Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2017/04/08

Sabtu, 8 April 2017 (Minggu Sengsara ke-5)

Matius 26:69-75
Tekanan Bisa Memicu Penyangkalan

Matius mengisahkan tiga drama penyangkalan Petrus. Eskalasi tuduhan yang meningkat membuat intensitas penyangkalan Petrus semakin berat. Pertama, seorang hamba perempuan berasumsi bahwa Petrus pernah bersama-sama dengan Yesus (69). Demi menyelamatkan diri, ia berpura-pura tidak tahu-menahu tentang apa yang dikatakan oleh perempuan itu (70).

Kemudian Petrus menyingkir ke pintu gerbang yang kondisinya lebih remang-remang agar identitasnya sebagai murid Yesus tidak terdeteksi oleh masyarakat di sana. Ternyata di pintu gerbang pun ia masih dikenali sebagai seorang yang satu kampung halaman dengan Yesus (71). Kali yang kedua penyangkalan Petrus disertai dengan sumpah bahwa ia tidak kenal Yesus (72). Untuk ketiga kalinya, Petrus bukan saja menyangkal dan bersumpah, tetapi juga mengeluarkan ucapan kutukan sebagai penegasan bahwa ia bukan salah satu dari pengikut Yesus (73). Dengan berucap seperti itu, seakan-akan Petrus berani dimurkai Tuhan jika berbohong. Begitu mendengar kokok ayam, tersadarlah Petrus akan peringatan Yesus dan ia pun menangisi dirinya (74; lih. ay. 34).

Ketika bola basket dihempaskan ke lantai, maka bola itu akan membal ke atas. Semakin kuat tekanan terhadap bola, semakin kuat daya membal bola tersebut. Itulah gambaran yang dialami Petrus. Tekanan dan tuduhan yang semakin berat serta bahaya yang mengintai membuat Petrus semakin berani menyangkal Yesus.

Jika Petrus dapat menyangkal imannya, demikian pula dengan kita. Misalnya, tekanan ekonomi yang membahayakan seluruh keluarga; tekanan kebencian atau iri yang membahayakan jabatan dan status kita; tekanan dari kelompok berisiko pada aspek pertemanan, dan sebagainya. Marilah kita saling berbagi beban dengan menceritakan pergumulan kita kepada orang lain dan saling mendoakan satu sama lain! Janganlah beranggapan bahwa kita kebal dari kejatuhan, apalagi menyombongkan kekuatan sendiri! Petrus sudah membuktikannya. [RH]

Matius 26:69-75


Baca Gali Alkitab 6

Penangkapan Yesus oleh Majelis Agama Yahudi membuat para murid-Nya lari pontang-panting. Petrus yang sebelumnya sangat berani mati bagi Yesus harus menghadapi kenyataan pahit bahwa dirinya menyangkal guru-Nya. Rasa takut Petrus telah mengalahkan imannya terhadap Yesus.

Apa saja yang Anda baca?
1. 1. Apa yang menjadi tudingan seorang hamba perempuan kepada Petrus (69)?
2. 2. Apa jawaban Petrus saat itu (70)?
3. 3. Apa yang dikatakan seorang hamba lain di pintu gerbang saat melihat Petrus (71)?
4. 4. Sumpah apa yang diucapkan Petrus (72)?
5. 5. Apa pertanyaan orang banyak kepada Petrus (73)?
6. 6. Mengapa Petrus marah dan apa yang dikatakannya dan apa yang terjadi (74)?
7. 7. Hal apa yang membuat Petrus sedih soal penyangkalan terhadap Yesus (75)?

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. 1. Hal apa yang membuat orang-orang percaya jatuh?
2. 2. Dapatkah sebuah penyangkalan disebut iman yang lemah dan apa alasannya?

Apa respons Anda?
1. 1. Hal apa yang membuat Anda menyangkal iman kepada Kristus? Apa tekad Anda untuk mengantisipasinya?
2. 2. Saat lemah, Allah menguatkan Anda. Apa ucapan syukur yang Anda panjatkan kepada-Nya?

Pokok Doa:
Memohon agar Allah memberi kekuatan dan kewaspadaan sehingga kita tidak jatuh dalam pelanggaran.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org