Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2016/10/25

Selasa, 25 Oktober 2016 (Minggu ke-24 sesudah Pentakosta)

Roma 6:15-23
Hamba Dosa vs Hamba Kebenaran

Hidup manusia sehari-hari senantiasa diperhadapkan pada berbagai pilihan. Dalam ranah jasmani, kita mungkin bisa punya banyak pilihan. Misalnya dalam hal makanan, kita bisa memilih menu A dan B sekaligus, atau tidak makan sama sekali.

Akan tetapi dalam ranah spiritual, manusia tidak memiliki pilihan netral, sebagaimana yang ditegaskan oleh Paulus dalam bacaan hari ini.

Manusia hanya punya dua pilihan, yakni menjadi hamba dosa atau hamba kebenaran. Bagi orang-orang percaya, Paulus menyatakan bahwa dahulu kita menjadi hamba dosa (17). Tidak heran jika kita dahulu lebih menaati dosa karena kita berada di bawah kuasa dosa (16-17a, 18).

Sebagai hamba dosa, dahulu kita terus-menerus diperbudak olehnya (19-20). Bukan hanya itu, kita juga dipermalukan olehnya (21) dan menuju kematian karenanya (21, 23).

Tetapi syukur atas anugerah-Nya, Ia telah menyelamatkan kita melalui Yesus Kristus. Karena itu, kita percaya kepada-Nya dan menjadi hamba kebenaran (19). Kita dikuduskan-Nya dan menguduskan diri dalam Dia (19, 23). Ketika kita hidup sebagai hamba kebenaran, dalam Dia kita beroleh jaminan hidup yang kekal (22, 23).

Sebagai orang-orang yang menerima anugerah dan kebenaran Allah, marilah kita sungguh-sungguh menyadari, mengenali, dan senantiasa mengingat bahwa diri kita adalah hamba Allah. Artinya, hidup kita adalah milik-Nya semata dan harus dipersembahkan senantiasa hanya kepada-Nya.

Marilah kita sungguh-sungguh menjalani pengudusan diri dalam Kristus sehingga kita dapat hidup memuliakan-Nya. [MFS]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org