Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2018/09/25

Selasa, 25 September 2018 (Minggu ke-18 sesudah Pentakosta)

Kisah Para Rasul 18:18-23
Bukan Hangat-hangat Tahi Ayam

Peribahasa "Hangat-hangat tahi Ayam" menjelaskan sebuah kemauan yang tidak tetap, tidak serius, dan gampang berubah. Keadaan semacam ini harus diperhatikan dalam kehidupan iman kita. Dalam setiap kenyataan hidup imanlah yang membuat seseorang bertahan untuk hidup sesuai kehendak-Nya.

Paulus memilih untuk tetap berada di Korintus, walaupun ia tahu bahwa di situ ada kelompok orang yang tidak suka kehadirannya (18). Setelah dirasakan cukup lama berada di situ dan situasi jemaat menjadi lebih baik, maka ia pamit diri untuk pergi ke Siria. Paulus tidak mungkin selamanya di Korintus. Paulus pergi dari Korintus dengan perasaan sukacita. Sehingga ia mencukur rambutnya sesuai dengan nazar yang dilakukannya.

Akhirnya Paulus, yang ditemani oleh Akwila dan Priska, sampai di Efesus. Kemudian ia pergi ke rumah ibadat orang Yahudi dan berbicara di situ (19). Rupanya apa yang dibicarakan Paulus disukai oleh orang-orang di situ sehingga mereka meminta Paulus untuk lebih lama tinggal (20). Hal itu tidak dapat dipenuhi oleh Paulus karena ia harus pergi ke tempat lain untuk memberitakan Yesus adalah Mesias. Namun demikian, Paulus berjanji akan mengunjungi jemaat Efesus lagi jika Allah menghendaki (20). Paulus pun melanjutkan perjalannya ke Kaisarea, Antiokhia, Galatia, dan Firgia (22-23).

Kita perlu meneladani semangat penginjilan Paulus. Ia konsisten menjaga semangat dan sukacitanya dalam Kristus. Ia sangat serius dalam menyampaikan Injil dalam setiap kesempatan. Ia tidak membiarkan dirinya tenggelam dalam kenyamanan dan perasaan puas diri. Sebab, Paulus menyadari bahwa hal itu dapat membuatnya kendor dalam pemberitaan Injil di tempat lainnya. Ia terus-menerus mendatangi saudara seiman di berbagai tempat. Marilah kita meneguhkan iman percaya kepada Yesus Kristus dan bertekad untuk memberitakan-Nya dalam kehidupan ini.

Doa: Ya Tuhan, teguhkan semangat kami untuk menjadi saksi Kristus dalam kehidupan ini. [JS]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org