Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2017/06/25

Minggu, 25 Juni 2017 (Minggu ke-3 sesudah Pentakosta)

Mazmur 105:23-36
Allah Menuntun Umat-Nya

Pada bagian ini, pemazmur mengingat peristiwa yang terjadi setelah Yusuf berkuasa di Mesir (23; bdk. Kej. 46:1-27). Dalam ayat 23, kata ”Yakub” berarti seluruh umat Israel, bukan Yakub sebagai pribadi (lih. 10). Dan mereka tinggal di tanah Ham (nama lain untuk Mesir). Di negeri itulah umat Allah bertambah banyak dan dianggap ancaman bagi orang Mesir (24-25; bdk. Kel. 1:7-2:25).

Pada awalnya orang Israel bukanlah musuh orang Mesir. Setelah kematian Yusuf, jumlah mereka bertambah banyak dan orang Mesir telah berubah menjadi kejam kepada Israel. Namun pemazmur memiliki perspektif yang berbeda. Bagi pemazmur, Allah mengizinkan hal itu terjadi (25) karena Ia menghendaki umat-Nya keluar dari Mesir dan kembali ke Tanah Perjanjian.

Untuk memfasilitasi kehendak Allah itu, Ia mengutus Musa dan Harun untuk membebaskan umat Israel dari perbudakan Mesir (26-27). Melalui Musa dan Harun, Allah menimpakan berbagai tulah kepada Mesir (28-36), di antaranya air menjadi darah (29; bdk. Kel. 7:14-25), katak (30; bdk. Kel. 8:1-15), nyamuk (31; bdk. Kel. 8:16-19), lalat pikat (31; bdk. Kel. 8:20-24), hujan es (32-33; bdk. Kel. 9:13-26), belalang (34-35; bdk. Kel. 10:120), gelap gulita (28; bdk. Kel 21-29), dan kematian anak sulung (36; bdk. Kel. 11-12). Semua tulah itu ditimpakan Allah agar orang Mesir membebaskan umat Israel dari perbudakan dan mengizinkan mereka kembali ke negerinya. Dan dari semua tulah itu, yang paling mengerikan adalah tulah terakhir, yaitu kematian anak sulung, baik manusia maupun hewan. Karena tulah ini pula, akhirnya Firaun membebaskan Israel.

Kita mungkin tidak memahami cara Tuhan menuntun hidup kita. Terkadang Tuhan mengizinkan hal-hal buruk terjadi. Tetapi yang pasti, tuntunan Tuhan selalu membawa kebaikan bagi umat yang percaya kepada-Nya. Jika saat ini Tuhan sedang menuntunmu melewati jalan berbatu atau lembah kekelaman, tetaplah berjalan bersama Tuhan. Akan tiba waktunya di mana tuntunan Allah itu membawa kita ke tempat yang dikehendaki-Nya. [MFS]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org