Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2017/08/29

Selasa, 29 Agustus 2017 (Minggu ke-12 sesudah Pentakosta)

Ibrani 11:8-22
Iman adalah Sumber Ketaatan

Tidak mudah hidup dalam ketaatan. Banyak tantangan dan hambatan ketika kita bertekad untuk menjalaninya. Ketaatan tidak datang begitu saja, tetapi perlu ketekunan dan kedisiplinan. Dengan kekuatan yang didasari oleh iman, kita dimampukan untuk hidup dalam ketaatan.

Abraham memilih untuk taat ketika Allah memerintahkannya meninggalkan segala kemapanannya di Urkasdim. Dengan iman, ia pergi ke negeri yang ditunjukan Allah (8). Ia tetap taat ketika hidup sebagai pendatang di negeri orang. Ketika Allah memerintah Abraham untuk mengurbankan Ishak, tanpa pikir panjang ia pun menyiakannya.

Yusuf, yang adalah cicit Abraham, pun berperilaku seperti itu. Walau ia dijual oleh saudaranya sebagai seorang budak dan selama di Mesir ia pernah dipenjara, namun pada akhirnya Allah mengangkatnya menjadi orang nomor dua di Mesir. Dengan kuasa yang dimilikinya, Yusuf menyelamatkan kelangsungan hidup orang-orang Israel.

Abraham disebut sebagai bapa orang percaya. Sebutan ini memperlihatkan ketaatan total Abraham pada kehendak Allah. Hal itu terlihat pada perubahan namanya, dari Abram menjadi Abraham (Kej. 17:5). Sekalipun berat dan mustahil perintah Allah itu, Abraham tetap taat.

Abraham memiliki iman yang kukuh. Imannya itu dibangun dan dibentuk melalui pengalaman hidupnya berjalan bersama Allah. Ia percaya pada kemahakuasaan Allah sehingga dalam keadaan yang tidak sesuai dengan kehendaknya, ia tetap mentaati perintah Allah (19). Abraham melihat Allah lebih besar dari dirinya. Dengan ketaatannya itu Abraham menerima janji Allah mengenai keturunannya akan menjadi bangsa yang besar. Imanlah yang membuat ketaatan dapat diwujudkan (22).

Marilah bersyukur atas setiap kenyataan hidup yang kita alami. Pengalaman hidup mengajar kita bagaimana melihat dinamika iman di mana Allah adalah satu-satunya sumber kehidupan dan dasar ketaatan kita kepada-Nya. Dengan demikian, kuasa Allah akan tampak nyata dalam kehidupan kita. [JS]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org