Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2018/04/15

Minggu, 15 April 2018 (Minggu ke-2 sesudah Paskah)

1 Petrus 1:3-12
Tempaan Hidup

Pernahkah saudara melihat tukang pandai besi membuat sebuah pisau?

Pisau sangat berguna bagi manusia. Di tangan seorang koki, pisau dapat menghadirkan makanan yang lezat. Di tangan pengrajin bambu, pisau dapat membuat hasil kerajinan bernilai seni yang tinggi. Namun, kita tahu bahwa untuk menjadi sebuah pisau, besi harus mengalami begitu banyak proses yang menyakitkan. Besi harus melalui pembakaran pada tungku api dengan suhu yang sangat tinggi, ditempa berkali-kali, dan dimasukkan dalam air yang sangat dingin.

Penderitaan yang terjadi dalam diri umat kristen hendaknya dipahami sebagai cara Allah menguji iman, menempa spiritualitas dan kepekaan kita. Memang tak bisa dibayangkan penderitaan yang dialami oleh umat saat itu. Banyak ketidakadilan, kemiskinan, dan kedukaan. Tentu saja penderitaan yang berat dapat menimbulkan berbagai rekasi. Ada yang putus asa atau apatis dengan kondisi yang ada. Ada juga yang sangat reaktif sehingga menimbulkan kekerasan.

Penulis mengajak jemaat untuk menjadikan penderitaan sebagai batu ujian iman mereka. Ujian hidup yang dimaknai dengan baik sebagai cara untuk mendewasakan iman dan mental seseorang. Diharapkan agar orang kristen tidak kehilangan pengharapan akan kehidupan yang baik. Pengharapan itu seperti sauh jiwa yang membuat kita punya keyakinan hati untuk terus berjuang dan tidak menyerah menghadapi segala keburukan hidup. Jika saat ini Tuhan belum memanggil, kita masih dipercaya untuk menjalankan kehidupan sesuai dengan perintah-Nya.

Memang menghadapi penderitaan sendirian tidaklah mudah. Karena itu, umat bukan saja membutuhkan dukungan dari keluarga dan sahabat untuk menyemangati hidupnya, tetapi juga pertolongan serta kekuatan Tuhan dalam hidup kita.

Marilah kita menjalani hidup ini dengan sikap hati pantang menyerah terhadap persolan hidup. Apa pun tantangan yang dialami, hendaknya kita tetap bertahan dan berharap pada kekuatan Allah untuk tetap tegar dan mengasihi musuh kita. [AHH]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org