Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2018/07/18

Rabu, 18 Juli 2018 (Minggu ke-8 sesudah Pentakosta)

Kejadian 42
Hidup dalam Kasih Allah

Ketika tertimpa tragedi, kecelakaan, atau malapetaka, perasaan bersalah kerap muncul. Bahkan, ada yang merasa musibah itu sebagai akibat dari dosa-dosa masa lalu. Mungkin, ini yang ada di pikiran saudara-saudara Yusuf, ketika mereka dirundung "kesialan" ketika berada di Mesir.

Bencana kelaparan hebat melanda mulai dari Mesir hingga Kanaan, tempat di mana Yakub dan anak-anaknya tinggal.Yakub mendengar ada gandum di Mesir (1). Jadi, ia menyuruh anak-anaknya ke sana untuk membelinya (2).

Ketika sampai di Mesir, mereka (tanpa disadari) bertemu dengan Yusuf, saudara yang pernah mereka jual. Ketika Yusuf melihat mereka tunduk kepadanya, seketika dia teringat mimpinya. Mimpi yang sudah menjadi kenyataan (9).

Yusuf ingin tahu apakah saudara-saudaranya masih sama seperti dahulu. Untuk itu, Yusuf sengaja membentak (7) dan menuduh mereka sebagai pengintai (9). Selanjutnya, Yusuf mulai menanyai mereka.Dalam proses "interogasi", Yusuf menerima banyak informasi tentang keluarganya. Baik itu tentang keberadaan, jumlah keluarga, dan termasuk tentang "seseorang yang sudah tidak ada lagi" (13).

Yusuf juga ingin tahu kabar saudara seibunya, Benyamin. Caranya, Yusuf pura-pura tidak percaya pada informasi itu. Untuk memastikan akurasinya, mereka disuruhnya untuk menjemput si bungsu (15-16)

Pada saat inilah, saudara-saudara Yusuf mulai merasa menjadi tertuduh karena dosa-dosa masa lalunya (22).

Yusuf, tidak sakit hati, apalagi dendam. Lebih lagi setelah mendengar kalau mereka menyesali perbuatannya (23-24). Dia menangis karena tak kuasa menahan haru bercampur rindu. Semua itu terjadi, tentu saja, karena Yusuf percaya pada pimpinan Tuhan.

Pimpinan Tuhan bukan hanya untuk menunjuk arah perjalanan hidup. Tetapi, Dia juga mendidik kita bagaimana cara menjalaninya. Sebuah gaya hidup yang penuh kasih tanpa dendam dan kebencian.

Doa: Tuhan, pimpinlah aku untuk mengasihi dan membuang segala dendam. [RD]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org