Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2018/12/22

Sabtu, 22 Desember 2018 (Minggu Adven ke-3)

Lukas 1:57-66
Ketaatan Keluarga yang Melayani Tuhan

Sekarang adalah masa-masa menyiapkan diri menyambut kedatangan Tuhan Yesus Kristus. Dalam tradisi Kristen, peristiwa ini kita kenal sebagai Natal. Pada kesempatan ini, marilah kita belajar tentang ketaatan sebuah keluarga memenuhi panggilannya bagi Tuhan.

Tuhan memilih keluarga Imam Zakharia untuk menjadi tempat kelahiran Yohanes Pembaptis. Kelak, dialah yang merintis jalan bagi kedatangan Yesus, Sang Mesias. Tuhan menganugerahi keluarga ini dengan suatu kemustahilan. Tuhan mengizinkan Zakharia dan Elisabet, yang sudah tua dan mati haid, untuk mempunyai anak. Anak itulah nanti akan menjadi perintis jalan bagi kedatangan Kristus.

Tugas Yohanes nanti adalah tugas yang berat, tetapi sekaligus mulia. Peran untuk memanggil dan memerintahkan bangsa Israel adalah tugas yang sulit. Alasannya, bangsa ini terkenal sering melawan Tuhan. Mereka adalah kaum yang enggan mengakui kesalahannya, menyesalinya, dan bertobat. Dengan demikian, tugas Yohanes Pembaptis nanti sungguh tugas yang berat dan penuh kerja keras. Tugas seperti inilah yang akan dibebankan kepada anak yang sedang dikandung Elisabet.

Imam Zakharia dan Elisabet bisa saja menolak tugas berat itu. Namun, mereka membuktikan diri sebagai orang-orang yang taat kepada Tuhan. Mereka menjunjung tinggi perintah itu. Salah satu bukti ketaatan itu terlihat dalam pemberian nama anak tersebut. Setelah anak itu lahir, orang tuanya memberinya nama di luar nama marga mereka (61). Akan tetapi, mereka memberinya nama sesuai perintah Tuhan melalui malaikat, yaitu Yohanes.

Kisah ketaatan seperti ini sungguh menginspirasi. Cerita ini mengajak kita agar hidup dalam ketaatan serupa kepada Tuhan Allah. Secara khusus dalam menyambut dan menerima Tuhan Yesus Kristus dalam hidup kita. Kita dapat mengesampingkan, bahkan menempatkan segala kepentingan lain di bawah ketaatan kepada-Nya.

Doa : Ya Tuhan ajarilah kami untuk lebih menaati Tuhan dan kehendak Tuhan. [SH]


Baca Gali Alkitab 7

Lukas 2:8-20

Zakharia mendapatkan mukjizat yang besar di hari tuanya. Ia dan istrinya, Elisabet, akan mendapatkan seorang anak yang akan mempersiapkan jalan bagi datangnya Sang Juru Selamat.

Apa saja yang Anda baca?
1. Siapakah yang melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan? Apakah kemudian yang terjadi (8-11)?
2. Apakah yang disampaikan malaikat kepadanya dan bagaimana responsnya (12-18)?
3. Siapakah malaikat tersebut dan apa yang dikatakannya tentang Zakharia sebagai bukti bahwa apa yang disampaikannya benar adanya (19-20)?

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Mengapakah Tuhan memandang perlu mengutus seorang nabi mendahului kedatangan Juru Selamat ke dalam dunia?
2. Sebagai seorang percaya apakah yang dikehendaki Tuhan dari kita ketika mendengar pesan yang disampaikan-Nya kepada kita?
3. Bagaimanakah seharusnya kita melihat cara Allah bekerja dari sudut pandang kita di tengah zaman yang begitu dinamis dan terus-menerus berubah seperti sekarang ini?
4. Ketika Tuhan menghendaki sesuatu untuk terjadi, adakah
5. kemustahilan atau kondisi tertentu yang bisa menggagalkannya?

Apa respons Anda?
1. Jika terlibat dalam sebuah pelayanan, bagaimanakah seharusnya Anda bersikap? Maukah Anda selalu membuka diri untuk setiap pesan Tuhan yang datang, serta taat dan setia dalam melakukan?
2. Pernahkan Anda mendengar pesan Tuhan disampaikan kepada Anda? Apakah respons Anda? Bagaimana Anda bersikap terhadap pesan tersebut? Percaya dan yakinkah Anda?

Pokok Doa:
Agar seluruh jemaat yakin dan percaya terhadap pesan yang datang dari Tuhan.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org