Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2017/12/14

Kamis, 14 Desember 2017 (Minggu Adven ke-2)

Daniel 9:20-27
Jawaban Doa dari Allah

Ketika seseorang ada di perantauan, terkadang muncul gejala yang disebut homesick (rasa rindu pada kampung halaman). Apalagi situasi di perantauan sedang tidak menyenangkan, maka kerinduan pada kampung halaman terasa menyesakkan dada. Gejala ini muncul pada diri Daniel yang rindu akan negerinya (Kerajaan Yehuda). Perasaan kangennya bercampur haru dalam doanya. Tidak lama kemudian malaikat Gabriel kembali menemui Daniel (21).

Sebagai utusan Allah, Gabriel datang untuk menyampaikan berita bahwa doa Daniel dikabulkan Allah. Ia akan menganugerahkan akal budi untuk mengerti kebijaksaan kepada Daniel (23). Sebagai orang yang dikasihi Allah, Daniel diminta untuk fokus pada firman dan penglihatan itu dengan saksama.

Dalam penglihatan itu, Daniel melihat deretan angka, yaitu: tujuh puluh kali tujuh masa (24), enam puluh dua kali tujuh masa (26), dan satu kali tujuh masa (27). Deretan angka tersebut menandakan peristiwa yang bakal terjadi pada Bait Allah. Ketiga peristiwa itu memperlihatkan kehancuran dan pemulihan Bait Allah di Yerusalem. Karena itu, Daniel merasa perlu untuk tetap berdoa kepada Allah. Doa yang dilakukan dengan sungguh-sungguh memampukannya menghadapi berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupannya di negeri Babel. Melalui doanya, Daniel belajar mempertahankan iman karena ia yakin bahwa Tuhan senantiasa menjawab doanya.

Pada pasal sembilan ini, kita diajak untuk menghayati kehidupan doa bersama Allah. Dalam doa, umat menyatakan pengakuan dosanya. Pengakuan itu mendatangkan pemulihan Allah dan pembaruan hidup. Melalui doa, umat juga mendapat peneguhan Allah yang dinyatakan melalui kebenaran-Nya yang ada dalam Alkitab. Sebab itu, berdoa dan membaca Alkitab adalah tindakan konkret yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan orang percaya. Melalui doa dan membaca Alkitab, umat ditegur dan diingatkan untuk tidak hidup dalam dosa. Umat juga dikuatkan bahwa Allah yang penuh kasih dapat dijadikan batu sandaran yang kukuh. [WSP]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org