Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2015/05/22

Jumat, 22 Mei 2015

Bilangan 35:9-34
Kota perlindungan

Judul: Kota perlindungan
Dulu dipercaya bahwa kehidupan berada di dalam darah, karenanya banyak masyarakat purba memandang darah sebagai zat yang sakral. Bangsa Israel memiliki pandangan serupa. Bahkan hewan yang akan dimakan pun tidak boleh disembelih di sembarang tempat dan darah tidak boleh dikonsumsi oleh manusia, tetapi harus dibuang. Peraturan yang berlaku bagi bangsa Israel ketika itu, jangankan membunuh, makan darah hewan pun bisa jadi alasan untuk hukuman mati (Im. 7:22-27). Namun, muncul pertanyaan: bagaimana jika seseorang membunuh secara tidak sengaja? Masakan si pelaku tetap harus dihukum mati? Tuhan memberi solusinya.

Untuk penduduk Israel, akan disediakan kota-kota perlindungan bagi orang-orang yang secara tidak sengaja menyebabkan terbunuhnya orang lain. Di tempat-tempat ini mereka beroleh jaminan keselamatan. Namun tidak dapat dipungkiri, sebuah kejahatan telah terjadi walaupun secara tidak sengaja. Ini berarti tetap ada konsekuensi yang harus ditanggung. Pertumpahan darah harus ditebus dengan pertumpahan darah pula. Dalam hal ini, Imam Besar secara simbolik menjadi penanggung dan penebus kesalahan orang-orang yang bersalah ini. Kematian Imam Besar menebus kesalahan para pembunuh-tak-sengaja ini sehingga sesudah Imam Besar mangkat, mereka bebas kembali beraktivitas dan keluar dari status tahanan kota.

Kita pun acap melakukan kesalahan yang tak dapat kita selesaikan sendiri. Kita bersyukur bahwa kita dapat mengandalkan kemujaraban darah Kristus yang tercurah di atas salib untuk menebus dosa-dosa kita, sehingga dengan memohon ampun kepada-Nya, dosa kita dibereskan dengan tuntas. Darah Kristus memutuskan ketegangan yang terjadi antara pelanggaran yang telah terjadi dan harus dihukum di satu sisi, dengan kemurahan dan belas kasih Allah di sisi lain. Banyak orang hidup dalam kecemasan besar, karena belum mengetahui kota perlindungan yang Tuhan sediakan ini. Kita yang sudah ditebus Tuhan dan hidup dalam kebebasan penuh, bersediakah kita menunjukkan jalannya kepada mereka?

Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org