Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2018/05/14

Senin, 14 Mei 2018 (Minggu ke-6 sesudah Paskah)

Mazmur 18:30-50
Mengakui Allah Penyelamat Kita

Berdasarkan catatan Alkitab dan dokumen sejarah gereja, kita menemukan banyak orang yang mengaku percaya kepada Yesus. Pertanyaannya adalah apakah pengakuan itu hanya berhenti di mulut atau diwujudkan dalam perbuatan sehari-hari? Pada kenyataannya, tidak sedikit orang yang katanya percaya Yesus adalah Juru Selamatnya, namun dalam kehidupannya hanya mengejar kemewahan, kenyamanan hidup, kenikmatan duniawi, popularitas, dan rasa hormat dari orang lain. Tidak heran jika banyak orang Kristen yang hidupnya sesat dan menyesatkan orang lain. Karena mereka tidak berjalan dalam kebenaran firman Allah. Tidak heran pula kalau mereka menjadi batu sandungan bagi rekan seiman dan cemoohan bagi orang yang belum percaya kepada Kristus.

Di satu sisi, Daud membuktikan bahwa jalan Allah itu sempurna dan janji-Nya adalah murni. Bahkan Allah adalah perisai bagi semua orang yang mau datang berlindung kepada-Nya. Di sisi lain, ia juga mengakui bahwa orang percaya dikelilingi oleh orang fasik. Karena kejahatan dan ketidakadilan terjadi di mana-mana. Itu sebabnya Daud kembali mengingatkan kita bahwa tidak ada yang dapat menolong dan meluputkan orang percaya dari malapetaka selain Tuhan. Maksudnya, Daud ingin mengatakan bahwa tidak ada satu allah atau ilah dalam dunia ini yang mahakuasa seperti Allah Israel. Dialah yang memberikan kita perlindungan dan kecukupan hidup. Dialah perisai keselamatan kita. Dialah yang membuat umat-Nya mampu mengatasi berbagai persoalan dan menjadikan kita sebagai pemenang (38-39).

Jika kita melihat kebaikan dan kemahakuasaan Allah, sepatutnyalah kita menaikkan mazmur dan nyanyian syukur bagi nama-Nya. Sebab, Allah masih menopang dan memelihara hidup kita sampai hari ini. Dialah gunung batu dan penyelamat kita.

Kalau dipikir-pikir, siapakah kita sebenarnya sehingga Allah yang mahabesar mau peduli dengan kita yang merupakan debu tanah? Ia sungguh mengasihi kita. Karena itu, ini jalan terlogis, akuilah Allah sebagai penyelamat kita yang sejati. [BK]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org