Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2017/11/20

Senin, 20 November 2017 (Minggu ke-24 sesudah Pentakosta)

Daniel 2:31-45
Kerajaan yang Tidak Binasa

Sebagai seorang penguasa adidaya, Nebukadnezar sudah terbiasa melihat patung. Apalagi di Babel dikenal dengan negeri yang berlimpah para seniman. Namun dalam mimpinya, Nebukadnezar merasa heran karena ia melihat patung yang amat besar (31). Selain bentuknya yang besar, patung itu terbuat dari logam dan tanah liat. Perbedaan berbagai bahan patung itu memang sangat aneh.

Dalam mimpinya, Nebukadnezar melihat sebuah batu terungkit dan menimpa tepat pada kaki patung yang terbuat dari besi dan tanah liat hingga kaki itu remuk (32). Bagian kaki yang sudah remuk memudahkan bagian lainnya turut remuk (34). Remukannya seperti sekam di tempat pengirikan. Saat terbawa angin, secara otomatis bekas-bekasnya pun tidak ada. Hal aneh lagi adalah batu yang menimpa patung itu berubah menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi (35). Apakah makna di balik keanehan itu?

Dalam penjelasannya, Daniel menyebut dirinya dengan sebutan "kami" (36). Hal ini menunjukkan kerendahan hatinya. Daniel menyebut Nebukadnezar adalah raja di atas segala raja (37), yang kerajaannya berasal dari Allah. Kepala emas menggambarkan takhta Nebukadnezar (38). Selain itu akan muncul kerajaan kerajaan Media dan kerajaan Persia (39). Kerajaan keempat yang muncul adalah Yunani (40). Apa makna besi dan tanah liat di sini? Maknanya adalah suatu campuran kekuatan dan kelemahan yang sangat besar pula. Artinya, kekuatan dan kelemahan menjadi satu bagian keutuhan (41). Namun, semua kerajaan itu akan runtuh. Pada masa itulah, Allah akan mendirikan kerajaan-Nya yang tidak akan binasa selamanya (44).

Pesan yang disampaikan Daniel kepada Nebukadnezar sangat jelas. Sekuat dan sehebat apa pun sebuah kerajaan pada akhirnya akan runtuh juga. Namun, ada satu kerajaan yang tidak akan runtuh, yaitu kerajaan Allah. Secara tidak langsung Daniel menyampaikan pesan kepada Nebukadnezar untuk hidup dalam kerajaan Allah. Pertanyaannya adalah maukah kita hidup dalam kerajaan-Nya? [WSP]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org