Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2017/09/06

Rabu, 6 September 2017 (Minggu ke-13 sesudah Pentakosta)

Ibrani 13:9-16
Kurban Penghapus Dosa

"Ku masuk ruang mahakudus, dengan darah anak domba. Ku masuk dengan hati tulus, menyembah yang mahakuasa." Inilah sepenggal cuplikan lirik lagu dari Jim Cowan. Lirik lagu tersebut menunjukkan bahwa untuk bertemu Allah diperlukan kesucian dan kemurnian. Sayangnya kita berada dalam kondisi berdosa. Tiada seorang pun yang mampu membersihkan dosanya dengan usaha sendiri.

Celakanya, masih ada sekelompok orang yang berpikir bahwa pembenaran iman dan pengampunan dosa dapat diperoleh dengan jalan kesalehan. Salah satu contohnya adalah tidak makan makanan yang najis bagi Allah (9; bdk. Im. 11). Bagi penulis Kitab Ibrani hal itu menyesatkan dan tidak menambah manfaat apa pun bagi kesalehan. Sebab Kristus telah menyerahkan diri-Nya menjadi kurban penghapus dosa dan pendamaian bagi manusia berdosa sekali untuk selamanya (11-12; bdk. Ibr. 10:10-14). Melalui hal itu tidak hanya dosa manusia terhapuskan, tetapi juga memperdamaikan manusia dengan Allah. Dengan demikian, sekat antara Allah dan manusia terbelah (lih. Mat. 27:51). Karena itu, Kristus menjadi jalan keselamatan bagi manusia untuk sampai kepada Allah.

Untuk alasan itulah kita patut bersyukur kepada Allah. Rasa syukur itu harus direspons dalam tindakan konkret, antara lain: Pertama, memuliakan Allah melalui ucapan (15). Kedua, terus-menerus melakukan kebaikan terhadap sesama (16). Ketiga, menghormati dan memerhatikan pemimpin rohani di gereja (17). Keempat, mendoakan orang-orang kudus agar tetap setia dalam iman (18).

Karya keselamatan Kristus telah digenapi sehingga kurban penghapus dosa sudah tidak diperlukan lagi. Namun sebagai penerima anugerah Allah, umat Allah memiliki kewajiban untuk menghayati dan menghidupi salib Kristus dalam seluruh aspek hidup (Yoh. 1:29b).

Muliakanlah Allah dalam perkataan maupun perbuatan kepada sesama manusia. Namun, perbuatan kita akan menjadi kesia-siaan jika tidak disertai dengan ketulusan hati dan rasa syukur yang mendalam kepada Allah. [PPH]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org