Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2015/05/27

Rabu, 27 Mei 2015

2 Korintus 2:1-11
Mempraktikkan kasih dan pengampunan

Judul: Mempraktikkan kasih dan pengampunan
Kasih dan pengampunan perlu senantiasa ada di dalam kehidupan bergereja agar gereja menjadi sehat dan bertumbuh. Setiap jemaat dapat memiliki hubungan yang indah dan harmonis di dalam Kristus.

Maksud Paulus menunda kunjungannya adalah agar jemaat di Korintus mendapat kesempatan untuk memperbaiki masalah-masalah internalnya. Itulah sebabnya, Paulus sebelumnya menulis satu surat yang keras, penuh kecemasan, dan air mata. Tujuannya bukan untuk mendukakan mereka, tetapi memperbaiki kesalahan mereka agar kunjungannya mendatangkan sukacita (3-4).

Namun, jika masih ada jemaat di sana yang menimbulkan dukacita, maka Paulus dan jemaat di Korintus akan sama-sama mengalaminya. Terhadap jemaat demikian, Paulus menasihati mereka untuk mempraktikkan kasih dan pengampunan seperti Tuhan. Pertama-tama para pemimpin gereja harus mendisiplinkan orang itu dengan menegurnya sebagai saudara (di bawah empat mata, Mat. 18:15) agar ia sadar dan bertobat. Langkah selanjutnya, bila ia sudah bertobat, mereka harus mengampuni dan menghibur orang itu supaya ia merasa diterima kembali dalam komunitas orang percaya dan tidak terus dikuasai oleh perasaan bersalahnya (8). Dengan demikian, orang itu boleh bangkit dari keterpurukannya dan mendapatkan kekuatan untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Inilah kasih yang harus mereka praktikkan agar mereka taat dalam segala sesuatu kepada firman Tuhan untuk saling mengasihi dan mengampuni. Dengan demikian, Iblis tidak akan mendapatkan kesempatan untuk menjerat orang itu dan memecahbelah persekutuan di antara mereka.

Dalam kehidupan bergereja pasti ada anggota jemaat yang berbuat salah. Terhadap jemaat demikian, marilah kita mempraktikkan kasih dan pengampunan. Marilah kita menegur dengan kasih yang lemah lembut, mengampuni mereka yang bersalah, dan menghibur mereka yang lemah dan terpuruk agar mereka dipulihkan, diterima kembali dalam komunitas, dan bangkit dari keterpurukannya.

Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org