkan segenap bangsa itu untuk bersama-sama memasuki tanah perjanjian (10-15).

Sering kali kita berhenti pada janji Allah dan mengklaim itu secara sepihak untuk diri kita. Anehnya, kita sering lupa bahwa dalam janji itu, ada kehendak Allah yang harus dilaksanakan. Ketika Allah berjanji untuk memberkati, Dia mau supaya kita juga bekerja. Dalam semua itu, Dia berjanji akan selalu menyertai. Dia mau supaya kita menghidupi firman-Nya dan tidak menyimpang. Ketika Allah sudah berjanji, maka Dia akan menggenapinya. Oleh karena itu, Dia ingin kita mengambil langkah iman seperti seorang petani yang menggarap lahannya sambil menanti turunnya hujan.

Pendeknya, janji Allah selalu menuntut respons manusia.

Doa: Ya Tuhan, ajar kami untuk bertindak dan melangkah dalam iman untuk meraih apa yang Engkau telah janjikan. [IVT]


Baca Gali Alkitab 3

Lukas 6:46-49

Dasar (fondasi) adalah elemen paling penting dan unik dari sebuah bangunan. Penting karena ia bertugas untuk menopang sebuah gedung agar tetap kokoh berdiri dalam segala situasi. Unik karena walau perannya sentral, tetapi ia sama sekali tidak terlihat. Fondasi selalu tertanam jauh di bawah tanah.

Yesus sedang mengajar para pendengar-Nya dengan perumpamaan. Artinya, Yesus ingin menyampaikan pesan-Nya dengan sebuah pemisalan (analogi). Ini sebuah metode mengajar agar murid dan pengikut-Nya mudah mencerna maksud Yesus.

Kali ini, Yesus sedang membandingkan dua model manusia dengan dua tipe bangunan. Masing-masing tipe bangunan mewakili satu respons manusia dengan kaitannya terhadap mendengarkan firman Tuhan.

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa isi teguran Yesus (46)?
2. Terkait respons mendengar firman, apakah ciri orang yang berkenan di hadapan Yesus (47)?
3. Dengan apakah Yesus menyamakannya? Bagaimana pembangunan rumah itu dilakukan dan apa dampaknya (48)?
4. Bagaimana dengan orang yang hanya mendengarkan firman Allah? Dengan apa Yesus menyamakannya? Bagaimana pembangunan rumahnya dan apa dampaknya (49)?

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Dari dua perbandingan itu, Anda termasuk di dalam kategori yang mana?
2. Ketika menghadapi badai kehidupan, apakah Anda mudah goyah?

Apa respons Anda?
1. Sudahkah Anda menjadi pendengar firman Allah yang baik?
2. Sudahkah Anda menjadi pelaku firman Allah yang baik?

Pokok Doa:
Kita mohon agar Tuhan memampukan kita menjadi pendengar sekaligus pelaku firman Allah.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org