Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2017/11/01

Rabu, 1 November 2017 (Minggu ke-21 sesudah Pentakosta)

Yesaya 8:1-10
Tragedi Pengharapan

Ketidakpedulian Ahas terhadap perkataan Yesaya membuat Tuhan marah. Secara simbolis, kemarahan itu disampaikan lewat tulisan dan pemberian nama anak kedua Yesaya, yaitu Maher-Syalal Hash Bas (1, 3). Nama itu mengacu kepada bangsa Asyur. Gempuran mereka dilukiskan seperti banjir yang meluap kuat dan besar (7). Serangan Asyur itu akan menembus seluruh bagian dari Yehuda. Bagai air yang menerbos masuk ke dalam rumah dan menenggelamkan segalanya (8).

Menurut Alkitab Bahasa Indonesia Masa Kini, kata "Maher-Syalal Hash Bas" secara harfiah berarti perampasan yang tangkas atau perampokan yang cepat. Arti nama itu memperlihatkan bahwa serangan Asyur sangat cepat dan dapat menghancurkan apa saja. Sebelum hal itu terjadi, pertolongan Tuhan digambarkan seperti aliran airSyiloah (sungai di Yerusalem) yang mengalir lamban (6). Gambaran ini menunjukkan datangnya pertolongan Tuhan, namun proses yang dilalui memang lamban. Karena Tuhan memberikan pertolongan berdasarkan waktu-Nya.

Ahas merasa janji pertolongan Tuhan tidak membawa faedah apa pun baginya. Sebab ia membutuhkan pertolongan secepat mungkin untuk mengatasi masalah yang sedang menimpa dirinya. Karena itu ia memilih menaruh pengharapan pada kekuatan Asyur. Di sini, Yesaya mengingatkan Ahas bahwa air (Asyur) yang besar dapat membawa petaka dan kehancuran. Sebab rancangan manusia akan gagal dan keputusan manusia tidak akan terlaksana (10). Ahas telah melupakan prinsip penting ini bahwa Tuhan yang menyertai orang yang bersandar pada-Nya.

Berpengharapan pada hal yang keliru hanya akan menghasilkan kekecewaan. Misalnya, pekerjaan, pasangan, dunia, dan sejenisnya. Pada awalnya, kita merasa bahwa pengharapan itu akan terwujud. Pada akhirnya, justru kita sendiri yang menuai kekecewaan. Karena pengharapan berubah menjadi tragedi. Sebab kita menaruh fokus harapan pada sesuatu yang salah. [ASP]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org