Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2018/04/28

Sabtu, 28 April 2018 (Minggu ke-3 sesudah Paskah)

Kejadian 7
Pembaruan

Pembaruan yang dikerjakan Tuhan sudah dimulai. Nuh dipersiapkan bersama dengan keluarga serta binatang haram dan tidak haram (1). Seminggu sebelum hujan turun mereka sudah masuk ke dalam bahtera (4). Tepat seperti yang dikatakan Allah, hujan turun dengan lebat selama 40 hari 40 malam (12). Air semakin lama semakin banyak seperti air bah sehingga terjadi banjir semesta yang membuat bahtera terapung-apung (18). Banjir itu membuat semua ciptaan Tuhan tewas (23).

Banjir semesta melanda bumi dengan hebatnya. Kehebatan banjir itu digambarkan tingginya sampai melebihi semua gunung yang tinggi (19). Bahkan disebutkan ketinggian air di atas 15 hasta atau 7 meter dari gunung yang tinggi itu (20). Bumi kembali berada dalam kondisi yang kacau. Keteraturan yang telah ditata Tuhan dalam kisah penciptaan menjadi rusak karena Air Bah. Kekacauan itu terpaksa dilakukan demi memurnikan bumi agar sesuai kembali dengan rancangan Tuhan. Lewat kekacauan itu, seolah-olah "penciptaan" kembali dirancang oleh Tuhan. Peristiwa kekacauan melalui Air Bah begitu mengerikan. Karena banjir semesta itu, semua makhluk hidup yang ada di darat maupun di udara mati. Hal itu terjadi karena memang Allah hendak menghapus semua yang pernah diciptakan-Nya (23) dan melakukan pembaruan atas bumi. Hanya Nuh, keluarganya dan segala makhluk yang ada di dalam bahtera yang merupakan "kaum tersisa". Nuh menjadi duta pembaruan Allah atas bumi ini. Peristiwa itu di satu sisi memperlihatkan kedahsyatan kuasa Allah, namun di sisi lain menunjukkan kepedulian Allah atas bumi. Kedahsyatan Allah membuat kita menyadari betapa kerdilnya kita di hadapan-Nya. Kepedulian Allah membuat Ia selalu berkarya untuk membarui tatanan di bumi.

Pembaruan sering kali mendapat penolakan. Tanpa pembaruan kehidupan kita akan tenggelam. Realitas yang ada di sekitar kita selalu mengalami perubahan. Dengan demikian, pembaruan adalah suatu keharusan. Kita dipanggil sebagai agen pembaruan Allah. Hal itu diawali dengan pembaruan diri sendiri. [ASP]


Baca Gali Alkitab 6

Kejadian 7

Di satu sisi, Air Bah adalah penghukuman Allah atas kejahatan dan keberdosaan manusia yang sudah melampaui batas kewajaran. Di sisi lain, Air Bah juga dapat dilihat sebagai bentuk pembaruan Allah untuk menata kembali ciptaan-Nya. Orang yang terpilih sebagai agen pembaruan adalah Nuh.

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa firmah Allah kepada Nuh (1, 5, 7, 13)?
2. Apa perintah Allah kepada Nuh (2-3, 8-9, 14-16)?
3. Apa yang akan terjadi pada bumi (4, 10)?
4. Umur berapakah Nuh saat Air Bah datang melanda bumi (6, 11)?
5. Berapa lamakah bumi ditutupi oleh air (12, 17-20, 24)?
6. Apa yang terjadi pada makhluk hidup lainnya (21-23a)?
7. Siapakah yang selamat dari Air Bah (23b)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Mengapa Allah menjatuhkan penghukuman yang dahsyat kepada manusia zaman Nuh?
2. Apakah manusia dan makhluk ciptaan Allah pantas menerima penghukuman Allah?
3. Mengapa hanya Nuh dan keluarganya saja yang diselamatkan?
4. Apa konsep keselamatan Allah pada keluarga Nuh?

Apa respons Anda?
1. Saat Anda melakukan kesalahan fatal di mata Allah, apa hal pertama yang terbersit dalam pikiran Anda dan tindakan pertama apa yang Anda lakukan?
2. Saat Tuhan mengampuni perbuatan Anda, apa tekad yang Anda ambil di hadapan-Nya?

Pokok Doa:
Agar setiap orang percaya tidak patah semangat untuk tetap bertekun dalam iman, walau mengalami penghukuman Allah.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org