Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2018/01/27

Sabtu, 27 Januari 2018 (Minggu ke-3 sesudah Epifania)

Markus 4:30-34
Menyikapi Hal yang Kecil

Yesus menyatakan pengajaran-Nya dengan menggunakan perumpamaan. Tujuannya adalah agar mudah dipahami orang pada waktu itu dan masa kini. Peristiwanya sudah lampau, namun makna dari perumpamaan itu terus bergema hingga saat ini. Yesus memberikan perumpamaan Kerajaan Allah seperti biji sesawi yang ditanam dan memberikan hasil yang besar.

Kerajaan Allah adalah kiasan yang ingin menggambarkan kuasa Allah dalam suatu keadaan. Allah berkuasa sepenuhnya di dalamnya. Hadirnya Kerajaan Allah membuat manusia dapat menjalani kehidupannya dalam kuasa pimpinan Allah.

Hal Kerajaan Allah digambarkan seumpama biji sesawi (31). Dalam kehidupan sehari-hari orang Yahudi sangat memahami biji sesawi sebagai biji yang paling kecil dari segala biji. Istilah biji sesawi digunakan untuk menjelaskan hal yang paling kecil. Biji yang paling kecil itu setelah ditaburkan akan menjadi tumbuhan yang besar dan kuat (32). Sesuatu yang kecil dan tidak bermakna jika didiamkan saja selamanya akan menjadi tidak berguna. Jika diserahkan dalam kuasa Allah, maka akan menghasilkan manfaat besar dalam kehidupan.

Seperti biji yang ditanam akan menjalani proses dari Allah ketika mengalami pertumbuhan sampai menjadi pohon yang besar, demikian pula hal kecil yang membuat kita merasa tak berarti jika semuanya diserahkan kepada Allah akan memberikan hasil yang berguna. Menyadari hal ini, manusia perlu memiliki pengertian yang benar akan Kerajaan Allah. Mereka perlu memahami bahwa dalam setiap situasi Allah menyatakan kehendak-Nya. Semuanya ditujukan bagi kehidupan manusia yang lebih baik.

Kita perlu menjalani hidup ini dengan mengandalkan kuasa Allah. Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Karena kita dapat putus asa jika membandingkan kesusahan yang sedang dialami dengan keberhasilan yang dimiliki orang lain. Serahkanlah semua hal yang kita rasakan kepada Allah semata. Bagaimanapun Dia adalah Bapa kita dan kita adalah milik-Nya. [JS]


Baca Gali Alkitab 3

Markus 4:1-20

Perumpamaan adalah sebuah gambaran yang memberikan perbandingan yang ditujukan untuk mengajarkan suatu kebenaran. Perumpamaan yang akan kita pelajari ini mengajari kita kebenaran tentang Kerajaan Allah.

Apa saja yang Anda baca?
1. Sebutkan empat jenis tanah yang ditaburi benih (3-8)?
2. Bagaimanakah karakteristik pertumbuhan benih pada keempat jenis tanah tersebut? Hal-hal apa saja yang dapat menghalangi pertumbuhan benih yang ditaburkan (3-8)?
3. Berikan penjelasan yang ringkas dan padat mengenai jenis-jenis orang yang diwakili oleh jenis-jenis tanah yang ditaburi benih? Kondisi-kondisi apa saja yang menghalangi pertumbuhan firman dalam diri seseorang (14-20)?

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Menurut Anda, mengapa Yesus mengajar melalui perumpamaan?
2. Dari keempat jenis tanah dalam perumpamaan tentang seorang penabur, manakah yang memberikan gambaran tentang orang Kristen sejati?
3. Mengapa firman Allah bisa sama sekali tidak berakar pada diri orang-orang tertentu? Sebutkan faktor-faktor penyebabnya.
4. Bagaimanakah agar seseorang bisa memiliki hati seperti jenis tanah yang baik?
5. Apakah yang perumpamaan ini ajarkan tentang keberhasilan dan kegagalan penginjilan?

Apa respons Anda?
1. Jenis tanah yang manakah yang memberikan gambaran yang tepat mengenai respons Anda terhadap firman Tuhan yang Anda dengar?
2. Buah apakah yang telah dihasilkan dari pertumbuhan firman Allah dalam hidup Anda?

Pokok Doa:
Agar para penginjil tidak mudah patah semangat walau menemui orang-orang yang tidak mau mendengar Injil.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org