Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2017/06/06

Selasa, 6 Juni 2017 (Minggu ke-1 sesudah Pentakosta)

2 Tawarikh 21:2-22:9
Kejahatan yang Menghancurkan Negara

Yang menjadi pengganti Yosafat adalah anak sulungnya, Yoram. Tidak seperti ayahnya atau Asa kakeknya yang hidup mengikut jalan Tuhan, malahan Yoram melakukan apa yang jahat. Itulah penyebab kehancurannya.

Kejahatan Yoram sudah melewati batas kemanusiaan. Ia tak segan-segan membunuh keenam adik kandungnya dan para pembesar demi kelanggengan kekuasaannya (4). Hawa nafsu yang menggebu-gebu akan kekuasaan menyebabkan Yoram dengan sengaja melanggar salah satu butir dari hukum Taurat, yaitu jangan membunuh (Kel. 20:13). Selain itu, kebiasaan bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan dipraktikkannya. Ia lebih menuruti istrinya, Atalya, daripada ajaran ayahnya. Surat peringatan dari nabi Yeremia diabaikannya (12-15). Karena itu, Tuhan membangkitkan bangsa Edom untuk memberontak (8), juga membiarkan bangsa Filistin dan orang Arab mengalahkannya (16), menjarah istana, mengangkut harta, dan membunuh anak istrinya kecuali anak bungsunya (17).

Yoram wafat karena sakit usus dalam usia 32 tahun (18-20). Tak ada perkabungan dari bangsanya karena ia tidak dicintai oleh rakyatnya (20). Hasrat untuk menguasai takhta berbalik menghancurkan dirinya (bdk. Mrk. 8:35-36). Ahazia yang menjadi raja sesudahnya juga tidak hidup takut akan Tuhan (22:3, 4). Tak ada prestasi yang dicatat dari kedua raja Yehuda tersebut.

Penulis kitab Tawarikh mencatat bahwa faktor utama hancurnya suatu kerajaan adalah hidup yang tidak diperkenan oleh Tuhan. Saat hidup pribadi dan keluarga tidak menjadi teladan bagi rakyat, maka semangat persatuan akan melemah.

Pesan berulang dari kitab Tawarikh jelas, berkat Allah akan dicurahkan kepada mereka yang hidup benar di hadapan Tuhan, sedangkan kutuk bagi mereka yang hidup dalam kejahatan (bdk. Ul. 30:15-20). Sebab itu, bijaklah dalam memilih dan menentukan pilihan. Karena setiap pilihan akan memengaruhi jalan hidup kita di masa yang akan datang. [YTP]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org