Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2016/11/25

Jumat, 25 November 2016 (Minggu ke-28 sesudah Pentakosta)

Pengkhotbah 1:1-18
Hidup Singkat yang Dilupakan

Banyak orang sering kali salah paham dengan Kitab Pengkhotbah. Mereka berpikir bahwa kitab tersebut menggambarkan kesia-siaan hidup manusia yang jauh dari Tuhannya. Karena itu, Pengkhotbah sudah menegaskan bahwa segala sesuatu itu sia-sia. Dalam hal ini, kata "sia-sia" diterjemahkan dari kata "hebel", yang dipahami sebagai kesia-siaan atau sesuatu yang singkat seperti hembusan nafas (bdk. nama Habel).

Pengkhotbah merenungkan apa yang telah dikisahkan dalam Kitab Kejadian 3:17-19. Dalam benaknya ia berpikir apa gunanya manusia berjerih payah di bawah matahari jika kehidupannya sangat singkat atau fana (hebel) yang pada akhirnya manusia akan mati (Pkh. 1:2-3)? Kehidupan di bawah matahari adalah kehidupan di dunia yang penuh dengan ketidakadilan dan kesulitan. Hal itu disebabkan oleh ketidaktaatan manusia kepada kehendak Allah yang mengakibatkan kejatuhannya dalam dosa. Namun, berbeda sekali dengan kehidupan di surga di mana semua makhluk melakukan kehendak Allah (bdk. Mat. 6:10 "Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga").

Penekanan pada kefanaan hidup terlihat pada ayat 4 yang mengontraskan manusia yang pergi dan datang (di sini kata "pergi" lebih dulu ditekankan daripada kata "datang") dengan bumi yang tetap ada (4). Kondisi bumi digambarkan sebagai matahari terbenam dan akan terbit kembali (5), angin yang terus berputar kembali ke tempat yang sama (6), dan sungai yang terus mengalir (7). Walau bumi tetap ada, segala sesuatu pasti membosankan karena semua bergerak monoton (8), membuat mata tidak puas melihat dan telinga tidak puas mendengar. Tingkah laku manusia selalu sama dan tidak ada yang baru (9-10). Yang lebih menyedihkan adalah singkatnya hidup manusia membuat dirinya dilupakan setelah mati - "kenangan-kenangan dari masa lampau tidak ada" (11).

Apakah seperti Pengkhotbah kita juga takut segala yang dikerjakan akan dilupakan? Jika ya, marilah kita datang kepada Tuhan untuk mencari jawaban tentang arti hidup kita. [IT]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org